SUPAYA JANGAN JATUH: BERDOA DAN BERJAGAJAGALAH

SUPAYA JANGAN JATUH: BERDOA DAN BERJAGAJAGALAH

Minggu IV Setelah Trinitatis
Tanggal 14 Juli 2019

1. Bernyanyi : KJ.18:1+3 “Allah Hadir Bagi Kita”
2. Doa Pembuka
3. Pembacaan Nas Alkitab : MATIUS 26:36-41
4. Pengantar :

Injil Matius adalah jembatan ideal antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Injil ini ditulis untuk menunjukkan bahwa Yesus adalah penggenapan nubuat Perjanjian Lama. Selama berabad-abad, orang Yahudi menunggungunggu kedatangan Mesias. Matius menyatakan bahwa Yesus adalah Juruselamat dan raja yang sudah lama dinantikan. Namun sebelum hal itu tergenapi, Tuhan Yesus harus menghadapi Penghianatan, Penghukuman dan penyaliban. Semua itu sesungguhnya telah dinubuatkanNya. Sesudah makan Paskah dan dalam perjalanan ke bukit Zaitun, Yesus menyampaikan tiga nubuatan. Semua berhubungan dengan para muridNya: mereka semua akan meninggalkanNya; Petrus akan menyangkalNya; namun sekalipun demikian, Ia akan menemui mereka di Galilea setelah kebangkitan (dan karena itu mendamaikan mereka dengan diriNya; Pasal 26:30-35). Setibanya di bukit Zaitun di tempat yang bernama Getsemani, dalam doa Yesus menunjukkan ketaatan penuhNya kepada Allah: Ia menuju kepada kematianNya bukan sebagai orang yang mengharapkan kemuliaan , tetapi Ia mau melaksanakan kehendak Bapa (26:36-46). Namun dalam kondisi yang sedang dijalaninya Tuhan Yesus berduka ketika berdoa di Getsemani tentang penderitaan dan kematianNya yang akan datang, murid-muridNya tertidur dan GAGAL untuk mendukungNya di saat Dia membutuhkannya. Tuhan Yesus mengungkapkannya dengan perkataan: “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? BERJAGA-JAGALAH DAN BERDOALAH, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.” (Ay.40-41).
Dua hal penting yang harus kita lakukan yaitu berjaga-jaga dan berdoa. Dalam prakteknya justru itulah yang sering terlupakan dalam hidup kita. Oleh karena itu kita sering menjadi lemah dalam kekuatan spiritualitas. Berjaga-jaga artinya waspada dan cermat. Selalu sadar akan apa yang terjadi di sekeliling kita dan mengawasi diri agar bertindak benar. Tentulah kita tidak bisa menjaga diri dengan kekuatan sendiri. Kita akan kandas bila hanya dengan kemampuan sendiri untuk bertahan. Daya tarik dunia ini terlalu kuat menarik kita. Oleh sebab itu dalam keadaan berjaga-jaga, harus ditambahkan, ditopang, dan disempurnakan dengan berdoa. Berdoa berarti melibatkan Tuhan dalam upaya kita berjaga-jaga. Berjaga-jaga dan berdoa adalah padanan yang kuat untuk membuat kita luput dari jebakan-jebakan dunia (globalisasi) yang bertentangan dengan apa yang Tuhan mau.
Kaum muda Kristen, idealnya adalah orang-orang muda yang dengan komitmen penuh, tapi kreatif dan inovatif ikut ambil bagian menjadi media atau agen untuk menjalankan misi Allah (Missio Dei), yaitu menghadirkan tanda-tanda kerajaan Allah di muka bumi ini. Apa tanda-tanda kerajaan Allah itu? Dalam refleksi iman, tanda-tanda kerajaan Allah itu berupa keadilan, kebenaran dan panggilan kemanusiaan. Itulah yang kita sebut-sebut dengan ’syalom”, damai sejahtera untuk sekalian alam ini. Globalisasi, pada banyak hal mengancam situasi yang damai dan nyaman penghuni dunia ini. Pertarungan politik-ekonomi global, menyebarnya ide-ide dan gagasan-gagasan serta doktrin negara-negara maju yang kapitalistik telah berdampak pada pe(ke)miskinan dan ancaman kerusakan lingkungan hidup pada masyarakat dunia ketiga (termasuk kita di Asia dan Indonesia terlebih khusus). Perubahan kebudayaan, cara pikir dan paradigma yang khas lokal, membawa konsekuensi berubahnya pola hidup, yang cenderung menjadi konsumeris, hedonis dan gila kekuasaan. Hal ini tentu memberi dampak pada kehidupan keagamaan atau religiusitas. Karenanya sangat tepat kita merenungkan pesan dari Tuhan Yesus ini. Berjaga-jaga dan berdoa membuat kita tetap kokoh dan teguh berada dalam rencana dan kehendak Allah. Hal ini membuat kita kelak sanggup dan tidak berkeringat dingin berdiri di hadapan Tuhan Yesus bila nanti Dia datang kembali. Hari kedatangan Kristus adalah hal yang pasti. Paling tidak dengan berjaga-jaga dan berdoa tersebut, iman dan keyakinan kita akan keselamatan terus ON. Ketenangan dan kedamaian dalam masa penantian kita akah HARI-H yang dahsyat itu tetap terpelihara dengan baik dalam diri kita. Sebab itu mari melanjutkan hidup kita dengan berbagai karya dan aktifitas serta tanggung jawab dengan kekuatan fisik serta kekuatan rohani dalam kesadaran penuh untuk berjaga-jaga dan berdoa.

5. Diskusi :
1. Tuhan Yesus tampaknya kecewa dengan sikap para murid tertidur dan ini juga pesan kepada kaum muda untuk        tidak tertidur (=terlena) di dunia ini. Menurutmu apa sajakah yang membuat kaum muda itu mudah tertidur                  (=Terlena)?
2. Bagaimanakah kaum menunjukkan bahwa dia sedang berjagajaga?

6. Bernyanyi KJ.413,1-2 “Tuhan Pimpin AnakMu”
7. Doa syafaat
8. Bernyanyi KJ.460,1-2 “Jika Jiwaku Berdoa”
9. Doa Bapa Kami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *