KEHIDUPAN YANG BARU DI DALAM KRISTUS

KEHIDUPAN YANG BARU DI DALAM KRISTUS

Minggu Okuli
Tanggal 24 Maret 2019

1. Bernyanyi : KJ.407:1+ 4 “Tuhan, Kau Gembala Kami”
2. Doa Pembuka
3. Pembacaan Nas Alkitab : EFESUS 4:17-32
4. Pengantar :

Ada kisah nyata yang melatarbelakangi lukisan “Perjamuan Terakhir” Yesus dan murid-murid. Leonardo da Vinci, sang pelukisnya … ternyata membutuhkan waktu bertahun-tahun (katanya) untuk menyelesaikan mahakaryanya itu. Bagi da Vinci, tak sulit menemukan model untuk melukis wajah para murid … Akan tetapi, untuk menemukan model untuk melukis gambar diri Yesus .. hmmm … bukan perkara mudah! Lama da Vinci mencari, akhirnya dia bertemu dengan seseorang yang bernama Pietri Bandinelli, “Ini dia model Yesus .. cocok!” Namun, ada satu model lagi yang harus dia temukan untuk menyelesaikan lukisannya itu … dan ini tampaknya jauh lebih sulit menemukannya dibanding model bagi gambar Yesus .. yups, benar sekali … da Vinci kesulitan untuk menemukan model wajah Yudas Iskariot! Dicari kemana-mana model buat Yudas, tapi hasilnya nol besar. Sampai satu ketika … dia bertemu dengan satu orang yang menurut dia orang ini mampu memberikan gambaran tentang karakter Yudas yang tentunya sangat berbeda sama sekali dengan karakter murid-murid, apalagi karakter Yesus. Akhirnya proses penyelesaian lukisan “Perjamuan Terakhir” pun dilanjutkan …
“Pak da Vinci …” kata laki-laki yang menjadi model Yudas itu … “Apakah bapak sudah tidak mengenali saya lagi? Beberapa tahun yang lalu, saya duduk di kursi ini, juga untuk menjadi model lukisan bapak ini … ini saya pak …” kata orang itu dengan nada berat. “Saya Pietri Bandinelli … dulu saya menjadi model bagi wajah Yesus … ahhh … ternyata perjalanan hidup saya membawa saya sekarang ini menjadi model yang menggambarkan wajah Yudas.”

Bukankah apa yang dialami oleh Bandinelli juga merupakan tantangan terbesar kita sebagai orang percaya, Dalam beberapa waktu seseorang bisa menjadi “mirip Kristus”, namun seiring dengan perjalanan kehidupan yang semakin berat … bukan tidak mungkin seseorang berubah drastis menjadi lebih “mirip Yudas”. Bagian inilah rupanya yang menjadi titik perhatian firman Tuhan melalui surat Rasul Paulus kepada jemaat Efesus. Nas ini merupakan bagian praktis dari Efesus karena berkaitan dengan cara orang percaya harus hidup. Paulus meminta orang Efesus untuk ‘mengenakan manusia baru (4:24) dan untuk mengikuti karakter Allah dalam perilaku sehari-hari. Dia menyoroti kondisi orang Efesus ketika itu:
“mereka yang tidak mengenal Allah” (ayat 17),
“mereka yang jauh dari Allah” (ayat 18),
“mereka yang tunduk pada hawa nafsu” (ayat 19),
“mereka yang suka berdusta” (ayat 25),
“mereka yang suka mencuri” (ayat 20),
“mereka yang suka memendam dendam, marah, bertikai, memfitnah” (ayat 31) …

Yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana caranya agar kita hidup baru didalam Kristus ?
1. Miliki karakter Kristus
“Kamu telah belajar mengenal Kristus. Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di          dalam Dia….” (ay 20-21). Rasul Paulus menekankan bahwa manusia baru adalah orang-orang yang telah                  belajar, telah mendengar dan menerima pengajaran di dalam Dia. Perlu disadari pernyataan Rasul Paulus, “dan        telah mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar        menurut gambar Khaliknya” (Kol 3: 10). Walaupun sudah jadi manusia baru tetapi tetap dibutuhkan secara terus        menerus diperbaharui untuk mencapai targetnya yaitu “menurut gambar KhalikNya” (KH: makin seperti Kristus) –      “wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup” (1 Yoh 2:6). Dari sebab itu jangan berhenti menerima pengajaran        Firman agar kita mengenal sifat-sifat Kristus dan menghasilkan buah Roh di antaranya “kasih … kesabaran…            kemurahan … kebaikan …kelemah lembutan, penguasaan diri” (Gal 5: 22-23)

2. Perhatikan hati dan pikiran
“supaya kamu diperbaharui di dalam roh dan pikiranmu….” (ay 23) (KH: hati dan pikiranmu). Diperbaharui, dibuat       semakin baik dikatakan “di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya” (ay 24). Sadari bahwa di               dalam hati, roh kita berkomunikasi dengan Roh Kudus dan dikatakan “jagalah hatimu … karena dari situlah               terpancar kehidupan” (Ams 4:23). Dari sebab itu hati yang baik akan menghasilkan perbuatan yang baik dan             sebaliknya. Pikiran dapat pula mengacaukan kehidupan jika tidak sejalan dengan hati dari sebab itu Rasul                 Yakobus berkata “terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa                   menyelamatkan jiwamu” (Yak 1: 21) (Jiwa terdiri dari pikiran, perasaan dan kehendak). Jika pikiran dikuasai               Firman dan hati sebagai tempat roh dan Roh berkomunikasi maka hati dan pikiran akan sejalan sehingga kita           mampu menjadi pelaku Firman. Rasul Paulus berkata, “Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi”           (Kol 3: 2).

3. Nyatakan dalam perbuatan
“Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain” (ay 25). Kata “Karena itu”, karena          pengenalan kita kepada Tuhan dan pembaharuan akal budi kita maka tindakan kita akan sesuai dengan iman            kepercayaan kita. Rasul Yakobus berkata, “oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna” (Yak 2: 22).          Perbuatan-perbuatan apa yang diharapkan dari orang beriman? Diawali dengan perkataan kita di antaranya:            “buanglah dusta dan berkatalah benar” (ay 25); “janganlah ada perkataan kotor … pakailah perkataan yang baik        untuk membangun di mana perlu…” (ay 29); “hendaklah kamu ramah .. penuh kasih mesra” (ay 32). Demikian            juga dalam tingkah laku di antaranya: ”padamkan amarahmu” (ay 26-27); “janganlah ia mencuri lagi” (ay 28); “ia        bekerja keras … supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orangyang berkekurangan” (ay 28); “penuh kasih      mesra dan saling mengampuni” (ay 32).

Diskusi :
1. Salah satu contoh praktis dari hidup baru adalah tidak mengucapkan kata-kata kotor (yang tidak membangun).         Berdasar pada pengalamanmu sebagai orang muda, masihkan kita mengucapkan kata-kata kotor? Mengapa kita     mengucapkan kata-kata yang tidak membangun itu?
2. Menurut pandanganmu, hal-hal apa saja yang harus kelihatan dalam kehidupan orang muda Kristen agar dapat       disebut Manusia baru di dalam Kristus?

5. Bernyanyi KJ.413,1+3 “Tuhan, Pimpin AnakMu”
6. Doa syafaat
7. Bernyanyi KJ.457,1+4 “Ya Tuhan Tiap Jam”
8. Doa Bapa Kami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *