IMAN DAN KERENDAHAN HATI

IMAN DAN KERENDAHAN HATI

Jumat, 28 Pebruari 2020

Iman dan kerendahan hati adalah dua hal yang seharusnya muncul dan kelihatan dalam hidup kita. Mengapa? Ada dua alasan: Pertama, dalam hidup kita selalu ada saja hal-hal yang kita ragukan di tengah keyakinan dan kepercayaan kita. Hal-hal semacam itu harus secara jujur kita akui di hadapan Tuhan. Kedua, Allah menentang orang yang congkak tetapi mengasihani orang yang rendah hati (Yakobus 4:6). Di sinilah menariknya renungan kita saat ini. Ada satu ungkapan dari seorang ayah yang anaknya dirasuk setan. Dalam beberapa terjemahan, ungkapan ini diucapkan sambil meneteskan air mata: “Aku percaya, tolonglah aku yang tidak percaya ini”. Si ayah ini ingin belajar mempercayai Yesus namun ia harus mengakui bahwa ada hal-hal yang di luar jangkauan imannya. Hal-hal yang selalu membuatnya tidak percaya, ragu dan kuatir. Bukankah dalam pergumulan hidup kita, kadang kita juga mengalami situasi semacam ini? Kita sering mendengar bahwa iman itu harus yakin 100 persen. Tetapi bagaimana kalau kita tidak mampu mencapai kondisi itu? Puji Tuhan! Bahwa kasih karunia Allah jauh melampaui segala kekuatiran dan keraguan kita. Lihatlah bagaimana Yesus menolong anak yang dirasuk setan itu. Yesus mengerti dan memahami segala keraguan sang ayah. Ia memahami segala keterbatasan imannya. Demikian juga dengan kita. Asalkan kita mau jujur dan rendah hati datang kepadaNya, maka kasih karunia Allah tetap terbuka buat kita. Amin!

“Segera ayah anak itu berteriak: “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!.” (Markus 9:24)

BE.30:2 “Jesus Lehon Hatorangan”
Ganup ari ma ajari hami na di haotoon i dope / Asa lam porsea hami Ho sambing do hangoluannami i/ Lam lumeleng lam pasolhot tu rohaM ma rohanami/ Hombar tu HataM ma pangalahonami

Selamat hari Jumat
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *