BERITAKANLAH INJIL KEPADA SEGALA MAKLUK

BERITAKANLAH INJIL KEPADA SEGALA MAKLUK

Minggu V Setelah Trinitatis
Tanggal 1 Juli 2018

1.   Bernyanyi : BN.9,1+ 3 “Ku Puji Kasih SetiaMu”
2.   Doa Pembuka
3.   Pembacaan Nas Alkitab : MARKUS 16,15-20
4.   Pengantar :

Nas ini merupakan nas Alkitab yang tidak asing lagi bagi orang Kristen. Ini adalah perintah terakhir Tuhan Yesus sebelum Ia naik ke Surga. Tuhan Yesus memerintahkan kita untuk pergi ke seluruh dunia dan memberitakan Injil kepada segala makhluk (ay.15). Jadi, bagaimana cara kita untuk pergi ke seluruh dunia? Haruskah kita menjadi seorang Misionaris? Haruskah kita menjadi seorang penginjil yang pergi ke daerah-daerah terpencil atau terluar di Indonesia misalnya? Atau kita pergi ke suku-suku terpencil di daerah Pedalaman, di mana mungkin mereka masih masih primitif ?
Karena ini adalah panggilan Tuhan bagi kita, maka mau tak mau kita harus menurut kepada perintah ini. HKBP sebagai persekutuan orang-orang percaya, menindaklanjuti perintah Tuhan Yesus ini dalam misinya yang menyatakan: “Mengabarkan Injil kepada yang belum mengenal Kristus dan yang sudah menjauh dari gereja, serta mewajibkan warga jemaat untuk “menjadi saksi Kristus ditengah-tengah Persekutuan Umum dengan menggunakan karunia-karunia yang ada pada dirinya masing-masing, serta mempergunakan dan mempersembahkan tenaga, pikiran, dan hartanya untuk pekerjaan pelayanan jemaat dengan sukacita (2Korintus 9,7). Yang menjadi pertanyaan bagi kita saat ini adalah, Sebagai kaum muda, bagaimana kita mewujudnyatakan Perintah Tuhan ini? Ada sebuah metode yang sangat bermanfaat untuk pekabaran Injil, yaitu memanfaatkan Era Baru Digital, seperti internet dan Media Sosial. Internet dan Media Sosial sudah sangat umum digunakan, bahkan menjangkau ke pelosok-pelosok. Kita bisa mengupload video khotbah di Youtube, atau jika kita berbakat dalam hal musik, kita memainkan lagu-lagu rohani dan menguploadnya di Youtube? Atau kita bisa menulis kesaksian di akun Facebook dan Twitter kita atau menulisnya di blog. Dengan internet kita dapat menjangkau banyak jiwa bukan? Memang masih ada keterbatasan, tetapi coba kita pikirkan, jika yang bisa terkenal lewat internet dan Media Sosial, mengapa kita juga tidak memikirkan dan melakukan sesuatu paling tidak supaya orang lain juga dapat mengenal keselamatan dari Tuhan Yesus? Bukankah itu sama saja dengan pengabaran injil? Yang berikutnya, kita dapat mengabarkan Injil melalui perilaku dan tindakan kita sehari-hari. Ketika kita bepergian, entah dekat atau jauh, dalam kota atau luar kota, dalam negeri atau luar negeri, tindakan maupun sepak terjang kita senantiasa menggembirakan dan menggairahkan orang lain untuk semakin beriman, semakin membaktikan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Yesus adalah Penyelamat Dunia, maka kita yang masih hidup di dunia ini dan beriman kepadaNya dipanggil untuk menjadi Pekabar-Pekabar Sukacita kepada dunia. Pada masa kini lingkungan hidup sungguh memprihatinkan, maka semoga kehadiran dan sepak terjang kita dimana pun senantiasa membuat lingkungan hidup semakin bergairah, mempesona dan menarik. Marilah lingkungan hidup dimana kita hidup maupun bekerja kita usahakan semenarik dan semempesona mungkin: berilah tanaman yang memadai, jaga kebersihan lingkungan dst.. Usaha penghijauan dengan penanaman pohon-pohon hendaknya menjadi gerakan masal dimana-mana, dan kita hentikan pembabatan hutan yang tak tahu aturan demi kepentingan komersial.
Ketika kita melakukan hal tersebut, maka ketahuilah bahwa Tuhan sendiri telah berjanji kepada murid-muridNya bahwa Dia akan memberikan tanda-tanda kepada orang percaya yang mau melakukan pekerjaanNya. Tuhan akan membuat kita mampu mengusir setan, berbicara dalam bahasa baru, selamat dari marabahaya, maupun menyembuhkan orang sakit (ay.17-18). Jika tanda-tanda seperti ini saja telah dijanjikan oleh Tuhan, apalagi alasan kita untuk tidak mau mengabarkan Injil? Kita harus mengabarkan Injil agar orang lain yang kita kasihi juga diselamatkan dan tidak dihukum (ay.16). Inilah motivasi utama kita, bukan untuk kepentingan kita sendiri, tetapi karena kita ingin agar orang lain juga dapat mengerti maksud Tuhan. Kita pun harus dapat mengikuti teladan murid-murid Yesus yang langsung mengerjakan perintah Tuhan tersebut setelah Tuhan Yesus terangkat ke surga (ay. 20). Kita tidak mempermasalahkan bagaimana cara kita mengabarkan Injil, apakah menjadi misionaris, menjadi pendeta atau pengkhotbah, ataukah membagi kehidupan kita ke orang-orang terdekat kita, ataukah mendukung doa dan dana bagi pekerjaan pengabaran Injil, ataukah membagi ayat-ayat maupun tulisan-tulisan yang mengandung kebenaran Firman Tuhan melalui media internet dan Sosial Media, apapun yang anda dan saya pilih, selama kita lakukan dengan motivasi yang benar pasti berkenan di hadapan Tuhan. Mari kita memberitakan Firman Tuhan ke seluruh penjuru dunia, selagi masih ada kesempatan, karena akan ada waktunya di mana manusia tidak akan mau menerima Firman Tuhan karena mereka lebih memilih menuruti hawa nafsu mereka untuk mendengarkan hal-hal yang menyenangkan telinga mereka (2 Tim 4:2-3).

5. Diskusi :
1. Setelah membaca Nas Alkitab yang menjadi Amanat Agung Yesus Kristus saat ini, menurutmu sulitkah yang             mengabarkan Injil?
2. Menurutmu, apa saja yang membuat orang Kristen, terkhusus kaum muda, sungkan atau tidak mau tahu                   tentang tugas Penginjilan tersebut?
6.   Bernyanyi BN.666,1+3 “Kita Harus Membawa T’rang”
7.   Doa syafaat
8.   Bernyanyi BN.519,1+3 “Dengar Panggilan Yesus”
9.   Doa Bapa Kami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *