BETAPA BERARTINYA KITA

BETAPA BERARTINYA KITA

Rabu, 11 Maret 2020

Tentang keberadaaan kita, dalam kitab Perjanjian lama banyak membahasnya, “Jika aku melihat langit-Mu, . . . apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya?” (Mzm. 8:4-5). Ketika menderita sebagai budak di Mesir, bangsa Israel seakan tidak percaya pada kepastian yang diberikan Musa bahwa Allah memperhatikan mereka. Penulis kitab Pengkhotbah bahkan mengungkapkan pertanyaan tersebut dengan nada yang lebih sinis: Apakah ada yang berarti? Untuk menjawab beragam pertanyaan ini Allah memberi jawaban, “Aku telah melukiskan engkau di telapak tanganKu” (Yes.49:16). Allah mengemukakan pernyataan yang menggugah ini kepada bangsa Israel yang sedang mengalami penderitaan terberat di dalam sejarah bangsa mereka, ketika Nabi Yesaya bernubuat bahwa mereka akan menjadi tawanan di Babel. Mendengar hal ini, mereka mulai meratap, “TUHAN telah meninggalkan aku dan . . . telah melupakan aku”. Terhadap ratapan ini, Allah memberikan serangkaian janji di dalam Kidung Sang Hamba (Yes.42-53), dimana di dalamnya Dia telah merancang pengharapan bagi pembebasan mereka dari cengkeraman musuh. Dia menjanjikan seorang Hamba yang akan datang sebagai manusia dan mengorbankan nyawaNya bagi dunia. Apa pesan untuk kita saat ini? Ketahuilah Kita sangat dikasihi Allah, dan kita sangatlah berarti bagiNya. Semangatlah

“Beginilah firman TUHAN: “Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau; “(Yesaya 49:8a)

BE.508:4 “Sai Patogu”
Lehon hagogoonMi, maralohon dosa i/ Unang talu au disi, sai maporus musungki/ Lehon di portibi on hamonangan di au on/ Dok tu au : Hutogu pe ho tu Surgo i muse.

Doa
Terima Kasih Tuhan, betapa berartinya aku dihadapanMu. Engkau tidak meninggalkan aku bahkan ketika menghadapi penderitaan terberat sekalipun. Amin

Selamat hari Rabu
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *