Apakah Yang Tuhan Harapkan Dari Kehidupanmu?

Apakah Yang Tuhan Harapkan Dari Kehidupanmu?

RABU, 31 JULI 2019

Sesungguhnya Tuhan mempersipakan dan merancang segala sesuatu di dalam hidup kita dengan akurat dan mendetail. Bahkan Dia mempersiapkannya sebelum kita dibentuk dan dijadikan. Allah mempunyai misi dan tujuan khusus di dalam kehidupan kita semua. Namun, Apakah kita mengetahui harapan Tuhan dalam hidup kita? Atau kita tidak pernah tahu mengenai harapan dan keinginan Tuhan dalam hidup kita? Atau kita tidak mau tahu mengenai harapan dan keinginan Tuhan dalam hidup kita? Atau kita pura-pura tidak tahu mengenai harapan dan keinginan Tuhan dalam hidup kita? Untuk mengetahui panggilan hidup kita, hanya bisa didapatkan melalui hubungan yang dekat dan baik dengan Tuhan. Seringkali, kita terlalu sibuk dengan pekerjaan sehari-hari, terlalu sibuk dengan urusan keluarga, terlalu sibuk dengan pelayanan sehingga kita tidak punya waktu khusus lagi dengan Tuhan. Namun diatas segalanya ada Tuhan yang menjadi nomor satu dan jangan mengurangi porsi kita dengan Tuhan.

“Lalu firman TUHAN kepadaku: “Baik penglihatanmu, sebab Aku siap sedia untuk melaksanakan firman-Ku.” (Yeremia 1:12).

Selamat hari Rabu. Selamat. Selamat mengetahui harapan Tuhan dalam hidup kita dan Selamat melaksanakannya.
(Pdt.AS.Simanullang)

KEBODOHAN TERBESAR

KEBODOHAN TERBESAR

Tahukah anda bahwa menyimpan kebencian adalah kebodohan terbesar? Seperti apa kebodohan tersebut digambarkan?

  • Membenci orang lain itu seperti membakar rumah anda sendiri untuk menyingkirkan tikus yang mengganggu anda
  • Membenci orang lain itu seperti membiarkan luka terus menganga, tanpa pernah mau disembuhkan
  • Membenci orang lain itu seperti seorang yang dengan “rela dan sukacita” jika harus mati Bersama-sama dengan orang yang dibencinya.

Kenapa manusia harus membenci? Ego manusia! Itu sebabnya setiap hari adalah perjuangan untuk menaklukkan ego kita dan meletakkannya di bawah kaki Kristus. Karena itu ingatlah Tidak ada seorang yang lebih merdeka, dibandingkan mereka yang berani melepaskan pengampunan kepada orang yang melukainya. 

(sumber: Spirit Motivator, 2008)

Pekerjaaan Tangan Tuhan Terhadap Alam

Pekerjaaan Tangan Tuhan Terhadap Alam

SELASA, 30 JULI 2019

Dalam keseharian aktivitas kita, haruslah kita sadari bahwa kondisi cuaca juga berperan dalam mobilitas kita. Apalagi kondisi kekinian, cuaca tidak beraturan dan bersahabat lagi. Cuaca ekstrim sudah hal biasa belakangan ini. Namun Alkitab mengajarkan kita bahwa sesungguhnya Allah adalah pengendali atas semuanya itu. Dia tidak pernah membiarkan ciptaanNya itu berjalan tanpa kendali. Ia turut mengatur alam dan bekerja menurut kehendakNya. Kita adalah alasan Allah bertindak atas alam semesta. Sebagai orang percaya sesungguhnya kita akan beroleh keberuntungan hidup oleh karena pekerjaan tangan Tuhan terhadap alam. Karena itu mari semakin dekat kepada Tuhan pengendali seluruh alam semesta, agar hidupmu beruntung.

“Dia, yang menutupi langit dengan awan-awan, yang menyediakan hujan bagi bumi, yang membuat gunung-gunung menumbuhkan rumput.” (Mazmur 147:8)

Selamat hari Selasa. Semoga keberuntungan selalu menyertai aktivitas kita hari ini.
(Pdt.AS.Simanullang)

MINTA, CARI DAN KETOKLAH

MINTA, CARI DAN KETOKLAH

SENIN, 29 JULI 2019

Apa yang menjadi keinginan, kerinduan dan cita-citamu saat ini? Pasti banyak, bukan? Tapi tahukah anda siapa yang sangat berkompeten mengabulkannya? Dan melalui apa kita bisa mengungkapkannya? Ya melalui DOA kepada Tuhan! Berdoa sesungguhnya merupakan sebuah perintah. Berdoa bukanlah aktivitas yang alamiah karena kita memiliki kecenderungan untuk tidak berdoa. Mengapa? Terlalu bersandar pada diri sendiri. Mengandalkan kekuatan adikodrati Allah dianggap sebagai kelemahan dan kebodohan. Ditambah lagi ritme hidup yang begitu tinggi dan berbagai aktivitas lain yang begitu menguras pikiran dan tenaga. Berdoa seringkali tidak menjadi rutinitas wajib bagi kita. Kita berdoa hanya jikalau ada waktu tersisa. Sadarilah bahwa Doa adalah nafas iman dan alat perjuangan hidup kita. Melalui doa kita dikuatkan dan dimampukan. Melalui doa kita meyakini kuasa Tuhan dalam hidup kita. Karena itu, Jangan lupa berdoa.

“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” (Mateus 7:7)

Selamat hari Senin. Awali dan akhiri aktivitasmu hari ini dengan doa. Selamat menerima kekuatan baru dari Tuhan. (Pdt.AS.Simanullang)

Kemenangan Bersama Tuhan

Kemenangan Bersama Tuhan

MINGGU, 28 JULI 2019

Salam Sejahtera bagi kita sekalian, HORAS!
Firman Tuhan menyapa kita saat ini tertulis dalam Kitab Hakim-Hakim 7:2-9 “KEMENANGAN BERSAMA TUHAN”.

  • Karena bangsa Israel telah melakukan yang jahat di mata TUHAN, sebab itu TUHAN menyerahkan mereka kedalam tangan orang Midian tujuh lamanya dan selama itu orang Midian berkuasa atas mereka. Saat ini Allah akan mengakhirinya.
  • Orang Midian akan memerangi orang Israel. Jumlah orang Midian 135.000 orang, namun orang Israel hanya berjumlah 32.000 orang saja.
  • Menurut pikiran dan perhitungan manusia, kondisi ini tidak seimbang. Namun Allah justru mengatakan jumlah 32.000 rakyat Israel terlalu banyak menghadapi 135.000 orang Midian. Kemudian berfirmanlah Allah kepada Gideon agar siapa yang taku dan gentar, biarlah mereka pulang enyah dari pegunungan Gilead. Lalu pulanglah 22.000 orang dari rakyat itu dan tinggallah 10.000 orang.
  • Ternyata jumlah 10.000 orang itupun masih terlalu banyak. Maka dilakukanlah penyaringan dengan menyuruh mereka turun minum. Akhirnya jumlah mereka tinggal 300 orang. 135.000 orang : 300 = 450:1, sebuah kondisi yang tidak masuk di akal. Memang itulah maksud Allah, agar orang Israel tidak memegahkan diri terhadap Allah, menganggap kemenangan itu adalah karena jumlah dan kekuatan mereka
  • (1.) Orang yang takut dan gentar itu pulang dari Pegunungan Gilead sejumlah 22.000 orang adalah gambaran   orang yang tidak memiliki keyakinan akan kekuatan Allah dan dalam perjalanan hidupnya akan selalu di diwarnai rasa gentar. Keimanan dan keberserahan diri kepada Allah adalah kekuatan dan semangat bagi kita.
  • (2) Tunduk kepada Allah adalah kunci kemenang dari 300 orang Israel melawan 135.000 orang Midian. Kemenangan itu bukan karena ahli strategi . Tunduk kepada Allah memungkinkan kita berjaya melawan segala tantangan yang datang dalam hidup kita.
  • (3). Pada perkembangan saat ini pola pikir dan kemampuan berpikir manusia sudah semakin maju. Segala sesuatu sudah tersedia, dan manusia menganggap seolah-olah tidak ada lagi yang kurang. Namun kita harus mengakui bahwa kita tidak bisa melakukan apa-apa tanpa penyertaan Tuhan. Janganlah ada yang memegahkan diri dengan mengatakan Tanganku, pikiranku dan hartaku sendirilah yang menyelamatkan aku. Tuhanlah yang kita puji dan permuliakan dalam hidup kita. HORAS JALA GABE!

(Praeses Pdt.Bernard Manik,STh)
(Tulisan ini di Indonesiakan dan penambahan seperlunya oleh Pdt.AS.Simanullang, seizin Penulis)

Mengutamakan Yesus dalam Hidup

Mengutamakan Yesus dalam Hidup

SABTU, 27 JULI 2019

Bagaimanakah selama ini kita menempatkan Kristus dalam hidup kita? Tahukah anda, sesungguhnya Alkitab mengajar dan mendorong kita untuk mengutamakan Dia dalam hidup kita. Ketika kita lebih mementingkan aktivitas rohani tanpa membangun karakter sesuai firmanNya, Kristus sedang tidak diutamakan. Ketika pengharapan berdiri di atas kekuatan kita sendiri, sadarilah bahwa Kristus telah kita geser dari tempatNya. Tanpa kepala, tubuh mati. Tanpa Kristus, tidak mungkin orang percaya dapat hidup berkenan kepada Allah. Apakah Kristus adalah Kepala dalam kehidupan Anda? Mari tempatkan Kristus dalam posisi utama di dalam hidup kita.

“Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.” (Kolose 1:18)

Selamat hari Sabtu. Selamat menjalani hidup dengan mengutamakan Kristus.
(Pdt.AS.Simanullang)

Sudah Berapa Banyak Orang Yang Anda Kristenkan?

Sudah Berapa Banyak Orang Yang Anda Kristenkan?

  • Percakapan Pendeta A dengan Pendeta B:
  • Pendeta A  : Sudah berapa banyak orang yang anda buat menjadi Kristen, apa jawaban anda?
  • Pendeta B  : Misi atau penginjilan tidak selalu berarti kita membaptis orang lain di dalam namaNya.
      • Pendeta A  : tetapi khan dalam Mateus 28:19-20, Tuhan Yesus mengatakan “karena itu pergilah, jadikanlah semua  muridKu dan baptislah mereka di dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang kuperintahkan kepadamu”.
  • Pendeta B  : Memang benar, tapi ingat juga  perkataan Tuhan Yesus dalam Matius 7:21 “Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu, Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam kerajaan Sorga melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa di Sorga”.
Semuanya itu Harus Terjadi, Tapi Itu Belum Kesudahannya

Semuanya itu Harus Terjadi, Tapi Itu Belum Kesudahannya

JUMAT, 26 JULI 2019

Tidak ada sesuatupun yang kekal di dunia ini. Ini adalah kenyataan. Semuanya akan berlalu dan berakhir dan sesuatu yang baru akan datang. Demikian juga manusia tidak ada yang kekal. Ketika kita lahir kita sedang menantikan akhir hari-hari kehidupan di dunia ini. Tetapi Tuhan adalah kekal. Dialah awal dan akhir, yang pertama dan terkemudian. Bahwa Tuhan ada selamalamanya . Maka orang – orang yang menerima kehidupan dari Tuhan yang hidup dalam kebenaranNya akan bersama dengan Dia selamanya bersama dengan keabadianNya. Karenanya, mari hidup dengan bersandar pada Tuhan dan temukan kebenaranNya.

“Dan apabila kamu mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang, janganlah kamu gelisah. Semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya.” (Markus 13:7)

Selamat hari Jumat. Sandarkan hidup kepada Tuhan dan temukan kebenaranNya.
(Pdt.AS.Simanullang)

Segala Sesuatu Ada Waktunya

Segala Sesuatu Ada Waktunya

Jika anda merasa hasil kerja anda belum mendapat apresiasi dari orang-orang disekeliling anda dan apa yang anda kerjakan belum menghasilkan sebagaimana yang diinginkan, data berikut ini mungkin menarik untuk di simak:

  • Pada tahun 1834, Charles Babbage mengembangkan mesin analitisnya yang merupakan cikal bakal computer. Tapi karena tidak adanya sokongan dana, proyek itu terhenti dan baru dikembangkan menjadi computer di tahun 1943, lebih dari seratus tahun kemudian
  • Kita mengenal Alexander Fleming sebagai penemu penisillin di tahun 1928. Tapi sistem produksi penisilin baru ditemukan oleh Howard Florey dan Ernast Chain 10 tahun kemudian dan didemonstrasikan di depan public tahun 1942
  • Alexander Bain mematenkan temuannya yang berupa mesin fax pada tahun 1843, namun mesin itu baru digunakan secara luas pada tahun 1964
  • Compact Disc (CD) ditemukan oleh Joop Sinjou dan Toshi TaDA Doi di tahun 1979, akan tetapi baru sekitar 15 tahun kemudian masyarakat mulai menggunakan CD untuk menggantikan piringan hitam
  • Lensa Kontak (Contact Lens) sudah diusulkan penggunaannya pada tahun 1888 oleh Adolf Fick. Meski pada masa itu sudah ada dua pabrik yang mampu membuat lensa yang bukan dari kaca, namun gagasannya baru direalisasikan oleh Keviv Touhy yang menciptakan lensa kontak plastik pada tahun 1948.

(Sumber: Spirit Motivator November 2008)

Dalam Segala Sesuatu TUHANlah penentunya

Dalam Segala Sesuatu TUHANlah penentunya

KAMIS, 25 JULI 2019

Adalah sebuah kenyataan bahwa sehebat apapun kita, kita tidak bisa melawan kehendak Tuhan. Kita hanya bisa berusaha dan mencapai apa yang kita inginkan hanya pada tingkatan tertentu saja. Tuhan lebih tahu mana yang terbaik untuk kita, sebab Dia yang menjadikan kita. Tuhan merencanakan rancanganNya yang terbaik untuk kita lengkap dengan segala sesuatu untuk mencapainya. Kita boleh berencana apapun, tetapi jalan dari Tuhan pasti tetap yang paling baik. Sudahkah kita bertanya apa yang menjadi kehendakNya dalam hidup kita? Sudahkah kita menjalani semua seturut dengan kehendakNya? Karena itu, mari temukan apa yang menjadi kehendak Tuhan untuk anda dan berjalanlah didalamnya.

“Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi TUHANlah yang menentukan arah langkahnya” (Amsal 16:9)

Selamat hari Kamis. Selamat menemukan kehendak Tuhan dalam hidup. Selamat menjalaninya.
(Pdt.AS.Simanullang)