Bagaimana Menemukan Yesus?

Bagaimana Menemukan Yesus?

Dalam sebuah tradisi, dikisahkan tentang masa-masa pencarian yang menarik oleh seorang muda yang kemudian dikenal dengan Santo Kristoforus. Anak muda ini memiliki sifat yang lemah lembut dan berperawakan tinggi besar. Badannya kuat dan sehat. Saat itu ia bekerja sebagai abdi atau pelayan raja Kanaan yang baik hati. Kristoforus muda bekerja dengan giat dan setia, tetapi dalam hatinya sebenarnya ia memiliki keinginan besar untuk hidupnya. Ia selalu bermimpi untuk bias mengabdi kepada seseorang yang paling kuat di dunia. Suatu hari ia mendengar ada seorang raja yang terkenal sangat kuat di dunia ini. Raja itu tinggal jauh dari tempatnya saat itu. Maka ia kemudian mohon diri kepada raja Kanaan dan pergi ke tempat dimana raja yang terkenal kuat itu berada. Setelah sekian lama mengadakan perjalanan yang Panjang, di sampai ke tempat tersebut. Alangkah sukacitanya ia ketika raja terkuat itu menerimanya, bahkan memberinya kesempatan untuk menjadi salah satu pemimpin bala tantara kerajaan. Setelah sekian lama mengabdi kepada raja terkuat ini, suatu hari ia diundang untuk mengikuti pesta kerajaan. Pada pesta ini raja mengundang seorang penyanyi yang sangat terkenal dan bersuara sangat merdu. Penyanyi ini mengumandangkan lagu tentang setan. Setiap kali nama setan disebut, raja ini langsung membuat tanda salib dan raut mukanya tampak ketakutan. Kristoporus menjadi penasaran, dan bertanya kepada raja: “ada apa gerangan sehingga raja selalu membuat tanda salib dan raut wajah raja menjadi ketakutan?” tanyanya. Raja kemudian menjelaskan bahwa setan adalah musuh yang sangat ditakutinya. Ia tidak pernah takut kepada siapapun di dunia ini, kecuali dengan setan. Maka setiap kali ia mendengar kata setan disebutkan dalam nyanyian tersebut ia langsung berdoa mengusirnya dengan tanda salib.

Mendengar jawaban raja terkuat ini, Kristoforus langsung berkata kepada raja, “kalua begitu hari ini juga saya pamitan kepada raja, saya harus mencari setan yang raja takuti itu. Dia pasti lebih kuat dari raja”. Kristoforus lalu meninggalkan kerajaan dan berkelana kembali mencari setan. Suatu hari ia mendengar, bahwa di sebuah hutan ada gerombolan perampok yang sangat jahat dan kejam. Gerombolan ini dipimpin oleh seorang yang biasa dipanggil “setan” karena sifatnya yang sangat sadis, kasar dan licik sekali. Kristoforus pergi menemui “setan” ini. Setelah bertemu ia menyatakan niatnya untuk menjadi pengikutnya. Dengan tertawa terbahak-bahak “setan” berkata: ” ha …ha ..ha …kamu tidak salah orang datang kepadaku. Memang akulah orang yang paling ditakuti di dunia ini”. Sejak saat itu Kristoforus mengabdi kepada “setan”. Suatu saat gerombolan ini ingin menjarah sebuah desa. Mereka harus melewati perempatan jalan yang ditengah-tengahnya berdiri Salib yang besar. Aneh, karena ‘setan’ ternyata berusaha menghindari jalan tersebut. Ketika ditanya ia menjawab: “dahulu ada seorang yang bernama Yesus yang disebut Kristus telah mati disalibkan. Padahal Ia tidak bersalah …” Dia berhenti dan berusaha menutupi kebenaran ini, tetapi rasa gentar dan takutnya tidak bias ia tutup-tutupi. Kristoforus langsung memutuskan untuk meninggalkan ‘setan’ dan pergi mencari Yesus. Masa pencarian ini lebih Panjang dari pencarian sebelumnya, sampai akhirnya ia bertemu dengan seorang Rahib yang bersedia membimbingnya bertemu dengan Yesus. Rahib ini kemudian menyuruh Kristoforus untuk berpuasa, tetapi ia merasa tidak mampu. Kemudian ia di ajar untuk berdoa satu jam sehari, tidak bias juga. Akhirnya Rahib ini dengan bijaksana berkata: “saya lihat tubuhmu sehat dan kuat, kalau begitu pergilah ke tepi sungai di depan itu dan bantulah tiap orang yang akan menyeberangi, nanti kamu pasti akan bertemu dengan Yesus”.

Kristoforus mentaatinya, ia melakukannya dengan suka cita. Setelah sekian bulan ia melakukannya dengan sepenuh hati dan tanpa pamrih, malam itu ia nampak kelelahan. Maka ia tertidur lelap di pondok sederhana yang ia bangun ditepi sungai itu. Mendadak ditengah malam yang dingin dan sunyi itu, ia mendengar suara anak kecil yang minta diseberangkan. Dalam keadaan kelelahan dan setengah mengantuk. Kristoforus menggendong anak tersebut menyeberangi sungai. Aneh, tidak biasanya, semakin ke tengah ia merasakan bebannya semakin berat bahkan hampir saja ia tidak sanggup berjalan lagi. Karena didorong keinginan untuk menolong ia ‘paksakan diri’ sehingga sampai ke seberang. Setelah sampai di seberang, Anak itu berkata: “Kristoforus, Akulah Yesus yang kamu cari. Sebenarnya malam hari ini kamu telah ikut serta memikul bebanKu atas dunia ini. Kalau engkau ingin mengikut Aku, maka kamu harus bersedia memikul SalibKu kemana saja engkau pergi, Hanya jala ini yang melayakkan kamu menjadi muridKu”. 

Pengalaman perjumpaan ini membuat hati Kristoforus berkobar-kobar, jiwanya bersoraksorai, dan mulai hari itu ia menjadi orang yang selalu siap sedia untuk melayani Tuhan, apapun keadaannya. Hatinya dipenuhi dengan belas kasihan Tuhan terhadap orang-orang yang kelelahan, yang sakit dan menderita. Hati Kristus telah menguasai hidupnya. (as//)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *