Mengandalkan Tuhan

Mengandalkan Tuhan

SELASA, 17 DESEMBER 2019

Ketika Daud sebagai raja telah memasuki usia lanjut dan mulai kehilangan kekuatan fisiknya, ia mendapatkan ancaman dari anaknya sendiri. Absalom ingin menggulingkan pemerintahannya dengan cara yang kejam. Karenanya ia merasa malu dan terancam. Ia mengadukan perkataan musuh-musuhnya yang menganggap bahwa Allah telah meninggalkan pemazmur dan tidak ada yang dapat melepaskannya. Namun dengan kondisi demikian justru Ia menaikkan doa kepada Allah agar melepaskan, meluputkan, mendengarkan, dan menyelamatkannya. Ia memohon agar Allah menjadi tempat perteduhan dan pertahanan yang kokoh baginya, yang meluputkan dia dari orang fasik. Ia juga memohon agar TUHAN tidak membuang atau meninggalkannya saat dia sudah berusia tua dan tidak punya kekuatan. Ia mengingat dan berharap akan Tuhan yang telah ia percayai. Bahkan ia menyadari bahwa sejak dalam kandungan hingga dilahirkan, Tuhan telah menopangnya. Dengan keyakinan yang seperti ini, Pemazmur dapat menaikkan pujian di tengah-tengah penderitaannya. Bagaimana dengan kita? Sesungguhnya tidak ada seorang pun yang selalu berada dalam kekuatan dan jaminan yang kokoh, serta rekan-rekan yang mendukung setiap saat. Namun ketahuilah TUHAN selalu dapat diandalkan! Mari mengandalkanNya.

“Mulutku akan menceritakan keadilan-Mu dan keselamatan yang dari pada-Mu sepanjang hari, sebab aku tidak dapat menghitungnya.”(Mazmur 71:15)

Selamat hari Selasa. Selamat Mengandalkan Tuhan.
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *