IBADAH JUMAT AGUNG KELUARGA 10 APRIL 2020

I. Persiapan
Sebelum Ibadah harap disiapkan terlebih dahulu Alkitab dan Buku Ende; di tentukan siapa yang memimpin ibadah; Nyanyian dan tempat persembahan.

II. Ibadah
1. Bernyanyi BE.412: 1-2 “Ndi di Dolok Adui”
Ndi di dolok adui/ Silang ni Tuhan i/ Sap mudar, sap tijur do i/ Jesus mate disi, Asa malum dibaen/ Sude angka gondok roha i, Dibaen i, tung holong rohangki, Mida silang di Golgata i, Hupasolhot diringku tusi, dompak Surgo pardalananki
♫ Dileai jolma i/ Silang ni Tuhan i/ Hape haluaon do i, Nang godang dosangki, Alai sesa do i/ Dibahen mudar na durus disi, Dibahen i, tung holong rohangki, Mida silang di Golgata I Hupasolhot diringku tusi, Dompak Surgo pardalananki

2. Votum – Introitus – Doa (P: Pemimpin; K: Keluarga; S: Semua)
P- Di dalam Nama Allah Bapa, dan Nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus, dan Nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi
KAmin
P– Sebab Imam Besar yang demikianlah yang kita perlukan: yaitu yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang yang berdosa dan lebih tinggi dari pada tingkat-tingkat surga
Kyang tidak seperti imam-imam besar lainnya, yang setiap hari harus mempersembahkan korban untuk dosanya sendiri dan sesudah itu barulah untuk dosa umatnya
P– sebab hal itu telah dilakukanNya satu kali untuk selamalamanya, ketika Ia mempersembahkan diriNya sendiri sebagai korban. Haleluya!
S– Haleluya, Haleluya, Haleluya!
P– Marilah kita berdoa: Ya Bapa dan Allah kami yang Mahapengasih seluruh Umat manusia. Engkau telah mengaruniakan AnakMu Tuhan Yesus Kristus Tuhan Kami menderita sengsara yang mati di kayu salib, supaya kami selamat dari kuasa iblis. Ajarlah kami mengenal segala penderitaan AnakMu, agar kami beroleh berkat pengampunan dosa dan keselamatan dari kematian yang kedua kalinya, sehingga kami memperoleh hidup yang kekal, di dalam AnakMu Tuhan Jesus Kristus Tuhan dan Juruselamat kami. Amin

3. Bernyanyi BE.449:1-2 “Sai Solhot tu SilangMi”
Sai solhot tu silangMi, Jesus ingananku./ Mual na mabaor disi, i ma inumonku/ SilangMi, Tuhanki i ma pujionku, Paima sogot sahat au, I endehononku,
♫ Lao ma au tu silangMi, i haporusanku. Sai asi ma rohaMi unang tulak ahu. SilangMi Tuhanki i ma pujionku, Paima sogot sahat au, I endehononku.

4. Hukum Tuhan
P- Hukum Tuhan pada Ibadah Peringatan Kematian Tuhan Yesus Kristus saat ini tertulis dalam Injil Yohanes 13:34–35 “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu, supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikiaan pula kamu, harus  saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-muridKu, yaitu jikalau kamu saling mengasihi, demikianlah hukum Tuhan. Marilah kita bermohon kekuatan dari Tuhan untuk melaksanakan hukumNya:
S- Ya, Tuhan, Allah, kuatkanlah kami melakukan yang sesuai dengan HukumMu. Amin

5. Bernyanyi BE.407:1-2 “Panotnoti ma Silang ni Tuhan i”
Panotnoti ma silang ni Tuhanta i/ Na mamorsan sude dosami, Sai tinggangkon sude arsak ni rohami Pasesahon sude dosami So jo, bereng i Panotnoti ma silang ni Tuhanta i Ngolumi, ngolungki sian I
♫ Tung beasa ditaon Ho, Tuhan, songon i Di bagasan sude burjuMi? Tung beasa sap mudar sude dagingMi Ai tigor do sude dalanMi Nda I holongMi? MudarMi na use pasonangkon muse Sasude na porsea disi

6. Doa Pengakuan dan Mohon Pengampunan Dosa
P- Marilah kita berdoa untuk mengaku dosa kita: ya Tuhan Allah yang maha kuasa dan maha besar, Pengasih dan Penyayang bermurah hatilah Engkau ya Tuhan terhadap kami. Kiranya Tuhan berkenan mengampuni segala dosa dan kejahatan kami. Tiada yang lain yang dapat menjadi pelindung dan penyelamat bagi kami selain dari kasih sayang dan pembenaranMu yang tunggal. Karena itu karuniakanlah kami ketenangan dan penghiburan di dalam pengorbanan AnakMu, Tuhan Yesus Kristus Juru selamat kami. Amen. Marilah kita mendengar Janji Tuhan tentang pengampunan dosa kita: namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia. Kemuliaan bagi Allah di tempat Mahatinggi.
S- Amin!

7. Bernyanyi BE.622:1-2 “Mansai Nalnal di angka Partingkian”
Mansai nalnal di angka partingkian, sinondang ni silangMu Tuhanhi./ Sian hatiuron na marsinondang holongNa na so halompoan i./  Sudena bangso do marpanghirimon tu sondang ni asi ni roha i./ Songon parluga na manghalungunhon parbinsar ni mata ni ari i
♫ SilangMu Kristus tanda ni holongMu pahisar tondi na magopu i./ Mangalonongkon sasude dosangku mabaor tu laut asi ni rohaMi./ Naung        tubu hami gabe na imbaru, na niurasan sian dosa i./Ala mudarMu na niusehonMu, di Golgata, di hamamateMi.

8. Pembacaan Epistel
P- Marilah kita membaca Epistel yang ditetapkan hari ini, yaitu yang tertulis pada IBRANI 10: 19-29. Mari kita membacanya secara responsoria: “Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus,
K- karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,
P- dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah.
K- Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.
P- Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.
K- Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.
P- Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
K- Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
P- Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.
K- Jika ada orang yang menolak hukum Musa, ia dihukum mati tanpa belas kasihan atas keterangan dua atau tiga orang saksi.
P- Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan atas dia, yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya, dan yang menghina Roh kasih karunia? Berbahagialah orang yang mendengar Firman Allah serta memeliharanya. Amin.

9. Bernyanyi BE.84:1+3 “Aut na Ginorga tu Rohangku”
Aut na ginorga tu rohangku, bohiM di na lao mate Ho Aut na huingot o Tuhanku, tongtong pangkophopMi di au Ai Ho do paluahon ahu, dosangku do pinorsanMi Didaoni Ho parsahitonku, martua au binahen ni I
♫ Mauliate ma rohangku, di Ho o Jesus Tuhanki Ho naeng tongtong haholonganku Marningot denggan basaMi Antong sai tiop ma tanganku, manogu au tu lambungMi Dijalo Ho do tangianghu, sai pos do rohangki di si

10. Doa Syafaat: (1). Ucapan syukur atas pengorbanan Kristus; (2) Penyebaran Wabah Virus Corona dapat dikendalikan dan dihentikan; (3) para Tenaga Medis semakin diberkati Tuhan dalam melaksanakan tugas sebagai garda terdepan pengendalian wabah; (4) Kondisi kehidupan ekonomi masyarakat cepat pulih; (5) dan lain-lan

11. Bernyanyi BE.76:1– 2 (Mengumpulkan Persembahan Ia/Ib)
Sada nama sangkap ni rohangku di sandok portibi on Ndang tagamon na so las rohangku, molo jumpang au inon Naeng ma sai ingoton             ni rohangku, na binaen ni Jesus tu tondingku Uju pinorsanNa i, saluhutna dosangki
♫ Ingkon sai Ibana ingotonku, uju na tarpajal i Tu hau pinarsilang ginantungkon, sai mabaor mudarNa i Ai humophop au ditaon uasNa, asa dohot au muse upaNa Ai ditatap do au on, di pandokNa: Nunga sun

12. Renungan: Mateus 27:45 – 56
P– Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga.
KKira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
P- Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: “Ia memanggil Elia.”
KDan segeralah datang seorang dari mereka; ia mengambil bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam, lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum.
P– Tetapi orang-orang lain berkata: “Jangan, baiklah kita lihat, apakah Elia datang untuk menyelamatkan Dia.”
K Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.
P– Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,
Kdan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit.
P– Dan sesudah kebangkitan Yesus, mereka pun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang.
KKepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: “Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah.”
P– Dan ada di situ banyak perempuan yang melihat dari jauh, yaitu perempuan-perempuan yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Dia.
KDi antara mereka terdapat Maria Magdalena, dan Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedeus.

PENGORBANAN YESUS YANG MENYELAMATKAN

Saudara yang di kasihi Tuhan Yesus Kristus!
Setiap tahun kita memperingati kematian Tuhan kita Yesus Kristus yang lazim kita sebut Jumat Agung. Sebelumnya kita sudah melewati Minggu Passion dimana kita mencoba mengikuti jejak-jejak penderitanNya. Dari semua yang kita ikuti dapat kita simpulkan, peristiwa Penyaliban adalah salah satu bentuk kekerasan yang telah dilakukan manusia terhadap Yesus. Dia di fitnah hingga dijatuhi hukuman mati yang sesungguhnya berlawanan dengan Hukum yang ada, sebab Pilatus sendiri tidak mendapati kesalahan yang dituduhkan kepada Yesus. Keputusan itu datangnya dari orang-orang Yahudi yang di pengaruhi oleh Imam-Imam, para tua-tua dan juga oleh Raja Herodes. Renungan kita saat ini mencoba mengingatkan kita peristiwa penyaliban itu sendiri dimana ketika disalib ada tujuh ucapan Yesus: Pertama, “Ya Bapa,ampunilah mereka, sebab mereka tidak tau apa yang mereka perbuat” (Luk.23:34). Kedua, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus (Luk.23:43). Ketiga, “Ibu, inilah anakmu! Inilah ibumu” (Yoh.19:26-27). Keempat, ”Eli, Eli, lama sabakhtani? Artinya: “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Mat.27:46). Kelima, “Aku haus” Yoh.19:28). Keenam, “Sudah selesai” (Yoh.19:30). Tujuh, “Ya Bapa, kedalam tanganMu kuserahkan nyawaKu”. (Luk.23:46).
Saudara terkasih, Salah satu ucapan Tuhan Yesus tersebut itulah yang menjadi renungan kita saat ini yakni ”Eli, Eli, lama sabakhtani? “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? Dan dari ucapan ini ada beberapa hal yang kita pelajari: 1. Ucapan ini menggambarkan kepedihan, penderitan yang sangat mendalam, yang pernah di alami oleh tokoh dalam Perjanjian Lama yaitu pemazmur atau Raja Daud (Mzm.22:2-3). Dari suasana yang dia hadapi, tidak ada lagi tumpuan pengharapan yang dapat menolong selain daripada Allah, tumpuan harapannya itu seakan-akan meninggalkan Dia, membiarkan, melepaskan menjauh dari penderitaan yang sedang di hadapiNya. Dari sudut kemanusian Yesus juga menghadapi situasi penderitan itu. Sebagaimana ucapanNya: Allah-Ku, Allah-Ku, itu menandakan bahwa Allah itu adalah milikNya dan Yesus itu adalah milik Allah dan AnakNya yang tunggal, di relakanNya sebagai, persembahan penebusan dosa manusia, supaya manusia itu, beroleh kehidupan yang sempurna di hadapan Allah.
2. Kematian Tuhan Yesus itu adalah Puncak dari penggenapan janji Allah dalam Perjanjian lama, yang di sampaikan melalui para Nabi. Semua rangkaian penyalipan Tuhan Yesus adalah dalam rangka rencana Allah mewujudnyatakan janjiNya. Kematian Tuhan Yesus di kayu salib penggenapan semua nubuatan Allah yang telah di sampaikan melalui para Nabi.
3. Yesus berseru dengan suara nyaring menyerahkan nyawaNya (Luk.23:46). Ya Bapa, kedalam tanganMu kuserahkan nyawaKu. Setelah Yesus menyerahkan nyawaNya kepada Allah, yang terjadi ialah: Tirai bait suci terbelah dua dari atas hingga ke bawah: yang selama ini tirai itu di pergunakan sebagai pembatas, antara orang Jahudi yang di anggap orang saleh, dan orang di luar orang Jahudi adalah orang najis. Dengan kematian Tuhan Yesus pembatas itu tidak lagi berfungsi membatasi orang beribadah kepada Allah. Semua orang percaya tidak lagi di batasi walaupun berbeda suku, bahasa dan ras, dan juga sosial ekonomi, bahkan pejabat dengan rakyat biasa, petani dengan pedagang, buruh dengan pengusaha, guru dengan murid, semuanya adalah sama di hadapan Allah, orang yang di kasihi Allah. Maka dengan Demikian jangan ada lagi saling membenci, saling memfitnah, saling membully dan memberitakan bohong. Lebih baik berdamai daripada bermusuhan. Kita sekarang menghadapi suasan yang sangat memprihatinkan, karena penyakit yang sangat sulit di prediksi, yang membuat orang kuatir dan banyak kehilangan mata pencarian karena protokol dari pemerintah harus tinggal dirumah, tidak berkerumun dan mengambil jarak untuk memutus penyebaran Covid 19. Pengaruh dari wabah ini membuat banyak orang menderita, namun saat ini kita disapa bahwa kematian Yesus telah membuka tabir pembatas dan membuka harapan baru bagi terbebasnya kita dari wabah ini.
4. Terjadi gempa bumi, bukit-bukit batu terbelah, kepala pasukan dan semua prajurit yang menjaga Yesus sangat takut melihat kejadian tersebut sehingga mereka mengaku dan menyatakan: ”Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah.” Sebelumnya mereka tidak mengenal dan tidak percaya bahwa Yesus itu Anak Allah, tetapi setelah kematianNya, mereka menyatakan, bahwa Yesus adalah Anak Allah. Bagaimana dengan kita? Masihkah kita setia menyatakan bahwa Yesus adalah Allah dan juruselamat kita? Masihkan kita memberikan hidup kita sebagai upah dari pengorbananNya? Sudahkah hidup kita menggambarkan sebagai pribadi yang sudah ditebus? Melalui renungan saat ini mari kita menghargai hidup karena kita berharga di mata Tuhan, Dia telah menyelamatkan kita. Amin.

13. Bernyanyi BE.88:1+4 “ (P. Pelean II)
Jesusku naung manobus ahu sai naeng haholonganku Ho Tu dolok Golgata Ho laho Nionjar ni holongMu do Hupuji nasa asiMi Alai gumodang holongMi
♫ Tarsolsol bagi do rohangku Paidaida dangolMi Marningot sasude dosangku Ai i do na tinaonMi Hupuji nasa asiMi Alai gumodang holongMi

14. Doa Persembahan – Doa Bapa Kami
P– Ya Allah, Bapa kami yang di surga, Engkau adalah sumber dari Segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami, Terima Kasih atas berkatMu yang telah kami terima dan sebagian berkat Tersebut kami serahkan kembali sebagai persembahan kepada Tuhan. Bukalah hati kami untuk mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami Senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam nama Tuhan Yesus Kristus Tuhan kami. Amin
P– Secara bersama mari mengucapkan Doa Bapa kami
S– Bapa Kami yang di Sorga dst Menyanyikan…. Amin….Amin…..Amin…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *