Kita adalah AnakNya walau kita dihajar

Kita adalah AnakNya walau kita dihajar

KAMIS, 10 OKTOBER 2019

Satu hal yang patut kita mengerti, jikalau kita menghadapi beragam peristiwa yang menambah beban hidup kita dan kita merasa bahwa ini adalah bentuk ‘hukuman’ Tuhan atas kesalahan kita, kita harus memahami bahwa Dia bukanlah algojo yang siap megeksekusi orang bersalah. Ia adalah Bapa yang penuh kasih dan siap mengampuni. Namun oleh karena kasihNya, Ia siap memukul agar kita bertobat dan kembali kepadaNya. Pertanyaannya sekarang, apa yang harus kita lakukan tatkala Tuhan memukul kita? Seharusnyalah kita bersyukur jika Tuhan sampai memukul kita sebab kendati sakit, itu adalah untuk menyelamatkan kita dari malapetaka yang lebih besar. Itu sebabnya Firman Tuhan menyuruh kita berbahagia atau merasa diberkati sebab memang, hanya orang yang diberkati yang akan menerima pukulan Tuhan. Pukulan Tuhan seyogianya mengingatkan kita akan siapakah kita sesungguhnya yaitu anak-anak Allah, “Karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak” (Ibrani 12:6). Hanya anaklah yang menerima pukulan Tuhan dan tujuannya adalah agar kita tetap menjadi anakNya.

“TUHAN telah menghajar aku dengan keras, tetapi Ia tidak menyerahkan aku kepada maut.” (Mazmur 118:18)

Selamat hari Kamis. Tuhan mengasihi kita, walau kita dihajarNya.
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *