Pemberian Tak Ternilai

Pemberian Tak Ternilai

SELASA, 28 JANUARI 2020

Jikalau ditanya, apakah pemberian yang paling bernilai yang pernah kita terima? Pemberian tersebut tidaklah ditentukan dari apa yang menjadi isinya, tetapi dari siapa yang memberikannya. Suka cita seorang yang menerima sepeda karena menjawab quis dari Presiden Jokowi, bukan karena sepedanya, karena sepeda yang sama bisa ditemukan di toko, yang tidak ternilai adalah pemberinya. Pemberian terbaik dinilai bukan dari harganya tetapi juga dari kasih sayang yang mendasarinya. Zakharia dalam nyanyian kenabiannya yang dilantunkannya ketika memuji Tuhan, sangat memahami hal itu. Dia bersukacita karena Yohanes akan menjadi seorang nabi yang mewartakan pemberian terbesar Allah bagi seluruh umat manusia, yakni Juruselamat yang akan datang: “Oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi”. Kata-kata itu menunjuk pada satu pemberian istimewa yang telah dianugerahkan dengan penuh kasih. Jemaat terkasih, kembali kepertanyaan di atas, dalam keimanan kita, Pemberian terindah yang dapat kita terima adalah belas kasihan Allah, yakni pengampunan dosa kita oleh Yesus. Pemberian itu menuntut nyawaNya di kayu salib, tetapi Dia memberikannya secara cuma-cuma karena kasihNya yang besar kepada kita. Karena itu namaNya layak dipuji.

“Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya,” (Lukas 1:68)

Selamat hari Selasa. Mari Puji Tuhan atas pemberianNya tak ternilai.
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *