Ajakan Memuji Tuhan

Ajakan Memuji Tuhan

SABTU, 30 NOVEMBER 2019

Hidup ini penuh dengan pujian. Orang tua memuji anaknya, kakek memuji cucunya, kekasih memuji pujaan hatinya, pria memuji mobilnya, wanita memuji dandanannya, dan remaja memuji idolanya. Orang-orang biasanya suka memuji mahakarya seorang pelukis, simphoni nan indah seorang konduktor, kelezatan masakan seorang jurumasak, dan keagungan bangunan seorang arsitek. Pujian itu keluar dari rasa kagum dan senang yang ada di dalam hati kita. Biasanya pujian itu tercetus secara spontan. Kendatipun demikian, dalam agama dan tradisi tertentu, pujian itu selain keluar secara spontan, juga umat memang diajarkan dan dikondisikan untuk memuji. Di dalam Kekristenan kita diajarkan untuk senantiasa memuji Tuhan. Memuji Tuhan itu sesuai dengan kehendakNya dan berkenan kepada-Nya. Umat Allah diajar untuk memuji Tuhan. Karenanya mari memuji Tuhan disepanjang hidup kita hari ini.

“Dan lagi: “Pujilah Tuhan, hai kamu semua bangsa-bangsa, dan biarlah segala suku bangsa memuji Dia.” (Roma 15:11)

Selamat hari Sabtu. Mari memuji Tuhan
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Menerima Janji Tuhan dengan Iman

Menerima Janji Tuhan dengan Iman

JUMAT, 29 NOVEMBER 2019

Masih ingat dengan Abraham? Dia adalah salah satu tokoh besar dalam Alkitab yang diberkati Tuhan secara melimpah-limpah. Berkat-berkat itu tidak hanya menjadi milik Abraham secara pribadi, tetapi bisa sampai pula kepada bangsa-bangsa termasuk kita. Tahukah anda, mengapa Abraham diberkati Tuhan? Pertama, DIA TAAT PADA PERINTAH TUHAN. Ketaatan Abraham adalah bukti bahwa ia sangat mengasihi Tuhan; bahkan ketika Tuhan menyuruh dia untuk menyerahkan anaknya yaitu Ishak, Abraham pun rela mempersembahkannya bagi Tuhan. Apabila kita taat dan dengar-dengaran akan firmanNya, berkat Abraham akan nyata dalam hidup kita. Banyak dari kita yang menutup telinga terhadap firman Tuhan dan membuka telinga kepada kekuatiran. Namun sesungguhnya kita harus percaya bahwa firman Tuhan itu lebih daripada fakta yang ada, sehingga cepat atau lambat janjiNya pasti akan digenapi dalam hidup kita. Kedua, SENANTIASA MEMBANGUN MEZBAH BAGI TUHAN. Membangun mezbah berarti membangun kedekatan dengan Tuhan, mengundang hadirat Tuhan hadir. Sudahkah kita membangun mezbah bagi Tuhan di tengah-tengah keluarga kita, pekerjaan dan usaha kita?

“Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu. (Galatia 3:14)

Selamat hari Jumat. Selamat Taat dan membangun kedekatan dengan Tuhan.
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Mari Hidup Saleh

Mari Hidup Saleh

KAMIS, 28 NOVEMBER 2019

Apakah orang saleh itu? Orang yang senantiasa taat kepada Tuhan dan memperhatikan hukum-hukumNya, inilah orang saleh. Pribadi seperti ini adalah kesayangan Tuhan dan kebahagiaan tersedia baginya. (baca Mazmur 16:11). Sebaliknya Tuhan sangat kecewa apabila anak-anakNya tidak melakukan perintahNya, hanya berteori saja. Tuhan Yesus berkata, “Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?”. Kekristenan bukanlah sekedar berseru, “Tuhan, Tuhan!”, bukan pula sekedar menjadi pendengar pasif. Lebih dari itu kita harus menjadi pelaku Firman. Alkitab mengatakan, “…hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.” (Yakobus 1:22). Setiap orang yang melakukan firman Tuhan “…sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu.” (Lukas 6:48a), namun “…barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar.” (Lukas 6:49a). Karenanya, mari membangun ‘rumah rohani’ kita: membangun iman, ketaatan, ketekunan dan kesetiaan. Jikalau demikian, kealehan ada pada kita.

“Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?(Lukas 6:46)

Selamat hari Kamis. Mari Hidup Saleh.
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Menaruh Kepercayaan Kepada Tuhan

Menaruh Kepercayaan Kepada Tuhan

RABU, 27 NOVEMBER 2019

Apa perasaan anda ketika berada dalam keadaan terjepit kesulitan hidup, lalu datanglah pertolongan dari seseorang? Tentu pertolongan itu menjadi sesuatu yang sangat melegakan sekali bukan? Pastinya anda sangat berterima kasih terhadap orang tersebut. Anda mungkin akan bersedia melakukan apapun untuk membalas kebaikannya. Perasaan yang sama juga diungkapkan oleh Daud terhadap Tuhan. Mazmur ini adalah ungkapan hati Daud atas keselamatan yang telah dinyatakan oleh Tuhan atas hidupnya. Ia menggambarkan bagaimana Allah menyelamatkan dirinya dari kehancuran dan menegakkan hidupnya kembali. Lalu dia melukiskan bahwa meski Ia miskin dan sengsara, namun Allah tetap memperhatikan dan menolongnya. Daud mengalami dan merasakan bahwa dalam penderitaan sehebat apapun, Tuhan selalu menjadi penolongnya dalam kesesakan. Allah telah menolong kita? Bagi orang-orang yang mengandalkan Tuhan, firman-Nya berkata: “BERBAHAGIALAH ORANG YANG MENARUH KEPERCAYAANYA PADA TUHAN”.

“Berbahagialah orang, yang menaruh kepercayaannya pada TUHAN, yang tidak berpaling kepada orang-orang yang angkuh, atau kepada orang-orang yang telah menyimpang kepada kebohongan! (Mazmur 40:5)

Selamat hari Rabu. Agar Bahagia Taruhlah Kepercayaan kepada Tuhan.
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Memberi diri Diterangi

Memberi diri Diterangi

SELASA, 26 NOVEMBER 2019

Sebagian besar kita tidak suka berada di dalam kegelapan, itu ditandai dengan tindakan untuk mencari dan menyalakan alat penerang bila tidak ada lampu. Sesungguhnya kita memang membutuhkan terang, karena terang membuat kita merasa nyaman dan aman. Demikian juga dengan kehidupan rohani kita, dosa menguasai kita seperti kegelapan menguasai malam. Dalam keadaan demikian, kita membutuhkan terang agar tidak lagi hidup di dalam kegelapan dosa. Terang menyelamatkan hidup dari kekacauan, mengungkapkan hal-hal yang tak kelihatan, memperlihatkan segala sesuatu apa adanya, tetapi juga membimbing. Tanpa terang, orang akan berjalan di dalam kegelapan dan tak bisa berbuat apa-apa. Di dalam Injil Yohanes, dengan jelas menunjukkan bahwa Firman itu ialah Yesus, Dialah Pencipta alam semesta. HidupNya memberi terang pada kita, dan di dalam terangNya, kita dapat melihat diri sebagaimana adanya, yakni pendosa yang membutuhkan Juruselamat. Ia datang untuk membebaskan kita dari kehancuran, dan kedatanganNya membuat kita memiliki kehidupan yang bermakna, yakni sesuai dengan kehendak Allah. Karenanya mari memberi diri diterangi oleh Yesus sama dengan menyambut hidup yang kekal, orang yang mengikut Yesus tidak akan berjalan di dalam kegelapan, melainkan akan memiliki terang hidup.

“Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. (Yohanes 1:9)

Selamat hari Selasa. Mari memberi diri diterangi.
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Menggunakan Berkat Tuhan Dengan Baik

Menggunakan Berkat Tuhan Dengan Baik

SENIN, 25 NOVEMBER 2019

Bagaimana bila seseorang menggunakan harta milik kita sesuka hatinya, bahkan menyakiti dan menyerang kita? Inilah sebuah kenyataan dalam kehidupan bangsa Israel terhadap Allah. TUHAN sudah memberikan segala yang terbaik kepada Israel, tetapi mereka lupa diri. Akibat semua kejahatan mereka, TUHAN mengizinkan bangsa yang ada di dekatnya, bahkan tetangga dan bangsa yang bekerja sama dengannya menghancurkan dan merebut semua yang mereka miliki. TUHAN hanya ingin Israel mengingat akan masa mudanya, asal usulnya, dan kasih yang telah diberikan TUHAN kepadanya.
Pesan refleksi bagi kita saat ini adalah: Jangan gunakan berkat-berkat TUHAN untuk hal-hal yang tidak diperkenanNya. Jangan sampai TUHAN menghukum kita dan memusnahkan semua yang telah Ia berikan!

“Aku menghamparkan kain-Ku kepadamu dan menutupi auratmu. (Yehezkiel 16:8b)

Selamat hari Senin. Mari menggunakan berkat Tuhan dengan baik.
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Merendahkan Hidup Di tangan Tuhan yang Kuat

Merendahkan Hidup Di tangan Tuhan yang Kuat

SABTU, 23 NOVEMBER 2019

Apabila penderitaan datang menerpa hidup kita, padahal kita rajin beribadah dan memuji namaNya, kita jangan terkejut! Rasul Paulus, yang tahu benar apa artinya menderita, pernah menulis: “Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya” (2Tim. 3:12). Jika kita hidup tunduk kepada Allah (1Petrus 5:6) dan melawan si Iblis, tidaklah mengherankan apabila kita dicemooh, disalahpahami, dan bahkan dimanfaatkan. Namun Rasul Petrus berkata bahwa penderitaan itu mengandung suatu maksud. Penderitaan dimaksudkan untuk “melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu”. Tuntunan Allah bagi pertumbuhan iman kita sering kali mengharuskan kita untuk melalui berbagai kesulitan. Namun semuanya itu mengokohkan kita untuk menghadapi berbagai badai hidup. Kiranya Allah menolong kita agar tetap setia seiring dengan usaha kita untuk sungguh-sungguh hidup memuliakan namaNya dengan merendahkan diri kita di bawah tangan Tuhan yang kuat.

“Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. (1Petrus 5:6)

Selamat hari Sabtu. Tangan Tuhan itu kuat, mari rendahkan diri.
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Hidup Seturut Kehendak Tuhan

Hidup Seturut Kehendak Tuhan

JUMAT, 22 NOVEMBER 2019

Sesungguhnya, kita tak bisa hidup semaunya sendiri. Ibarat seorang anak dalam sebuah keluarga, kita punya ‘rambu-rambu’ yang tidak boleh dilanggar. Karena itu sebagai anak kita harus patuh dan tunduk kepada ayah (orangtua) kita. Alkitab menasihati, “Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.” (Ibrani 12:5-6). Jika kita menyadari bahwa status kita adalah pengikut Kristus, maka kita wajib menjalani suatu kehidupan menurut apa yang telah ditetapkan Tuhan bagi kita, sebagaimana Kristus taat mengerjakan apa yang ditetapkan oleh BapaNya. Jika kita ingin menjadi orang Kristen yang berhasil kita pun harus mengikuti jejakNya. Seringkali kita berpikir bahwa hidup sama seperti Kristus menjadikan kita hidup dalam penderitaan dan terkekang. Padahal, “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” (Yohanes 8:31-32). Itulah sebabnya selama berada di bumi Yesus tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Waktu dan segenap keberadaan hidupNya sepenuhnya dicurahkan untuk melakukan kehendak bapaNya secara sempurna. Sudahkah kita hidup sama seperti Kristus? Jika kita berjalan seturut kehendak Tuhan dan meneladaniNya, maka kita telah hidup seperti Dia.

“Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. (1Yohanes 2:4)

Selamat hari Jumat. Mari Hidup seturut kehendak Tuhan.
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Kita Dijaga, Seperti Gembala Terhadap Kawanan Dombanya

Kita Dijaga, Seperti Gembala Terhadap Kawanan Dombanya

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019

Pada masa-masa tertentu, terkadang kita akan mengalami situasi-situasi yang dapat membuat kita putus asa. Penyebabnya banyak, bisa karena hasil pemeriksaan medis yang buruk, pemutusan hubungan kerja secara mendadak, atau keretakan dalam keluarga. Namun, ketika kehidupan berusaha menghempaskan kita, kita masih bisa memandang kepada Allah, karena Dia masih berkuasa di atas tahtaNya! Hari-hari kita ada di dalam tanganNya, dan Dia senantiasa menjaga kita dengan kasih-Nya. Dalam pimpinan Tuhan, maka kita akan menikmati sukacita. Kita akan makin diberkati dengan kebajikan, sehingga kita tahu dan mengerti yang seharusnya dilakukan. Kita di dijaga seperti gembala terhadap kawanan dombanya.

“Dengarlah firman TUHAN, hai bangsa-bangsa, beritahukanlah itu di tanah-tanah pesisir yang jauh, katakanlah: Dia yang telah menyerakkan Israel akan mengumpulkannya kembali, dan menjaganya seperti gembala terhadap kawanan dombanya! (Yeremia 31:10)

Selamat hari Kamis. Kita aman dalam penjagaanNya. Pandanglah DIA!
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Dosa Yang Bertambah

Dosa Yang Bertambah

RABU, 20 NOVEMBER 2019

Ketika melakukan dosa, ada konsekwensi bagi kita dan itu sangat menghancurkan. Melakukan dosa berarti kita sedang meluluhlantahkan keagungan pemberian keselamatan Allah di dalam diri Tuhan Yesus Kristus. Dosa memasuki hidup manusia melalui keputusan Adam untuk menolak tujuan Allah, dan dosa itu menjalar melalui ketidaktaatan manusia yang terus-menerus. Dan ketika kemudian Hukum Taurat ditambahkan, dapatlah diketahui bahwa dosa semakin bertambah. Dosa maupun konsekuensinya, yakni kematian, menjadi realitas universal. Sesungguhnya dengan pemberian Hukum Taurat kita harus semakin sadar akan pelanggaran kita yang banyak dan ketika kita melanggar perintah Tuhan maka hakekat dosa yang merusak dan menghancurkan benar-benar diungkapkan. Karenanya, mari memperlajari Taurat Tuhan karena ketika mempelajarinya kita sedang melihat dosa kita, dan ketika kita melihat dosa kita disitu, jangan pikir panjang lagi, mari berhenti berdosa, arahkanlah hidupmu sesuai dengan Hukum Taurat Tuhan.

“Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah (Roma 5:20)

Selamat hari Rabu. Berhenti melakukan Dosa.
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)