Kemenangan Bersama Tuhan

Kemenangan Bersama Tuhan

MINGGU, 28 JULI 2019

Salam Sejahtera bagi kita sekalian, HORAS!
Firman Tuhan menyapa kita saat ini tertulis dalam Kitab Hakim-Hakim 7:2-9 “KEMENANGAN BERSAMA TUHAN”.

  • Karena bangsa Israel telah melakukan yang jahat di mata TUHAN, sebab itu TUHAN menyerahkan mereka kedalam tangan orang Midian tujuh lamanya dan selama itu orang Midian berkuasa atas mereka. Saat ini Allah akan mengakhirinya.
  • Orang Midian akan memerangi orang Israel. Jumlah orang Midian 135.000 orang, namun orang Israel hanya berjumlah 32.000 orang saja.
  • Menurut pikiran dan perhitungan manusia, kondisi ini tidak seimbang. Namun Allah justru mengatakan jumlah 32.000 rakyat Israel terlalu banyak menghadapi 135.000 orang Midian. Kemudian berfirmanlah Allah kepada Gideon agar siapa yang taku dan gentar, biarlah mereka pulang enyah dari pegunungan Gilead. Lalu pulanglah 22.000 orang dari rakyat itu dan tinggallah 10.000 orang.
  • Ternyata jumlah 10.000 orang itupun masih terlalu banyak. Maka dilakukanlah penyaringan dengan menyuruh mereka turun minum. Akhirnya jumlah mereka tinggal 300 orang. 135.000 orang : 300 = 450:1, sebuah kondisi yang tidak masuk di akal. Memang itulah maksud Allah, agar orang Israel tidak memegahkan diri terhadap Allah, menganggap kemenangan itu adalah karena jumlah dan kekuatan mereka
  • (1.) Orang yang takut dan gentar itu pulang dari Pegunungan Gilead sejumlah 22.000 orang adalah gambaran   orang yang tidak memiliki keyakinan akan kekuatan Allah dan dalam perjalanan hidupnya akan selalu di diwarnai rasa gentar. Keimanan dan keberserahan diri kepada Allah adalah kekuatan dan semangat bagi kita.
  • (2) Tunduk kepada Allah adalah kunci kemenang dari 300 orang Israel melawan 135.000 orang Midian. Kemenangan itu bukan karena ahli strategi . Tunduk kepada Allah memungkinkan kita berjaya melawan segala tantangan yang datang dalam hidup kita.
  • (3). Pada perkembangan saat ini pola pikir dan kemampuan berpikir manusia sudah semakin maju. Segala sesuatu sudah tersedia, dan manusia menganggap seolah-olah tidak ada lagi yang kurang. Namun kita harus mengakui bahwa kita tidak bisa melakukan apa-apa tanpa penyertaan Tuhan. Janganlah ada yang memegahkan diri dengan mengatakan Tanganku, pikiranku dan hartaku sendirilah yang menyelamatkan aku. Tuhanlah yang kita puji dan permuliakan dalam hidup kita. HORAS JALA GABE!

(Praeses Pdt.Bernard Manik,STh)
(Tulisan ini di Indonesiakan dan penambahan seperlunya oleh Pdt.AS.Simanullang, seizin Penulis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *