MELAKUKAN PEKERJAAN BAIK

MELAKUKAN PEKERJAAN BAIK

Rabu, 1 April 2020

Saya tidak tahu apakah kita setuju dengan ungkapan ini: Berprestasi itu tidak mesti juara. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata prestasi berarti hasil yang telah dicapai dari yang telah dilakukan, dikerjakan. Jadi berprestasi berarti mencapai hasil yang baik dari apa yang telah kita lakukan. Sehubungan dengan itu Alkitab juga mengajarkan kita melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Pekerjaan baik bila dikerjakan dengan hati yang murni dan etos kerja yang baik akan menjadi berkat bagi sesama serta memuliakan Allah Bapa di Sorga. Itulah prestasi yang harus kita raih. Kita dahulu sudah mati dalam dosa yang memisahkan kita dari Allah dan juga telah memusnahkan kemurnian, cita-cita dan kemauan untuk melakukan pekerjaan baik sesuai dengan kehendak Allah. Namun ketika hidup kita bersama Kristus, akan kelihatan dengan gaya hidup yang seturut kehendak Allah. Kristus telah memperdamaikan kita dengan Allah, membangun kembali cita-cita di dalam hati, serta menghidupkan kemauan murni yang telah sirna. Ia menghendaki agar kita melakukan pekerjaan yang baik, dengan motivasi yang baik dan etos kerja yang baik.
Jika kita melakukannya, niscaya kita akan memiliki prestasi yang baik. Bila kita melakukan pekerjaan yang baik dengan motivasi yang baik dan etos kerja yang baik, tentulah kita akan mendapatkan hasil yang baik. Hidup kita akan memuliakan Allah dan menjadi berkat bagi sesama.

“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” (Efesus 2:10)

BE.476:1 “Ndada Au Guru Di Au”
Ndada au guru di au be, Jesus do nampuna au/ Las rohangku dung hubege, Jesus sipangolu au/
Ndang be au guru di au/ Jesus na humophop au, Nampuna au/ Tung saleleng au mangolu, Jesus do/ nampuna au

Doa
Ajar aku ya Tuhan untuk melakukan segala pekerjaan baik didalam hidupku agar aku menjadi berkat bagi sesama dan menjadi kemuliaan bagi namaMu. Amin.

Selamat hari Rabu
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

MENJADI PERCAYA KEPADANYA

MENJADI PERCAYA KEPADANYA

Selasa, 31 Maret 2020

Sebagai orang Kristen, kita tahu dan mengerti bahwa Yesus berkuasa mengadakan segala mujizat. Namun ketika dihadapkan pada ‘kematian’, jujur saja iman kita goyah dan dibatasi oleh situasi sehingga mata jasmani hanya tertumpu pada masalah dan kesukaran. Iman yang terbatas ini akhirnya membatasi untuk memahami dan melihat kuasa Tuhan. Nas renungan kita saat ini berlatar belakang peristiwa Lazarus yang dihidupkan kembali oleh Tuhan Yesus. Sebelum peristiwa itu terjadi, saudara perempuan Lazarus, yang adalah pribadi terbatas belum mampu melihat kuasa Tuhan yang tak terbatas. Ketika Tuhan Yesus menyuruh mengangkat batu dari kubur Lazarus, pada awalnya Marta keberatan karena tak percaya: “Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati.” (Yohanes 11:39). Tuhan Yesus pun menantangnya, “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?” (Yohanes 11:40). Marta pun menjadi percaya! Imannya tak lagi dibatasi oleh situasi, sehingga kuasa Tuhan dinyatakan dengan tak terbatas. Mujizat pun terjadi: Lazarus bangkit dari kematian. Dan hal ini turut dipersaksikan oleh orang-orang Yahudi dan mereka percaya kepada Yesus. Peristiwa ini mau menyapa kita untuk selalu percaya akan kuasa dan kemuliaan Tuhan. Kuasa dan kemuliaan itu akan semakin nyata ketika, kita menyerahkan hidup kita dan merelakan kuasa dan rencanaNya terjadi dalam hidup kita. Kita terbatas, Allah kita tak terbatas.

“Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya (Yohanes 11:45)

BE.753:3 “Dipardalanan Jesus di Jolongku”
Patogu ma Tuhan haporseaonku/ Asa polin tu Ho manghirim au/ Tu Surgo i patulus pardalanhu TondiMi maringan ma di au/ Huboto do tangkas panoguonMu/ Diiringiring Ho do langkangki/ Sahat rodi ujung ni pardalanhu Togu ma au jonok tu lambungMi

Doa
Ya Tuhan, mampukan diriku untuk menyadari, aku pribadi yang terbatas. Ajar aku tetap percaya dan berserah kepadaMu, apapun jua yang terjadi dalam hidupku. Amin

Selamat hari Selasa
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

MAKAN DAGING DAN MINUM DARAH YESUS

MAKAN DAGING DAN MINUM DARAH YESUS

Senin, 29 Maret 2020

Dalam minggu-minggu Passion kita diingatkan dan disapa sebuah kenyataan bahwa Allah Bapa mengurbankan PuteraNya yang tunggal, Yesus Kristus, agar kita dapat hidup dan mengalami keselamatan. Dengan makan daging dan minum darah Yesus kita menghadirkan unsur-unsur kehidupan Yesus ke dalam diri kita. Sifat dan sikap Yesus sebagai teladan utama kehidupan dihadirkan ke dalam diri kita supaya hidup kita juga seperti Kristus. Kepada jemaat Efesus Rasul Paulus menasihatkan agar kita dapat memperhatikan dan merefleksikan kehidupan yang sedang kita jalani. Kita diingatkan agar memanfaatkan waktu yang Tuhan berikan karena ada begitu banyak kejahatan yang mengintai kita setiap hari. Kita diajak untuk belajar mengerti kehendak Tuhan sambil mengucap syukur atas segala rahmatNya supaya kita terhindar dari sikap hidup yang bebal dan tidak mengenal Allah (Efesus 5:15-20). Supaya kita terhindar dari kejahatan, kita harus menjadikan Yesus sebagai sumber iman dan hidup kita. Kita diajak untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk terus menjalin relasi dengan Yesus. Bagaimana caranya? Seringlah ikut Perjamuan Kudus yang diselenggaraka gereja dalam beragam kesempatan. Yesus memberikan kehidupan kepada manusia dan melalui Perjamuan Kudus kita disegarkan dan dikuduskan. Yesus yang mengurbankan diriNya hadir dalam Perjamuan Kudus dalam rupa roti dan anggur. Kalau kita setia menyambut Tubuh Kristus, kita akan dijiwai olehNya. Kalau kita sudah dijiwai Kristus maka kita juga dapat hidup bagaikan Roti yang dipecah-pecah lalu dibagi, mampu berkurban dan berbagi dengan sesama. Inilah jalan menuju kekudusan dan hidup kekal.

“Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.” (Yohanes 6:54)

BE.155:2 “Tuson Ma Ho Ale Tondingku”
Ai nang tongtong pe ganup ari, mudarNa mangurasi au/ Huhut Ibana so mansadi manogu tu lambungNa au/ Sai naeng au mangan parpadanan ni Jesus Kristus, Tuhanki/ Na padamehon parbadaan, na pasonangkon rohangki/

Doa
Tuhan Yesus , terima kasih atas pengurbananMu, ketika kami makan dagingMu dan Minum DarahMu, biarlah hidup dan jiwa kami semakin diperbaharui, dan mau berkurban serta berbagi bagi sesama. Amin

Selamat hari Senin
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

BERHARAP KEPADA TUHAN SAJA

BERHARAP KEPADA TUHAN SAJA

Sabtu, 28 Maret 2020

Semua kita memiliki keterbatasan, itu kenyataan yang tidak bisa dipungkiri. Kita “….tidak lebih dari pada embusan nafas, dan sebagai apakah ia dapat dianggap?” (Yes.2:22). Di sisi lain ternyata ketidakterbatasan adalah milik Tuhan, “Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.” (Yes.55:9). Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di depannya, berbeda dengan Tuhan yang Mahatahu, mengetahui apa yang bakal terjadi dalam hidup ini. Firman Tuhan saat ini mengajarkan kita untuk tidak berharap kepada manusia, tetapi menaruh pengharapan sepenuhnya kepada Tuhan sebab Dia adalah penguasa tunggal alam semesta ini dan semua perkara berada dalam kendali tanganNya. Saat ini semakin banyak orang tertekan dan berduka karena wabah virus corona. Kita boleh mengalami krisis, tapi ketahuilah, seberapa berat goncangan, masalah dan pergumulan kita. Tuhan dapat membuat badai hidup kita teduh. Mari kita berharap kepadaNYA. Berharaplah kepada TUHAN dalam setiap pergumulan.

“Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel! Sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan.” (Mazmur 130:7)

KJ.445:1 “Harap Akan Tuhan”
Harap akan Tuhan, hai jiwaku! Dia perlindungan/ dalam susahmu. Jangan resah, tabah berserah,/ kar’na habis malam pagi merekah. Dalam derita/ dan kemelut Tuhan yang setia, Penolongmu!

Doa
“Ya, mampukan aku menyadari bahwa aku terbatas dan Engkau tidak. Ketika beban hidup begitu berat dan serasa tak sanggup kupikul, ajar aku untuk tetap berharap kepadaMu dan hatiku tetap mengandalkanMu”. Amin

Selamat hari Sabtu
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

MENURUTI PERINTAH-PERINTAHNYA

MENURUTI PERINTAH-PERINTAHNYA

Renungan Harian Jumat, 27 Maret 2020

Masihkah kita menuruti perintah Tuhan? Ketaatan (=Penurut) adalah satu tema yang sangat penting dalam kekristenan, karena Allah menuntutnya dari kita yang mengaku percaya kepadaNya. Mengapa kita harus taat atau penurut? Perlu kita pahami sesungguhnya Ketaatan akan memberi arah dalam kehidupan. Kita hidup dalam dunia yang sudah dirusak oleh dosa. Kita sebenarnya bingung dalam mengambil keputusan karena terjadi konflik kepentingan dan keinginan dalam diri kita. Namun dengan mengambil keputusan untuk taat kepada Tuhan, kita secara sadar membatasi diri untuk mengambil keputusan yang benar dalam menjalani kehidupan. Selain sebagai pemberi arah dalam hidup, taat atau menjadi penurut merupakan salah satu indikator bahwa kita mengenal Allah. Kita jangan mengaku sudah mengenal Allah kalau belum menuruti perintah-perintahNya. Karena itu, saat ini mari bangun komitmen untuk menjadi pribadi penurut atas perintah Tuhan, sesulit apapun hidup kita.

“Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya.” (1Yohanes 2:3)

BE.690: 1 “Hibul Rohangku”
Hibul rohangku tu Tuhan Jesus/ Sude ngolungku di Tuhan Jesus/ Ihuthononku do Tuhan Jesus/ Ndang olo au sumurut be

Doa
Ya Tuhan, ajar aku untuk selalu menuruti perintah-perintahMu, apapun jua yang terjadi, karena dengan demikianlah Engkau kukenal dan kunyatakan dalam hidupku. Amin

Selamat hari Jumat
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

ALLAH TAK PERNAH CURANG

ALLAH TAK PERNAH CURANG

Kamis, 26 Maret 2020

Pernahkah Allah berlaku curang? Kalo saya pribadi memastikan jawabannya: Tidak pernah! Sebagai Allah, Dia tidak pernah berbuat curang atau bertindak tidak adil. Dia adalah Allah yang penuh kasih. Seluruh tindakanNya adalah kasih. Jika kita ingin meringkaskan tindakan Allah, rumusannya adalah: “Dari kasih, untuk kasih dan oleh kasih.” Namun walaupun demikian, tidak bisa kita pungkiri masih ada orang yang berpikir bahwa Allah berbuat curang atau tidak adil terhadap dirinya. (Mudah-mudahan, tidak termasuk anggota group ini ). Pikiran seperti ini muncul pada saat seseorang mengalami penderitaan berkepanjangan, akibatnya datanglah frustrasi dan tudingan bahwa Allah berlaku curang. Nas renungan saat ini menghilangkan pikiran tersebut. Nas ini merupakan perkataan dari seorang bernama Ayub, seorang yang takut akan Tuhan dan sedang mengalami penderitaan beruntun dan tragis. Dalam pemahamannya Allah mengasihi manusia. Dalam penderitaan sekalipun Allah tetap mengasihinya. Kita hanya perlu taat dan tabah menghadapi penderitaan masing-masing, karena akan datang saatnya di mana Allah akan menyatakan pembebasanNya. Karena itu, sekalipun kita menderita tetaplah berserah kepada Tuhan.

“Sungguh, Allah tidak berlaku curang, Yang Mahakuasa tidak membengkokkan keadilan.” (Ayub 34:12)

KJ.364 : 1 “Berserah Kepada Yesus”
Berserah kepada Yesus tubuh, roh dan jiwaku; kukasihi, kupercaya, kuikuti Dia t’rus. Reff: Aku berserah, aku berserah; kepadaMu, Jurus’lamat, aku berserah!

Doa
Ya Tuhan ajar aku memahami bahwa Engkau adalah kasih dan penuh keadilan. Ketika aku bergumul dan menderita ajar kami untuk berserah kepadaMu saja, dan mengikuti segala rencanaMu, karena aku tahu, rencanaMu adalah rencana damai sejahtera”

Selamat hari Kamis
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

MENDATANGI TERANG

MENDATANGI TERANG

Rabu, 25 Maret 2020

Dalam rutinitas harian kita, kita sangat tergantung dengan listrik. Hidup kita terasa kacau tanpa menggunakannya. Kita akan gelisah apabila listrik padam. Kaum Ibu tidak bisa melakukan aktivitasnya maksimal di rumah, karena hamper semua peralatan yang digunakan memakai listrik. Yang terbiasa menggunakan AC, uringuringan ketika listrik padam. Ibadah di gereja saja akan sangat terganggu jikalau tiba-tiba listrik padam. Saat ini kita diingatkan untuk hidup di dalam Terang Kristus dan mendatangi Terang tersebut. Jangan pernah menyembunyikan perbuatan gelap atau jahat. Dalam percakapan dengan Nikodemus, Yesus menyingkapkan siapa Dia. Ia adalah penyataan Allah. Di dalam Dia, Allah mencurahkan kasihNya kepada dunia. Ibarat terang, Yesus Kristus datang untuk memperlihatkan jalan di tengah kegelapan. Orang yang percaya kepadaNya berarti telah memilih hidup di dalam terang. Terang itu sama dengan perbuatan-perbuatan benar yang dilakukan di dalam Allah. Dengan kata lain, perbuatan benar menunjukkan identitasnya sebagai anak terang, sekalipun ia berada di tengah kegelapan. Kondisi kegelapan tidak akan memudarkan sinarnya, melainkan akan memperjelas terangnya. Kualitas ini yang mesti dimiliki orang percaya sebagai bukti dan buah iman akan Yesus. Tak bisa dimungkiri, membangun iman yang berkualitas itu tidak mudah. Yesus sendiri mengatakan bahwa mengikuti Dia bukan perkara gampang. Hal ini membutuhkan keseriusan dan perjuangan. Dunia dengan segala kemolekannya tentu akan terus memberikan godanya, namun orang beriman hendaknya tahu siapa yang dia ikuti: Kristus Sang TERANG , mari mendatangiNya!

“tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.” (Yohanes 3:21)

BE.404: 1 “Unang Ho Sai Di Na Holom”
Unang ho sai di na holom, tu na tiur ho antong/ Sulusulu i ma golom, ai holom portibi on/ Naeng ma pasesahononmu dosa tu Tuhan Jesus i/ Ipe asa hangoluhononmu na niomohonNa i

Doa
Ya Tuhan, beri kemampuan kepadaku untuk selalu hidup dalam terangMu, karena dengan terangMu aku dapat hidup dalam kebenaran. Amin

Selamat hari Rabu
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

TUHAN MENCARI YANG HILANG

TUHAN MENCARI YANG HILANG

Selasa, 24 Maret 2020

Kita pasti masih ingat dengan Zakheus, bukan? Ya, dia dikenal sebagai seorang kepala pemungut cukai dan bisa dipastikan bahwa ia sangatlah kaya. Tidak jauh berbeda dengan pemungut cukai lainnya, ia dikenal tamak dan suka memeras orang lain. Sangatlah wajar jika profesinya sebagai pemungut cukai ini membuatnya sangat dibenci oleh banyak orang. Pada suatu ketika Tuhan Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. Keberadaan Yesus ini di dengar oleh Zakheus, karena itu “Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.” Betapa besar kuasa Tuhan Yesus sehingga kehadiranNya menarik banyak orang untuk melihat dan datang kepadaNya. Tak seorang pun memerintahkan Zakheus untuk melihat Tuhan Yesus. Ada rasa lapar dan haus di dalam hati Zakheus untuk bertemu dengan Yesus. Tuhan Yesus tahu apa yang ada di dalam hatinya. Tuhan Yesus tidak mengkhotbahi, menegur atau mencela Zakheus karena dosa-dosanya. Dia hanya mengatakan beberapa kata sederhana, “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” . Perkataan Tuhan Yesus ini sudah meluluhlantakkan hati Zakheus karena selama ini yang ia terima hanyalah cibiran dan tatapan sinis dari orang lain. Karena itu “Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.” (Lukas 19:6). Itulah arti keberadaan Tuhan dalam hidup kita. Dia mencari kita yang terhilang.

“Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” (Lukas 19:10)

BE.211:3 “Tuhan Jesus Siparmahan”
Dokkon ahu suruanMu Ai hataM so magopo/ Dung i Ho huhut manogu Donganki manopot Ho/ Taiti ma sude tu Ho Taiti ma sude tu Ho/ Sai asi rohaM sai togu Sahat ma sude tu Ho

Doa
Segala puji syukur kami arahkan kepadaMu ya Tuhan, Engkau peduli kepadaku yang terkadang menjauh dariMu, Engkau mencariku dan memberi sukcita kepadaku, terpuji namaMu sekarang sampai selamalamanya. Amin

Selamat hari Selasa
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

TUHAN MENYEGARKAN JIWA KITA

TUHAN MENYEGARKAN JIWA KITA

Sabtu, 21 Maret 2020

Kepahitan dan hambar hati di kala susah dan penderitaan, sesuatu yang biasa dalam hidup orang beriman. Dalam Alkitab kita melihat teladan orang-orang saleh yang menghadapi situasi yang serupa. Dan ini menjadi dukungan bagi kita yang mungkin pernah atau bahkan sedang menghadapi kepahitan dan penderitaan hidup. Allah telah menyediakan segala yang kita butuhkan di kala kita bergumul, menghadapi tantangan dan percobaan. Kita perlu membawa permasalahan kita, keluh kesah kita, dan kecapekan kita kepada Allah dalam doa, karena Ia mengasihi kita dan memelihara kita. Keyakinan inilah yang disampaikan raja Daud kepada kita saat ini di dalam Mazmurnya. Mazmur ini dikarangnya di kala kesusahan dan kepahitan hidup, namun karena dia menaruh harapannya kepada Allah, dia mengalami sukacita besar karena jiwanya dipulihkan Allah, sehingga ia dapat menulis kata-kata indah “Ia menyegarkan jiwaku”. Inilah semangat dan teladan bagi kita saat ini.

“Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena namaNya.” (Mazmur 23:3)

BE.188:3 “Jahowa Siparmahan Au”
Ditogu au tu na tio/ Aek mata hangoluan/ Dibaen do tondingki sio/ Di dalan hasonangan/ Sabam rohangku do tongtong/ Saleleng au di tano on/ Baen sangap di goarNa.

Doa
“Ya Tuhan, ketika aku sedang bergumul dan berbeban berat, berilah kepadaku kemampuan untuk menyadari bahwa Engkau telah menyiapkan segala sesuatunya bagiku dan memberikan kesegaran bagi jiwaku”. Amin

Selamat hari Sabtu
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

MENJADI PRIBADI YANG TAAT

MENJADI PRIBADI YANG TAAT

Jumat, 20 Maret 2020

Kalo kita mau jujur, banyak orang Kristen maunya yang enak-enak saja, ibarat melewati jalan tol yang bebas hambatan: diberkati, disembuhkan, dipulihkan, hidup yang terus naik dan sebagainya, tapi kita tidak mau melewati proses. Padahal Tuhan Yesus sendiri berkata, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” (Matius 16:24). Menyangkal diri dan memikul salib berbicara tentang ketaatan. Sebagai orang percaya saat ini kita diingatkan untuk hidup dalam ketaatan. Setiap teguran, ajaran dan peringatan hendaknya kita ambil sisi positifnya dan kita terima sebagai berkat rohani. Tuhan sangat mengasihi kita; Dia tidak ingin kita jauh dan makin tersesat. Itulah sebabnya “…Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakuiNya sebagai anak.” (Ibrani 12:5-6). Sebaliknya, “…jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.” (Ibrani 12:8). Ketaatan adalah juga pintu gerbang untuk mengalami berkat-berkat Tuhan.

“Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu” (1Petrus 1:14)

BE.677:4 “Mansai Lambok”
Dijangkon Jesus do angka parjahat/ Mulak ma ho dohot au/ Dosam sudena ias sesaonNa/
Muba ma ho dohot au/Antong sai ro ma ho/Angka na sorat sai ro ma ho/ Mansai lambok Tuhan Jesus manjou/ Pardosa mulak ma ho

Doa
Ya Tuhan, Jadikan kami pribadi yang taat, yang tidak selalu memikirkan jalan pintas namun menjalani dengan penuh kesabaran apapun yang sedang terjadi dalam hidupkuk karena dibalik semua itu ada berkat tersedia dalam hidupku. Amin.

Selamat hari Jumat
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)