PERJANJIAN KEKAL

PERJANJIAN KEKAL

Senin, 9 Maret 2020

Sesungguhnya hidup kita terkait dengan beragam perjanjian. Ketika mengawali hidup rumah tangga, kita memiliki komitmen bersama untuk saling mempercayai, setia, dan bertanggung jawab. Jika janji tersebut diingkari, berarti dengan sengaja kita telah mengundang masalah dalam hidup rumah tangga kita. Allah terus-menerus mengulangi perjanjianNya kepada Abraham, bahwa dia akan mempunyai keturunan dan tanah Kanaan akan diberikan Allah kepada keturunanya tersebut. Allah mengikat perjanjianNya dengan sebuah tuntutan bahwa Abram harus hidup taat sesuai dengan kehendakNya, hidup tak bercela. Tuntuan yang sama juga disampaikan Allah kepada kita saat ini dan ini membutuhkan kerendahan hati dan ketaatan kita untuk melihat bagaimana Allah mengabulkan janjiNya. Karena itu marilah kita menunjukkan kesetiaan dan ketaatan kepada Allah. Karena Ia setia dan tidak pernah ingkar janji. Setiap pergumulan hidup kita justru harus dilihat sebagai ujian iman. Dengan demikian kita dapat mengatasi persoalan.

“Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu..” (Kejadian 17:7)

BE.766:1 “Padan na Uli”
Padan na uli Ho ndang hulupahon/ Ndang pola mabiar au di ngolungki./ Nang pe holom do dalan siboluson
Ro do hatiuron sian langit i./ Ho tung so huhalupahon Au do manogihon Au do mangondihon./ Ho tung so huhalupahon/. Au do margogoihon pos ma rohami

Doa
Ya Tuhan, jadikan kami sebagai pribadi-pribadi yang rendah hati dan taat dengan apa yang sudah kami janjikan, agar hidup kami beroleh berkat.

Selamat hari Senin
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *