TUHAN ADALAH GEMBALAKU

TUHAN ADALAH GEMBALAKU

Jumat, 01 Mei 2020

Sesungguhnya Kekristenan itu adalah sebuah kehidupan. Dia harus menjadi realita dalam hidup kita setiap hari. Selama kita memandang kekristenan sebatas agama saja bukan sebagai realita, sampai kapan pun kerohanian kita tidak akan maju dan iman kita tidak akan bertumbuh serta pengenalan kita akan Pribadi Tuhan tetap saja dangkal. Namun jika kita memandang kekristenan sebagai suatu kehidupan yang tak terpisahkan dengan pribadi Tuhan Yesus dan memiliki hubungan yang karib denganNya, maka kita menjadi orang Kristen yang jauh berbeda, karena mengalami perjalanan rohani yang nyata dengan Dia sebagai akibat perjumpaan dengan Dia secara pribadi. Itulah sebabnya Daud berkata, “TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjianNya diberitahukanNya kepada mereka.” (Mzm.25:14). Artinya bagi setiap orang yang memiliki hubungan karib dengan Tuhan, Dia pasti akan menyatakan diriNya kepada kita. Selain sebagai raja atas Israel, di masa hidupnya Daud memiliki pengalaman hidup sebagai gembala. Meski kambing domba yang digembalakannya hanya berjumlah 2-3 ekor ia melakukan tugasnya dengan penuh kesetiaan. Dengan penuh kesabaran ia membimbing kambing dombanya ke padang yang berumput hijau supaya cukup makanan dan ke air yang tenang, bahkan ia rela mempertaruhkan nyawanya demi keselamatan kambing dombanya dari terkaman binatang buas. Berdasarkan pengalaman inilah terciptalah Mazmur 23 ini. Daud menyadari dan merasakan betapa Tuhan sangat mengasihi dan memperhatikan hidupnya seperti seorang gembala yang begitu mempedulikan domba-dombanya. Bagaimana dengan kita?

“Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.”(Mazmur 23:1)

KJ.407:1 ”Tuhan Kau Gembala Kami”
Tuhan, Kau Gembala kami, tuntun kami dombaMu;/ b’rilah kami menikmati hikmat pengorbananMu./ Tuhan Yesus, Jurus’lamat, kami ini milikMu,/ Tuhan Yesus, Jurus’lamat, kami ini milikMu.

Doa
Ya Yesus Kristus, Gembala yang baik, tuntun dan ajarlah kami mengikuti teladan yang telah Engkau B’ri. Amin.

Selamat hari Jumat
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

YESUS KRISTUS MENGUATKAN KITA

YESUS KRISTUS MENGUATKAN KITA

Kamis, 30 April 2020

Masih ingat profil Timotius dalam Alkitab? Dia adalah seorang Kristen yang masih muda di Asia kecil (Turki), yang menjadi kawan dan pembantu Paulus dalam pelayanan. Ayahnya seorang Yunani dan Ibunya seorang Yahudi. Paulus menuliskan surat penggembalaan ini kepadanya ketika dia sedang berhadapan dengan ajaran-ajaran sesat yang berseliweran di jemaat Efesus. Ajaran-ajaran itu merupakan campuran faham Yahudi dan faham bukan Yahudi berdasarkan kepercayaan bahwa semesta alam sudah jahat, dan keselamatan hanya dapat diperoleh kalau orang mempunyai pengetahuan tentang rahasia tertentu, dan mentaati peraturan-peraturan seperti tidak boleh kawin, pantang makanan-makanan tertentu dan lain sebagainya. Timotius diminta untuk tetap mempertahankan kemurnian Injil dan melakukan pelayanan yang memberitakan kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas, sebuah tugas dan pekerjaan yang tidak mudah tentunya. Umur Timotius yang masih sangat muda dan peliknya masalah doktrinal (ajaran) yang muncul saat itu, menjadi dasar Rasul Paulus menguatkan dan menyemangatinya dengan mempersaksikan apa yang Tuhan telah berikan kepadanya. Paulus mengucap terima kasih kepada Yesus Kristus yang sudah memberinya kekuatan untuk melayani dan menganggap dia layak untuk tugas itu. Paulus mau mengajak Timotius dan kita saat ini untuk menyadari bahwa apapun tugas dan tanggung jawab kita saat ini, kita layak dan dilayakkan untuk melakukannya. Dan ketika kita menjalani itu, kita berhadapan dengan beragam beban dan masalah, ketahui dan sadarilah Yesus hadir dalam hidup kita dan menguatkan kita. Masihkah itu kita rasakan? Ketika kita masih merasakannya, ucaplah syukur!

“Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku.”(1Timoteus 1:12)

BE.194:1-2 ”Aut So Asi RohaM”
Aut so asi rohaM, aut so godang basaM, tu dia au? Alai dibaen basaM, dohot asi rohaM, tu surgo au
Mauliate ma, di Ho o Debata, ala basaM/ Sibahen dalan i, marhite AnakMi, tu banuaM

Doa
Segala kemuliaan dan ucapan syukur kami sampaikan kepadaMu ya Allah Bapa di dalam Yesus Kristus yang telah melayakkan dan menguatkan kami dalam segala pekerjaan kami. Amin.

Selamat hari Kamis
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

BERAKAR DALAM KRISTUS

BERAKAR DALAM KRISTUS

Rabu, 29 April 2020

Tahukah anda fungsi akar bagi tumbuhan? Ya, selain berfungsi menyerap air dan zat hara, yang penting adalah untuk menunjang berdirinya tumbuhan. Akar yang tertancap ke dalam tanah berfungsi seperti pondasi bangunan. Akar membuat tumbuhan dapat berdiri kokoh di atas tanah. Oleh karena itu, tumbuhan dapat bertahan dari terjangan angin kencang dan hujan deras. Pohon tersebut tidak akan mudah tumbang atau rubuh oleh karena akarnya menjadi pengikat yang kuat ke tanah. Gambaran yang serupa serupa dipakai Rasul Paulus untuk menggambarkan pentingnya bagi umat Kristen di Kolose untuk tetap berpegang pada ajaran dari Kristus. Sebab, di sekitar mereka pada waktu itu telah berkembang berbagai pengajaran yang berbeda dengan ajaran Kristus, yang berpotensi menjauhkan mereka dari kebenaran Kristus yang telah diajarkan oleh Paulus. Karena itu, untuk dapat berdiri teguh, maka jemaat itu haruslah mengakar pada ajaran Kristus sebagai sumber “makanan” rohani mereka. Ajaran Kristuslah yang akan memberi pertumbuhan bagi rohani manusia, sehingga dapat bertumbuh dan berbuah dengan baik. Dan ajaran Kristus juga yang akan memampukan mereka tetap berdiri teguh dalam iman. Pertumbuhan iman kita sama seperti sebuah tumbuhan, harus mempunyai akar yang kuat. Tanpa itu, maka iman kita akan mudah ditumbangkan oleh dunia ini. Berakar di dalam Kristus adalah sebuah jaminan akan pertumbuhan iman yang baik dalam hidup.

“Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.”(Kolose 2:7)

BE.403:2 ”Pos Rohangku Di Tuhanhu”
Huhilala ganup ari paniopNa di au on/ Sai tong dipasarisari, naeng badia rohangkon/ Naeng lam tu tinggilna i, Pinggol partondionki, lao mambaen lomoNa i.

Doa
Ya Tuhan Yesus, bimbing dan ajarlah kami untuk tetap terpaut denganMu, sehingga pertumbuhan iman kami semakin baik dan memiliki kekuatan menghadapi segala pergumulan dalam hidup kami”

Selamat hari Rabu
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

JANGAN N.A.T.O

JANGAN N.A.T.O

Selasa, 28 April 2020

Pada Renungan Harian Kamis, 23 April 2020, kita sudah diingatkan untuk tidak malu bersaksi. Namun ketika bersaksi, ada hal yang harus kita perhatikan, apa itu? AKSI! Kesaksian bukanlah kata-kata tapi tindakan nyata. Jika tidak demikian, maka kesaksian itu hanya N.A.T.O (No Action Talk Only = Tidak ada tindakan, hanya bicara), kalau orang Batak bilang: Holan Hata! Demikian juga yang ditekankan Nas Renungan hari ini. Ini adalah perkataan Tuhan Yesus kepada orang Yahudi, dengan maksud mengingatkan mereka bahwa kualitas seseorang itu ditentukan bukan oleh apa yang dia katakan tetapi oleh apa yang dia kerjakan. Tuhan Yesus menegaskan bahwa kesaksian yang paling utama tentang diriNya sebagai Anak Allah adalah pekerjaan yang Ia lakukan, yakni melaksanakan kehendak Bapa. “Makananku adalah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaanNya” begitulah Ia mempunyai prinsip. Apa pun dilakukanNya, asal kehendak Bapa terlaksana, sekalipun Ia harus mengorbankan nyawaNya. Maka, ketika ia bergantung di atas salib, mereka yang menyalibkan-Nya pun berkata, “Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah” (Mat 27:54). Karena itu, Jangan N.A.T.0, mari bersaksi tidak hanya dengan kata-kata tetapi dengan tindakan atau pekerjaan yang baik. “Supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga” (Mat 5:16).

“Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku.”(Yohanes 5:36)

BE.130:2 “Parohon HarajaonMi”
O Jesus, ndada sahat Ho Tu hasangaponMi/ Tung sura na manjua Ho Manaon na porsuk i/ Sai jalo hami on sude Tu harajaonMi muse/ Ndang na manjua hami on Maniru Ho di tano on/ Pabongot pe Tu Surgo hami be

Doa
Tuhan, bantulah aku untuk menggerakkan hidupku untuk melaksanakan kehendakMu dengan pekerjaan-pekerjaan baik. Amin.

Selamat hari Senin
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

HIDUP MENGAMPUNI

HIDUP MENGAMPUNI

Senin, 27 April 2020

Pernahkah kita mengampuni kesalahan orang lain? Terlepas dari pernah atau tidak, haruslah kita pahami bahwa mengampuni adalah bagian mendasar dari iman Kristen. Dan inilah nilai baik yang harus muncul dalam hidup kita. Petrus pernah bertanya kepada Tuhan Yesus, “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Tuhan Yesus menjawab: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. (Mat.18:21-22). Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk memaafkan orang lain dengan tulus dan tiada batas. Orang Kristen itu Pengampun! Semangat mengampuni telah ditunjukkan Allah sendiri ketika manusia itu jatuh dalam dosa, dan karenanya layak dan pantas di hukum. Namun, karena kasihNya, Dia memberi kesempatan kedua kepada orang yang bertobat. Karena kesempatan kedua itulah Mikha berseru, “Tak ada Allah seperti Engkau, ya Tuhan, yang mengampuni dosa umat pilihanMu yang tersisa”. Pelajaran bagi kita saat ini adalah menyadari bahwa Tuhan telah berbelaskasihan kepada kita dan mengampuni kita. Dosa-dosa kita telah dipijak-pijakNya dan dilemparkanNya ke dasar laut!”, wujud keimanan kita kepadaNya, sudah seharusnya kita juga menjadi pribadi yang mengampuni kesalahan orang lain. Tentu tidak semudah itu kita mengampuni mereka yang bersalah kepada kita. Tapi ada satu pikiran praktis yang perlu kita pertanyakan. Apakah manfaatnya mendendam kepada orang lain dan tidak mengampuninya? Apakah dengan begitu dia akan bisa merasakan penderitaan? Tentu tidak bukan? Yang menderita tetap kita, yang sengsara kita juga. Berbuat jahat kepada mereka akan berakibat pada kita juga. Semuanya hanya mengakibatkan hal buruk pada kita. Jadi apa gunanya mendendam? Mengampuni akan membuat kita lega, hati terasa ringan, hidup terasa sempurna, dan damai ada di dalam jiwa. Dan itulah yang Tuan inginkan dari kita. Jika masih ada orang yang belum bisa kita ampuni, cobalah sekarang dan rasakan manfaatnya. Selamat mengampuni!

“Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia? “(Mikha 17:18)

BE.481:3 “Godang Dope”
Tatiru holong ni rohaNa i, pinatuduhon ni Tuhanta i,/ Tahaholongi ma donganta i, ai ruas ni Tuhanta do nang i!/ Mardame ma, marsijalangan ma; Tatuju ma solhot tu Debata!

Doa
Ya Tuhan, ajar kami mengampuni orang lain sebagaimana Engkau telah mengampuni kami”. Amin.

Selamat hari Senin
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

MEMBALAS KEBAIKAN TUHAN

MEMBALAS KEBAIKAN TUHAN

Sabtu, 25 April 2020

Jika lebih dalam kita merenungkan tentang perbuatan Tuhan dalam hidup kita, tentu akan kita katakan “tak terbilang banyaknya perbuatan Tuhan dalam hidupku”. Ini jugalah yang hendak disampaikan oleh Pemazmur yang telah diluputkan dari maut. Satu sisi dia hendak menyampaikan pikiran bahwa kematian itu berharga dan sepertinya hal ini bertentangan dengan intuisi manusia. Allah menghargai kematian umatNya, karena melalui kematian, Dia menyambut mereka pulang. Siapa sebenarnya orang-orang yang dikasihiNya itu? Menurut pemazmur, mereka adalah orang-orang yang melayani Allah karena bersyukur telah dilepaskanNya, yang menyerukan namaNya, dan yang memenuhi janji mereka kepada Allah (Mzm. 116:16-18). Tindakan-tindakan tersebut menunjukkan adanya kesadaran untuk mau berjalan bersama Allah, menerima kebebasan yang ditawarkanNya, dan membina hubungan yang intim denganNya. Tekanannya adalah bagaimana kita membalas yang diperbuat Tuhan dalam hidup kita dengan mengucap syukur dan menyadari betapa besar perbuatan Tuhan dalam kehidupan kita.

“Ya TUHAN, aku hamba-Mu! Aku hamba-Mu, anak dari hamba-Mu perempuan! Engkau telah membuka ikatan-ikatanku!”(Mazmur 116:16)

BE.228:2 “Jesus Haposanhu”
Ho sambing Rajangku Ho do oloanku/ NaposoM do ahu Di harajaonMu/ Sonang ma rohangku Dung tangkas di ahu/ Ho sambing Rajangku Jala oloanku

Doa
Terima kasih atas kebaikanMu ya Tuhan, Engkau meluputkan kami dari segala mara bahaya dan ajarlah kami untuk selalu mengucap syukur kepadaMu di dalam Yesus Kristus Tuhan kami. Amin

Selamat hari Sabtu
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

JANGAN MALU BERSAKSI

JANGAN MALU BERSAKSI

Kamis, 23 April 2020

Harus kita pahami bahwa dalam kekristenan bersaksi bukanlah pilihan. Itu keharusan! Tentu saja kita bersaksi tentang Tuhan kita Yesus Kristus. Apakah kesaksian kita akan diterima atau ditolak, itu adalah urusan masing-masing pribadi dengan Tuhan. Hal ini tidak menjadi penghalang bagi kita. Kendala utama menjadi penghalang orang untuk bersaki adalah rasa malu. Rupanya pada suatu waktu, seorang Timotius pun diliputi rasa malu, yang mengakibatkan semangatnya untuk bersaksi menjadi kendor. Mengapa ia merasa malu? Penyebabnya ternyata adalah karena Paulus, bapa rohaninya, saat itu berada dalam penjara.
Sebagai orang yang telah dibenarkan oleh Tuhan, kita harus memiliki pikiran dan perasaan yang sama yang terdapat di dalam Kristus Yesus. Tuhan telah memperlengkapi kita RohNya yang dapat membangkitkan kekuatan, kasih dan pikiran yang tenang untuk dapat menjadi saksi bagiNya dimanapun kita berada. Karena itu marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan. Apakah ucapan, perilaku, tindakan kita sudah mencerminkan Kristus yang ada dalam kita? Tuhan menghendaki anda dan saya untuk bersaksi. Fokuskan pandangan hanya kepada Yesus. Jangan berpaling ke kiri atau kanan. Jangan pula izinkan Iblis mengelabui dan mengacaukan pikiranmu, hingga anda malu dan tidak berani bersaksi atau mengakui Yesus Kristus sebagai Juruselamatmu.

“Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.”(2Timoteus 1:8)

BE.127:5 “Lam Gogo, Lam Gogo”
Torus baen, torus baen, Sion torus baen rohaM/ Mamingkiri hasonangan Na binaen ni DebataM/ Unang tondong hamagoan/ Sion manimbangi dalanmi/ Torus baen rohami

Doa
Ya Yesus, aku mau bersaksi tentang keselamatan yang telah kuterima. Aku rindu orang lainpun mengenal Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup mereka. Amin.”

Selamat hari Kamis
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

TERINGAT KEPADA TUHAN

TERINGAT KEPADA TUHAN

Rabu, 22 April 2020

Masih ingat kisah Yunus? Dia adalah seorang nabi yang mencoba menghindari perintah Allah. Allah menyuruh dia pergi ke kota Niniwe ibukota kerajaan Asyur, musuh Israel. Tetapi Yunus tidak mau pergi ke kota itu untuk menyampaikan pesan Allah, karena ia yakin bahwa kalau orang Ninive berhenti berbuat dosa, Allah tidak akan menjalankan rencanaNya untuk menghancurkan kota itu. Ia telah memberontak kepada Allah dan terdampar di dalam perut ikan. Di sana, ia tersadar akan dosanya, ia pun berseru kepada Allah: “Telah Kaulemparkan aku ke tempat yang dalam, segala air telah mengepung aku, mengancam nyawaku”. Meskipun dalam keadaan demikian, Yunus tetap berkata, “Teringatlah aku kepada Tuhan, dan sampailah doaku kepadaMu”. Allah mendengar doa Yunus dan membuat ikan itu memuntahkan dirinya. Meskipun dosa menciptakan jarak antara Allah dan kita, kita dapat memandang ke atas dari titik nadir hidup kita dan melihat kepadaNya, untuk melihat kesucian, kebaikan, dan karuniaNya. Apabila kita berpaling dari dosa kita dan mengakuinya kepada Allah, Dia akan mengampuni kita. Allah menjawab doa-doa yang kita panjatkan dari lembah kelam hidup kita.

“Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada TUHAN, dan sampailah doaku kepada-Mu, ke dalam bait-Mu yang kudus.”(Yunus 2:7)

BE.114:1 “Ale Jahowa Debata”
Ale Jahowa Debata Sai tatap hami on/ Ai masiboan dosana be do hami tu joloM/ Asi rohaM di hami be Sai sesa dosa i sude/ Marhite Jesus AnakMi Na mate di hau silang i/ Di Golgata Di dolok Golgata

Doa
Bapa yang baik di dalam kehidupan ini, kami bersyukur karena di setiap jalan hidup kami, Engkau selalu menuntun dan membimbing kami agar turut dengan perintahMu. Mampukan kami juga untuk menjauhi dan meninggalkan keberdosaan kami agar kami selalu memuliakan namaMu. Amin

Selamat hari Rabu
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

KITA AMAN KARENA IMAN

KITA AMAN KARENA IMAN

Selasa, 21 April 2020

Rasa aman dibutuhkan oleh semua orang. Dengan rasa aman maka kita bisa melakukan berbagai hal dengan tenang, dan banyak orang mencari dan mengusahakan hal itu dalam hidupnya. Kunci, gembok, pengawalan, tembok yang tebal dan tinggi, dan berbagai macam hal lain. Buat kita, orang beriman- apa yang membuat kita mempunyai rasa aman? Penulis Yesaya mengingatkan: TUHAN ialah Hakim kita, TUHAN ialah yang memberi hukum bagi kita; TUHAN ialah Raja kita, Dia akan menyelamatkan kita. Ya. Tuhanlah yang memberikan rasa aman dalam hidup kita. Dialah sumber kehidupan dan kekuatan kita. Dalam setiap peristiwa kehidupan kita, Tuhan tidak pernah melepaskan kita. Dia menjagai kita dengan segala kuasa yang ada padaNya bahkan dalam pergumulan dan kehidupan yang sering kita rasakan sulit, ingatlah bahwa Tuhan sedang meminta kita untuk bertahan dan tetap dan terus percaya kepada Tuhan dalam hidup kita.

“Sebab TUHAN ialah Hakim kita, TUHAN ialah yang memberi hukum bagi kita; TUHAN ialah Raja kita, Dia akan menyelamatkan kita.”(Yesaya 33:22)

BE.17:1 “Raja na Tumimbul”
Raja na tumimbul Sigomgomi hami Jalo ma pujiannami/ Denggan ni basaM do Pangoluhon hami Atik pe mardosa hami/ Sai apoi pargogoi hami mangendehon SangapMi o Tuhan.

Doa
Ya Tuhan Allah, berikanlah kepada kami rasa aman, di tengah kesulitan yang sedang kami jalani. Amin

Selamat hari Selasa
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

BERGUMUL DEMI BERKAT

BERGUMUL DEMI BERKAT

Senin, 20 April 2020

Percayakah Anda bahwa Tuhan memelihara kehidupan kita. Jikalau kita masih diberi nafas kehidupan, kesehatan dan masih diperkenankan melakukan segala rutinitas pagi ini, kita percaya bahwa memang Tuhan masih memelihara hidup kita. Tetapi kepercayaan kita bukanlah kepercayaan yang pasif, melainkan percaya yang aktif. Pemeliharaan Tuhan harus kita perjuangkan melalui karya kita. Berkat Tuhan tidak sekonyong-konyong turun dari langit. Manusia diberi akal dan kekuatan untuk memperjuangkan berkatNya. Tuhan sendiri yang akan menghargai perjuangan kita dengan menurunkan berkatNya. Yakub bergumul dengan seorang pria hingga fajar menyingsing. Pertarungan yang sengit dan menguras tenaga. Dari pertarungan ini Yakub memperoleh tiga hal: nama baru, pangkal paha yang sakit, dan sebuah kemenangan. Kitab Hosea mengatakan bahwa Yakub dapat menang dalam pergumulannya dengan Allah bukan melalui kekuatan yang dimilikinya, tetapi dengan menangis dan memohon belas kasihan. Inilah kunci dari kemenangan Yakub dalam pergumulannya dengan Allah. Dari pergumulan sengit dan keinginan kuat untuk memohon berkat dari Tuhanlah Yakub mendapatkan nama barunya, Israel. Sama seperti kita, Yakub bukanlah manusia sempurna. Ia bahkan merupakan karakter yang memiliki cukup banyak kelemahan. Kehidupan Yakub terasa begitu lekat dengan persoalan tipu menipu. Namun, dibalik segala kelemahan itu Yakub memiliki iman yang sangat kuat, yaitu iman yang percaya dan berjuang untuk mendapatkan berkat Allah, sampai akhirnya ia mendapatkan berkat yang dibutuhkannya. Kita perlu belajar untuk memiliki iman seperti itu, yang percaya penuh akan kuasa Tuhan dan mau berjuang keras supaya Tuhan memberkati kita. Amin.

“Lalu kata orang itu: “Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing.” Sahut Yakub: “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku.”(Kejadian 32:26)

KJ.350:1+3 “O Berkati Kami”
O, berkati kami/ dan lindungi kami, /Tuhan, b’rilah rahmatMu/ oleh sinar wajahMu!
Amin, amin, amin./ Kami sungguh yakin/ dan padaMu bersyukur/ dalam nama Put’raMu!

Doa
Ajarlah kami Tuhan untuk tetap kuat dalam iman dan tetap bertahan dalam pergumulan hidup kami. Amin

Selamat hari Senin
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)