ACARA IBADAH KELUARGA QUOSIMODOGENITI, 19 APRIL 2020

1. Bernyanyi BE.17: 1-2 “Raja na tumimbul”
Raja na tumimbul Sigomgomi hami Jalo ma pujiannami/ Denggan ni basaM do Pangoluhon hami Atik pe mardosa hami Sai apoi pargogoi hami mangendehon SangapMi o Tuhan
Sai dipuji langit Jadi jadianMu Saluhut pambahenanMu Parsinondang bolon Na marpamongguri Ho o Tuhan do dipuji Bulan i Bintang pe Ho do pinujina Dohot sinondangna

2. Votum – Introitus – Doa (P: Pemimpin; K: Keluarga, S: Semua)
P– Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehNya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, jika kamu telah benar-benar maengecap kebaikan Tuhan. Haleluya.
K– (Menyanyikan) Haleluya… Haleluya… Haleluya…
P– Kita berdoa: Ya Tuhan Allah kami yang Maha pengasih firmanMu mengatakan bahwa kami menderita dan mati bersama-sama dengan anakMu Yesus Kristus Tuhan kami, supaya kami bersama-sama dengan Dia didalam kemuliaan. Ajarlah kami menuruti kehendakMu, teguh dalam iman serta penuh pengharapan akan kebangkitan dan kemuliaan yang kelak Tuhan berikan kepada orang yang percaya kepadaMu.
S– A m i n

3. Bernyanyi BE.27:2-3 “Haleluya Ari Minggu”
Maradian do tondingku, di na jumpang minggu i, Nasa arsak ni rohangku, Hulononghon do disi Tubagasan roha ni, Jesus Kristus, Tuhanki Na huula ganup ari hutundalhon do disi Asa tarpasarisari au ngolu ni tondingki Arta na umarga i jumpang au di Minggu i

4. Pembacaan Hukum Taurat
P- Pembacaan Hukum Taurat Tuhan tertulis pada Titah ke-IV dan maksudnya. Ingat dan sucikanlah hari yang dikuduskan itu. Lakukanlah segala pekerjaanmu di dalam enam hari; tetapi pada hari yang ketujuh ialah Sabat bagi Tuhan Allahmu. Engkau tidak boleh bekerja pada hari itu, juga anakmu laki-laki atau perempuan, pembantumu laki-laki atau perempuan, ternakmu atau orang lain yang berada di tempat kediamanmu. Sebab Allah menciptakan langit dan bumi dan segala isinya di dalam enam hari. Dan Ia berhenti pada hari yang ketujuh. Itulah sebabnya Tuhan memberkati hari sabat dan menguduskannya.
K– Maksudnya adalah : Kita harus takut serta kasih kepada Allah, sebab itu janganmenganggap rendah akan ajaran dan Firman Allah;hendaklah kita menganggap itukudus, dan hendaklah kita tekun mendengar dan mempelajarinya dengan gembira.
P– Demikianlah hukum Tuhan, marilah kita bersama-sama meminta kekuatan kepada Tuhan untuk melakukan hukumNya.
S– Ya,Tuhan Allah kuatkanlah kami melakukan yang sesuai dengan hukumMu. Amin

5. Bernyanyi BE.681: 1-2 “Ale Amang Asi rohaM”
Ale Amang asi rohaM di au pardosa on. Unduk do rohangkon nuaeng marsomba di joloM. Unang jujur, unang jujur angka dosangki Sai salpuhon, sai salpuhon sian rohaMi
Amang sai pargogoi ma au di hasiangan on TondiM pasaor tu tondingkon pamalum rohangkon Sai usehon, sai usehon TondiMi tu au Asa monang maralohon parungkilon au

6. Pengakuan Dosa
P– Ya Tuhan kami yang Mahakasih dan Mahakudus, Bapa kami didalam Yesus Kristus! Setiap kali kami datang kehadapanMu, kami merasa bahwa KasihMu sangat kami butuhkan.
K– Karena itu kami datang merendahkan diri hari ini kepadaMu dan mengaku bahwa kami sering seperti domba yang sesat menyimpang dari jalan yang benar, janganlah Engkau mengucilkan kami dari hadapanMu oleh karena dosa dan pelanggaran kami, karena Engkau tidak menginginkan kematian orang fasik, melainkan Engkau menginginkan pertobatannya agar dia selamat.
P– Ampunilah segala kesalahan dan pelanggaran kami dengan perantara penghulu kami yang tunggal itu, AnakMu Tuhan Yesus Kristus. Tetapkanlah anugerahMu bagi kami dengan perantaraan kesaksian dan kuasa Roh kudus, supaya kami terhibur dan datang memanggil Engkau, dan agar segala perbuatan dan kelakuan serta pikiran kami menjadi kemuliaan bagi namaMu yang kudus itu.
K- (Menyanyikan BE.171:2 “ Tandai ma au”)
• Asi ma rohaM, taringot tu pangalahongku Olo tutu, jotjot do na lilu dalanku Sesa dosangku sude Debata
P– Janji Tuhan tentang pengampunan dosa kita sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setiaKu tidak akan beranjak dari padamu, dan perjanjian damaiKu tidak akan bergoyang, firman Tuhan yang mengasihani Engkau. Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi!
S– Amin.

7. Bernyanyi BE.178:1-2 “ Ro ma tu Jesus”
Ro ma tu Jesus ro ma tibu, bege hataNa janghon burju Na ro do Jesus pangolu ho asal porsea ho Mansai las rohanta i muse, molo ias sian dosa pe Sai ro ma hita tu surgo i, laos sonang ma disi
Ro ma tu Jesus undukkon ma PambahenanMu na so tama Naeng sesaonNa do dosaMi Dibaen mudarNa i Mansai las rohanta i muse Molo ias sian dosa pe Sai ro ma hita tu surgo i Laos sonang ma disi

8. Membaca Epistel
P– Marilah kita mendengarkan Firman Tuhan Epistel pada hari minggu ini tertulis dalam 1 Petrus 2:1-5 Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah.
K– Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani , supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,
P– Jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan.
K– Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormati di hadirat Allah.
P– Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah. Demikian Firman Tuhan, berbahagialah orang yang mendengar firman Allah serta memeliharanya dalam hatinya.
S– Amin

9. Bernyanyi BE.467:1-2 “Asi ni rohaM hupuji”
Asi ni rohaM hupuji, ala Ho manobus au. Dipaias Ho rohangku, gabe soranganMu au ingananMu rohanami, TondiMi manggohi i pangke dohot ngolu nami gabe ula-ulaMi
Sai ramoti ma rohangku, asa boi gohanMu au. Sai mabaor ma pasupasu, nang marhite sian au. ingananMu rohanami, TondiMi manggohi i pangke dohot ngolu nami gabe ula-ulaMi

10. Doa Syafaat
(1)kesehatan diberikan Tuhan kepada seluruh warga Jemaat dimana pun berada, (2) wabah Covid 19 supaya secepatnya berakhir dan para keluarga korban di beri Tuhan kekuatan dan ketabahan, (3) seluruh Tim medis di berkati Tuhan supaya lebih cepat menangani wabah Covid 19 dan menemukan Vaksin untuk pencegahan Covid 19.

11. Bernyanyi BE. 697: 1 “Molo Ho do huihuthon”
Molo Ho do huihuthon dame sonang rohangki, sai horas jala martua nasa nahinonghopMi. Ho tontong ihuthononhu Jesus na palua au Ho sambing do oloanhu, alani martua au

12. Khotbah
P– Firman Allah yang menjadi Renungan bagi kita pada ibadah saat ini tertulis dalam kitab MAZMUR 42:1-6. Mari kita membacanya secara responsorium. “Untuk pemimpin biduan. Nyanyian pengajaran bani Korah”
K– Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.
P– Jiwaku haus kepada Allah kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?
K– Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: “Di mana Allahmu?
P– Inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah-gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan.
K– Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!
P– Demikianlah Firman Tuhan, saat ini mari dengarkan yang menjadi keterangan atas nas yang sudah kit abaca tadi …

JIWAKU HAUS KEPADA ALLAH
Saudara/i terkasih,
Mazmur 42 ditulis dengan maksud mengangkat keluar sebuah kondisi atau keadaan sulit yang dialami si pemazmur. Dia sedang mengalami banyak masalah dan beruntun serta bertubi-tubi sehingga menjadi tekanan berat dalam jiwanya dan sangat menggelisahkan dirinya. Hal ini dapat kita lihat dari ayat 6 dan ayat 12 dimana dia berseru: “Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku dan gelisah di dalam diriku ? Bagi kita yang pernah mengalami seperti pemazmur, tahu persis kondisi ini. Tekanan hidup yang berat dan masalah yang datang bertubi-tubi, seringkali membuat emosi kita terpengaruh, hati kita gelisah dan jiwa merasa sangat tertekan. Acapkali emosi itu muncul untuk alasan yang salah dan disalurkan dengan cara yang salah pula, sehingga berdampak buruk pada diri sendiri dan orang lain. Ketika kita pernah merasakan hal seperti ini juga tahu persis apa yang kita inginkan dan rindukan. Pemazmur dalam nas saat ini, karena kegundahannya tidak bisa tidak menunjukkan kerinduannya untuk melihat keberadaan Allah. Dia mengekspresikan kekecewaan karena dia merasa Allah tampak jauh, tetapi ia berharap adanya pemulihan hubungan mereka yang semula dekat. “Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup.” Mengapa itu yg dirindukan Pemazmur? Sebab betapa pun berat beban yang dipikulnya, betapa pun dahsyat kesesakan yang dihadapinya, dia tetap meyakini bahwa TUHAN lah satu-satunya penolong sejati, Allah yang hidup, yang kepadaNya dia dapat menaruh harapannya.

Saudara/i terkasih,
Kehidupan kita, sesungguhnya tidak jauh beda dengan Pemazmur ini. Kesulitan dan kesukaran menjadi bagian dari hidup kita terlebih di tengah merebaknya wabah Corona Virus 19. Wabah ini berdampak bukan saja pada kesehatan jasmani saja tetapi psikis atau kejiwaan. Hidup kita tertekan karena dampak ekonomi yang meluas. Penghasilan yang jauh berkurang sehingga daya beli otomatis juga berkurang. Lembaga keuangan dunia sendiri telah membuat sebuah kajian bahwa wabah ini telah menekan pertumbuhan ekonomi dunia menjadi minus 3% dan ini adalah tanda-tanda resesi (kemerosotan) ekonomi dimana lapangan kerja, investasi dan keuntungan usaha jauh berkurang. Di sisi lain dampak yang perlu kita waspadai adalah, meningkatnya tindak pencurian dengan alasan memenuhi kebutuhan hidup dan pengambilan paksa hak milik di jalan (begal) karena kondisi jalanan yang sepi. Hal-hal tersebut bisa saja membuat kita takut dan kuatir dan gundah. Namun, haruskah demikian? TIDAK! Kondisi saat ini sesungguhnya hendak melatih diri kita untuk mempercayakan hidup kita sepenuhnya kepada Tuhan dan menyerahkan semua beban kepadaNya. TUHAN adalah gunung batu perlindungan kita dan penolong kita yang setia. Selain mempercayakan hidup kita kepada Tuhan, kita juga harus bersikap tenang, seperti yang dikatakan Daud kepada jiwanya, “Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab Tuhan telah berbuat baik kepadamu.”(Mzm.116:7). Pemazmur juga menguatkan kita, “Percayalah di dalam TUHAN dan lakukan yang baik; Tinggallah di negeri dan peliharalah kesetiaanmu”(Mzm.37:3). Rasul Petrus juga mengingatkan untuk berjuang di tengah semua hal yang buruk. Entah penganiayaan atau pandemi, kita bisa memercayai Tuhan, karena mengetahui, “Lebih baik menderita karena berbuat baik, jika itu memang kehendak Allah, daripada menderita karena berbuat jahat” (1Ptr.3:17). Kuatir adalah hal yang umum bagi manusia. Akan tetapi, Allah telah memanggil kita untuk menghadapi permasalahan dan ancaman dengan keberanian, dengan bersandar kepada Dia dan menyikapi masalah dengan cara pandang yang positif. Selamat Minggu Quosimodogeniti. Amin.

13. Bernyanyi BE.183: 1-3 “Na jumpang au na asi roha” (Persembahan)
Na jumpang au na asi roha di au naung mago i hian Tuhan Jesus parasi roha di au na lilu na hinan Nuaeng hutanda Tuhanhi parasi bolon i, parasi roha
On pe holan asi ni roha, sipangasahononhon i. Sipujionhu do Jahowa, dung ro na pamanathon i. Unduk huhut las rohangki, mamuji asi roha i, mamuji asi roha i.

14. Doa Persembahan – Doa Bapa Kami
P– Marilah kita berdoa untuk menyerahkan persembahan kita kepada Tuhan. Ya Allah, Bapa kami yang di surga, kami mengaku bahwa Tuhan adalah Sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami masing-masing. Sebagian dari pada karunia itu, kami serahkan kembali sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah persembahan umatMu ini, agar dapat kami pergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan Kerajaan Tuhan di dunia ini. Bukalah hati kami untuk mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin. Secara bersama marilah kita berdoa dalam doa Bapa kami
K– Bapa kami yang di sorga,…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *