MENGOYAKKAN HATI

MENGOYAKKAN HATI

Rabu, 26 Pebruari 2020

Di banyak budaya, menangis dengan suara kencang, meratap, dan mengoyakkan pakaian adalah cara-cara yang lazim digunakan untuk mengungkapkan rasa duka pribadi atau kesedihan atas bencana besar yang dialami suatu bangsa. Bangsa Israel semasa Perjanjian Lama juga bersikap serupa dalam mengungkapkan dukacita mereka yang mendalam dan pertobatan atas pemberontakan mereka kepada Tuhan. Pertobatan yang diungkapkan secara terbuka itu bisa berdampak dahsyat jika memang keluar dari lubuk hati kita. Namun tanpa pertobatan yang tulus di dalam hati kepada Allah, bisa saja kita sekadar berbasa-basi, meskipun kita melakukannya bersama-sama dengan saudara-saudara seiman yang lain. Setelah wabah belalang merusakkan tanah Yehuda, Allah melalui Nabi Yoel memanggil umat-Nya untuk sungguh-sungguh bertobat agar mereka terhindar dari penghukuman-Nya. “‘Sekarang juga,’ demikianlah firman Tuhan, ‘berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh’” (Yoel 2:12). Lalu Nabi Yoel menyerukan kepada bangsa itu untuk menanggapi panggilan Allah dari lubuk hati mereka: “Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada Tuhan, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya”. Pertobatan sejati berasal dari dalam hati. Tuhan rindu kita rela mengakui dosa-dosa kita kepadaNya dan menerima pengampunanNya, agar kemudian kita dapat mengasihiNya dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan kita. Apa pun yang perlu Anda ungkapkan kepada Tuhan hari ini, nyatakanlah kepadaNya dengan ketulusan hati.

“Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya.” (Yoel 2:13)

BE.391:4 “Sotung Ditulak”
Pardosa na sumalim ho, dijangkon Jesus do nang ho. Didokkon ho, ihuthon ma, sadari on mangolu ho.
Sadari on, sadarion paujung i, sadarion.Sadari on, sadarion paujung i, sadarion.

Selamat hari Rabu
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *