JANGAN MENJADI GARAM YANG HAMBAR

JANGAN MENJADI GARAM YANG HAMBAR

Selasa, 11 Pebruari 2020

Siapapun kita pasti tahu manfaat garam. Ga¬ram bermanfaat menyedapkan masakan, karena masakan tanpa garam maka hambar rasanya. Sama halnya dengan hidup kita, ketika kita sudah komitmen menjadi garam yang ‘menggarami’ orang-orang diseke¬liling kita tiba-tiba kita berbalik dan garam yang ada didalam diri kita hambar, lantas dengan apa lagi kita akan mengasinkannya? Tuhan Yesus berkata bahwa kita adalah “garam dan terang dunia”. Menjadi garam dan terang dunia adalah pilihan hidup sebagai Kristen yang sejati. Bagaimana kita dapat menunjukkan Garam itu dalam hidup kita? Pertama, memberi ‘rasa’ yang baik, dengan menyalurkan kasih yang telah kita terima dari Allah kepada sesama dengan tulus; Kedua, menjadi penjaga norma-norma dan nilai-nilai kebenaran dengan menjadi teladan hidup dalam kebenaran dan menurut firman Allah; Ketiga, membuat segala sesuatu itu jelas. Di dunia yang penuh dosa, kita menjadi pembawa kabar kebenaran yang membuat segala sesuatu menjadi jelas, apakah benar/ sesuai dengan firman Tuhan atau salah. Tidak ada lagi daerah abu-abu. Mari tetap menjadi Garam!

“Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya.” (Markus 9:50a)

Nyanyian Hari Ini:
BN.481:2 “Tekuni dan Berbuatlah Terus/Godang Dope Siguruhononmi”
Tuhanmulah teladan bagimu. Yang mengasihi aku dan engkau. NyawaNya dikorbankan bagimu. Dikayu Salib menggantikanmu. Berlimpah kasih dicurahkanNya. Memb’ri kita hidup bahagia

Selamat hari Selasa.
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *