Mewaspadai Nabi-Nabi Palsu

Mewaspadai Nabi-Nabi Palsu

Minggu VII Setelah Trinitatis
Tanggal 15 Juli 2018

1. Bernyanyi : BN.117,1+3 “Tuhan Yang Maha Kuasa, Dialah”
2. Doa Pembuka
3. Pembacaan Nas Alkitab : MATIUS 7,15-23
4. Pengantar :

Apakah yang tidak dapat dipalsukan pada zaman sekarang ini? Kalo boleh kita sepakat, tidak ada! Adalah satu kenyataan bahwa meskipun kita telah masuk Era Baru Digital (The New Digital Age) sesuatu yang bersifat pemalsuan tidak berkurang, bahkan telah masuk ke ranah digital. Hoax adalah salah satu istilah yang sangat berkembang dalam Media Sosial. Istilah ini digunakan kepada sebuah informasi yang seolah-olah benar padahal tidak, karenanya diperlukan kejelian dan penyaringan atas informasi yang kita terima. Selain memasuki dunia digital, dalam kehidupan keseharian, kita juga bertemu dengan barang-barang palsu atau lazim disebut KW. Uang, Perhiasan, Ijazah, jam, tas dan orderdil kendaraan bermotor. Bahkan untuk penampilan seseorang juga kita diperhadapkan dengan sesuatu yang palsu, Rambut, gigi, Bulu mata, bahkan hidup dan warna kulit sudah bisa dipalsukan, hebat bukan? Berhubungan dengan iman, kita juga harus hati-hati kemunculan dan kedatangan dari nabi-nabi palsu sebagai mana pernyataan: “waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar sebagai domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas”. (Mat.7,15; bnd.Markus 13,22). Orang Kristen dewasa ini harus menyadari bahwa di dalam gereja-gereja masa kini mungkin sekali ada Pekerja firman Allah yang sikap dan hidupnya sama dengan guru-guru palsu yang mengajarkan Taurat Allah pada zaman Yesus. Tuhan Yesus mengingatkan bahwa tidak semua orang yang mengaku percaya pada Kristus adalah orang yang sungguh-sungguh percaya, demikian pula tidak semua Pengajar dan Pengerja di gereja benar-benar menjadi hamba Allah.
Dalam Dokumen Teologis HKBP sendiri: Konfessi (Pengakuan Iman) tahun 1951, telah menyebutkan perlunya pernyataan iman ini adalah sebagai bentuk penolakan atas ajaran-ajaran palsu (sesat) yang menggoncangkan gereja yang berasal dari dalam atau luar kekristenan itu sendiri, seperti: Adventist, Pinkster, Na Tonditondion, Punguan ni par-Bibelkring, Hakristenon Nasionalisme, synkritisme dll. Dan Dalam Konfessi HKBP 1996, warga jemaat HKBP diingatkan harus dengan sungguh-sungguh tunduk terhadap seluruh yang diajarkan oleh Pengakuan Iman; hendaknya dipelajari dalam kerendahan hati dan kasih, karena semua ajaran itu berasal dari Yang Maha Tinggi. Tuhan Yesus sendiri dalam kitab Injil 14 kali mengingatkan murid-muridNya agar waspada terhadap pemimpin-pemimpin yang akan menyesatkan (Matius 7:15; 16:6,11; 24:4,24 Markus 4,24; 8:15; 12:38-40; 13:5; Lukas 12,1; 17:23; 20:46; 21:8). Ditempat lain orang percaya dinasihati untuk menguji pengajar, pengkhotbah, dan pemimpin di dalam gereja (1Tess.5,21; 1Yoh.4,1). Dalam ayat-ayat di atas, Tuhan Yesus menggambarkan tentang keberadaan nabi-nabi atau guru-guru palsu yang secara lahiriah tampaknya saleh, tetapi di dalam hati adalah “serigala yang buas”. Yesus menyatakan bahwa identitas guru-guru palsu ini dapat dikenal dari “buah ajaran” mereka. Buah guru palsu itu adalah sifat-sifat buruk yang nyata dalam ajaran dan perilaku kehidupan mereka dan juga para pengikut mereka. Mereka akan mengaku diri mereka sebagai orang Kristen, tetapi mereka lebih setia kepada tokoh-tokoh mereka daripada Firman Allah. Mereka menyembah makhluk ciptaan dan bukan Penciptanya. Guru-guru palsu tersebut akan menerima ajaran dan tradisi manusia, bahkan yang bertentangan dengan Firman Allah. Mereka akan mencari dan menanggapi pengalaman religius dan penyataan adikodrati sebagai kekuasaan yang mengesahkan kebenaran, dan bukan memantapkan dirinya di dalam seluruh ajaran Firman Allah.

Secara lahiriah para guru-guru palsu ini “tampak benar di mata orang” karena Alkitab menulis bhwa mereka datang “dengan menyamar seperti domba” (Mat.7:15). Mungkin saja mereka melandaskan berita mereka atas Firman Allah dan menyatakan standar tinggi yang benar. Dan juga, mereka mungkin kelihatan sangat memperhatikan pekerjaan dan Kerajaan Allah dan memperlihatkan perhatian besar terhadap keselamatan jiwa-jiwa yang terhilang sambil mengaku bahwa mereka mengasihi orang banyak. Akan tetapi pengajaran mereka menyesatkan iman anak-anak Allah dan orang-orang percaya. Dewasa ini banyak sekali pengajaran yg menyesatkan, misalnya pengikut Saksi-Saksi Yehuwa (SSY). Mereka mengajar atas nama Firman Allah namun menafsirkannya bertentangan dengan kebenaran Firman Allah dalam Alkitab. Makanya jika ada beberapa ayat Alkitab yg bertentangan dgn pengajaran mereka, mereka akan menyesuaikan ayat tersebut dgn terjemahan mereka sendiri. Mereka menolak otoritas Yesus Kristus sebagai Firman yang menciptakan alam semesta dan isinya serta menolak eksistensi Yesus sebagai Allah yg kekal. Makanya dalam Alkitab terjemahan mereka, beberapa ayat Alkitab yg menentang pandangan mereka disesuaikan terjemahannya dgn pemahaman mereka tersebut. Itu jelas merupakan pemerkosaan makna Firman Allah. Dengan kondisi yang demikian, sebagai Pemuda HKBP kita harus semakin jeli dan kritis untuk memahami ajaran-ajaran yang bertentangan dengan Alkitab dan pengajar-pengajar yang memberitakan firman Tuhan dengan membentengi diri dengan semakin menggali kebenaran firman Tuhan, memahami ajaran gereja dengan membaca dokumen-dokumen teologis HKBP seperti: Katekismus, Konfessi, Liturgi dan sejarah HKBP.

5. Diskusi :
1. Bagaimanakah kita dapat mengetahui dan mengenal bahwa satu ajaran tersebut palsu?
2. Seorang Pengikut Tuhan yang sejati, dilihat dari buahnya. Ia akan berbuat baik dan melakukan pelayanan yang         membawa kemuliaan dan hormat bagiNya. Menurutmu sudahkah engkau menghasilkan buah yang baik? Kalau       belum menghasilkan buah, menurutmu apa penyebabnya?

6. Bernyanyi BN.518,1+3 “Sinar Kasih Tuhan Yesus”
7. Doa syafaat
8. Bernyanyi BN.227,1+3-4 “Yesus Kau Sumber”
9. Doa Bapa Kami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *