Yang Menghidupkan Kembali dan Memberi Hidup

Yang Menghidupkan Kembali dan Memberi Hidup

Minggu Invocavit
Tanggal 10 Maret 2019

1. Bernyanyi : KJ.300:1+ 5 “Andaikan, Yesus, Kau Bukan Milikku”
2. Doa Pembuka
3. Pembacaan Nas Alkitab : YOHANES 11:25-26
4. Pengantar :

Ada sebuah kisah yang sangat menarik hati saya. Ini terjadi di Rusia. Pada suatu hari penduduk sebuah desa disuruh berkumpul untuk mengadakan upacara besar oleh seorang pemimpin komunis. Mereka memaksa semua orang untuk datang ke balai desa. Ketika semua orang desa yang terdiri dari para petani itu sudah berkumpul, orang komunis tersebut mulai berpropaganda. Ia berpidato bahwa komunisme adalah yang paling baik, dan akan memberi kesejahteraan kepada semua orang. Sambil memuji-muji komunisme, orang ini juga menjelek-jelekkan agama Kristen, mengejek pendeta-pendeta dan mengolok-olok orang-orang Kristen. Selama satu jam ia mencemoohkan kekristenan. Setelah selesai ia menyuruh seorang pendeta di sana untuk berdiri, katanya, “Kami sudah menjelaskan mengenai komunisme, sekarang kami beri kesempatan kepadamu selama 5 menit untuk membantah tuduhan kami dan memberikan bukti kebenaran agama Kristen!” Pendeta itu maju ke depan dan berkata, “Maaf pak, kami tidak membutuhkan 5 menit, kami hanya memerlukan 5 detik.” Lalu ia memandang kepada semua hadirin sambil berseru, “Tuhan sudah bangkit!” Dan serentak para hadirin itu menjawab – sesuai dengan kebiasaan di sana – bagai suara air bah yang bergemuruh, “Sesungguhnya Ia bangkit!” Demikianlah orang komunis itu dikalahkan dan apel itupun dibubarkan.

Nas ini merupakan percakapan antara Tuhan Yesus dengan Marta dalam kisah mukjizat Yesus membangkitkan Lazarus yang telah meninggal selama empat hari. Ketika Yesus mendengar kabar Lazarus sedang sakit, Yesus tidak langsung pergi untuk menjumpai Lazarus yang sedang sakit, malahan Tuhan Yesus sengaja menunggu dua hari lagi supaya Ia mengunjungi Lazarus. Ternyata Tuhan Yesus memiliki rencana yang indah dengan apa yang terjadi pada Lazarus, supaya Ia dapat bertindak melakukan suatu kebaikan yang bukan seperti diinginkan manusia, namun Tuhan Yesus ingin memperlihatkan kuasaNya yang besar. Sebab sebelum mengunjungi Lazarus, Yesus telah mengetahui bahwa Lazarus telah mati. Namun Yesus menyatakan sikapNya yang menunggu dua hari lagi supaya Ia pergi menjumpai Lazarus adalah supaya melalui kejadian itu “Anak Allah dimuliakan” (ay. 4) dan juga untuk memberikan pelajaran yang berharga akan pengenalan murid-muridNya tentang Tuhan Yesus untuk percaya bahwa Ia adalah Allah sumber kehidupan (ay. 15). Sehingga kedatangan Yesus untuk mengunjugi Lazarus bukan untuk menyembuhkan penyakit Lazarus sebagaimana harapan dari Marta, namun untuk membangkitkan Lazarus dari kematian. Tetapi ketika Yesus datang, didapati bahwa Lazarus telah meninggal selama empat hari. Percakapan antara Tuhan Yesus dengan Marta dan apa yang dilakukanNya setelah percakapan tersebut memberikan pengajaran yang sangat berharga kepada yang percaya kepada Tuhan Yesus bahwa Ia adalah “Kebangkitan dan Hidup”. Bahkan lebih dari kisah ini, penyataan “Kebangkitan dan Hidup” itu telah nyata atas diriNya. Tidak ada kekuatan yang lebih kuat dari kematian, tidak ada kekuatan apapun di dunia ini yang dapat mengalahkan kematian. Dengan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus telah menaklukkan kematian manusia, karena kebangkitanNya adalah kemenangan atas kematian (1 Kor. 15:55). Maka kuasa “Kebangkitan dan Hidup” itu tidak hanya terlihat pada ajaran maupun mukjizat yang dilakukanNya, tetapi juga telah nyata atas diriNya.

Maka baiklah kita merenungkan pertanyaan Tuhan Yesus sebagaimana yang ditanyakanNya kepada Marta: “Percayakah engkau akan hal ini?” Percayakah kita bahwa Yesus adalah Kebangkitan dan hidup? Jika kita mengaku percaya, apakah kita memang sudah benar-benar mempercayakan hidup kita kepada kuasaNya? Bagaimana iman kepercayaan kita kepada Yesus adalah kebangkitan dan hidup itu benar-benar mempengaruhi hidup kita sekarang? Apakah hanya dalam perkataan saja kita percaya, namun kenyataan dalam kehidupan sehari-hari kita masih mempercayakan hidup pada kuasa-kuasa duniawi. Nas ini kembali mengingatkan kita semboyan dalam bahasa latin yang mengatakan “memento mori” atau “ingatlah akan kematianmu”. Pada akhirnya secara jasmani semua manusia akan mengalami kematian. Tidak ada kuasa apapun di dunia ini dapat menyelamatkan kita dari kuasa kematian. Tetapi Tuhan Yesus mengatakan “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan hidup walaupun ia sudah mati”. Walaupun manusia harus mengalami kematian jasmani, tetapi hidup di dalam Tuhan (hidup rohani) tidak akan pernah mati, yang akan memanggil dan membangkitkan kita kepada hidup yang kekal.

5. Diskusi :
1. Hidup bukan dengan sendirinya ada. Ia ada karena diberikan oleh Tuhan. Ia ada karena diberikan setiap hari.           Tiap pagi kembali Tuhan memberikan hidup kepada kita. Kalau kita melihat hidup dengan kaca mata seperti, kita       akan berterima kasih kepada Tuhan bahwa kita hidup dan merasakan betapa berharganya hidup ini. Yang                 menjadi perenungan dan pertanyaan untuk kita, sudahkah kita menghargai hidup yang diberikan Tuhan kepada         kita? Bagaimana kita menghargai hidup kita? Sebutkan secara konkret.
2. Percayakah kamu, akan pernyataan bahwa Yesus adalah kebangkitan dan hidup (Yang menghidupkan kembali       dan memberi hidup)? Bagaimana kita mewujudnyatakan pernyataan tersebut dalam hidup kita? Berikan                     pendapatmu.

6. Bernyanyi KJ.370,1-2 “ ‘Ku Mau Berjalan Dengan Jurus’lamatku”
7. Doa syafaat
8. Bernyanyi KJ.424,1-2 “Yesus Menginginkan Daku”
9. Doa Bapa Kami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *