Mari Bersoraksorai

Mari Bersoraksorai

SENIN, 23 DESEMBER 2019

Bersorak-sorak adalah ungkapan rasa bahagia dan syukur atas sesuatu peristiwa atau sesuatu yang kita dapatkan. Kedatangan raja kepada kita adalah sukacita besar, sebab sorang raja mau menjumpai kita. Apalagi yang datang itu adalah Raja Kekal yang adil dan jaya. Tuhan Yesus datang sebagai raja Israel. Bagaikan seorang raja yang begitu mencintai rakyatnya sampai ia rela mengorbankan dirinya sendiri agar rakyatnya beroleh keselamatan. Sudah pasti rakyatnya akan menaati sang raja dengan kecintaan. Kita, dahulu pelanggar-pelanggar hukum Allah, yang seharusnya mati tetapi telah beroleh keselamatan karena pengorbanan Tuhan Yesus. Ketika kita masih berdosa, Tuhan Yesus mati bagi kita. Dia yang tidak berdosa rela dijadikan dosa untuk menerima hukuman kita dan sebaliknya kita dijadikan benar oleh karena kesalehan- Nya. Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa (Rm. 5:8). Allah membuat Yesus yang tidak berdosa menjadi dosa karena kita, supaya kita dibenarkan oleh Allah (2Kor. 5:21). Marilah kita taat kepada Tuhan bukan karena takut hukuman melainkan karena kita mencintaiNya. Biarlah kita juga boleh meneladani pola yang sama ketika kita menjalankan otoritas kita terhadap orang lain. Karena itu, bersorak-soraklah karena Dia telah datang menjadi Raja yang adil dan jaya serta penuh dengan kelemahlembutan.

“Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.” (Zakharia 9:9)

Selamat hari Senin. Bersoraksorailah.
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *