JANGAN DIPERHAMBA SUATU APAPUN

JANGAN DIPERHAMBA SUATU APAPUN

Senin, 17 Pebruari 2020

Salah satu pandangan yang banyak terdengar dari non Kristen adalah: “Enak ya, jadi orang Kristen itu tidak banyak aturannya, bebas.” Benarkah demikian? Pengikut Kristus diselamatkan karena anugerah, bukan karena memenuhi aturan tertentu. Jadi, benar bahwa kita memiliki kebebasan dalam Kristus. Akan tetapi, ketika kebebasan itu digunakan sekehendak hati manusia yang berdosa, kita justru akan diperhamba oleh hal lain. Beberapa jemaat di Korintus, misalnya, telah memperhambakan tubuh mereka pada hasrat biologis sehingga rusaklah pernikahan yang seharusnya menjadi cerminan hubungan Tuhan dengan jemaatNya. Paulus menegur mereka: Jangan diperhamba oleh suatu apa pun. Muliakan Allah dengan tubuhmu!. Adakah kita juga sedang diperhamba oleh sesuatu? Mari belajar dari satu jemaat Kristen di Minneapolis, Amerika Serikat. Tadinya sederetan larangan mengatur kehidupan jemaat itu. Namun, kemudian mereka memutuskan mengganti komitmen mereka: “Kami bertekad untuk menjauhi segala obat-obatan, makanan, minuman, dan praktik-praktik lain yang dapat membahayakan tubuh, atau yang dapat melemahkan iman kami atau iman saudara-saudara kami.” Mereka menolak diperhamba oleh apa pun, tetapi menggunakan kebebasan mereka di dalam Kristus untuk memilih tindakan yang mempermuliakan Tuhan di tengah jemaat dan masyarakat. Bagaimana dengan anda?

“Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.” (1Korintus 6:12)

Nyanyian Hari Ini:
BN.162:6 “Banyak Benar / O Debata Mansai Balga”
Kuduskanlah dan ajarlah, aku berbaik budi. Kau ‘ku sembah selamanya, FirmanMu ‘ku Patuhi.

Selamat hari Senin.
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *