UMAT GEMBALAAN TUHAN

UMAT GEMBALAAN TUHAN

Sabtu, 14 Maret 2020

Seberapa seringkah kita memanggil nama Tuhan? Ketika kita menyebut namaNya adakah dampaknya dalam hidup kita? Ketahuilah bahwa pada hari penghakiman nanti banyak orang akan berseru, “Tuhan! Tuhan!” tetapi Tuhan akan menjawab, “Enyahlah kamu semua pembuat kejahatan.” Mengapa mereka berseru kepada Tuhan dan Tuhan tidak menyambut mereka? Karena mereka hanya memanggil Tuhan dengan mulut mereka, tetapi tidak melakukan kehendak Tuhan dalam hidup mereka sehari-hari. Rasul Paulus mengatakan bahwa setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaknya meninggalkan kejahatan. Setiap orang yang mengakui Tuhan dengan mulutnya dipanggil untuk menyatakan pengakuan itu dalam perbuatannya, yaitu dengan meninggalkan segala dosa dan kejahatan. Menurut Pemazmur, saat mulut kita mengaku bahwa Dialah Tuhan, Allah kita, itu berarti kita menempatkan diri sebagai umat gembalaanNya, kawanan domba tuntunan tanganNya. Sebagai umat kepunyaan Tuhan, kita dipanggil untuk membesarkan namaNya dengan pujian. Kita dipanggil untuk datang mendekat kepadaNya. Sekarang, bagaimana dengan kita? Satukan Kata dengan Perbuatan!

“Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya!” (Mazmur 95:7)

BE.188:5 “Jahowa Siparmahan Au”
Tongtong do denggan ni basaM/ Jambarhu di ngolungku/ Tongon do asi ni rohaM/ Mangihut di langkangku
Dung i dung suda bohalhi/ Sai ingananku jabuMi/ Saleleng ni lelengna.

Doa
Sebagai umat gembalaanMu, berikan kemampuan kepadaku agar tetap setia memuji namaMu melalui perkataan dan perbuatan. Amin.

Selamat hari Sabtu
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *