Merendahkan Diri

Merendahkan Diri

SABTU, 28 DESEMBER 2019

Tahukah anda apa yang dimaksud dengan merendahkan diri? Sudahkah itu menjadi bagian dari hidup kita?
Kata “merendahkan diri” dalam bahasa Yunaninya berarti membuat menjadi rendah, menjadi kecil, menjadi lemah. Ini berbeda dengan sifat alamiah manusia pada umumnya yang pada dasarnya memiliki kebanggaan atau kedigdayaan pribadi yang enggan untuk diremehkan atau dikecilkan oleh siapapun begitu saja. Namun sesungguhnya prinsip Kerajaan Sorga tentang kerendahan diri jelas berbeda dengan prinsip “kerajaan” manusia. Tuhan memiliki banyak cara dalam merendahkan kita, termasuk menggunakan orang lain yang berada di sekitar kita. Ia juga bisa menggunakan problema dan masalah untuk tujuan yang sama. Meskipun Tuhan tentu saja tidak dengan sengaja memberikan malapetaka kepada kita, namun Ia dapat menggunakan sesuatu yang terjadi untuk kebaikan kita (Rom.8:28). Aniaya yang dialami gereja sejak zaman dahulu juga digunakan Tuhan untuk merendahkan diri umatNya. Orang-orang yang mengalaminya bisa saja menjadi frustrasi saat menghadapinya, namun daripada mengeluh, Tuhan mau kita memilih untuk merendahkan hati kita kepadaNya, dan tunduk kepada keilahian-Nya. Masalah umat Tuhan terbesar adalah seringkali tidak mau tunduk kepada kedaulatan Tuhan, karena terbiasa hidup dalam kebenaran dan cara sendiri yang dianggap lebih baik dari siapapun. Merendahkan diri adalah percaya bahwa Tuhan yang memegang kendali, dan mengerti bahwa tidak ada sesuatu yang terjadi tanpa seijin Tuhan. Dan ketika Dia ijinkan, maka percayalah bahwa Tuhan punya tujuan untuk kebaikan kita.

“Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.” (1Petrus 5:6)

Selamat hari Sabtu. Mari Merendahkan Diri.
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *