BAHAN PA PEMUDA SEMESTER 1 TAHUN 2020

BAHAN PA PEMUDA SEMESTER 1 TAHUN 2020

Minggu Ephipanias
Tanggal 5 Januari 2020

1. Bernyanyi : KJ.2:1+4 “Suci, Suci, Suci”
2. Doa Pembuka
3. Pembacaan Nas Alkitab : YEREMIA 29:11-13
4. Pengantar :

“BERSAMA ALLAH, MASA DEPANMU TERJAMIN”
Pendahuluan
Selama 40 tahun, Nabi Yesaya mencoba untuk mengembalikan Kerajaan Selatan (Yehuda) dari jalannya yang berdosa. Sekitar 75 tahun setelah Yesaya meninggal, Allah membangkitkan dan menugaskan seorang juru bicara lain yang mungkin berumur tidak lebih dari tiga belas tahun untuk menyampaikan kabar terburuk dalam sejarah Israel. Anak itu bernama Yeremia. Dia adalah anak dari Imam Hilkia, yang hidup sekitar 4,86 KM di sebelah Utara Yerusalem, tepatnya di desa Anatot. Pada masa Yeremia, bangsa Yehuda sudah jatuh pada semacam keadaan tanpa Allah yang kerusakannya sudah pasti. Tugas Yeremia adalah menyampaikan pesan buruk dari Tuhan: sebagai hukuman karena dosa dan penyembahan berhalanya, Yehuda akan dikalahkan oleh Babel dan terbuang, namun walaupun demikian, melalui nas ini Allah menjanjikan kelepasan bagi umat yang memilih tetap setia kepadaNya.

Pendalaman
Teks Firman Tuhan dalam Kitab Yeremia 29:11, ini secara khusus berbicara tentang rancangan Tuhan untuk bangsa pilihanNya yang hendak mengembalikan mereka ke negerinya setelah melewati tahun-tahun di dalam pembuangan. Umat Tuhan ketika ditawan di pembuangan mengalami kehidupan yang tidak baik, diperlakukan sebagai budak, pekerja rodi, dan tawanan yang tidak memiliki hak seperti layaknya orang merdeka. Betapa keadaan itu pastinya sangat memprihatinkan bahkan sangat memilukan. Dalam keadaan itu Allah memberikan janji-Nya bahwa suatu hari kelak umat pilihan Tuhan akan bebas dan mengalami hidup yang diberkati. Allah menjamin masa depan penuh harapan bagi umat pilihanNya, hal itu disampaikan oleh nabi Yeremia dengan mengumandangkan bahwa Allah memberikan rancangan damai sejahtera dan bukan kecelakaan. Dengan mengerti kalimat ini, jelas dipahami bahwa Tuhan merancang hal yang baik bagi umatNya. Meskipun dalam keadaan tertekan dan sengsara, Tuhan memperhatikan umatNya yang dipembuangan. Allah mengizinkan hal itu terjadi sebagai bagian dari proses menjadikan mereka bangsa yang setia, dengar-dengaran kepadaNya, sehingga rancangan dan masa depan penuh harapan itu dinyatakan. Masa depan penuh harapan yang dijanjikan Tuhan kepada umat pilihan adalah sebuah keadaan dimana mereka bebas dari tawanan, tidak lagi dikekang atau dijadikan budak oleh bangsa lain, mereka kembali ke tanah airnya, dan hidup dengan merdeka dan menikmati berkat Tuhan. Dalam kondisi yang demikian ini, maka dapat diperhatikan bahwa peningkatan hidup dimiliki oleh bangsa itu. Selain itu kualitas kehidupan, baik secara jasmani dan rohani pun meningkat. Lebih lanjut kepenuhan berkat dan janji-janji Tuhan pun menjadi semakin nyata dalam keberadaan bangsa pilihan itu.

Refleksi
Seperti Allah memberikan janji dan jaminan masa depan yang penuh harapan kepada umat pilihan-Nya, hal ini juga pasti terja di kepada kita umat Tuhan (orang percaya) yang hidup di zaman ini, terkhusus ketika kita masih diperkenankan masuk di tahun baru 2020 ini. Bagi kita tentu Tuhan telah memberikan rancangan, janji dan karya penyelamatan-Nya, yang telah melepaskan dari perbudakan dosa. Dengan demikian kehidupan kita telah dan sedang serta terus mengalami masa depan penuh harapan. Secara rohani, jelas masa depan penuh harapan adalah keadaan dimana kita akan dibuat Tuhan mengalami kepenuhan, secara khusus pengenalan, pemahaman, pengertian dan pengalaman akan karya-karya Tuhan. Ini berarti kerohanian kita semakin hari semakin dewasa. Pada dasarnya masa depan penuh harapan bukan hanya bertalian dengan hal jasmani melainkan juga hal-hal lahiriah, seperti keadaan finansial, kedudukan, kepemilikan harta benda, dan lain-lain. Allah sangat sanggup melakukan hal-hal ini dalam diri kita masing-masing, sebab bagiNya tidak ada yang mustahil. Masa depan penuh harapan memang bukan hanya soal jasmani melainkan juga hal-hal rohani. Masa depan penuh harapan selalu tersedia bagi setiap kita orang-orang yang percaya kepada-Nya dengan syarat kita hidup sesuai dengan kehendak Tuhan, bersedia diproses Tuhan, serta memahami cara kerja Tuhan atas seluruh kehidupan kita.

5. Diskusi:
1. Kita semua menginginkan Masa Depan yang cerah ceria. Berdasarkan Nas ini apa yang harus kita hidupi dan jalani agar keinginan kita tersebut tercapai?
2. Tuhan menyertai orang yang memilih setia kepadaNya. Menurutmu, apa gambaran seorang muda setia kepada Tuhan? Berikan contohnya!

6. Bernyanyi KJ.446,1+3 “Setialah”
7. Doa syafaat
8. Bernyanyi KJ.350,1-3 “O, Berkati Kami”
9. Doa Bapa Kami
Minggu I Setelah Ephipanias
Tanggal 12 Januari 2020

1. Bernyanyi : KJ.18:1+3 “Allah Hadir Bagi Kita”
2. Doa Pembuka
3. Pembacaan Nas Alkitab : MATIUS 6:25-34
4. Pengantar :

“Kuatir? Buat Apa!”
Pendahuluan
Tiada seorang pun yang hidup tanpa kekhawatiran; tak satu pun kebal dari kekuatiran. Jika seseorang berkata bahwa dia tidak peduli akan apa pun di dunia ini, maka dia ada dalam penyangkalan. Yang menjadi pertanyaan: apa yang dapat kita lakukan dengan kekuatiran kita? Sebelum kita belajar tentang kebenaran firman Tuhan dan mencari tahu apa yang dapat kita perbuat terhadap kekuatiran kita, kita perlu tahu sesuatu tentang kekuatiran itu sendiri. Kekuatiran adalah sebuah perasaan gelisah, ketakutan atau kengerian terhadap sesuatu yang belum terjadi. Perasaan-perasaan ini biasanya terkait dengan pikiran-pikiran negatif atas sesuatu yang mungkin terjadi di masa depan. Merasa kuatir berarti merasa cemas, bingung dan pikirannya terbagi-bagi. Apa yang harus kita perbuat ketika rasa kuatir menyerang pikiran kita? Keterangan dibawah ini akan membantu kita

Keterangan
Ayat 25 : Tuhan Yesus tahu bahwa manusia sering kuatir; kalau-kalau nanti tidak ada makanan, minuman dan pakaian dll. Kekuatiran dapat menjadi berlebihan, dapat menjadi semacam penyakit. Para ahli ilmu jiwa tahu bahwa kekuatiran dapat menekan jiwa berjuta-juta orang, akibatnya orang tidak bisa tidur, sehingga kekuatiran kadang-kadang disebut “penyakit utama”dan “musuh utama manusia”. Tuhan Yesus memberikan jawaban ilahi atas soal kekuatiran. Ia mengatakan kepada pengikut-pengikut-Nya: “Janganlah kuatir; bukankah hidup itu lebih penting daripada makanan dan tubuh itu lebih penting daripada pakaian?”. Arti perkataan-perkataan itu ialah bahwa Allah sudah melakukan perbuatan besar dalam hal memberi kehidupan kepada kita, pastilah Ia rela melakukan apa yang lebih kecil, yakni memelihara kehidupan itu dengan makanan. Dan kalau Allah sudah melakukan perbuatan besar dalam hal memberi suatu tubuh kepada kita, pastilah Ia rela melakukan yang lebih kecil, yakni memberi pakaian untuk tubuh itu. Sebab kehidupan dan tubuh adalah hal yang lebih besar (“penting”) daripada makanan dan pakaian. Karena hidup itu sendiri diperlengkapi oleh Allah, dan kita harus percaya bahwa Allah akan memperlengkapi hal-hal yang kita butuhkan.
Ayat 26 : Dalam ayat ini Tuhan Yesus menguatkan lagi kepercayaan akan Bapa di Sorga dengan jalan menunjuk kepada burung-burung. Walaupun burung itu tidak menjalankan pekerjaan petani (menabur, lalu menuai, lalu mengumpulkan dalam lumbung), namun binatang itu menerima makanan dari Tuhan. Kalau Tuhan memelihara binatang itu, apalagi anak-anak-Nya, Ia pasti memelihara mereka.

Ayat 27 : Kekuatiran, tidak berguna. Makanan itu penting bagi pertumbuhan. Tetapi dalam hal ini Allah yang mengendalikan. Waktu seorang anak bertumbuh menjadi dewasa. Allah menambahkan jauh lebih daripada sehasta (46 cm) tetapi kekuatiran hanya menghambat (tidak menolong). Maka, dengan kekuatiran dan kegelisahan, kehidupan manusia tidak dapat diperpanjang (sebaliknya, menurut Ilmu kedokteran modern, kekuatiran justru “memakan kesehatan” dan memperpendek kehidupan).

Ayat 28-32. Tuhan Yesus mengambil suatu contoh dari alam pula. Ia mengatakan “perhatikanlah bunga bakung di ladang”. Banyak penafsir berpendapat bahwa apa yang dimaksudkan ialah bunga anemone, yang banyak sekali di lereng gunung pada bulan Februari dan Maret, dengan warnanya yang ungu, sama dengan pakaian kebesaran seorang raja. Pada bulan April di Palestina hawa menjadi panas dan hujan berhenti, sehingga bunga dan daun dari anemon Itu layu.

Ayat 33-35: Adalah ucapan yang monumental, kalau Tuhan Yesus mengatakan: “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran Allah”, maka Ia mengikuti urutan dari “Doa Bapa Kami”, yang di dalamnya Ia mengajar kita untuk berdoa dahulu, supaya Kerajaan Allah datang dan kehendak Allah dilakukan dan baru setelah itu, supaya makanan (pemenuhan kebutuhan) diberi kepada kita. Tuhan Yesus Kristus menyebutkan dua hal yang harus dicari oleh orang-orang percaya: (1) Kerajaan Allah, menempatkan sungguh-sungguh kepemimpinan dan kuasa / otoritas Allah dinyatakan melalui kehidupan kita. Berada dalam kerajaan Allah itu berarti melakukan dan memberlakukan kehendak dan otoritas Allah. Kasih yang besar dapat mengalahkan segala hal yang lain. Kasih yang besar dapat menjadi sumber inspirasi dalam bekerja, mendorong pelajaran, membersihkan hidup dari segala yang kotor, dan juga menguasai seluruh keberadaan seseorang, dan kasih yang besar itu hanya ada dalam kerajaan Allah. (2) KebenaranNya yaitu kita berusaha untuk mentaati perintah Allah, memiliki kebenaran Kristus (Yohanes 14:6). Tuhan Yesus menutup pengajaranNya dengan kata-kata yang berkhikmat: “Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari”. Dia mengetahui bahwa di dalam kehidupan kita masing-masing setiap hari ada penderitaan kecil atau besar, yang harus kita tempuh dengan pertolongan Tuhan; Karena jika kita cemas tentang hari yang akan datang, maka beban akan menjadi dobel, dan lebih besar.
Renungan
Melalui perikop ini, kita mendapat pelajaran yang berharga dari Yesus Kristus, Guru dan Tuhan kita (Yohanes 13:13) : Janganlah kuatir!, sebab Allah menyediakan apa yang dibutuhkan oleh umatNya. Seperti Mazmur Daud yang menulis : TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku” (Mazmur pasal 23). Yehezkiel 34:31, Yohanes 10:11), Ia sudah menyediakan apa yang kita perlukan, dan Ia senantiasa memelihara kita bagaikan biji mataNya sendiri (Ulangan 32:10, Zakharia 2:8 ).

5. Diskusi:
1. Sebagai orang Muda, pernahkah anda kuatir? Apa saja yang anda kuatirkan dalam hidupmu?
2. Atas Rasa kuatir yang mungkin ada padamu, Apa saja petunjuk dari Nas PA kita saat ini untuk kita lakukan?

6. Bernyanyi KJ.364,1+3 “Berserah Kepada Yesus”
7. Doa syafaat
8. Bernyanyi KJ.387,1-2 “ ‘Ku Heran, Allah Mau Memb’ri”
9. Doa Bapa Kami

Minggu II Setelah Ephipanias
Tanggal 19 Januari 2020

1. Bernyanyi : KJ.57:1+3 “Yesus, Lihat UmatMu”
2. Doa Pembuka
3. Pembacaan Nas Alkitab : ULANGAN 31:3-6
4. Pengantar :

“Mengalahkan Ketakutan dan Mengikuti kebenaran Allah”
1. Nama kitab ini Deutronomium diambil dari bahasa Yunani memiliki arti “Hukum Kedua”. Kitab ini berisi rangkaian pidato Musa kepada umat Israel. Pemimpin yang hebat ini menyadari bahwa ia sedang mendekati saat kematiannya, sehingga ia mengulang banyak hukum yang Allah nyatakan kepada umatNya di gunung Sinai lebih dari 40 tahun sebelumnya. Sebelum menyerahkan kepemimpinan kepada Yosua untuk penaklukan Kanaan, maksud Musa mula-mula ialah untuk menasehati dan mengarahkan angkatan Israel yang baru tentang: (1) perbuatan-perbuatan perkasa dan janji-janji Allah, (2) kewajiban mereka bertalian dengan perjanjian untuk beriman dan taat, dan (3) perlunya mereka menyerahkan diri untuk takut kepada Tuhan, hidup didalam kehendakNya, serta mengasihi dan menghormati Dia dengan segenap hati, jiwa, dan kekuatan mereka.
2. Hidup ini adalah peperangan. Mau tak mau, kita pun harus menghadapinya. Namun, saat menghadapi tantangan besar yang diiringi ketidakpastian, kerap kali kita pun merasa tegang, bahkan takut. Musa berusia seratus dua puluh tahun pada waktu ia menyerahkan tongkat kepemimpinan kepada Yosua. Bangsa Israel yang sudah terbiasa dipimpin Musa mungkin saja merasa ragu dan takut di bawah kepemimpinan yang baru. Musa mengerti kegelisahan mereka. Karena itu ia pun menenangkan dan memberikan semangat supaya mereka tidak takut dan tidak gemetar menghadapi musuh-musuh mereka. Ia mengingatkan mereka bahwa bukan Yosua, atau bahkan Musa sendiri, yang telah dan akan memimpin mereka, tetapi Tuhan Allah. Memang benar, lawan-lawan yang akan mereka hadapi tidaklah mudah, tetapi Tuhan yang akan berjalan di depan mereka, selalu menyertai dan tidak akan meninggalkan mereka. kita pun, setiap hari juga diperhadapkan dengan peperangan-peperangan kehidupan kita masing-masing. Musuh kita pun memiliki berbagai macam rupa, entah itu sakit-penyakit, hutang piutang, masalah studi, rumah tangga, maupun pekerjaan. Tentu saja setiap peperangan itu sangat menegangkan ketika kita menghadapinya. Namun, semenegangkan apa pun peperangan yang harus kita hadapi, jangan sampai itu membuat kita menjadi takut.
3. Ketakutan hanya akan membuat kita berkecil hati dan patah semangat. Ketakutan menutup mata hati kita terhadap janji-janji Tuhan dan melumpuhkan langkah kita. Ingatlah, Tuhan sudah berjanji bahwa Dia akan selalu menyertai dan memimpin perjuangan hidup kita. Oleh karena itu, janganlah takut karena Tuhanlah yang akan selalu memimpin kita supaya kita bisa mengalami kemerdekaan sejati dan merdeka dari semua rasa takut dalam hidup kita.

5. Diskusi:
1. Peperangan hidup yang paling menegangkan seperti apakah yang pernah Anda alami?
2. Bagaimana cara Anda agar ketegangan dalam menghadapi permasalahan tidak berubah menjadi ketakutan?

6. Bernyanyi KJ.388,1+3 “S’lamat Di Tangan Yesus”
7. Doa syafaat
8. Bernyanyi KJ.407,1-2 “ Tuhan, Kau Gembala Kami”
9. Doa Bapa Kami

Minggu III Setelah Ephipanias
Tanggal 26 Januari 2020

1. Bernyanyi : KJ.145:1-2 “Mari Tuturkan Kembali”
2. Doa Pembuka
3. Pembacaan Nas Alkitab : FILIPI 4:4-7
4. Pengantar :

“Bersukacita Dalam Tuhan”
Pendahuluan
Sesungguhnya kita semua pasti ingin menikmati hidup sukacita. Sukacita adalah dimana manusia merasakan suatu keindahan yang luar biasa. Pada saat ini manusia wajib menikmati hidup sukacita. Beberapa pendapat mengatakan bahwa berbagai jenis penyakit sekarang ini disebabkan kurangnya (tidak) bersukacita. Manusia stress dan jatuh dalam berbagai jenis penyakit. Itu sebabnya, ketika ada orang yang sakit kita hibur/kuatkan orang itu dengan perkataan : ‘jangan banyak berpikir ….. ngak usah dipikirkan semuanya’. Kita sesungguhnya berkata : Bersukacitalah !

Keterangan
Bagaimana agar kita bersukacita memang tidaklah mudah. Ada berbagai faktor membuat yang menghambat kita bersukacita ; bisa karena gangguan dari luar lain tetapi dapat juga oleh diri sendiri. Sebelum ayat ini diterangkan bahwa Euodia dan Sintikhe adalah rekan Paulus dalam mewartakan Injil Kristus. Mereka memang mewartakan Injil dengan penuh sukacita. Pertumbuhan Injil saat itu sangat pesat, banyak orang menjadi pengikut Tuhan, persekutuan Kristen bertumbuh. Siapa yang membuat pertumbuhan itu ? Di sinilah timbul masalah. Euodia dan Sintikhe masing-masing mengklaim bahwa pertumbuhan itu karena ‘kehebatan’ mereka. Euodia memposisikan dirinyalah yang banyak berjuang. Demikian juga Sintikhe menempatkan dirinya sebagai yang sangat berjasa. Ini adalah kesombongan. Hubungan mereka menjadi retak. Sukacita mereka menjadi kurang. Hal ini tentu saja menghambat percepatan pemberitaan Injil. Karena itu, Paulus menasehati mereka supaya sehati sepikir. Tapi memang orang sombong susah dinasehati. Paulus juga meminta kepada Sunsugos, yang juga pemberita Injil untuk menengahi masalah Eoudia dan Sintikhe, agar mereka berdamai. Apalagi nama mereka sudah tercantum dalam buku kehidupan. Kasus ini tentu saja mengurangi sukacita di antara mereka dan pelayanan pemberitaan Injil. Kesombongan memang penghambat untuk menikmati hidup sukacita, dan menjadi kendala dalam pelayanan.

Renungan
Lalu, bagaimana agar beroleh sukacita itu ? Paulus mengulangi perkataan ‘bersukacita’, karena itu menjadi sangat penting dalam kehidupan Kristen. Manusia berada di dunia ini hanya sementara waktu, orang Kristen sedang menantikan parousia. Dalam penantian ini, orang Kristen haruslah hidup dengan sukacita. Itu sebabnya, Paulus berulang menekankan kata ‘sukacita’ (4:4) : ‘Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!’.Demikian cara beroleh suka cita:
1. Sukacita : KEBAIKAN HATI
Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Paulus tidak ingin orang Kristen menjadi sombong apabila melakukan kebaikan. Tetapi Paulus ingin agar perbuatan baik itu menjadi kesaksian bagi banyak orang. Paulus mengatakan (2 Korintus 3:3) ‘kamu adalah surat Kristus’. Pun kebaikan itu adalah tanda sukacita. Sukacita dapat makin kita rasakan apabila kita mendapat ‘label’ sebagai orang baik. Kebaikan itu perlu dilakukan karena Tuhan sudah dekat.
2. Sukacita : JANGAN KUATIR DAN BERDOA
Janganlah kamu khawatir tetapi nyatakanlah dalam doa. Ada peringatan saat berdoa: ‘jangan engkau berdoa jika hatimu penuh rasa kuatir’. Seorang teolog berkata ‘Kekuatiran lebih berlawanan dengan doa ketimbang ‘api dengan air’. Artinya, orang yang berdoa tapi penuh rasa kuatir maka ia sendiri tidak meyakini doanya. Oleh sebab itu, sebelum berdoa timbulkan dulu pengharapan dalam dirimu, bahwa Tuhan dapat memberi jawab atas doa permohonanmu. Doa orang percaya bukanlah emosi dan atau teriak-teriak melainkan percakapan indah bersama Tuhan. Percakapan yang akrab untuk menyampaikan rasa syukur dan permohonan yang kita yakini. Dengan demikian, saat berdoa pun kita sudah merasakan damai dan pengasihan Tuhan. Berdoalah dengan penuh sukacita.
3. Sukacita : BERPIKIR POSITIF
Paulus menggunakan kata “logizomai”. Paulus menuliskan delapan kata dalam ‘berlogizomai’ ini : semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Berpikir positif berarti memainkan nalar untuk kebaikan, yang menyenangkan pikiran, hati, dan jiwa kita.Melalui nas ini, ada empat hal yang dapat membuat kita bersukacita : jangan sombong, lakukan kebaikan, berdoa dengan benar, dan berpikir positif. Dengan demikian, pastikan Tuhan memberkati engkau dan menikmati sukacita yang meluap-luap.

5. Diskusi:
1. Apa saja yang dapat membuat engkau bersukacita?
2. Menurutmu, bagaimana seharusnya orang muda menunjukkan sukacitanya (Perhatikan Keterangan Nas PA)

6. Bernyanyi KJ.395,1+3 “Betapa Indah harinya”
7. Doa syafaat
8. Bernyanyi KJ.392,1-2 “ ‘Ku Berbahagia”
9. Doa Bapa Kami

5 thoughts on “BAHAN PA PEMUDA SEMESTER 1 TAHUN 2020

  1. Syalom , salam sehat amang Pdt. Terima kasih renungan firman yg selalu di share di website ini. Saya Jessica Siagian dari HKBP Batam Center melayani di seksi kerohanian naposobulung. Boleh saya minta softcopy buku PA Pemuda HKBP Edisi II /2020 (JULI -DESEMBER 2020) ? Terima kasih.

    1. Terima Kasih ito. Kebetulan saya diberi tugas oleh Biro Smirna Kantor Pusat menulis PAnya hanya untuk satu bulan. Hanya itu yang bisa saya kirim ke ito ya. Selamat melayani di HKBP Batam Center. Tuhan Yesus memberkati

    2. Sudah saya kirim dari email saya pribadi ya ito. semoga bermanfaat. Note: itu materi yang saya tulis, jikalau materi selengkapnya silahkan dihubungi kantor Pusat HKBP di http://www.hkbp.or.id. salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *