MENINGGIKAN TUHAN

MENINGGIKAN TUHAN

Sabtu, 22 Pebruari 2020

Sudahkah kita Memuji Tuhan dengan benar? Terkadang ada orang percaya yang tidak bersungguh-sungguh saat memuji dan menyembah Tuhan di dalam ibadah. Mereka memuji Tuhan ala kadarnya, dan terlihat dari sikap tubuh yang enggan. Mungkin mereka lupa kepada siapa pujian itu sesungguhnya ditujukan. Pujian dan penyembahan yang kita naikkan saat beribadah itu bukan untuk manusia, tetapi kepada Tuhan, Sang Pencipta langit dan bumi dan segala isinya. Jika kita benar-benar mengerti hal ini, maka kita akan juga menunjukkan sikap hati dan sikap tubuh yang benar saat memuji dan menyembah Tuhan. Bukan lagi soal suka atau tidak suka dengan lagunya. Tetapi semua tentang Kristus, Raja dan Juruselamat hidup kita. Dengan demikian, apa pun lagunya kita akan tetap menyembah Dia dengan sepenuh hati. Dan itu pasti tercermin lewat sikap tubuh kita. Allah bertakhta di atas puji-pujian kita. Oleh sebab itu, untuk menghormati hadirat Tuhan, selain memuji Dia, kita juga harus menyembah-Nya. Penyembahan adalah ungkapan penghormatan atas kebesaran, keagungan dan kekudusan Tuhan. Karena itu kita harus menyembah-Nya, bukan hanya lewat kata-kata saja, tetapi juga melalui sikap bersujud menyembah sebagai tanda kita merendahkan diri di hadapan Allah. Mari kita tinggikan Tuhan kita.

“Tinggikanlah TUHAN, Allah kita, dan sujudlah menyembah di hadapan gunung-Nya yang kudus! Sebab kuduslah TUHAN, Allah kita!” (Mazmur 99:9)

BE.17:1 “Raja na Tumimbul”
Raja na Tumimbul sigomgomi hami, jalo ma pujiannami. Denggan ni basaM do pangoluhon hami, atik pe mardosa hami. Sai apoi pargogoi, hami mangendehon, sangapMi o Tuhan.

Selamat hari Sabtu.
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *