DIUTUS SEPERTI DOMBA KETENGAH-TENGAH SERIGALA

DIUTUS SEPERTI DOMBA KETENGAH-TENGAH SERIGALA

Minggu V Setelah Trinitatis
Tanggal 21 Juli 2019

1. Bernyanyi : KJ.5:1+6 “Tuhan Allah, Namamu”
2. Doa Pembuka
3. Pembacaan Nas Alkitab : LUKAS 10:1-3
4. Pengantar :

Ketika John H. Groberg, ditugaskan untuk memberitakan injil di Tonga (Afrika), ibunya memegang dada John dan dengan tersenyum berkata, “Jangan pulang nak!” Perkataannya membuat semua orang yang mengantar kepergian John Groberg menjadi terdiam. Ibunya melanjutkan, “Jangan pulang sebelum waktunya.” Perjalanan menuju Tonga, daerah misi yang ditugaskan kepada John bukan perjalanan yang mudah. Ia harus diusir dari kapal karena tiketnya hanya sampai dermaga Fiji, sementara di dermaga, dua orang polisi tidak mengijinkannya turun karena namanya tidak ada dalam daftar penumpang yang harus turun. Ia terancam akan dipenjara kalau turun dari kapal. Ia juga bekerja selama sebulan di atas kapal supaya dapat mencapai tujuan. 48 hari lamanya perjalanan yang harus ia tempuh hingga akhirnya ia sampai di Tonga, tempat yang sama sekali tidak dikenalinya. Begitu sampai di Tonga ia harus berhadapan dengan suku asli yang tidak memperdulikan pemberitaannya sama sekali. Mereka tidak bisa berbahasa Inggris dan John Groberg pun tidak memahami bahasa mereka. Namun kehadiran John H. Groberg akhirnya membuahkan orang Tonga mengenal Kristus dan mau hidup beriman kepada Kristus. Panggilan pelayanan John Groberg tidak mudah namun buah dari penyerahan diri tanpa menyerah adalah pertobatan orang Tonga.

Tantangan dan pergumulan yang membentang dan akan dihadapi orang Kristen dalam menyebarkan kebenaran, sesungguhnya itulah yang digambarkan dalam Nas Alkitab saat ini. “Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya (Ay.1). Ini merupakan Prinsip Pengutusan para pekerja yang sangat penting dalam pekerjaan Tuhan, karena dengan demikian tersedialah iman dan hikmat dua kali lipat untuk masing-masing pekerja; tambahan pula, seorang kawan memberi dukungan keberanian. (Baca juga: Pengkhotbah 4:9-12; Mat.18:16; Mark.6:7; Luk.7:19 dsb.). Pengutusan ini membawakan peringatan kepada semua orang Kristen agar selalu mengingat bahwa orang yang terhilang mempunyai jiwa yang abadi yang sangat berharga dan bahwa banyak dari mereka dapat diselamatkan apabila ada yang memberitakan Injil kepada mereka (Ay.2). Namun sekalipun yang akan diselamatkan itu banyak, akan timbul juga perlawanan dan permusuhan: para lawan akan mengancam pemberitaan Injil sebagai binatang-binatang buas yang berbahaya. Orang Kristen yang mengikuti kehendak Allah dengan setia akan terancam banyak bahaya. Mereka akan menjadi seperti anak domba yang tak berdaya ditengah-tengah serigala (Ay.3). Karena menyadari hal ini, orang Kristen harus berdoa memohon kehadiran, perlindungan, dan bantuan Allah.

Sebagaimana Jhon H Grosberg di atas kita semua punya panggilan pelayanan. Medan pelayanan kemana masing-masing orang diutus berbeda-beda namun di situ setiap orang punya kesempatan untuk melayani Tuhan. Tidak harus menjadi seorang penginjil untuk memberitakan Injil. Tidak harus menjadi seorang pengkhotbah untuk memenuhi panggilan pemberitaan. Hal yang menjadi persoalan adalah pemenuhan panggilan pelayanan hanya mau dilakukan melalui jalan yang mudah dan gampang. Tidak sedikit orang yang melakukan panggilan pelayanan sambil mencari kenyamanan diri. Akhirnya begitu dapat sedikit kesulitan, ia marah dan menyerah. Ada pula yang melakukan panggilan pelayanan untuk mencari nafkah dan akhirnya yang dilakukan adalah menjual harga diri dan mempertaruhkan iman demi uang. Ada yang bertujuan mencari nama, cari popularitas, dan berbagai tujuan lainnya. Barangkali mereka mendapatkan semua itu namun mereka tidak mendapatkan apapun untuk Kristus. Panggilan untuk menjalankan tugas pelayanan adalah sebuah perjalanan mengikuti Tuhan Yesus. Perjalanan yang tidak saja berjalan di belakang Yesus namun juga sambil memikul salib maka otomatis tidak mungkin jalanmu akan mudah. Kalau saudara merasa bahwa perjalanan mengikuti Yesus untuk memenuhi panggilan pelayanan ternyata mudah, maka itulah saat yang baik untuk introspeksi, bisa jadi bukan berjalan mengikuti Yesus sambil memikul saliblah yang sedang dijalani. Setiap orang yang mencari kemudahan dan kenyamanan dalam perjalanan memenuhi panggilan pelayanan akan menutup kesempatan baginya untuk bertemu dengan Tuhan. Akan tetapi bukan berarti dengan sengaja cari masalah supaya hidup jadi sulit demi menyenangkan Tuhan. Dalam menjalani panggilan pelayananmu, berserahlah kepada Tuhan sambil biarkan Dia yang menuntun dan mengiringi perjalanan memenuhi panggilan. Pada akhirnya semua hal yang diharapkan akan diberikan kepada setiap orang yang mau dengan setia berjalan sambil pikul salib.

5. Diskusi:
1. Menjadi pengikut Kristus ternyata tidak mudah, Salib yang kita terima ternyata berat. Selain itu, ancaman dan           tantangan bahkan permusuhan juga akan kita hadapi. Melalui Nas PA saat ini, bagaimanakah kita menyikapinya?
2. Kondisi penuh tantangan dan ancaman tidaklah menjadi alasan bagi kita untuk tidak mengabarkan Injil.                     Menurutmu, bagaimana orang muda bisa melaksanakan Pekabaran Injil dalam kondisi tersebut?

6. Bernyanyi KJ.425,1+3 “Berkumandang Suara dari Seberang”
7. Doa syafaat
8. Bernyanyi KJ.427,1-2 “Ku Suka Menuturkan”
9. Doa Bapa Kami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *