Menaburkan Damai

Menaburkan Damai

JUMAT, 27 DESEMBER 2019

Seorang berhikmat pastilah menghasilkan kehidupan yang baik; salah satu dari kualitas hidup yang baik tersebut adalah membawa damai. Sekarang Yakobus mengajarkan bahwa mereka yang membawa damai dan menaburkan/mengajarkan hikmat akan menghasilkan buah kebenaran. Yakobus sepertinya ingin menekankan bahwa suasana damai menjadi syarat utama supaya hikmat itu berhasil mengubahkan seseorang. Apakah yang dimaksudkan dengan suasana damai disini? dalam Alkitab istilah “damai” biasanya terkait dengan dua hal yakni “beresnya hubungan sesama manusia” dan “kondisi hati yang tenang.” Jika melihat konteks pembahasan Yakobus yang berbicara mengenai bahaya perkataan, juga mengenai bahaya iri hati, mementingkan diri sendiri (ay. 16-17), maka Yakobus sepertinya menggunakan istilah “damai” untuk membicarakan mengenai kondisi hubungan yang dibangun secara sehat tanpa perselisihan dan pertengkaran. Dengan demikian, Yakobus melihat bahwa hikmat yang diajarkan akan efektif jika disampaikan tanpa pertengkaran/perdebatan. Karenanya kita perlu menyampaikan hikmat Tuhan dengan cara yang benar dan dalam situasi yang tepat (damai).

“Dan buah yang terdiri dari kebenaran ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai.” (Yakobus 3:18)

Selamat hari Jumat. Mari Menaburkan Damai
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *