Menjadi Pendengar dan Pelaku Firman Yang Baik

Menjadi Pendengar dan Pelaku Firman Yang Baik

SABTU, 31 AGUSTUS 2019

Menurut anda, ketika kita rajin beribadah ke gereja akan berdampak kedalam keimanan kita? Jawabannya, pasti berdampak! Seberapa besar dampaknya? itu urusan lain! Semakin sering kita mendengarkan firman Tuhan, iman kita akan bertumbuh. Alkitab sendiri sudah mempersaksikannya melalui perkataan: “Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus”. Yang menjadi pergumulan kita saat ini adalah, seringkali kegiatan ibadah kita bersifat temporal dan tidak spiritual. Terkadang semakin rajin kita beribadah, semakin rajin pula kita berkonflik, bertengkar dan bahkan mengarah kepada pertikaian. Gerejapun sudah menjadi ajang pertikaian dan perebutan mimbar. Memprihatinkan memang. Karenanya, marilah kita berupaya memperkokoh iman kita dengan terus menerus memahami FirmanNya, sehingga berdampak baik dalam hidup kita sehingga kita mampu berdiri kokoh di dalam derasnya arus kehidupan ini. Mari rajin mendengar firman Tuhan dan rajin melakukannya dalam hidup kita.

“Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” (Roma 10:17)

Selamat hari Sabtu. Selamat menjadi pendengar dan pelaku firman.
(Pdt.AS.Simanullang)

Mengejar Keselamatan Surgawi

Mengejar Keselamatan Surgawi

JUMAT, 30 AGUSTUS 2019

Sudah tahukah anda, ternyata segala sesuatu yang berbau duniawi dapat menimbulkan perbedaan dan perpecahan? Terlepas apakah kita menyadarinya atau tidak, gereja mula-mula telah menyadarinya. Mereka berusaha menghapus perbedaan tersebut dengan budaya hidup berbagi demi kesejahteraan bersama. Tindakan ini mengantarkan mereka agar lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Hal ini mengajarkan kita untuk tidak terlalu terpikat kepada hal-hal duniawi karena akan membuat kita sulit memahami karya keselamatan Allah. Bagaimana caranya? Dengan percaya kepada Yesus dan melaksanakan HukumNya sehongga kita beroleh hidup yang kekal. Perenungan kita saat ini Apakah kita masih cenderung mementingkan hal-hal duniawi daripada mengejar keselamatan surgawi?

“supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:15)

Selamat hari Jumat. Selamat mengejar keselamatan surgawi, mari berbagi.
(Pdt.AS.Simanullang)

Mengandalkan Tuhan dalam keadaan Genting

Mengandalkan Tuhan dalam keadaan Genting

KAMIS, 29 AGUSTUS 2019

Pernahkah anda menghadapi keadaan genting, kacau, dan tak terkendali? Seringkali kondisi ini memperhadapkan kita pada kepanikan, kebingungan, dan merasa tersudut! Pada situasi seperti ini, iman memegang peranan yang penting. Iman akan menuntun kita untuk mengambil tindakan-tindakan yang tepat, yang tidak berdasarkan pada pertimbangan yang kacau, melainkan pada kebergantungan kepada Allah yang mengendalikan keadaan. Kita harus mampu menerobos keadaan genting. Daud adalah sosok pribadi yang mampu melakukannya. Pengenalannya akan Allah menolongnya untuk tidak putus asa ataupun terpancing untuk bertindak gegabah. Dalam keadaan genting, ia menyediakan waktu sejenak untuk berdiam diri di hadapan Tuhan, berinteraksi denganNya, dan berdoa memohon agar Tuhan memberikan pertolongan. Ia menyadari ketidakberdayaannya, namun memiliki pengharapan yang kuat kepada Tuhan. Ia tidak bertindak gegabah mengandalkan kekuatan dan strateginya sendiri, melainkan bergantung sepenuhnya kepada pertolongan Tuhan. Ia tahu bahwa Allah itu besar!

“Biarlah bergirang dan bersukacita karena Engkau semua orang yang mencari Engkau; biarlah mereka yang mencintai keselamatan dari pada-Mu selalu berkata: “Allah itu besar!” (Mazmur 70:5)

Selamat hari Kamis.Selamat mengandalkan Tuhan dalam keadaan genting.
(Pdt.AS.Simanullang)

Merasakan Manfaat Hukum Tuhan

Merasakan Manfaat Hukum Tuhan

RABU, 28 AGUSTUS 2019

Apabila ditanyakan kepada kita, apa yang anda rasakan sewaktu membaca, mendengar dan merenungkan hukum Tuhan? Adakah manfaat dan berkat yang anda rasakan? Seorang yang bernama Daud cukup merasakan manfaat dari hukum-hukum Tuhan dalam hidupnya. Dia mengatakan bahwa hukum Tuhan itu menyegarkan jiwa, memberikan hikmat, menyukakan hati, membuat mata bercahaya. Hukum-hukum Tuhan, dalam pandangannya, bahkan lebih indah dari emas, juga lebih manis daripada madu. Ia pun bersaksi bahwa orang yang berpegang pada perintah-perintah Tuhan itu mendapat upah yang besar. Pertanyaannya kini, apakah kita juga merasakan sebagaimana pengalaman Daud? Apa yang harus kita lakukan agar manfaat hukum-hukum atau firman Tuhan itu dapat kita rasakan dalam hidup kita? Jika Anda rindu firman Tuhan hidup dan berkuasa bagi Anda, jalinlah hubungan dengan Tuhan secara pribadi dan mengasihi Dia selalu dalam hidupmu.

“Takut akan TUHAN itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum-hukum TUHAN itu benar, adil semuanya”. (Mazmur 19:10)

Selamat hari Rabu. Selamat merasakan manfaat firman Tuhan.
(Pdt.AS.Simanullang)

Kita Terbatas, Allah Tidak

Kita Terbatas, Allah Tidak

SELASA, 27 AGUSTUS 2019

Tahukah anda apa yang dimaksud dengan Hang (baca: heng)? Ini adalah istilah yang terlontar ketika komputer macet. Tidak memberi respons apa-apa. Mengapa bisa? Mungkin program yang dijalankan terlalu banyak atau berat. Atau mungkin juga ada virus yang menghambat kerjanya. Istilah ini juga dipakai sebagian orang untuk menggambarkan bahwa mereka sedang tidak bisa berpikir lebih jauh. Mungkin karena terlalu penat atau kurang istirahat. Kondisi hang mengingatkan kita bahwa teknologi dan manusia, secanggih apa pun, sepintar apa pun, ada batasnya. Namun Tuhan tidak terbatas. Dia “tidak terhingga”. Apa yang mau dikatakan kondisi ini? Jangan mau Hang, arahkan pandanganmu kepada Dia yang tidak terhingga. Dia tiada batasnya.

“Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan-Nya tak terhingga. (Mazmur 147:5)

Selamat hari Selasa. Selamat menrima kekuatan dan kebijaksanaanNya yang tak terhingga.
(Pdt.AS.Simanullang)

Seberapa Penting Yesus Dalam Hidupmu?

Seberapa Penting Yesus Dalam Hidupmu?

SENIN, 26 AGUSTUS 2019

Seberapa pentingkah Yesus dalam hidupmu? Ketika kita membaca Kitab Injil, kita akan melihat dan memahami bahwa Yesus itu adalah pribadi yang teramat penting dalam hidup manusia. Karenanya kita mesti mengenalNya lebih dalam lagi. Ia adalah Tuhan dan Juruselamat kita! Mengenal Dia adalah kehidupan! Kehidupan jasmani dan Kehidupan Spiritual. DaIam hidup kita DIA harus makin besar. Yesus harus semakin penting dalam hidup kita. Dia harus menjadi Tuhan atas hidup kita. Kita harus makin kecil. Kita harus memberikan diri dan hidup kita kepada Yesus. Segala kemuliaan juga harus disampaikan kepadaNya. Kita dapat memberi kesaksian dengan penuh kuasa, seperti yang dilakukan Yohanes, namun kita harus menarik perhatian orang-orang kepada Tuhan, bukan kepada diri kita sendiri.

“Jawab Yohanes: “Tidak ada seorang pun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga.” (Yohanes 3:27)

Selamat hari Senin. Selamat Semakin mengenal Yesus. Dia semakin besar, kita semakin kecil.
(Pdt.AS.Simanullang)

Kasihilah Musuhmu

Kasihilah Musuhmu

MINGGU, 25 AGUSTUS 2019

  1. Horas, salam sejahtera bagi kita semua!
    Mari sambut persekutuan dengan Firman Tuhan dari LUKAS 6: 27-36 “KASIHILAH MUSUHMU”
    bagi umat Israel sangat tertanam teguh hukum pembalasan seimbang, uhum pamaloson (Lex Tallionis) dengan sebutan mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan dan seterusnya. Tetapi Tuhan Yesus mengajarkan sesuatu yang sungguh berbeda dengan menyebut Kasihilah musuhmu, berkatilah yang mengutuki engkau. Ya, demikianlah adanya, pengikut Kristus harus berani lebih dari pada yang lain, sebab penjahatpun bisa mengasihi sahabatnya, kita bukan penjahat kan?
  2. Siapakah musuh kita? Saat itu musuh mereka adalah penjajah Romawi, sehingga ada upaya orang Farisi mengadakan perlawanan gerakan bawah tanah (subversiv) terhadap mereka, tetapi bukan karena ketidakmampuan mereka sehingga Yesus berkata kasihilah musuhmu, memang harus demikianlah hidup pengikutnya. Musuh kita sekarang? Ada banyak yg melakukan kejahatan dan yang tidak layak untuk kita. Sanggup atau tidak sanggup melawannya, kasihilah, jangan balas, balaslah dengan kebaikan.
  3. Mengapa tidak bisa membalas? Hal pembalasan adalah otoritas Tuhan, bagi kita tidak ada. Hanya pembalasan perbuatan baik yg boleh kita lakulan, lain tidak.
    Kasihilah semua, yang berbuat jahat dan baik, demikian lah kita menjadi tampil lebih.
    Horas jala gabe.

(Praeses Pdt.Bernard Manik,MTh)

Terimalah Pengertian dari Tuhan

Terimalah Pengertian dari Tuhan

SABTU, 24 AGUSTUS 2019

Pernahkah kita merasa betapa pentingnya hidup? Sesungguhnya kita perlu mengubah sikap terhadap hidup. Selama ini kita terlalu menganggap hidup sebagai otomatis atau ada dengan sendirinya. Sama seperti kita menganggap bahwa sudah dengan sendirinya besok pagi kita akan bangun lagi. Padahal siapa yang bisa menjamin bahwa besok pagi kita akan bangun lagi. Hidup bukan dengan sendirinya ada. Ia ada karena diberikan oleh Tuhan. Ia ada karena diberikan setiap hari. Tiap pagi kembali Tuhan memberikan hidup kepada kita. Kalau kita melihat hidup dengan kaca mata demikian, kita akan berterima kasih kepada Tuhan bahwa kita hidup dan merasakan betapa berharganya hidup ini. Tiap pagi dan tiap hari kerja akan kita awali dengan rasa gembira: “Terima kasih, Tuhan memberikan lagi sebuah hari”. Sikap seperti ini akan kita peroleh ketika kita mengandalkan Tuhan dalam hidup kita. Ada kuasa Tuhan yang memampukan, menguatkan, menghibur dan juga yang memberikan kemenangan dalam hidup kita.

“Perhatikanlah apa yang kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu.” (2Timoteus 2:7)

Selamat hari Sabtu. Selamat menerima pengertian yang daripada Tuhan.
(Pdt.AS.Simanullang)

Bersama Tuhan Selamanya

Bersama Tuhan Selamanya

JUMAT, 23 AGUSTUS 2019

Ketika kita sedang merasakan ketidakadilan, haruslah kita pahami bahwa sesungguhnya bahwa Allah akan tampil menjadi Hakim yang adil atas seluruh kehidupan dan Ia akan mengadakan perjamuan besar bagi umat Allah yang layak masuk dalam perjamuan tersebut. Tuhan memiliki rancangan yang ajaib yang telah ada sejak lama yakni kerajaan Allah yang kekal. Segala kemegahan dan kemasyuran yang diperbuat manusia pada akhirnya akan lenyap dan semua bangsa akan melihat kemuliaanNya. Bagaimanakah kita memahaminya? Apabila kita telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat kita diikuti dengan pertobatan, maka kita akan selamanya bersama Tuhan Yesus dalam kehidupan kekal. Karenanya sudah sepatutnya kita bersukacita dalam pengharapan, bersabar dalam kesesakan dan tekun berdoa, menunggu Hakim adil itu tiba!

“Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya; dan Tuhan ALLAH akan menghapuskan air mata dari pada segala muka; dan aib umat-Nya akan dijauhkan-Nya dari seluruh bumi, sebab TUHAN telah mengatakannya. (Yesaya 25:8)

Selamat hari Jumat. Selalu bersama Tuhan selamanya.
(Pdt.AS.Simanullang)

Bersikap Seperti Laki-Laki

Bersikap Seperti Laki-Laki

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019

Satu hal yang dikehendaki Allah dari kita adalah menjadi pribadi yang kuat. Kuat menghadapi pergumulan hidup. Kuat ketika menghadapi masalah dan tantangan. Kuat seperti seperti Laki-Laki! Secara umum laki-laki memiliki sifat pemberani, tegas dan suka tantangan. Dan seperti itulah maunya semua orang percaya, memiliki keberanian, tidak gentar, tidak kecut hati. Sikap seperti prajurit Kristus itu harus ada pada kita kita karena hidup adalah medan perjuangan iman kita. Pertanyaannya, bagaimana kita bisa menjadi pribadi yang kuat seperti yang dikehendaki Allah? Hanya dengan cara menyerahkan diri kita ke dalam tangan Allah dan meminta-Nya untuk menguatkan kita oleh kuasa-Nya yang memberi kesanggupan.

“Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat! (1Korintus 16:13)

Selamat hari Kamis. Tetap Berdiri teguh dan selamat menjadi kuat.
(Pdt.AS.Simanullang)