MENJADI MANUSIA CIPTAAN BARU

MENJADI MANUSIA CIPTAAN BARU

Selasa, 18 Pebruari 2020

Masih ingat Kisah Paulus? Sebelumnya, dia adalah pembenci Kristus. Ini muncul karena ia menilai Kristus menurut ukuran manusia. Perubahan besar terjadi ketika Kristus menjumpainya di jalan menuju Damsyik, akhirnya dia memiliki cara pandang yang baru. Cara pandang ini menghasilkan warna hidup yang baru pula. Dulu ia pembenci, sekarang menjadi pencinta Kristus. Hatinya juga diperbaharui dan gaya hidupnya pun berbeda. Saat ini kita diajak juga untuk memahami betapa pentingnya mengubah paradigma atau cara pandang, karena dengan demikianlah kita tampil berbeda dengan yang lain, “barangsiapa berada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan yang baru”. Paulus memiliki perubahan paradigma sebelum dan setelah menjadi pengikut Kristus. Sebelumnya Paulus bangga dengan statusnya sebagai orang Yahudi, keturunan Benyamin, dan sebagainya, namun setelah dia berada di dalam Kristus, semuanya dianggap tidak layak untuk dipertahankan atau dibanggakan karena pengenalan akan Tuhan jauh lebih mulia. Jika kita adalah pribadi yang telah menerima Kristus sebagai Tuhan kita, apakah kehidupan kita telah mengalami perubahan? Jika sampai sekarang kita masih hidup menyukai dan membanggakan hal-hal duniawi yang juga disenangi dan dibanggakan oleh banyak orang di dunia, seperti kekayaan, kecantikan fisik, kekuasaan dan jabatan, dapatkah kita disebut hidup di dalam Kristus dan disebut sebagai ciptaan baru? Jika kita benar-benar mau menjadi ciptaan baru didalam Kristus maka mulai saat ini kita tinggalkan cara hidup kita yang lama, cara hidup yang hanya membawa kita pada kebinasaan. Kenakanlah cara hidup Kristus, yaitu hidup dalam ketaatan penuh melakukan kehendak Bapa, sebab ada tertulis “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. (1Yoh.2:6) Amin.

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2Korintus 5:17)

Nyanyian Hari Ini:
BN.476:1 “Aku Bukanlah Milikku/ Ndada Au guru Di au be”
Aku bukanlah milikku, Yesuslah pemiliknya. Tuhan Yesus Penebusku. ‘ku setia padaNya. ‘ku bukan pemilikku, Yesus jurus’lamatku, pemilikku. Dan selama aku hidup, Yesuslah pemilikku.

Selamat hari Selasa.
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *