Memberi diri Diterangi

Memberi diri Diterangi

SELASA, 26 NOVEMBER 2019

Sebagian besar kita tidak suka berada di dalam kegelapan, itu ditandai dengan tindakan untuk mencari dan menyalakan alat penerang bila tidak ada lampu. Sesungguhnya kita memang membutuhkan terang, karena terang membuat kita merasa nyaman dan aman. Demikian juga dengan kehidupan rohani kita, dosa menguasai kita seperti kegelapan menguasai malam. Dalam keadaan demikian, kita membutuhkan terang agar tidak lagi hidup di dalam kegelapan dosa. Terang menyelamatkan hidup dari kekacauan, mengungkapkan hal-hal yang tak kelihatan, memperlihatkan segala sesuatu apa adanya, tetapi juga membimbing. Tanpa terang, orang akan berjalan di dalam kegelapan dan tak bisa berbuat apa-apa. Di dalam Injil Yohanes, dengan jelas menunjukkan bahwa Firman itu ialah Yesus, Dialah Pencipta alam semesta. HidupNya memberi terang pada kita, dan di dalam terangNya, kita dapat melihat diri sebagaimana adanya, yakni pendosa yang membutuhkan Juruselamat. Ia datang untuk membebaskan kita dari kehancuran, dan kedatanganNya membuat kita memiliki kehidupan yang bermakna, yakni sesuai dengan kehendak Allah. Karenanya mari memberi diri diterangi oleh Yesus sama dengan menyambut hidup yang kekal, orang yang mengikut Yesus tidak akan berjalan di dalam kegelapan, melainkan akan memiliki terang hidup.

“Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. (Yohanes 1:9)

Selamat hari Selasa. Mari memberi diri diterangi.
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *