MENGAGUMI PERBUATAN ALLAH

Renungan Sabtu, 30 Mei 2020

Apakah anda pernah kagum? Kagum itu dapat diartikan heran (dengan rasa memuji); takjub dan tercengang. Dengan pengertian ini, hampir bisa dipastikan tidak ada kita yang tak pernah kagum. Kagum kepada apa dan siapa, kitalah yang tahu. Dalam spiritualitas keimanan kekristenan kita, sesungguhnya kita diminta sering-sering untuk mengagumi apa yang Tuhan berikan dan ciptakan kepada kita. Ketika naik Ferry dari Ajibata ke Tomok, kurangilah yang markombur, kurangi juga siaran langsung, kurangi yang membaca status FB, gunakan waktu yang ada untuk menumbuhkan rasa kagum. Arahkan pandangan ke danau kebanggaan kita itu, kemudian pandanglah ke perbukitan di daratan Samosir, niscaya kagum itu muncul. Dengan rasa kagum ini, kita akan menyadari hal-hal ajaib dari Tuhan melalui alam ciptaanNya. Dengan rasa kagum ini, kita juga akan menyadari bahwa kita lemah dan tidak berarti, namun Tuhan tempatkan kita pada posisi terhormat dan mulia. Dengan rasa kagum, kita akan merasa dekat dengan Tuhan dan merasakan keberadaanNya. Sepertinya Tuhan itu didepan kita. Ketika kita melakoninya, kita adalah peziarah iman. Kita akan dengan setia menjalani hidup dari detik ke detik dengan kekaguman dan syukur. Kita akan merasakan KEBER-ADA-AN Tuhan. Dia tidak jauh! Dia ada bersama kita. Karena itu, ayo kagumi Tuhan dan perbuatanNya!

“Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu.” (Mazmur 104:24)

BE.569:1 ”O Debata Tung Longan Do Rohangku”
O Debata tung longang do rohangku. Molo hubereng na tinompaMi. Saluhut bintang, hilap dohot ronggur Manghatindanghon hasangaponMi. Marende au Tuhan mamuji Ho. O Debata, sangap do Ho. Marende au Tuhan mamuji Ho. O Debata, sangap do Ho

Doa
Ya Tuhan, ajarlah aku untuk tetap kagum akan perbuatanMu, sehingga aku merasakan keberadaanMu. Amin

Selamat hari Sabtu
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

TINGGALLAH DI DALAM KRISTUS

Renungan Jumat, 29 Mei 2020

Salah satu maksud penulisan Surat Yohanes yang pertama adalah untuk memberi dorongan kepada para pembacanya supaya mereka hidup BERSATU dengan Allah dan anakNya Yesus Kristus. Yohanes menyatakan bahwa Anti Kristus, yakni sosok si jahat dan musuh utama Kristus, akan muncul pada hari-hari terakhir dan menolak Yesus sebagai Mesias. Siapakah mereka? Yohanes menyebut bahwa golongan ini adalah orang-orang yang meninggalkan imannya dan menjelekjelekan agama yang ditinggalkannya. Dalam kondisi saat ini golongan anti Kristus ini berseliweran di media sosial dan memiliki akun youtube sendiri. Mereka menyudutkan orang Kristen dan menjelekkan Kristus, dan hebatnya lagi, mereka diberi panggung untuk berceramah dan ngomong sesukanya, tanpa didasari kajian yang benar. Dengan kondisi yang demikianlah, nas renungan hari ini mengajak kita untuk tinggal di dalam Kristus, artinya Anda dan saya tidak terpisah dari Kristus dan selalu menyatu dengan Kristus. Setiap saat kita mengingat ajaranNya, mengikuti teladanNya. Bergaya hidup seperti gaya hidupNya: rendah hati, sabar, mengasihi, tidak membalaskan yang jahat dengan yang jahat, berdoa untuk yang menyakiti kita, mengasihi sesama dan hidup dengan kemiskinan hati. Sulit? Enggak juga! Dimana ada kemauan, disitu ada jalan.

“Maka sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya.” (1Yohanes 2:28)

BE.471:1 ”Hupillit Jesus Donganki”
Hupillit Jesus donganki, lao mangoloi Ibana. Nang muruk pe torop disi, labangku do Ibana. Di Ho golungku, ro diajalhu, Jesus di Ho au, mate, mangolu. Di Ho ngolungku, ro diajalhu, Jesus di Ho au, mate, mangolu.

Doa
Dengan penuh keteguhan hati, ku menyatakan Engkaulah Yesus Juruselamatku untuk selamanya. Ajar aku ya Tuhan untuk tetap sebagai pengikutMu yang setia. Amin

Selamat hari Jumat
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

KESANGGUPAN HANYALAH PEKERJAAN ALLAH

Renungan Kamis, 28 Mei 2020

Nas renungan saat ini, masih terkait dengan renungan Rabu, 13 Mei 2020 yang lalu. Dimana ada tuduhan yang diarahkan kepada rasul Paulus bahwa ia tidak memenuhi syarat disebut rasul. Sebenarnya Paulus sudah menegaskan penugasan kerasulannya, dan menyatakan bahwa keberadaan jemaat di Korintus adalah bukti yang cukup bagi kelayakannya sebagai seorang pelayan Kristus. Ia mengatakan bahwa sumber kelayakan atau kesanggupannya melakukan segala pelayanan sebagai rasul adalah Allah. Allah telah mempersiapkannya sejak awal sehingga dia sanggup melakukannya. Saat ini, jika kita merasa tidak sanggup menerima kenyataan hidup karena silih berganti pergumulan, penderitaan dan persoalan, sadarilah bahwa ada bagian dalam hidup kita yang tak mampu kita lakukan, tetapi Allah memampukan dan ada hal-hal dalam hidup kita yang tak mungkin tetapi Allah memungkinkan. Oleh sebab itu justru didalam kelemahan kita kuasa Allah menjadi nyata. Kesanggupan hanyalah pekerjaan Allah.

“Tetapi Allahlah yang justru mempersiapkan kita untuk hal itu dan yang mengaruniakan Roh, kepada kita sebagai jaminan segala sesuatu yang telah disediakan bagi kita.” (2Korintus 5:5)

KJ.332:1 ”kekuatan dan Penghiburan”
Kekuatan serta penghiburan diberikan Tuhan padaku.Tiap hari aku dibimbingNya; tiap jam dihibur hatiku. Dan sesuai dengan hikmat Tuhan ‘ku dib’rikan apa yang perlu. Suka dan derita bergantian memperkuat imanku.

Doa
Ya Tuhan, banyak hal dalam hidup ini yang membuatku tidak sanggup dalam menjalaninya, kuatkan aku untuk menyadari tidak ada yang bisa menyanggupkan kecuali Engkau dan menyerahkan sesuatunya hanya dalam tangan pengasihanMu. Amin.

Selamat hari Kamis
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

LITURGI PAERTANGIANGAN RABU, 27 MEI 2020

1. BERNYANYI BE. 645: 1-2 RO MA HO PARASIROHA
Ro ma Ho parasi roha sai pagirgir rohangkon Mangendehon denggan basa ni lehonMu di au on, Tiruonhu ma suruan mangendehon sangapMi, Pujionhu Ho Jahowa partanobatoanki.
Na malua do tondingku, ala hagogoonMi Pos rohangku boanonMu diringkon tu surgo i Jesus sai lului au, atik tung na lilu au Na dihophop Ho do au, na mambaen mangolu au.

2. VOTUM – INTROITUS – DOA
P : Di dalam Nama Allah Bapa, dan Nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus, dan Nama Roh Kudus yang menciptakan langit dan bumi. Amin.
K : Demikianlah Firman Tuhan Allah: “Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu, dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.” RohKu akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapanKu dan tetap berpegang pada peraturan-peraturanKu dan melakukannya.
P : Marilah kita berdoa: Ya Tuhan Allah Bapa kami! Engkau yang mengajar dan menerangi hati orang-orang percaya melalui Roh Kudus. Bukalah mata hati kami juga dengan RohMu, agar kehidupan kami sesuai dengan kehendakMu, dan hati kami penuh damai dan sukacita, dalam Tuhan Yesus Kristus. A m i n.

3. BERNYANYI BE. 465: 1 PASUPASU LEHONONMU
Pasupasu lehononMu i do bagabagaMi Songon angka udan nene sai tu au ma netek i. Nang tu au, nang tu au, patetekkon i tu au

4. KOTBAH
P : Firman Tuhan yang menjadi Renungan untuk kita pada malam hari ini tertulis dalam Galatia 5: 16- 26. Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.
K : Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging karena keduanya bertentangan–sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.
P : Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.
K : Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
P : penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
K : kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah
P : Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
K : kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.
P : Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.
K : Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,
P : dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki. Demikian firman Tuhan. Sekarang mari kita baca keterangan firman Tuhan

HIDUP MENURUT ROH
Antidot adalah obat penawar racun (bisa) atau penangkal penyakit. Dalam pandangan Paulus, orang Galatia bagai sedang menderita penyakit karena ada konflik di internal komunitas mereka. Sebelumnya, yaitu dalam Galatia 5:13, Paulus telah menekankan bahwa manusia dimerdekakan oleh Kristus bukan untuk hidup dalam dosa, melainkan untuk saling melayani berdasarkan kasih. Lalu mengapa konflik ini dapat terjadi? Karena ada peperangan antara kedagingan dan keinginan Roh di dalam diri orang-orang Galatia, yang sayangnya sering berakhir dengan kemenangan di pihak kedagingan. Sebab itu Paulus menyediakan antidot bagi keegoisan dan perselisihan itu, yaitu “hidup oleh Roh” dan dipimpin oleh Roh”. Orang yang hidup dalam kedagingan tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Hidup oleh Roh tidak sama dengan hidup di bawah hukum Taurat. Hidup oleh Roh bermakna kemerdekaan sedangkan hidup di bawah hukum Taurat berarti terikat belenggu. Hidup oleh Roh adalah anugerah hidup baru dari Roh Kudus. Hidup oleh Roh adalah prasyarat untuk dapat dipimpin oleh Roh. Orang yang hidup oleh Roh akan mengenali suara Roh dan mampu taat pada pimpinan-Nya. Kepatuhan seseorang pada kepemimpinan Roh dalam hidupnya merupakan antidot bagi segala penyakit kedagingan yang Paulus daftarkan dalam perikop ini (19-21). Bila orang percaya kepada Kristus dan menaklukkan diri di bawah kepemimpinan Roh Kudus maka ia akan mengalami sebuah perubahan radikal dan akan menghasilkan buah Roh (22-23). Hidup menurut Roh akan termanifestasi dalam kerukunan dan keharmonisan di antara orang-orang seiman (25-26). Ini memperlihatkan kepada kita bahwa tunduknya seseorang pada pimpinan dan arahan Roh akan terlihat dalam sikap hidup kesehariannya, yang menunjukkan ketaatannya pada kehendak Allah. Dan salah satunya akan terlihat dalam sikap serta kerukunan seseorang dengan saudara-saudara seiman. Memang tidak mudah untuk hidup dalam Roh atau menjauh dari dosa dan melepaskan diri dari ikatan dosa yang selama ini membelenggu hidup. Tanpa adanya pertobatan sejati kita akan selalu ada dalam jerat Iblis. Sia-sia saja membanggakan diri karena status kita sebagai orang Kristen atau anak Tuhan padahal cara hidup kita sama dengan orang-orang dunia yang belum diselamatkan, sebab firmanNya dengan tegas menyatakan, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2). Kita harus memiliki kualitas hidup yang berbeda sebagai ciri khas yang membedakan kita dengan orang dunia. Kita harus bisa menjadi saksi Kristus, hidup seperti surat terbuka yang bisa dibaca oleh semua orang, sebab dunia membutuhkan bukti. Tuhan menuntut kita untuk menghasilkan buah-buah roh (Galatia 5:22-23). Dan kita hanya bisa berbuah jika kita tinggal di dalam Tuhan dan Dia di dalam kita. Tinggal dalam Tuhan artinya selalu dekat denganNya serta taat melakukan kehendakNya, sehingga Tuhan akan bekerja dalam hidup kita melalui karya Roh Kudus yang akan memimpin kita pada ketaatan: “…Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran;” (Yohanes16:13a). Kadangkala kita ingin melepaskan diri dari perbuatan daging yang menyesatkan, tapi Iblis yang penuh tipu muslihat tidak menyerah begitu saja. Iblis selalu berusaha melemahkan iman anak-anak Tuhan sehingga banyak dari kita yang masih saja jatuh dalam dosa yang sama dengan melakukan penyembahan berhala, hidup dalam perzinahan, pesta pora dan hawa nafsu, yang tanpa kita sadari telah mengotori Bait Roh Kudus yang ada di dalam kita. Untuk hidup dalam pimpinan Roh Kudus kita memerlukan Tuhan untuk mengubah hati kita.

5. BERNYANYI BE. 792: 1-2 PASUPASU HAMI O TUHAN
Reff: Pasu-pasu hami o Tuhan sai usehon dameM i, Sai ampehon tanganMi Tuhan, lehon tu au gogoM I. Di portibi on, baen ma au Tuhan, habaoran ni las ni roha tu na marsak i tu na dangol i gabe pangapuli i.
Di portibi on, baen ma au Tuhan, monang maralohon dosa dibahen gogoM i, talu musu i sibolis pangago i. Reff

6. DOA SYAFAAT
7. BERNYANYI BE. 443: 1-2 DUNG TUHAN JESUS
Dung Tuhan Jesus nampuna au Songgop dameNa, biarhu lao Taripar gogo ngoluNa i Nasa dosangku naung sae do I Tabaritahon holongNa i Didia Tuhan tudoshon i? Tuk manumpahi, tarlobi da Sasada Jesus pinuji ma
Di Ho ngolungku, las rohangki Jumolo Jesus siluaMi PangiringonMu, tolongMu i Mangalo dosa nang rohangki Tabaritahon holongNa i Didia Tuhan, tudoshon i? Tuk manumpahi, tarlobi da Sasada Jesus pinuji ma

8. DOA PERSEMBAHAN- DOA BAPA KAMI
P : Marilah kita menyerahkan persembahan kita kepada Tuhan kita berdoa. Ya Allah Bapa kami yang di surga. Kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami masing-masing. Sebahagian dari pada karunia itu, kami serahkan kembali sebagai persembahan kepadaTuhan. Terimalah dan berkatilah persembahan umatMu ini, agar dapat kami pergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaanTuhan di duniaini. Bukalah hati kami untuk mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dariTuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam namaYesus KristusTuhan kami. Amin. Secara bersama mari ber doa dalam Doa Bapa kami
K – Bapa kami yang di surga….

LITURGI IBADAH PENTAKOSTA-1, 31 MEI 2020

I. PERSIAPAN:
1. Ibadah dipimpin oleh Kepala keluarga
2. Salah seorang dari anggota keluarga akan memimpin doa syafaat.
3. Kantong Persembahan disediakan

II. IBADAH
1. PEMBUKAAN:
P : Terpujilah Tuhan Allah di dalam Yesus Kristus yang telah menggenapi janjiNya seperti yang dikatakanNya di dalam Yohanes 14 : 16 – 17, “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.
J : Terpujilah Tuhan Allah yang Mahakasih yang telah membela kita.
P : Penggenapan janji Allah itu adalah peristiwa Turunnya Roh Kudus. Itulah sekarang yang kita peringati, kita rayakan dan kita syukuri. Dengan demikian, marilah kita bersama-sama di dalam persekutuan yang kudus bersama dengan Allah di dalam ibadah kita. Marilah kita bernyanyi:

2. Marende BE No. 102: 1 – 2 “O TONDI PARBADIA I BONGOTI”
O Tondi Parbadia i, bongoti rohanami be, ro, Sipatiur roha! O sondang sian Surgo i, sondangi rohanami be, tu halalas ni roha! Asa masa patupahon pinodahon ni hataMu, sai tu hami ma rohaMu.
Ho do silehon roha i di nasa na porsea i, tumpahi rohanaMi! Patogu rohanami be, pasar hataM tu sasude sai tong dongani hami!
On pe, sude, parrohahon, hatuaon lehononMu, Sipujion do goarMu.

3. VOTUM – INTROITUS – DOA :
P : Di dalam Nama Allah Bapa, dan Nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus, dan Nama Roh Kudus yang menciptakan langit dan bumi. Amin.(Majelis Jemaat).
P : Demikianlah Firman Tuhan Allah: “Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu, dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.” RohKu akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapanKu dan tetap berpegang pada peraturan-peraturanKu dan melakukannya.Haleluya!
J : (Menyanyikan): Haleluya, Haleluya, Haleluya!
P : Marilah kita berdoa: Ya Tuhan Allah Bapa kami! Engkau yang mengajar dan menerangi hati orang-orang percaya melalui Roh Kudus. Bukalah mata hati kami juga dengan RohMu, agar kehidupan kami sesuai dengan kehendakMu, dan hati kami penuh damai dan sukacita, dalam Tuhan Yesus Kristus. A m i n.

4. Marende BE No. 462: 1 “ALE TONDI PORBADIA”
Ale Tondi Porbadia, sai songgopi hami on. Rohanami ma paria lao mamuji Ho tongtong. Ho tongtong, Ho tongtong, lao mamuji Ho tongtong.

5. HUKUM TAURAT:
P : Hukum Tuhan untuk kita pada Peringatan Turunnya Roh Kudus hari ini, tertulis dalam 2 Timotius 1: 7 – 8.“Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.
Marilah kita bersama-sama berdoa memohon kekuatan dari Tuhan kita.
J : Ya Tuhan Allah, kuatkanlah kami untuk melakukan yang sesuai dengan hukumMu. Amin.

6. Marende BE No. 424: 1“SOARA NI TONDI”
Soara ni Tondi ni Tuhanta i, Jot-jot dilaosi, ditulak ho I. Sai tanda jeamu, pauba roham, Dapothon Tuhanmu, sisesa dosam.

7. DOA PERMOHONAN DAN JANJI ALLAH
P : Ya Tuhan Allah Bapa kami. Engkaulah Tuhan yang menganugerahkan RohMu yang kudus kepada kami orang yang hina ini. Supaya kami diajari, dipimpin, diterangi dan dikuduskan serta dikuatkan untuk menghayati FirmanMu. RohMu kudus mempersatukan kami yang Engkau pilih agar saling menerima dan mengasihi selaku anggota Tubuh Kristus yang kudus. Dari jurang yang dalam kami berseru kepadaMu, ya Tuhan! Tuhan, dengarkanlah suara kami.Biarlah telingaMu menaruh perhatian kepada suara permohonan kami. Jika Engkau, ya Tuhan, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan?Tetapi padaMu ada pengampunan, dengarkanlah suara jeritan kami.
J : Ya Tuhan Allah Bapa kami, kasihanilah kami.
P : Ya Tuhan Allah Bapa kami.Kami berterima kasih dan memuji namaMu karena kebesaran dan kemuliaan yang Engkau nyatakan kepada kami.Kami bersukacita, karena Engkau telah menganugerahkan Roh Kudus kepada kami.Namun kami mengingat penderitaan kami dan penderitaan bumi ini yang diakibatkan pandemic Covid-19, yang sedang kami hadapi sekarang ini.Kasihanilah kami dan segeralah kiranya berlalu pandemic Covid-19 dari muka bumi ini.Seperti yang telah Engkau perbuat kepada bangsaMu dari perbudakan Mesir, yang di pimpin oleh Musa.Yang menaruh Roh Kudus-Mu dalam hati mereka. Yang membelah air di depan mereka, yang menuntun mereka melintasi samudera raya, seperti ternak yang turun ke dalam lembah. Roh TUHAN membawa mereka ke tempat perhentian.
J : Ya Tuhan Allah Bapa kami, kasihanilah kami.
P : Ya Tuhan Allah Bapa kami. Berkatilahlah GerejaMu selama di dunia ini.Walaupun GerejaMu menghadapi kesusahan karena pandemic Covid-19 ini, namun Engkau melimpahkan rupa-rupa karunia kepada jemaatMu agar semakin bertambah pemberita Injil, pengajar, dan yang rela mengasihi sesamanya manusia.Pakailah GerejaMu menjadi saluran berkat kepada dunia, terhadap yang berkekurangan dan yang berkesusahan.Berkatilah dan kuatkanlah para pelayan di gerejaMu.Terangi dan berkatilah persekutuan orang Kristen di gedung Gereja, di sekolah dan di rumah masing-masing.Teguhkanlah iman jemaatMu di mana pun berada. Kalau pun harus menghadapi penderitaan saat ini, namun kami percaya, Engkau akanmengakhiri penderitaan ini karena pengasihanMu, dan Engkau akan menuntun kami dengan RohMu kepada kesenangan.
J : Ya Tuhan Allah Bapa kami, kasihanilah kami dan ampunilah dosa kami.
P : Ya Allah Bapa kami yang di surga. Engkau mengampuni dosa kami orang yang hina dan tercela ini di dalam Anak kesayanganMu.Kasihanilah kami, orang yang berdukacita yang berdosa ini. Nyatakanlah di dalam hati dan jiwa kami ini akan keampunan segala dosa dan kesalahan kami itu. Karuniakanlah Roh Kudus bagi kami untuk memberi kekuatan, keteguhan dan ketetapan hati supaya iman kami tidak tergoyahkan.Bimbing dan ajarlah kami, ya Tuhan agar kami benar-benar dan sungguh-sungguh menyerahkan diri, hati dan jiwa kami, kepadaMu saja, sebagai korban yang hidup dan kudus, oleh sebab AnakMu, Yesus Kristus, Tuhan kami.A m i n.
J : (Mangendehon): BE No. 432:1“SIAN HURUNGAN NI DOSANGKI”
Sian hurungan ni dosangki, ro au tu Ho, ro au tu Ho Tuhaluaon di mudarMi, Jesus au ro tu Ho Nasa rohangku malum, hipas, gabe mamora nang pe pogos Sian jeangku ro au tu Ho, Jesus au ro tu Ho
P : Janji Tuhan akan keampunan dosa-dosa kita :Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kami kesumbah, akan menjadi putih seperti bulu domba.Kemuliaan bagi Allah di tempat yang Mahatinggi!
J : Amin.

8. Marende BE No. 194: 1, 4“AUT SO ASI ROHAM”
Aut so asi rohaM, aut so godang basaM, tu dia au? Alai dibaen basaM, dohot asi rohaM, tu surgo au Disuru AnakMi, tu au TondiNa i, na sian Ho
Manogu tondingki, tu hasonangan i, pinuji Ho

9. E P I S T E L:
P : Firman Tuhan yang ditetapkan untuk kita pada Peringatan Turunnya Roh Kudushari ini, tertulis dalam Galatia 5 : 16 – 26. Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.
J : Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging karena keduanya bertentangan sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.
P : Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.
J : Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
P : penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
J : kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu seperti yang telah kubuat dahulu bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
P : Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
J : kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.
P : Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.
J : Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,
P : dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki. Demikian Firman Tuhan:Berbahagialah orang yang mendengarkan Firman Allah serta memeliharanya. Amin.

10. Marende BE No. 464: 3“HUBOAN MA DIRINGKU”
Ias do au diburi Ho, ale Tuhanki, Naeng dohot parulanhu hombar tu hataMi. Pagalak ma rohangku, dison managam au. TondiMi ma suru, na boi manggomgom au.

11. PENGAKUAN IMAN PERCAYA :
P : Marilah kita bersama-sama mengaku iman kepercayaan kita, sebagaimana teman-teman seiman di seluruh dunia. Kita bersama-sama mengucapkannya:
J : Aku Percaya…..

12. Marende BE No. 109: 2“SAI SONGGOPI HAMI ON”
Tondi hasangapon i sai ingani rohanami. Pargogoi ma hami be maralohon dosanami Asa tung malua hami sian hadosaonnami.

13. DOA SYAFAAT :
14. Marende BE No. 463: 1“PASUPASUM TONGOSONMU”
PasupasuM tongosonMu, i do didok hataMi, Suru tondiM na badia, bosur ma baen rohangki. HagogoonMu songgop ma tu rohangkon.
Unang sai holan manetek, gohi sandok diringkon.

15. KHOTBAH :
Firman Tuhan Buat kita dalam Ibadah Minggu Pentakosta I, saat ini tertulis dalam Kitab Yesaya 63: 11-14, beginilah Firman Tuhan,
P: Lalu teringatlah mereka kepada zaman dahulu kala, zaman Musa, hamba-Nya itu: Di manakah Dia yang membawa mereka naik dari laut bersama-sama dengan penggembala kambing domba-Nya? Di manakah Dia yang menaruh Roh Kudus-Nya dalam hati mereka;
K: yang dengan tangan-Nya yang agung menyertai Musa di sebelah kanan; yang membelah air di depan mereka untuk membuat nama abadi bagi-Nya;
P: yang menuntun mereka melintasi samudera raya seperti kuda melintasi padang gurun? Mereka tidak pernah tersandung,
K: seperti ternak yang turun ke dalam lembah. Roh TUHAN membawa mereka ke tempat perhentian. Demikianlah Engkau memimpin umat-Mu untuk membuat nama yang agung bagi-Mu.
P: Demikian Firman Tuhan, Saya akan membacakan keterangannya kepada kita

Roh Kudus adalah Pribadi ketiga Allah Tri-Tunggal. Dalam Kisah Para Rasul 2 tertulis Roh Kudus dicurahkan atas rasul-rasul pada hari Pentakosta (Pentakosta Yahudi adalah hari raya panen). Namun ini bukan berarti Roh Kudus baru diciptakan pada saat Pentakosta. Roh Kudus tidak terpisahkan dari Allah Bapa dan Allah Anak. Meskipun peran-Nya terlihat signifikan dalam Perjanjian Baru khususnya saat kita membaca Kisah Para Rasul dan surat-surat, Roh Kudus sebetulnya sudah bekerja sejak kekal. Minggu ini kita memperingati Hari Turunnya Roh Kudus, yang menurut kalender gerejawi 50 hari setelah kebangkitan Tuhan Yesus. Kita memperingati dan merayakan. Jangan kita memahami Roh Kudus bolak-balik naik dan turun sehingga ada Pentakosta kedua. Roh Kudus yang turun itu sudah berkarya sejak dulu, sekarang dan sampai Maranatha. Bahan khotbah kita adalah satu bukti keikutsertaan Roh Kudus dalam karya penyelamatan sejak Perjanjian Lama. Yesaya 63: 11-14 adalah bagian Trito-Yesaya, masa sesudah kembali ke Yehuda dari pembuangan Babel. Di sini pergumulan yang dihadapi umat adalah kehidupan saat kembali ke Yerusalem dan usaha membangun kembali Bait Allah. Apa yang terjadi saat mereka kembali? Yerusalem tidak seperti dulu lagi. Ada perasaan asing sekalipun mereka kembali ke “rumah” sendiri. Identitas sebagai bangsa pilihan seperti dipertanyakan kembali. Mereka mengalami krisis iman. Perasaan bahwa Tuhan jauh dari mereka. Di masa ini Yesaya tampil memberikan pengharapan, dengan mengingat perbuatan Tuhan di masa lampau. Pada ayat 10 dikatakan Tuhan berubah menjadi musuh umatnya, berperang melawan mereka, karena mereka memberontak dan mendukakan Roh Kudus. Umat merindukan masa-masa dimana Tuhan berperang bagi mereka, bukan berperang melawan mereka. Saat itulah umat tersadar betapa mereka perlu Tuhan. Mereka mengingat Tuhan. Mereka bertanya: “Dimanakah Dia…..?” Mereka mencari Tuhan. Tuhan yang sejak zaman dahulu kala, zaman Musa, selalu memberikan pertolongan bagi umat-Nya. Mereka mencari Tuhan yang menaruh Roh Kudus dalam hati umat-Nya (ay 11).
Peristiwa yang tidak pernah terlupakan oleh orang Israel salah satunya adalah saat Tuhan membebaskan mereka dari Mesir. Tuhan sendiri yang menyelamatkan mereka menyeberangi laut Merah, dengan membelahnya menjadi dua hingga bisa dilintasi. Mereka melintasi samudera raya seperti kuda melintasi padang gurun. Tidak tersandung dalam perjalanan. Sampai ke tempat perhentian.Roh Tuhan membawa mereka ke tempat perhentian. Tempat yang aman dan nyaman setelah perjalanan yang melelahkan. Semua ini hanya bisa terjadi saat Tuhan ada di pihak umat-Nya.Pola teologi seperti ini sangat kuat terlihat dalam kitab nabi-nabi. Saat umat bertindak sebagai pemberontak, Allah bertindak sebagai musuh bagi mereka. Ketika umat berseru memohon pengampunan, Allah kembali menunjukkan kasih setia-Nya pada mereka.Dalam doa pengakuan dan permohonan ini, Yesaya mewakili bangsa Yehuda memohon agar Tuhan memimpin kembali umat-Nya. Bangsa Yehuda memang sudah terbebas dari masa pembuangan, mereka sudah menempuh perjalanan kembali ke tanah perjanjian itu. Tetapi mereka merindukan jaminan bahwa Allah ada di pihak mereka. Ada kerinduan agar hubungan Allah dengan umat-Nya dipulihkan, dan Yerusalem pun dipulihkan. Semua karya Tuhan yang menyelamatkan manusia, adalah untuk nama abadi bagi-Nya (ayat 12 dan 14). Bangsa Israel sering berpaling dari Tuhan dan menyembah ilah lain. Namun Tuhan selalu menunjukkan kepada mereka kuasa-Nya yang melebihi kuasa ilah manapun. Maksud Tuhan menyelamatkan bukan supaya manusia bisa memegahkan diri, melainkan memegahkan Tuhan. Yang seharusnya kita persaksikan adalah nama Tuhan. Perbuatan-Nya yang tidak bisa dilakukan allah manapun. Dan itu yang membuat kita mengakui tanpa penyertaan Tuhan Allah kita bukan apa-apa.
Mengingat karya Allah dimasa lampau, menolong kita untuk tetap berpengharapan pada masa kini. Sebab Allah tidak berubah. Itulah kenapa Alkitab tetap relevan. Sekalipun konteks pergumulan yang dihadapi oleh bangsa Israel berbeda dengan yang kita hadapi, Tuhan Allah yang dipersaksikan teks Alkitab ini adalah Allah yang sama dengan yang kita sembah. Kita berusaha berefleksi dari jatuh bangunnya iman percaya orang Israel. Kita juga selalu bisa berefleksi dari masa lalu kita sendiri. Tentunya kita pun sudah mengalami Tuhan dalam hidup kita. Kadang kita seperti bangsa Yehuda, tidak setia menjalankan perintah Tuhan. Lalu saat kesulitan menghimpit, kita kembali mencari Tuhan. Saat itulah kita harus betul-betul bertobat dan menyerahkan hidup dipimpin oleh Tuhan. Tuhanlah yang memimpin dan mengarahkan hidup kita.
ü Pentakosta bagi orang Kristen adalah peringatan akan peristiwa turunnya Roh Kudus atas para rasul. Jadi bukan hari ini kita baru menerima Roh Kudus. Ia telah, sedang, dan akan terus menemani kita. Roh Kudus menolong dan membimbing, menopang dan meneguhkan. Kita yang hidup dalam tuntunan Roh Kudus, tidak akan mengikuti keinginan daging. Hidup dalam Roh, berarti dipimpin oleh Roh. Jangan mengaku hidup dalam Roh kalau kita masih hidup sebagai pemberontak. Hidup yang dipimpin oleh Roh Kudus berarti dari hidup kita tercermin buah dari Roh Kudus itu. Dalam diri kita pastilah ada kasih, ada sukacita, ada damai sejahtera, ada kesabaran, ada kemurahan, ada kebaikan, ada kesetiaan, ada kelemahlembutan, dan penguasaan diri (Galatia 5: 16-26). Roh Kudus tidak terbatas hanya hadir di gereja, dalam ibadah dan doa, tetapi IA hadir setiap saat. Saat kita bekerja, saat kita bergaul, saat kita bersama keluarga. Apakah kita sudah hidup dalam tuntunan Roh Kudus?
Ilustrasi: Seorang anak kecil ketakutan menyeberangi sebuah jembatan gantung. Ia berjalan bersama Ayahnya. Tangannya yang kecil berpegangan namun karena berkeringat menjadi licin, dan genggamannya terlepas. Ayahnya meraih tangan kecil itu dan memegangnya dengan kokoh. Mereka berjalan bersama menyeberangi jembatan itu tanpa ada halangan. Inilah gambaran Tuhan memegang tangan kita dan menuntun langkah kita. Tangan kita lemah, genggaman kita bisa terlepas.Tetapi tangan Tuhan kuat dan kokoh. Tangan itulah yang menopang kita agar tidak jatuh ke dalam dosa. Tangan itulah yang mempunyai kekuatan agar kita tidak berputus asa dalam kesulitan. Maka kita bernyanyi: “Peganglah tanganku, jangan lepaskan. Kaulah harapan dalam hidupku..” Penopang yang kokoh itu hadir dalam hidup kita, Dialah Roh Kudus. Amin

16. Marende BE No. 467: 1,2 “ASI NI ROHAM HUPUJI” P.Pelean
Asi ni rohaM hupuji ala Ho manobus au. Dipaias Ho rohangku, gabe soranganMu au. IngananMu rohanami, TondiMi manggohi I. Pangke dohot ngolunami gabe ulaulaMi. Sai ramoti ma rohangku, asa boi gohanMu au. Sai mabaor ma pasupasu, nang marhite sian au. IngananMu….

17. PENUTUP :
P : Jemaat yang dikasihi Tuhan, teguhkanlah hatimu, sebab Roh Allah yang menuntunmu kepada kesenangan. Karena itu, tetaplah berpengharapan yang hidup kepadaNya.Ingatlah, selama kita masih di dunia ini, kita pasti menghadapi kesusahan, penderitaan dan kesengsaraan. Tetapi kalau kita berpengharapan yang hidup kepada Allah dan kepada janjiNya, kita akan memenangkan segala perkara yang terjadi pada kita sampai akhir. Firman Tuhan berkata dalam Yesaya 63: 14 “seperti ternak yang turun ke dalam lembah. Roh TUHAN membawa mereka ke tempat perhentian.Demikianlah Engkau memimpin umat-Mu untuk membuat nama yang agung bagi-Mu.”
J : Terpujilah Tuhan Allah yang menuntun kita kepada kesenangan.
P : Janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki. Tetapi hiduplah oleh Roh denganberbuahkan : kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,kelemahlembutan, penguasaan diri. Sebab itulah yang dikehendaki Allah untuk kita lakukan untuk menghadirkan Kerajaan Allah di bumi ini.
J : (Mangendehon) BE No. 305: 3“ALE TONDINGKU HEHE MA”
Tatopot ulaonta be baen sangap di Tuhanta Sai hehe hita sasude paboa las rohanta Mamangke hagogoon i nilehon ni Tuhanta I Tu hita saluhutna.
P : Marilah kita berdoa untuk menyerahkan persembahan kita kepada Tuhan: Ya Allah Bapa kami yang di surga.Kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami masing-masing.Sebahagian dari pada karunia itu, kami serahkan kembali sebagai persembahan kepada Tuhan.Terimalah dan berkatilah persembahan umatMu ini, agar dapat kami pergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaan Tuhan di dunia ini. Bukalah hati kami untuk mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.
Marilah kita berdoa: Ya Tuhan Allah Bapa kami. Tidak ternilai besarnya anugerahMu kepada kami, karena Roh Kudus Engkau menganugerahkan kepada kami orang yang hina ini.PemberianMu melebihi dunia dengan segala isinya.Kami berterima kasih dan memuji namaMu karena kebesaran dan kemuliaan yang Engkau nyatakan kepada kami. Curahkanlah Roh kudus kepada jemaatMu, dan orang-orang percaya yang setia dan taat kepada Yesus Kristus Tuhan kami, agar kami diajar, dipimpin, diterangi dan dikuduskan serta dikuatkan untuk menghayati firmanMu.Ya Roh Kudus persatukanlah jemaat yang Engkau pilih agar saling menerima dan saling mengasihi selaku anggota tubuh Kristus yang kudus. Sinari dan terangilah hati kami agar kami mengenal segala dosa dan kesalahan kami, dan agar kami setiap hari disucikan dan diperbaharui serta layak bersekutu di dalam jemaatMu yang kudus dan Am. Tolonglah kami agar tetap menyadari bahwa kami telah diperdamaikan dengan Allah dengan penuh keyakinan kami dapat berseru : Bapa kami di dalam Tuhan Yesus Kristus. Limpahkanlah rupa-rupa karunia kepada jemaatMu agar semakin bertambah banyak pemberita Injil, pengajar, dan yang rela mengasihi sesamanya manusia. Terangi dan berkatilah persekutuan orang Kristen di gedung Gereja, di sekolah dan di rumahnya masing-masing agar mereka sadar akan persekutuan di surga kelak. Bangunkanlah orang yang tertidur dan berilah kekuatan kepada orang yang lemah.Sadarkanlah orang fasik dan tegar hati supaya mereka bertobat dan meninggalkan kejahatan mereka.Berilah hikmat kepada orang yang rendah hati dan hiburkanlah orang yang sengsara dan menderita agar mereka tidak dicemoohkan dunia ini. Lindungi dan tinggallah bersama orang yang teraniaya karena iman kepada Kristus agar mereka tidak kuatir akan bagaimana dan apa yang harus mereka katakan. Bimbinglah pemerintah, penguasa dan raja, agar mereka bertindak adil dan takut akan hari penghakimanMu kelak. Kuatkan iman kami agar kami selalu yakin bahwa segala dosa kami telah diampuni dan kami akan Engkau antar kepada hidup yang kekal. Teguhkanlah pengharapan yang hidup di hati kami agar kami yakin bahwa walaupun sesudah kulit tubuh ini sangat rusak, tanpa daging pun kami akan melihat yang membangkitkan kami kembali dalam Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin. Secara bersama mari kita ucapkan Doa Bapa Kami:
Sude: Bapa kami yang di sorga, dikuduskanlah namaMu datanglah kerajaanMu jadilah kehendakMu di bumi seperti di sorga.Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya. Dan ampunilah kami akan kesalahan kami seperti kami juga telah mengampuni orang yang bersalah kepada kami. Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkau punya Kerajaan dan Kekuasaan dan Kemuliaan sampai selama-lamanya, Amin.
P : Berkat !( Majelis / Parhalado ).
R : (Menyanyikan ) Amin, Amin, Amin.

LITURGI IBADAH PENTAKOSTA – II, 01 JUNI 2020

1. Bernyanyi BE. No. 108: 1-2 “Hata ni Jahowa”
Baen ma gabagaba dohot bungabunga, nang pelean I. Ai nuaeng ma jumpang ari parningotan, Pentakoste I. Haroro ni Tondi do, i ma Tondi Porbadia, masuk tu huria.
Jangkon ma Ibana, ai asi rohaNa ro tu hita on. Asa sondangonNa, tiur bahenonNa parrohaon tongtong. Jangkon ma Ibana da, asa dao sude arsakmu, Nang pardangolanmu.

2. Votum – Introitus – Doa
P : Di dalam nama Allah Bapa, Anak-Nya Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi.
K : Amin.
P : Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Allah kita. Karena Kasih-Nya yang besar, Dia berikan Roh-Nya bagi kita agar kita beroleh kekuatan menapaki langkah hidup kita
K : Aku mengucap syukur kepada Allah, karena Roh Allah tinggal dalamku. Hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorai karena Roh kudus tercurah bagiku.
P : Betapa berharganya Roh-Mu ya Allah, anak-anak manusia berlindung dalam naungan Roh-Mu. Sebab oleh Roh-Mu kami beroleh penghiburan dan kekuatan, dan oleh Roh-Mu kami dituntun ke kehidupan yang kekal. Haleluya.
K : (menyanyikan: HALELUYA-HALELUYA-HALELUYA)
P : Marilah kita berdoa ! Ya Tuhan Yesus! Kami berterimakasih kepada-Mu, karena Engkau memanggil kami masuk kedalam Gereja yang Engkau dirikan di dunia ini. Berilah Roh Kudus kedalam hati kami, supaya kami mengaku bahwa Engkaulah sumber hidup kami, dan supaya kami bertaut dengan Engkau melalui Iman yang benar itu, dan supaya kami dengan penuh sukacita memuliakan NamaMu, yang terpuji selama-lamanya, Amin.

3. Bernyanyi BE. 106: 5 “Ale Tuhan Amanami”
Patandahon ma tu ahu dosa na buni dope, Angka na paholang ahu sian Debata tahe. Asa topotanhu i tu Tuhanhu Jesus i, Jala au paluaonNa sian dosa saluhutna.

4. Hukum Taurat
P : Saudara-saudara yang terkasih! Marilah kita dengarkan Hukum Taurat Tuhan yang tertulis dalam konfessi HKBP tentang Roh Kudus pasal 1B.3. Tentang Allah Roh Kudus: Allah Roh Kudus adalah penyataan Allah melalui RohNya. Di dalam kepribadianNya, ketritunggalan Allah, Roh Kudus bekerja bersama Allah Bapa dan Allah Anak, dari sejak awal sampai selama-lamanya. Roh Allahlah yang memelihara, menuntun, bernubuat bagi semua manusia dan meneguhkan hokum keadilan yang ada di dunia ini.
K : Roh Kuduslah yang meneruskan pekerjaan Yesus Kristus di dunia ini, untuk memanggil, mengumpulkan, menyatukan orang percaya menjadi persekutuan, menggalakkan kesaksian, dan pelayanan, dan yang menguduskan Gereja melalui kabar baik.
P : Roh Kuduslah yang mengajarkan dunia ini tentang dosa, kebenaran dan hokum. Dialah yang memeteraikan keselamatan orang percaya, membuat orang bertobat, menerangi, membaharui kepribadian, menuntun manusia kepada kebenaran, mengajar manusia memuliakan Allah dan menyediakan senjata roh bagi orang percaya.
K : Dengan ajaran ini kita menolak segala bentuk kerasukan roh, apakah itu upaya penjagaan diri manusia secara sadar ataupun yang lahir dari ketidaksadaran.
P : Demikian juga ajaran yang mengatakan bahwa orang yang dipenuhi Roh tidak perlu bertobat. Kita juga menolak bahasa asing (glosalalia) yang tidak dapat dimengerti orang yang menjadi pemicu keributan dalam persekutuan orang percaya. Demikian Pengakuan Iman kita tentang Roh Kudus. Marilah kita memohon kekuatan untuk melakukan hukumNya.
S : Ya, Tuhan Allah kuatkanlah kami melakukan yang sesuai dengan HukumMu, Amin.

5. Bernyanyi BE. No. 177: 3-4 “Ndada tarhatahon”
Jesus do manaoni dosa sasude. Nunga digarari do utangta be. Nunga pola mate Tuhan Jesus i Paluahon hita sian dosa i.
O hamu pardosa sai tandai ma i. Lehon di Ibana rohamuna be. I do pangidoan ni Tuhanta i. Asa sai tong sonang bahenonNa i

6. Doa Permohonan dan janji Allah
P : Saudara-saudara! Dengan penuh penyesalan, marilah kita datang menghampiri Tuhan, untuk mengaku dosa-dosa kita dihadapanNya. Marilah kita sujud menyembah memohon belaskasihanNya dengan segala kerendahan hati. Nyatakanlah segala dosa-dosa dan pelanggaran-pelanggaran yang kita lakukan kepada Tuhan.
K : Ya, Tuhan kami yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Kini kami umatMu yang berdosa ini datang ke hadapanMu untuk mengaku dosa-dosa kami. Sungguh kami menyadari betapa seringnya kami menyimpang dari jalanMu yang benar itu. Kami sering melakukan perbuatan yang bertentangan dengan kehendakMu, baik melalui perkataan, tindakan dan cara-cara kami yang melukai sesama kami.
P : Kami sering melupakan persekutuan dengan Tuhan karena terlena dalam hawa nafsu kedagingan kami. Lihatlah kami anak-anakMu ini, yang sering mendukakan hati sesama, orang tua dan para pemimpin kami, terutama mendukakan hati Tuhan. Ya, Tuhan, kasihanilah kami, dan ampunilah kesalahan kami.
K : (menyanyikan BE.683: 1 “DiadopanMu Jesus, marsomba au huhut tungki. Lao manopoti dosangki di adopanMu Jesus”)
P : Dengarkanlah Janji Tuhan akan keampunan dosa-dosa kita: Demikian firman Tuhan: ”Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaanKu. Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, dan tidak ada Juruselamat selain daripadaKu” Kemuliaan bagi Allah di tempat yang Maha tinggi.
S : Amin.

7. Bernyanyi BE. No. 465: 1 “Pasupasu lehononMu”
Pasu pasu lehononMu, ido bagabagaMi. Songon angka udan nene sai tu au menetek i. Nang tu au, nang tu au. Patetekhon i tu au

8. EPISTEL
P : Firman Tuhan yang menjadi Epistel untuk kita pada hari ini Pentakosta ke II tertulis dalam Keluaran 35: 30- 35 Berkatalah Musa kepada orang Israel: “Lihatlah, TUHAN telah menunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda,
K : dan telah memenuhinya dengan Roh Allah, dengan keahlian, pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan,
P : yakni untuk membuat berbagai rancangan supaya dikerjakan dari emas, perak dan tembaga,
K : untuk mengasah batu permata supaya ditatah; untuk mengukir kayu dan untuk bekerja dalam segala macam pekerjaan yang dirancang itu.
P : Dan TUHAN menanam dalam hatinya, dan dalam hati Aholiab bin Ahisamakh dari suku Dan, kepandaian untuk mengajar.
K : Ia telah memenuhi mereka dengan keahlian, untuk membuat segala macam pekerjaan seorang tukang, pekerjaan seorang ahli, pekerjaan seorang yang membuat tenunan yang berwarna-warna dari kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus, dan pekerjaan seorang tukang tenun, yakni sebagai pelaksana segala macam pekerjaan dan perancang segala sesuatu.
P : Demikianlah Firman Tuhan, Berbahagialah orang yang mendengar Firman Tuhan serta memeliharanya di dalam hatinya.
S : Amin

9. Bernyanyi BE. 358: 1 “Hamu saluhut harajaon”
Hamu saluhut harajaon, marolopolop ma hamu. Endehon ma hamuliaon ni goar ni Debatamu. Tu Debata ma dok hamuna, na songkal do pambaenanMi; Ai musuMi pe saluhutna marsomba do di joloMi.

10. Pengakuan Iman Rasuli
P : Rap ma hita manghatindanghon haporseaonta i songon panghatindanghonon ni donganta sahaporseaon di sandok portibi on, rap ma hita mandok.
K : Ahu porsea …

11. Bernyanyi BE. No. 102: 1 “O Tondi Parbadia, bongoti”
Tondi Porbadia i bongoti rohanami be, Ro sipatiur roha. O sondang sain surgo i Sondangi rohanami be, tu halalas ni roha. Asa masa patupahon pinodahon ni hataMu, Sai tu hami ma rohaMu.

12. Doa Syafaat
13. Bernyanyi BE. 645: 1-2 “Roma Ho Parasiroha”
Ro ma Ho parasi roha sai pagirgir rohangkon Mangendehon denggan basa ni lehonMu di au on, Tiruonhu ma suruan mangendehon sangapMi, Pujionhu Ho Jahowa partanobatoanki.
Na malua do tondingku, ala hagogoonMi Pos rohangku boanonMu diringkon tu surgo i Jesus sai lului au, atik tung na lilu au. Na dihonghop Ho do au na mambaen mangolu au

14. KOTBAH
P : Firman Tuha yang menjadi Nas kotbah untuk kita pada ibadah Pentakosta ke II ini tertulis dalam 1 Korintus 2:1-5. Demikianlah pula, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu.
K : Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.
P : Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar.
K : Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh
P : supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.

HIDUP OLEH KUASA ROH
Jika kita melihat kitab Korintus pasal dua, Paulus kembali menekankan bahwa pemberitaan Injil yang dia lakukan bukan dengan kekuatannya, bukan dengan hikmat yang dia miliki, tetapi dengan kekuatan Allah. Mari kita perhatikan 1 Kor 2:1-5 yang berkata, “Demikianlah pula, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu. Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan. Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar. Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.” Dalam ayat 1 Paulus kembali menekankan bahwa ketika dia datang dan tinggal bersama-sama dengan jemaat yang ada di Korintus, dia tidak memberitakan Injil dengan kalimat-kalimat yang indah atau kata-kata yang muluk-muluk, tetapi dengan kata-kata yang sederhana, tetapi disertai dengan kuasa dari Roh Kudus. Hal itu Paulus tekankan kembali pada ayat 4, bahwa ucapan-ucapannya dalam pemberitaan Injil bukan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh. Kata “hikmat yang meyakinkan” dalam bahasa Yunani digunakan kata peithos yang artinya bujukan. Dalam pemberitaan Injil, Paulus tidak pernah membujuk orang untuk mempercayai Injil yang dia beritakan. Pemberitaan Injil bukanlah suatu bujukan, tetapi suatu deklarasi. Kita tidak perlu membujuk orang supaya mempercayai Injil. Kita tidak perlu membujuk orang supaya menjadi seorang Kristen. Yang perlu kita lakukan adalah mendeklarasikan Injil itu sendiri, dengan keyakinan bahwa Roh Kudus akan bekerja dalam diri setiap orang, supaya mereka percaya kepada Injil Yesus Kristus yang menyelamatkan. Sering orang bertanya kepada saya bagaimana cara melakukan penginjilan yang efektif.
Pada umumnya orang yang mengajukan pertanyaan itu adalah orang-orang yang belum pernah memberitakan Injil dengan alasan tidak tahu caranya. Memang ada banyak cara atau metode pemberitaan Injil, namun keefektifannya bukan tergantung pada metodenya, karena satu metode tidak bisa diterapkan pada segala situasi dan segala tempat. Keefektifan pemberitaan Injil bukan terletak pada metode, tetapi terletak pada ketergantungan kita pada kuasa Roh Kudus. Dan cara yang paling efektif untuk pemberitaan Injil adalah dengan memberitakan Injil itu sendiri. Tetapi banyak orang yang enggan memberitakan Injil dengan alasan tidak tahu metode yang paling tepat, yang menurut hemat saya, alasan yang sesungguhnya adalah tidak memiliki komitmen untuk pemberitaan Injil. dalam ayat 4 berkata, “My message and my preaching were not with wise and persuasive words, but with a demonstration of the Spirit’s power”. Pemberitaan Injil bukan bersandar pada hikmat manusia. Pemberitaan Injil juga bukan dengan kalimat yang indah atau bujukan, tetapi pemberitaan Injil harus bersandar pada kekuatan Roh Kudus, supaya Roh Kudus bekerja dalam diri setiap orang yang mendengar Injil itu sendiri. Jika pemberitaan Injil yang kita lakukan bersandar pada kekuatan Roh Kudus, maka Allah akan mendemonstrasikan kuasanya dalam pemberitaan Injil yang kita lakukan. Jika hal ini kita lakukan, maka setiap orang yang menerima Injil Kristus akan bersandar dan bergantung pada kekuatan Allah.
Paulus sendiri mengatakan dalam ayat 3 bahwa ketika dia berada ditengah-tengah orang Korintus, dia berada dalam kelemahan, dalam perasaan takut dan gentar. Saya percaya ada banyak hal yang membuat Paulus merasa lemah, takut dan gentar. Paulus merasa lemah, karena dia bukanlah orang yang fasih berbicara. Paulus merasa takut karena orang Korintus bisa saja menolak dia dan bahkan mengancam jiwanya. Namun dia tetap bertekad untuk memberitakan Injil, karena dia tahu dengan kuasa apa dia memberitakan Injil itu. Dia memberitakan Injil dengan bersandar pada kekuatan Roh Kudus. Apakah Anda pernah merasa tidak berdaya dalam memberitakan Injil? Apakah Anda pernah merasa takut untuk memberitakan Injil? Pauluspun pernah mengalami perasaan yang sama. Sayapun pernah mengalami perasaan yang sama. Dan jika Anda memiliki perasaan yang sama, pesan saya adalah supaya Anda mulai memberitakan Injil, dan Roh Kudus akan menolong Anda.
Mari kita kembali memperhatikan ayat 2 yang berkata, “Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.” Satu-satunya keinginan Paulus adalah bahwa Yesus Kristus nyata ditengah-tengah umat yang ada di Korintus. Paulus tidak memiliki keinginan yang lain, dan itulah sebabnya dia berkata, “Aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa.” Paulus tidak memiliki keinginan yang lain, selain melihat bahwa Yesus Kristus dikenal dandipercaya oleh penduduk kota Korintus. Itulah kerinduan dan keinginan Paulus satu-satunya dalam pelayanannya.
Tidak ada seorangpun yang telah diselamatkan, yang tidak menyampaikan kabar keselamatan itu kepada orang lain. Dengan kata lain, setiap orang Kristen pasti melakukan pemberitaan Injil. Tetapi apakah Anda memiliki keingingan seperti yang dimiliki Paulus? Apakah Anda memiliki keinginan yang kuat bahwa ditempat dimana Anda berada, disitu orang-orang akan mengenal Kristus? Apakah Anda memiliki keinginan yang kuat bahwa orang-orang disekitar Anda akan mengenal Kristus? Jika Anda memiliki keinginan yang seperti itu, maka Anda tidak akan pernah berhenti, sebelum melihat orang-orang disekitar Anda merasakan kasih Kristus. Anda tidak akan berhenti memberitakan kasih karunia dan keselamatan dari Yesus Kristus, sebelum orang-orang yang disekitar Anda menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya. Amin

17. Bernyanyi BE. 105: 1-2 “Ro ma Tondi Parbadia”
Ro ma Tondi Porbadia Debatangku situtu. Rohanami ma paria mangoloi hataM burju. Sai sondangi ma tongtong rohanami na holom.
Lehon ma di rohanami hapistaran na sintong. Asa tung huboto hami marparange di joloM. Sian haliluon pe sai palua hami be.

18. Doa Persembahan- Doa Bapa kami
P : Marilah kita menyerahkan persembahan kita kepada Tuhan kita berdoa. Ya Allah Bapa kami yang di surga. Kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami masing-masing. Sebahagian dari pada karunia itu, kami serahkan kembali sebagai persembahan kepadaTuhan. Terimalah dan berkatilah persembahan umatMu ini, agar dapat kami pergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaanTuhan di duniaini. Bukalah hati kami untuk mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dariTuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam namaYesus KristusTuhan kami. Amin. Secara bersama mari ber doa dalam Doa Bapa kami
K : Bapa kami yang di surga….

KESATUAN ORANG KRISTEN

Renungan Rabu, 27 Mei 2020

Agaknya Tuhan Yesus paham betul bagaimana kondisi para murid yang sedang bersamaNya. Sebagaimana kita ketahui, Tuhan Yesus memiliki 12 Murid. Mereka punya latarbelakang yang berbeda, sifat berbeda, keahlian berbeda, dan cara pandang yang berbeda pula. Peluang resistensi (pergesekan) antar murid terbuka lebar. Apabila kita membaca Injil Markus pasal 9-10 kita akan mengetahui, para murid pernah merasa lebih pintar dari yang lain dan merasa nomor satu, dan ini potensi terbesar munculnya perpecahan dan pudarnya kesatuan. Sebagaimana sudah dinyatakan di atas, sebagai Guru dari keduabelas muridNya, Tuhan Yesus paham betul dengan kondisi ini. Shaking pahamnya, Tuhan Yesus berdoa khusus kepada para muridNya, dalam Injil Yohanes ini lazim disebut Doa Imam Agung. Inti dari doa tersebut adalah “supaya mereka (orang percaya) menjadi satu”. Berbicara tentang kesatuan, jujur saja, ini masih harus kita perjuangkan bersama. Orang Kristen masih agak susah untuk bersatu. Masih ada kesatuan lain yang lebih diperhatikan, seperti marga atau adat. Melalui nas ini kita diingatkan bagaimana kita menjaga kesatuan sesama umat percaya. Sama-sama membangun Tubuh Kristus di dunia ini. Kita harus ingat bahwa kita bersaudara didalam Kristus. Sebagai saudara tentunya harus saling membangun, saling melindungi, saling memberi semangat, saling menolong, saling mendoakan dan saling bekerja sama. Kita harus fanatik dan bangga dengan Kristen itu sendiri, jangan sebaliknya mengaburkan identitas kekristenan kita, dan yang paling utama adalah menghidupi, menjaga dan memelihara nilai-nilai kekristenan dalam hidup sehari-hari. Dengan begitu doa syafaat Kristus tidak akan sia-sia. Bersatu Kristen Teguh, Bercerai Kristen Runtuh!

“Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.” (Yohanes 17:11)

KJ.249:1 ”Serikat Persaudaraan”
Serikat persaudaraan, berdirilah teguh! Sempurnakan persatuan di dalam Tuhanmu. Bersama-sama majulah, dikuatkan iman, Berdamai, bersejahtera, dengan pengasihan.

Doa
Ya Tuhan berikan kami hati yang terbuka dan bersatu dengan sesama umat percaya, karena dengan demikian namaMu semakin dipermuliakan. Amin

Selamat hari Rabu
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

TUHAN TIDAK MENINGGALKAN KITA IA AKAN MENJAWAB

Renungan Selasa, 26 Mei 2020

Beberapa hari kedepan, masa darurat bencana Covid 19 di negara kita akan berakhir. Sebagaimana kita ketahui masa darurat bencana ini berlangsung 91 hari (29 Februari 2020 s/d 29 Mei 2020). Kita belum tahu apakah masa darurat bencana ini akan dicabut atau diperpanjang. Namun dengan himbauan pemerintah yang meminta kita untuk berdamai dengan corona beserta himbauan lainnya, sepertinya kita akan memasuki satu fase yang diberi nama New Normal. Namun apapun yang menjadi keputusan pemerintah, kita yakin semuanya dilakukan demi kesehatan dan kesejahteraan kita. Dengan melihat kondisi virus corona masih ada dalam kehidupan di bumi ini, bisa saja kita beranggapan Tuhan tidak menjawab permohonan kita. Apa memang demikian? Hari ini nabi Yesaya kembali menyapa kita dengan perkataan TUHAN akan menjawab dan tidak akan meninggalkan kita. Perkataan ini sesungguhnya disampaikan kepada bangsa Yehuda yang sedang terbuang di Babel. Ketika itu dengan kondisi pahit getir kehidupan yang terjadi, mereka merasa sudah ditinggalkan TUHAN. Karenanya mereka membuat berhala untuk disembah. Yesaya mengingatkan mereka bahwa berhala yang dibuat tangan manusia itu tidak hidup, Allah itu hidup, dan Dia adalah Tuhan yang luar biasa. Dengan pernyataan nabi Yesaya ini kita diajak menjadi pribadi yang optimis. Walau corona belum lenyap dari bumi ini, bukan berarti TUHAN tak menjawab doa kita. Dia punya otoritas sendiri akan hidup kita.
Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan Tuhan dari jalan kita dan rancangan Tuhan dari rancangan kita (Yes.55:9). Dia punya takaran sendiri akan hidup kita. Dan satu yang pasti, walau wabah ini belum meninggalkan kita, Tuhan juga tidak akan pernah meninggalkan kita.

“Orang-orang sengsara dan orang-orang miskin sedang mencari air, tetapi tidak ada, lidah mereka kering kehausan; tetapi Aku, TUHAN, akan menjawab mereka, dan sebagai Allah orang Israel Aku tidak akan meninggalkan mereka.” (Yesaya 41:17)

BE.485:1 ”Dongani Au Tuhan”
Dongani au Tuhan sondangi rohangki/ Pangiring ni mataM patongon langkangki/ Sandok sude gogongku padohot pingkiranku/ Huboan peleanku mangula ulaonMu/ Ai i hinalomohonMi, urupi rohangki

Doa
Ya Tuhan, terima kasih buat sapaan firmanMu yang mengatakan bahwa Engkau tidak akan pernah meninggalkan kami. Mampukan kami menyadari itu agar kami hidup dalam pengharapan kepadaMu. Amin

Selamat hari Selasa
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

LITURGI MINGGU EXAUDI 24 MEI 2020

TOPIK: TUHAN MENDENGARKANSERUAN ORANG PERCAYA

I. PERSIAPAN:
1. Ibadah dipimpin oleh Kepala keluarga
2. Salah seorang dari anggota keluarga akan memimpin doa syafaat.
3. Kantong Persembahan disediakan

II. IBADAH
1. PEMBUKAAN:
P : Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, pada hari ini kita memasuki Minggu EXAUDI, artinya : Dengarlah TUHAN seruan yang kusampaikan (Mazmur 27 : 7). Melalui ibadah kita ini diajak untuk berseru kepada Allah sebab Dialah Allah yang mendengarkan seruan orang-orang yang percaya kepadaNya.
J : Dengarkanlah seruanku ya Allah dan kasihanilah aku
P : Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku keatas gunung batu. Maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuhku sekelilingaku; dalam kemah-Nya aku mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai; aku maumenyanyi dan bermazmur bagi TUHAN.
J : Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!
P : Saudara-saudaraku, marilah kita berseru kepada Allah memohon pengasihanNya, kita bernyanyi:

2. Marende BE No. 2 : 1, 3“NAENG PUJIONKU HO JAHOWA”
Naeng pujionku Ho Jahowa ai Ho do Debata na tutu I Sai suru Tondi Parbadia tu au asa hupuji goarMi Marhitehite Jesus AnakMi asa lomo rohaM di endengki
Asi rohaM ale Jahowa pamalo au mamuji goarMi Sai unang asal puas hata ingkon tutu dipuji rohangki Ho Ama, Anak dohot Tondi i doshon na jongjong au di joloMi

3. VOTUM – INTROITUS – DOA :
P : Di dalam Nama Allah Bapa, dan Nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus, dan Nama Roh Kudus yang menciptakan langit dan bumi. Amin .Dengarlah, Tuhan, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku! Hatiku mengikuti FirmanMu “Carilah WajahKu”, maka wajahMu kucari, ya Tuhan.Janganlah menyembunyikan wajahMu kepadaku. Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?Haleluya.
J : (Menyanyikan): Haleluya, Haleluya, Haleluya!
P : Marilah kita berdoa:Ya Tuhan Allah, Bapa kami yang di surga. Karuniakanlah RohMu yang Kudus dan berilah hikmat kebijaksanaan kepada JemaatMu, supaya FirmanMu yang kudus semakin nyata dan berkembang di dalam hidup kami. Jadikanlah hati hambaMu ini dengan penuh sukacita memberitakan Injil Keselamatan itu, agar JemaatMu semakin berkembang di dalam kekudusan. Kuatkanlah hati dan jiwa kami untuk tetap setia mengikut Engkau di dalam iman dan kepercayaan yang benar, oleh karena AnakMu Yesus Kristus, Tuhan kami. A m i n.

4. Marende BE No. 262 : 3“ JAHOWA TUHANHI”
Di na tarsosak au, padao ma pandelean Sitaonon na di au, urupi au mamorsan Pamonang au tongtong, palambok rohangki Parroha na holong, baen angka donganhi

5. HUKUM TAURAT TUHAN:
P : Hukum Tuhan yang ditetapkan untuk kita pada minggu Exaudi hari ini, tertulis dalam 1 Korintus 16 : 13“Berjagajagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki dan tetap kuat!
Marilah kita memohon kekuatan kepada Tuhan.
J : Ya Tuhan Allah, kuatkanlah kami untuk melakukan yang sesuai dengan hukumMu. Amin.

6. Marende BE No. 688 : 1 + 3 “ TUHAN ”
Tuhan jotjot do marsak donganhi ala na sala pambahenan hi Hatanghu langka nang parulanhi, jora ma au
Nuaeng na ro do au sumomba Ho, pasahat ngolungki Tuhan tu Ho Tuhan lehon ma roha na holong, urupi au

7. DOA PERMOHONAN DAN JANJI ALLAH:
P : Ya Tuhan Allah yang Mahakuasa! Engkaulah terang dan keselamatan kami. Engkaulah benteng kehidupan kami. Dengarlah, TUHAN, seruan yang kami sampaikan, kasihanilah kami dan jawablah kami! Janganlah menyembunyikan wajah-Mu terhadap kami, janganlah menolak kami dengan murka; Engkaulah pertolongan kami, janganlah membuang kami dan janganlah meninggalkan kami, ya Allah penyelamat kami! Kasihanilah kami karenaTuhanYesus Kristus Tuhan kami.
J : Ya Tuhan Allah yang Mahakuasa, dengarkanlah seruan yang kami sampaikan.
P : Ya Tuhan Allah yang Maha kuasa. Pada saat pandemi Covid-19 ini, banyak hal yang membuat kami takut sehingga mempengaruhi iman percaya kami. Kami takut dengan keadaan perekonomian yang kurang baik, kami takut kalau-kalau tertular penyakit, kami takut tidak dapat makan dan kami takut jangan-jangan semakin banyak penderitaan lain oleh karena pandemi Covid-19 ini. YaTuhan Allah yang Mahakasih, kiranya segeralah berlalu Pandemi Covid-19 ini dari bumi ini.Berikanlah kepada kami iman yang hidup sebab hanya Engkau yang kami yakini yang bias menyelamatkan kami dari penderitaan ini.Engkaulah yang kami harapkan menjawab seruan kami. Ya Tuhan Allah dengarkanlah kami dan kasihanilah kami.
J : Ya Tuhan Allah yang Mahakuasa, dengarkanlah seruan yang kami sampaikan.
P : Ya Tuhan Allah yang Maha kuasa. Padasaat kami menghadapipenderitaansaatini, lihatlah kami semuanya.Jangan biarkan kami jatuh kedalam kegelapan yang hanya mementingkan diri kami sendiri dan mengerjakan pekerjaan yang tidak Engkau kehendaki.Ya Tuhan, berikanlah pada kami hati yang suci dan baharuilah hati kamidan tuntunlah hanya kepada kehendakMu saja.
J : Ya Tuhan Allah yang Mahakuasa, dengarkanlah seruan yang kami sampaikan.
P : Ya Tuhan, Kiranya Engkau menyertai kami dalam pergumulan kami.Kini kami bersusah payah untuk mencari bekal hidup kami setiap hari, kuatkanlah kami, cukupkanlah bekal hidup kami. Kami percaya hanya Engkaulah sumber dari segala karunia yang melimpah, berilah karuniaMu kepada kami, supaya jangan ada seorangpun yang terancam kelaparan di dunia ini. Kami yakin dan percaya akan kuat kuasaMu, Tuhan akan selalu memelihara hidup kami seperti seluruh ciptaan lainnya yang juga Tuhan pelihara. Ya Tuhan, pulihkanlah kami kepada keindahan yang dahulu ketika Engkau menciptakan langit dan bumi.firman Mumengatakan: Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!
J : Ya Tuhan Allah yang Mahakuasa, dengarkanlah seruan kami dan ampunilah dosa kami.
P: Ya Tuhan Allah yang Maha kuasa dan Maha benar, Pengasih dan Penyayang. Bermurahhatilah Engkau ya Tuhan terhadap kami. Kiranya Tuhan berkenan mengampuni segala dosa dan kejahatan kami. Kiranya Tuhan mengampuni segala dosa dan kejahatan kami. Tiada yang lain yang dapat menjadi pelindung dan penyelamat bagi kami selain dari kasih sayang dan pembenaranMu yang tunggal. Karena itu karuniakanlah kami ketenangan dan penghiburan di dalam pengorbanan AnakMu, TuhanYesus Kristus Juruselamat kami. A m i n.
J : (Menyanyikan): BE No. 733: 1 “DULO MA AU ON O TUHAN ”
Dulo ma au on o Tuhan, bege anggukhon Ro do Ho tu angka dongan,topot nang au on Jesus Tuhan, bege anggukhon Ro do Ho tu angka dongan, topot nang au on.
P : Janji Allah akan keampunan dosa kita :Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat. Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumbah, akan menjadi putih seperti bulu domba.Kemuliaan bagi Allah di tempat yang Mahatinggi!
J : Amin.

8. Marende BE No. 701: 2 “TU HO DO AU MARPADAN ”
Baen ma panghilalaan di au o Tuhanhi Donok do Ho o Tuhan, mandopang musungki Ragam do pangunjunan di hasiangan on Ho partanobatoan di paraloanhon

9. E P I S T E L:
P : FirmanTuhan yang ditetapkan untuk kita di minggu EXAUDI hari ini, tertulis dalam Mazmur 27 : 7 – 14. “Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku!
J : Hatiku mengikuti firman-Mu: “Carilah wajah-Ku”; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN.
P : Janganlah menyembunyikan wajah-Mu kepadaku, janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka; Engkaulah pertolonganku, janganlah membuang aku dan janganlah meninggalkanaku, ya Allah penyelamatku!
J : Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkanku, namun TUHAN menyambutaku.
P : Tunjukkanlah jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, dan tuntunlah aku di jalan yang rata oleh sebab seteruku.
J : Janganlah menyerahkan aku kepada nafsu lawanku, sebab telah bangkit menyerang aku saksi-saksi dusta, dan orang-orang yang bernafaskan kelaliman.
P : Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN! Demikianlah isi Firman Tuhan. Berbahagialah orang yang mendengar Firman Tuhan, serta memeliharanya dalam hatinya. Amin

10. Marende BE No. 298: 2 “ DI LAMBUNGMI O JESUSHI ”
Di lambungMi o Jesushi, sumurut do na gaor I Ai guru dokMu do sude, galumbang nang alogo pe Lam sonang do nang rohangki, dung ho o Jesus Tuhanhi

11. PENGAKUAN IMAN PERCAYA:
P : Marilah kita bersama-sama mengaku iman kepercayaan kita,sebagaimana teman-teman seiman di seluruh dunia. Kita bersama-sama mengucapkannya :
S : Aku percaya…..

12. Marende BE No. 707 : 1 “HAGOGOON DOHOT APULAPUL”
Hagogoon dohot apulapul do dilehon Tuhan i tu au Ganup ari au di togutogu, ganup tingki di ondingi au Ai hombar tu lomo ni rohaNa do di lehon Tuhan i tu au Ro marsorin arsak lasniroha, haporseaonhu di patau

13. DOA SYAFAAT:
14. Marende BE No. 772 : 2 – 3 “TUHANHU DO PATURE DALANHI”
Tuhanhu do pature dalanhi. Tuhanhu do patiur langkangki Hulului do Tuhanhi, surut ma na holom i. Tuhanhu do patiur langkangki
Tuhanhu do pature dalanhi. Tuhanhu do patiur langkangki Hupasahat diringki tu tangan ni Tuhanhi. Tuhanhu do patiur langkangki

15. KHOTBAH : Matius 20 : 29–34
P: Dan ketika Yesus dan murid-murid-Nya keluar dari Yerikho, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.
J:  Ada dua orang buta yang duduk di pinggir jalan mendengar, bahwa Yesus lewat, lalu mereka berseru: “Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!”
P:Tetapi orang banyak itu menegor mereka supaya mereka diam. Namun mereka makin keras berseru, katanya: “Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!”
J: Lalu Yesus berhenti dan memanggil mereka. Ia berkata: “Apa yang kamu kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?”
P: Jawab mereka: “Tuhan, supaya mata kami dapat melihat.”
J: Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia menjamah mata mereka dan seketika itu juga mereka melihat lalu mengikuti Dia.Demikian firman Tuhan,Saya akan membacakan keterangan kepada kita……

“TUHAN MENDENGARKAN SERUAN ORANG PERCAYA”

Perikop Matius 20: 29-34 menceritakan mujizat penyembuhan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus kepada dua orang buta. Lembaga Alkitan Indonesia memberi judul pada perikop ini adalah “Yesus Menyembuhkan Dua Orang Buta.” Peristiwa ini sangat jelas menunjukkan, bahwa mujizat penyembuhan itu terjadi karena adanya belas kasihan Tuhan Yesus kepada kedua orang buta tersebut. Dari perikop ini kita dapat belajar dari sikap kedua orang buta ini, yang akhirnya dapat menarik perhatian dan belas kasihan Tuhan Yesus, yaitu: Pertama: Berseru kepada Tuhan Yesus Ketika kedua orang buta itu mengetahui bahwa Yesus lewat di jalan itu, maka yang mereka lakukan adalah mereka berseru “Tuhan Anak Daud, kasihanilah kami”. Lewat seruan kedua orang buta ini mereka berisi “pengakuan mereka akan Kristus”.Tuhan anak Daud menunjuk kepada Sang Mesias, sang Raja yang diurapi yang telah dinubuatkan dari sejak Perjanjian Lama. Selain itu seruan kedua orang buta ini mengandung permohonan yang ditandai dengan kata “kasihanilah kami” berilah kemurahan, berilah belas kasihan. Kedua orang buta ini menyadari bahwa mereka membutuhkan belas kasihan Tuhan dalam persoalan yang mereka sedang hadapi. Saat kita sedang menghadapi persoalan, pergumulan, bahkan saat membuat rencana dalam kehidupan kita,terlebih dalam menghadapi wabah covid 19 yang saat ini sangat kita takuti mari datang pada Tuhan, memohon belas kasihanNya.
Kedua: Tidak menyerah meskipun ada tantangan Ketika kedua orang buta itu berseru kepada Tuhan untuk mendapat pertolongan, orang yang disekitarnya bukan menolongnya tetapi orang yang ada disekitarnya malah menegor dan menyuruhnya diam. Kata menegor dalam terjemahan bahasa aslidapat diterjemahkan dengan secara tegas dilarang atau dimarahi, orang banyak memarahi mereka, menyuruh mereka untuk diam. Orang banyak menegor, melarang mereka untuk berseru. Tetapi yang kedua orang buta itu lakukan adalah semakin keras berseru. Dengan suara yang lebih keras mereka berseru kepada Yesus. Kedua orang buta itu tidak menyerah dengan situasi yang terjadi. Situasi yang terjadi tidak mampu membendung pengharapan dan kerinduan mereka untuk mendapat belas kasihan Tuhan Yesus. Saat mengahadapi situasi yang tidak baik, yang tidak kita harap, bahkan keadaan yang melemahkan iman pengharapan kita. Jangan pernah menyerah pada keadaan tersebut. Tetapi teruslah berseru, berharap pada Tuhan Yesus. Karena setiap kesulitan yang terjadi akan membuat kita lebih kuat berharap kepadaNya.

16. Marende BE No. 758: 1+3“JAHOWA PANGURUPI”
Jahowa pangurupi di si ulaonmi, dilehon pos ni roha di ganup tingki I Nang pe sipata ganggu haporseaonmi, jamot tongtong Tuhanmu manjaga ngolumi
Jahowa pandongani di na porsea i, Ibana patuduhon nang sidalananmi Asa marolopolop ho di ujungna i, Ibana do donganmu nuaeng nang sogot i.

17. PENUTUP :
P : Kita telah mendengarkan firman Tuhan melalui khotbah hari ini: Tuhan mendengarkan seruan orang percaya kepadaNya, seperti kepada dua orang buta yang duduk di pinggir jalan berseru: “Tuhan, AnakDaud, kasihanilah kami!” Marilah mengucapkan syukur bagi Tuhan Allah kita di dalam nama Yesus Kristus, sebab Dia mendengar seruan orang-orang percaya kepadaNya, memberikan kasih karunia kepada yang memohon padaNya.
J : Syukur bagi Allah atas pengasihanNya dan jadilah kehendakMu bagi kami.
P : Tuhan berjanji akan mendengar seruan yang kita sampaikan kepadaNya. Karena itu marilah mencari wajah Tuhan. Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan. Ketika kita sedang menghadapi penderitaan sekarang ini karena pandemi Covid-19, selalulah berseru dan memohon kepada Tuhan : Ya Yesus Anak Daud, kasihanilah kami. Ingatlah, Tuhan tidak akan membiarkan engkau terus di dalam penderitaan tetapi Tuhan akan mengakhirinya oleh karena pengasihanNya.
J : (Mangendehon) BE No. 207 : 4 “ SAI TIOP MA TANGANHU ”
Di lambung patMu Tuhan, di joloMon, sai loas maradian siseanMon Pitpit hubaen matangku maniop Ho, ai sonang do rohangku mardongan Ho
P : Marilah kita berdoa untuk menyerahkan persembahan kita kepada Tuhan:
Ya Allah Bapa kami yang di surga.Kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami masing-masing. Sebahagian daripada karunia itu, kami serahkan kembali sebagai persembahan kepadaTuhan.Terimalah dan berkatilah persembahan umatMu ini, agar dapat kami pergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaan Tuhan di dunia ini.Bukalah hati kami untuk mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.secara bersama kita ucapkan doa Bapa kami, Bapa kami yang di sorga, dikuduskanlahnamaMu………….
P : Berkat !( Majelis / Parhalado ).
R : (Menyanyikan ) Amin, Amin, Amin.

Penyusun: Bvr.Relita Simangunsong

LITURGI PARTANGIANGAN KELUARGA, RABU 20 MEI 2020

1. Bernyanyi BE. 18:1-2 “Ungkap Bahal na Umuli”
Ungkap bahal na umuli bagas ni Debatangki Ai tu si do au naeng muli ganup jumpang minggu I Hulului do disi bohi ni Debatangki
Nunga ro au o Tuhanhu, ro ma Ho tu au muse Ai di bagas ingananMu las ni roha do sude Sai bongoti rohangkon, baen ma joroMi dison

2. Votum – Introitus – Doa
P – Di dalam nama Allah Bapa, Anak-Nya Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumu.
K – Amin.
P – Dengarlah, Tuhan, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku !
K- Hatiku mengikuti FirmanMu “Carilah wajahKu”, maka wajahMu kucari, ya Tuhan.
P – Janganlah menyembunyikan wajahMu kepadaku.
K – Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut ?
P – Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar ? Mari kita berdoa : Ya Tuhan Allah Bapa kami di surga, kasihMu adalah kekal selama-lamanya. Kami mengucapkan terima kasih kepadamu karena Engkau memelihara kami dari dahulu sampai sekarang. Ajarlah kami untuk tetap berpegang kepada kasih setiaMu, supaya kami tahu mengucap syukur atas segala berkat yang Engkau berikan kepada kami. Ajarlah kami supaya tidak menggantungkan pengharapan kami kepada hal-hal yang duniawi, melainkan bergantung sepenuhnya kepadaMu, karena kami tahu Engkaulah penolong dan penghibur yang sejati bagi kami. Terpujilah Engkau di dalam nama AnakMu Yesus Kristus Tuhan dan Jurus’lamat kami. Amin.

3. Bernyanyi BE. 210: 4 “O Tuhan Na Marasiroha”
Mauliate ma rohangku, dibaen na pinarbagaMi. Dang olo asi ni rohaMu mansohot salelengna i. I pe mauliate ma au on di Ho o Debata.

4. Renungan
P – Marilah kita mendengarkan firman Tuhan yang menjadi Renungan untuk kita dalam acara partangiangan malam hari ini tertulis dalam Mazmur 27: 7- 14. Kita baca secara Responsoria. Dengarlah, Tuhan, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku!
K – Hatiku mengikuti firman-Mu Carilah wajah-Ku maka wajah-Mu kucari, ya Tuhan.
P – Janganlah menyembunyikan wajah-Mu kepadaku, janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka Engkaulah pertolonganku, janganlah membuang aku dan janganlah meninggalkan aku, ya Allah penyelamatku!
K – Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun Tuhan menyambut aku.
Tunjukkanlah jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan, dan tuntunlah aku di jalan yang rata oleh sebab seteruku.
P – Janganlah menyerahkan aku kepada nafsu lawanku, sebab telah bangkit menyerang aku saksi-saksi dusta, dan orang-orang yang bernafaskan kelaliman.
K – Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup!
P – Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan! Saat ini marilah kita merdengarkan penjelasan Nas

Tuhan mendengar seruan orang percaya
Semua manusia pasti pernah mengalami masa sulit dalam hidup. Namun tiap orang pasti memiliki respon yang berbeda-beda pula. Ada yang berusaha untuk mengatasi masalahnya, ada yang pasrah, ada juga yang putus asa, tapi ada yang meresponinya dengan tetap berharap kepada Tuhan. Mazmur ini, ditulis oleh raja Daud saat sedang mengalami masa sulit yang luar biasa. Di tengah himpitan masalah yang dihadapinya, Daud berkata, “Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut?” (ay. 1). Dengan iman percaya yang teguh kepada Tuhan, Daud bahkan kemudian berkata, “Aku yakin akan mengalami kebaikan Tuhan dalam hidupku di dunia ini”. Bagaimana sikap kita sebagai orang percaya dalam menghadapi masalah? Apakah kita akan pesimis melihat besarnya masalah dan menyerah kalah sebelum melihat kebaikan Tuhan? Mari kita belajar bersama dari apa yang dilakukan oleh raja Daud, yaitu tetap percaya bahwa Tuhan pasti akan menunjukkan kebaikan-Nya sesulit apa pun masalah yang sedang dia hadapi. Mata jasmani kita boleh saja melihat kemustahilan. Hasil pemeriksaan kesehatan mungkin berkata tidak ada lagi harapan, kondisi keuangan begitu sulit, usaha diambang kebangkrutan atau rumah tangga yang sudah porak poranda dan seakan tidak akan dapat dipertahankan lagi. Terlebih kondisi Negara ini saat ini yang dilanda Wabah Covid 19 yang belum juga ada tanda-tanda berakhirnya. Tidak peduli seberapa pun buruk keadaan yang sedang kita alami, tetaplah yakin dan percaya bahwa kita akan melihat kebaikan dan mujizat Tuhan terjadi di dalam hidup kita. Dia adalah Allah yang Maha Kuasa, Maha Tahu, Pencipta alam semesta, dan Dia memegang kita di telapak tangan-Nya. Tidak ada yang terlalu sulit bagi-Nya.Tetaplah optimis dan tetap fokus pada kebaikan-Nya. Berlakulah setia dan hiduplah di dalam kebenaran-Nya. Ijinkan damai sejahtera dari Roh Kudus menetap di hati dan pikiran kita. Datang dan mendekatlah kepada-Nya dalam doa dan renungkan Firman Allah siang dan malam. Percayalah bahwa pertolongan Tuhan pasti turun atas hidup kita. Allah mengabulkan semua permintaan kita jika kita menuruti kehendak-Nya. Namun, Dia tidak selalu memenuhinya secepat yang kita harapkan. Tuhan tidak pernah tergesa-gesa. Kita harus belajar menunggu-Nya, dan menyadari bahwa jawaban yang kita cari belum saatnya muncul. Atau mungkin saja kita belum berserah sepenuhnya pada kehendak-Nya. Oleh sebab itu, jawaban bagi banyak doa kita adalah “tunggu sebentar”. Jika kita tak dapat menerima hal ini dan tetap memaksa mendahului Allah, kita mungkin akan menemui kesukaran. Kita harus mempercayai-Nya dan yakin bahwa Allah adalah yang terbaik. Menunggu kehendak Allah bukanlah suatu penantian yang muram atau kekhawatiran yang penuh keresahan. Penantian ini merupakan kesabaran yang penuh sukacita, penantian yang terus maju ke depan dengan penuh keyakinan bahwa Allah akan menjawab doa-doa kita sesuai dengan waktu-Nya.
Seorang rohaniwan menulis: Belum terjawab? Jangan berkata tak terkabul; Mungkin bagianmu belum engkau kerjakan sepenuhnya; Kerja baru dimulai saat doamu yang pertama diucapkan. Dan Allah akan menyelesaikan apa yang sudah Dia mulai. Meskipun bertahun-tahun telah lewat, jangan putus asa; Kemuliaan-Nya akan kaulihat, suatu ketika, di suatu tempat. Amin

5. Bernyanyi BE. 183: 1+ 3 “Na jumpang au na asi roha”
Na jumpang au na asi roha di au naung mago i hian Tuhan Jesus parasi roha di au na lilu na hinan Nuaeng hutanda Tuhanhi, parasi roha bolon i, parasi roha bolon i
On pe holan asi ni roha sipangasahononhon I. Si pujionhu do Jahowa dung ro napamanathon I Unduk huhut las rohangki mamuji asi roha i, mamuji asi roha i.

6. Doa Syafaat
7. Bernyanyi BE. 806: 1-2 “Aha pe Masa di ngolumon” Persembahan
Aha pe masa di ngolumon, Tuhan manjaga ho holongNa do mangondihon ho, Tuhan manjaga ho Tuhan manjaga ho, las pe roham,marsak pe ho sai di ramoti ho,Tuhan manjaga ho
Sai disarihon do ngolumi, Tuhan manjaga ho Sai ditangihon tangiangmi, Tuhan manjaga ho Tuhan manjaga ho,las pe roham marsak pe ho sai di ramoti ho,Tuhan majaga ho

8. Doa Persembahan – Doa Bapa kami
P – Marilah kita menyerahkan persembahan kita kepada Tuhan kita berdoa. Ya Allah Bapa kami yang di surga. Kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami masing-masing. Sebahagian dari pada karunia itu, kami serahkan kembali sebagai persembahan kepadaTuhan. Terimalah dan berkatilah persembahan umatMu ini, agar dapat kami pergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaanTuhan di duniaini. Bukalah hati kami untuk mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dariTuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam namaYesus KristusTuhan kami. Amin. Secara bersama mari ber doa dalam Doa Bapa kami
K – Bapa kami yang di surga….

Penyusun: Bvr.Lambok Parapat