IDENTITAS KITA SESUNGGUHNYA

IDENTITAS KITA SESUNGGUHNYA

Kamis, 16 April 2020

Siapa sesungguhnya kita? Pertanyaan ini merupakan ajakan kepada kita menyadari tentang keberadaan kita. Mengapa? Setiap kita pasti memiliki latar belakang yang berbeda: siapa orang tua kita, asal usul kita dari mana, atau bagaimana kita pertama sekali menjalani hidup di Aekkanopan ini. Dan memang ini perlu agar kita tetap mengucap syukur kepada Tuhan atas berkatNya sampai kepada kita sampai saat ini. Ulang lupa bona! Demikian saudara kita di Simalungun menyebutkannya. Dalam kekristenan, kita juga harus menyadari indentitas kita. Selain kewargaan dunia, kita juga adalah warga Sorgawi (Filipi 3:20). Sebagai warga Kerajaan Sorga kita memiliki tugas dan tanggung jawab yang tidak mudah, karena kita dituntut untuk hidup menurut hukum-hukum Sorga (firman Tuhan). Karena itu kita harus berhati-hati dalam berperilaku karena setiap hari kita menghabiskan sebagian besar waktu kita bersama-sama dengan orang-orang yang tidak seiman dengan kita, teman sejawat, teman sekantor atau pun dengan tetangga di lingkungan tempat tinggal kita. Setiap hari kita memperhatikan dan melihat setiap tingkah laku dan juga perkataan mereka. Namun yang Tuhan kehendaki adalah kita tidak kehilangan identitas kita sebagai orang percaya, baik itu di lingkungan tempat kerja atau pun di tengah-tengah masyarakat. kita diharapkan sebagai umat pilihan Allah yang telah dikhususkan bagi Allah untuk tetap memiliki persekutuan dengan sesama umat pilihan Allah, kita harus tetap mampu menjadi saksiNya, menyaksikan perbuatan-perbuatan Allah yang ajaib serta mampu melayani orang-orang yang ada di sekitar kita karena kita telah terlebih dahulu menerima pelayanan Allah dalam hidup kita.

“Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:” (1Petrus 2:9)

BE:666:4 “Ingkon Do Boanonta Barita”
Ingkon do hita manghatindangkon Jesus Kristus Partobus i/ Asa tu toropna na olo, manjangkon na sintong i/ Manjangkon na sintong i/ Ai naung binsar do hatiuron/ Nunga salpu na holom i/ Huaso ni Kristus hot tongtong salelenglelengnai

Doa
Ya Tuhan, berikan kemampuan kepada kami untuk menyadari identitas kami sebagai warga sorgawi dan berikan kemampuan untuk memberitakanMu kepada orang-orang sekitar kami melalui pola dan tingkah laku kami. Amin.

Selamat hari Kamis
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *