Kasihilah Musuhmu

Kasihilah Musuhmu

MINGGU, 25 AGUSTUS 2019

  1. Horas, salam sejahtera bagi kita semua!
    Mari sambut persekutuan dengan Firman Tuhan dari LUKAS 6: 27-36 “KASIHILAH MUSUHMU”
    bagi umat Israel sangat tertanam teguh hukum pembalasan seimbang, uhum pamaloson (Lex Tallionis) dengan sebutan mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan dan seterusnya. Tetapi Tuhan Yesus mengajarkan sesuatu yang sungguh berbeda dengan menyebut Kasihilah musuhmu, berkatilah yang mengutuki engkau. Ya, demikianlah adanya, pengikut Kristus harus berani lebih dari pada yang lain, sebab penjahatpun bisa mengasihi sahabatnya, kita bukan penjahat kan?
  2. Siapakah musuh kita? Saat itu musuh mereka adalah penjajah Romawi, sehingga ada upaya orang Farisi mengadakan perlawanan gerakan bawah tanah (subversiv) terhadap mereka, tetapi bukan karena ketidakmampuan mereka sehingga Yesus berkata kasihilah musuhmu, memang harus demikianlah hidup pengikutnya. Musuh kita sekarang? Ada banyak yg melakukan kejahatan dan yang tidak layak untuk kita. Sanggup atau tidak sanggup melawannya, kasihilah, jangan balas, balaslah dengan kebaikan.
  3. Mengapa tidak bisa membalas? Hal pembalasan adalah otoritas Tuhan, bagi kita tidak ada. Hanya pembalasan perbuatan baik yg boleh kita lakulan, lain tidak.
    Kasihilah semua, yang berbuat jahat dan baik, demikian lah kita menjadi tampil lebih.
    Horas jala gabe.

(Praeses Pdt.Bernard Manik,MTh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *