“KALIAN DIPILIH UNTUK DISELAMATKAN”

“KALIAN DIPILIH UNTUK DISELAMATKAN”

Penelaahan Alkitab Remaja dan Parguru Malua
HKBP Aekkanopan Resort Aekkanopan
Minggu, 17 Maret 2019

1. Bernyanyi : KJ.39,1-2 “ ’Ku Diberi Belas Kasihan”
‘Ku diberi belas kasihan, walau tak layak hatiku; tadi ‘ku angkuh, kini heran: Tuhan, besarlah rahmatMu! Kidung         imanku bergema: rahmatMu sungguh mulia, kidung imanku bergema : rahmatMu sungguh mulia!
     • Walau ‘ku patut dihukumkan, Kaulah penuh anugerah: darah putraMu dicurahkan membasuh dosa dan cela.             Dimanakah selamatku? Hanyalah dalam rahmatMu. Di manakah selamatku? Hanyalah dalam rahmatMu.

2. Doa Pembuka
3. Pembacaan Nas Alkitab : 2TESALONIKA 2:13-17
4. Pengantar :
                                                        “KALIAN DIPILIH UNTUK DISELAMATKAN”

Sebagai anak, kita merasa bangga jika kita mendengar orang lain berkata betapa miripnya kita dengan orang tua kita. Namun, pernahkah kita bertanya apakah orang tua kita merasa bangga memiliki anak seperti kita? Ketika Alkitab berbicara tentang memperoleh kemuliaan Kristus, Alkitab mengacu kepada pemahaman tentang kebanggaan yang timbul saat kita menampakkan ciri kemuliaan tersebut. Paulus menegaskan ucapan syukurnya kepada jemaat Tesalonika karena karya dan tindakan Allah dalam Kristus sungguh nyata dalam kehidupan mereka (13). Itu sebabnya, sudah selayaknya jemaat membuktikan karya ini melalui ketaatan mereka terhadap pengajaran yang mereka terima dari rasul sendiri (14-15). Agaknya inilah yang menjadi pergumulan jemaat. Sebagaimana diketahui, surat 2 Tesalonika adalah surat penguatan sekaligus teguran. Paulus mendorong orang percaya di jemaat ini untuk tetap setia kepada Tuhan ditengah-tengah penganiayaan yang mereka alami dan juga tekanan-tekanan yang berasal dari pengajar-pengajar palsu yang secara giat mencoba mengalihkan kemuliaan Kristus. Para pengajar palsu akan mendorong para pendengarnya untuk memuliakan sang pengajar dan semua perilakunya, hingga keutamaan Kristus sedikit demi sedikit akan sirna. Oleh karena itu, Rasul Paulus mengingatkan bahwa karya Injil yang sejati akan membawa mereka kepada perubahan hidup yang nyata. Hal itu bukan karena perbuatan mereka, melainkan anugerah Kristus semata. Anugerah ini akan menjadi penghiburan dan kekuatan dalam pekerjaan dan perkataan yang baik (16-17).

Kapan terakhir kali kita mengalami hal serupa? Ketika kesukaan dan kebiasaan kita yang buruk secara perlahan menjauhkan kita dari ibadah kepada Kristus? Pernahkah kita sampai kepada satu titik di mana kita mulai menyadari, bahwa kita tidak lagi dalam perjalanan iman kita? Kristus berkata bahwa Ia datang untuk memberi hidup yang berkelimpahan (Yoh.10:10b). Berarti hidup kita akan dibentuk menjadi semakin serupa dengan teladan-Nya, Sang Anak Allah (Rom. 8:29). Ketika kita menjadi percaya, kita menerima kemuliaan Allah Anak, supaya kita dapat menghadirkan dan mewujudkan iman, kebenaran, dan kasih Kristus di dalam dunia. Maukah kita dipakai menjadi alat Kristus dan dibentuk menjadi makin serupa dengan-Nya?

5. Diskusi :
1. Berikan pendapatmu apakah kaum muda saat ini sudah menjauhkan dirinya dari ibadah kepada Kristus? Jikalau       indikasinya seperti itu, menurut pendapat dan kajianmu, mengapa hal tersebut terjadi?
2. Dalam perikop kita saat ini, kita menemukan pemahaman bahwa sejak dari mulanya Allah sudah memilih kita           untuk diselamatkan. Berdasarkan hal tersebut, apa yang dapat dilakukan oleh kaum muda untuk menunjukkan         bahwa kita adalah generasi pilihan?

6. Bernyanyi KJ.450,1+3 “Hidup Kita Yang Benar”
Hidup kita yang benar haruslah mengucap syukur. Dalam Kristus bergemar; janganlah tekebur. (Ref.) Dalam             susahpun senang; dalam segala hal. Aku bermazmur dan ucap syukur; Itu KehendakNya
    • Apa arti hidupmu? Bukankah ungkapan syukur? Kar’na Kristus Penebus, berkorban bagimu. (Ref.) Dalam                 susahpun senang,
7. Doa dari Peserta
8. Bernyanyi KJ.400,1+3 “Kudaki Jalan Mulia
• Ku daki jalan mulia; tetap doaku inilah: “ke tempat tinggi dan teguh, Tuhan mantapkan langkahku”. (Ref.) Ya             Tuhan angkat diriku lebih dekat kepadaMu; di tempat tinggi dan teguh, Tuhan mantapkan langkahku!
• ‘Ku ingin hidup yang benar, jauh dari tindak yang cemar; umat Kudus memanggilku ke tempat tinggi dan teguh.          (Ref.) Ya Tuhan angkat diriku …
9. Doa dari Tuan Rumah
10. Bernyanyi KJ.402:1-2 “Kuperlukan Jurus’lamat” (Persembahan)
• Kuperluka jurs’lamat, agar jangan ‘ku sesat; s’lalu harus kurasakan bahwa Tuhanku dekat. (Ref.) maka jiwaku           tenang, takkan takut dan enggan; bila Tuhanku membimbing, ‘ku dimalam pun tentram.
• Kuperlukan jurus’lamat, kar’na imanku lemah. HiburanNya menguatkan; sungguh tiada bandingnya. (Ref.)                 maka jiwaku tenang …
• Kuperlukan Jurus’lamat dalam langkah juangku; siang malam, suka duka dengan Tuhan kutempuh. (Ref.)                 maka jiwaku tenang …
• Kuperlukan jurus’lamat, agar ‘ku dibimbingNya melintasi arus Yordan ke Neg’ri Bahagia. (Ref.) maka jiwaku               tenang …
11. Doa Persembahan – Doa Bapa Kami – Penyampaian Berkat.

TESTIMONI
4 Tips untuk Bersaat Teduh dengan Konsisten
Oleh: Noni Elina Kristiani, Surabaya

Ketika aku masih seorang gadis berumur 15 tahun, aku belum mengenal tentang saat teduh. Pada saat itu, datang ke gereja saja sudah merupakan sebuah prestasi yang besar bagiku. Berdoa hanya kulakukan ketika aku ingat saja, bahkan aku tidak berdoa sebelum makan di tempat umum karena takut disangka aneh oleh orang-orang. Namun, kini aku mengucap syukur kepada Tuhan karena Dia telah menemukanku, domba-Nya yang pernah terhilang. Bermula dari sebuah retret, aku mulai mengenal apa itu saat teduh—waktu yang kita sediakan setiap hari untuk menjalin relasi dengan Tuhan. Seorang kakak rohaniku juga memberikan sebuah buku renungan yang dapat kugunakan sebagai penuntunku dalam bersaat teduh. Aku pun berusaha membangun komitmen untuk bersaat teduh setiap hari. Bagiku, saat teduh itu menjadi waktu ketika aku bisa menyembah Tuhan melalui pujian dan doa serta membaca firman-Nya agar dapat semakin mengenal Dia. Aku bisa menceritakan segala masalahku pada-Nya, berbicara pada-Nya selayaknya seorang sahabat. Tuhan menguatkan dan menegurku melalui firman-Nya yang aku baca. Namun harus kuakui, menjalankan komitmen bersaat teduh itu tidak mudah. Kesibukanku di ekstrakurikuler sekolah seringkali membuatku lupa bersaat teduh. Puji Tuhan, Dia menolongku untuk terus belajar memiliki saat teduh yang berkualitas. Berdasarkan pengalamanku membangun komitmen bersaat teduh selama bertahun-tahun, aku ingin membagikan 4 tips yang dapat kamu coba untuk menolongmu bersaat teduh dengan konsisten:
1. Miliki motivasi bersaat teduh yang benar
Motivasi yang akan sangat membantu kita untuk melakukan saat teduh dengan konsisten adalah kasih kita kepada Allah. Kasih kepada Allah mendorongku untuk menunjukkan rasa cintaku kepada-Nya. Tuhan telah begitu mengasihiku. Karena itu, aku rindu untuk terus berhubungan dengan Tuhan melalui merenungkan firman-Nya dan berdoa. Kita mengasihi Allah karena Allah telah terlebih dahulu mengasihi kita. Kasih kepada Allah membuat kita bergerak untuk melakukan kehendak-Nya dengan rela, bukan dengan terpaksa. Kasih kepada Allah membuat kita menyadari bahwa bukan Allah yang membutuhkan kita, tapi kitalah yang membutuhkan-Nya. Dialah yang memberikan kita hikmat dan kekuatan untuk menjalani aktivitas kita sepanjang hari. Hingga saat ini, aku menyadari bahwa kualitasku dalam menjalani suatu hari ditentukan dari bagaimana aku mengawali hari itu bersama dengan Tuhan.
2. Sediakan waktu terbaik dan pasang alarm/pengingat
Kita bisa datang kepada Tuhan kapan saja, tetapi menurutku Tuhan layak mendapatkan waktu terbaikku, bukan sekadar waktu luang yang aku sisakan di tengah kesibukanku. Bagiku, waktu terbaik untuk melakukan saat teduh adalah di pagi hari sebelum aku beraktivitas. Waktu terbaikmu mungkin sama atau berbeda dengan waktu terbaikku, tetapi yang terpenting adalah kamu mempersembahkan waktu itu sebagai momen terbaik bagimu untuk menikmati hubungan dengan Tuhan. Hal sederhana yang bisa dilakukan agar tidak lupa bersaat teduh adalah dengan memasang pengingat. Kamu bisa mengatur alarm di ponsel supaya dapat bangun lebih awal untuk bersaat teduh. Selain itu, kamu juga bisa membuat tulisan pengingat yang bisa kamu tempel di dinding kamarmu, seperti “Apakah kamu sudah saat teduh hari ini?” atau “Mari memulai hari ini bersama dengan Tuhan.”
3. Minta dukungan orang lain
Salah satu hal yang akan sangat membantu kita untuk bersaat teduh dengan konsisten adalah dengan meminta bantuan orang lain untuk mengingatkan dan mendoakan kita. Itulah mengapa kita perlu memiliki komunitas yang bertumbuh dalam Tuhan. Ketika kita tergabung dalam komunitas orang percaya, kita bertumbuh bersama-sama. Ketika ada satu orang yang lemah, yang lainnya dapat saling mendukung dan menguatkan. Apakah kamu sudah memiliki komunitas seperti ini? Jika belum, tidak ada salahnya untuk memulai bergabung dengan komunitas yang takut akan Tuhan dari sekarang. Kamu bisa menemukan komunitas itu di persekutuan gereja, persekutuan di sekolah, atau juga di kampusmu.
4. Jangan berhenti hanya karena pernah gagal
Pernahkah kamu mencoba untuk melakukan saat teduh dengan rutin tapi selalu gagal? Aku juga pernah mengalaminya. Tapi kemudian aku mengingat, Tuhan mengasihi kita bahkan ketika kita masih berdosa (Roma 5:8). Tuhan tidak menuntut kita untuk jadi sempurna terlebih dahulu agar kita bisa mengasihi-Nya. Saat kita mengakui dosa kita di hadapan-Nya dan berbalik mengikuti-Nya, Tuhan akan melihat ketulusan hati kita dan mengampuni kita (1 Yohanes 1:9). Tuhan sangat senang melihat anak-anak-Nya mau terus berusaha untuk mendekat kepada-Nya dan melakukan perintah-Nya. Ketika dirimu mulai merasa tidak layak untuk menghadap Tuhan, sebenarnya itu adalah saat di mana Tuhan rindu untuk memulihkanmu. Datanglah kepada-Nya sekarang, ambillah waktu untuk bersaat teduh dan curahkanlah isi hatimu kepada-Nya. Dia adalah Allah yang rindu berkomunikasi denganmu. Dia akan mendengarkanmu dan menjawab doa-doamu pada waktu-Nya dan dengan cara-Nya yang terbaik. Selamat bersaat teduh dengan konsisten.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *