IBADAH KELUARGA MINGGU MISERICORDIAS DOMINI, 26 APRIL 2020

1. Bernyanyi BE.10: 1-2 “Hu puji hu pasangap Ho”
Hupuji hupasangap Ho Amang pardenggan basa Ai jadijadianMu do sude angka na masa Ditompa Ho do sasude Dagingku rodi tondi pe. Pinuji ma goarMu
Saluhut na tinompaMi Naeng sonang di rohaMu Arian dohot borngin pe Disarihon rohaMu Nang uhum di gomgomanMi Na tigor na sintong do i. Pinuji ma goarMu

2. Votum – Introitus – Doa {P- Pemimpin; K- Keluarga; S- Semua}
P– Di dalam nama Allah Bapa, dan nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi.
K– Amin
P– Bumi penuh dengan kasih setia Tuhan. Oleh karena Firman Tuhan langit telah dijadikan.
K– Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, dalam Tuhan; sebab memuji-muji itu layak bagi orang-orang jujur.
P– Biarlah segenap bumi takut kepada TUHAN, biarlah semua penduduk dunia gentar terhadap Dia! Haleluya…
K– (Menyanyikan: Haleluya, Haleluya, Haleluya)
P– Marilah kita berdoa: Ya Tuhan Allah yang maha benar. FirmanMu menyatakan kami harus bersama-sama AnakMu Tuhan Yesus Kristus menderita dan mati terhadap dosa, supaya kami bersama-sama Dia juga bangkit dan hidup baru dalam kemuliaanMu. Engkau telah mengalahkan dosa dan maut, ajarlah kami hanya takut dan taat kepadaMu saja. Buatlah kami percaya tidak ada satu kuasa pun yang mampu memisahkan kami dari Tuhan Yesus Kristus, sehingga kami tetap teguh beriman kepadaMu bagaimana pun kondisi hidup kamidan apapun tantangan yang kami hadapi selama kami ada di dunia ini. AMIN.

3. Bernyanyi BE.720:1 “Naeng marsinondang ngolungku”
Naeng marsinondang ngolungku, diigil Jesus i, Manang di dia pe ahu, tongtong huingot i. Tiur marsinondang, i do ni igil ni Jesus Tongtong marsinondang panondang do au tutu.

4. Pembacaan Hukum Taurat
P– Dengarkanlah Hukum Tuhan yang ditetapkan pada Minggu ini, yaitu Titah ke VII dan maksudnya. Jangan engkau berzinah!
K– Maksudnya adalah : Kita harus takut serta kasih kepada Allah, sebab itu kita harus senantiasa hidup suci dan bersih dan bersikap sopan dalam kata dan perbuatan.Orang yang telah berumahtangga harus setia dan saling mencintai.
P– Demikian hukum Tuhan, Marilah kita sama-sama memohon kekuatan untuk melakukan hukumNya.
S– Ya Tuhan Allah kuatkanlah kami untuk melakukan yang sesuai dengan firmanMu. Amin

5. Bernyanyi BE.686:1-2 “Ramun do au”
Ramun do au di joloMi, Gok dosangki urasi au O Jesus, Birubiru i dison do au patau ma au.
Na ro do au tu joloMi, Gale do au urupi au O Jesus, ala mudarMi Dison do au patau ma au.

6. Pengakuan Dosa dan Berita Anugerah
P– Saudara-saudari, di dalam kerendahan hati marilah kita secara jujur datang menyembah ke hadapan Tuhan untuk mengaku segala dosa-dosa kita. Kita berdoa:Ya Allah Bapa, kami mengaku bahwa kami kurang menghayati dan memberlakukan hidup dalam kasih dan kebenaran. Kami mengaku kurang sungguh-sungguh beriman dan berharap padaMu. Kami mengaku kurang serius mengasihi Tuhan dan sesama.
K– Ya Allah, kami mengaku sebagai manusia ciptaanMu kami sering gagal mencontohkan Tuhan Yesus dalam kehidupan sehari-hari kami. Kami tidak sepenuhnya berupaya mengubah dan membaharui hidup kami dengan kuasa RohMu. Kami mengaku: perilaku hidup kami kadang menjadi batu sandungan dan hambatan bagi orang lain untuk mendekat kepada Kristus.
P– Ya Allah Mahasuci! Kami mengaku terlalu sibuk mengurus diri sendiri. Kami menciptakan begitu banyak dalih untuk mengelak dari panggilanMu memperhatikan orang lain di luar diri dan kelompok kami. Kami sering terlalu menyibukkan diri dengan seremoni dan upacara belaka sehingga kehilangan waktu dan tenaga mengasihi dan berbuat kebajikan kepada orang lain. Kami sering tidak menaruh perhatian kepada orang-orang yang menderita di negeri ini terutama mereka yang berada di luar gereja kami.

K- (Menyanyikan BE.683 “DiadopanMu Jesus”)
Di adopanMu Jesus lea tutu do diringkon Dibaen godang ni dosangkon Di adopanMu Jesus.
P– Sungguh Allah maha Besar, setia dan penuh kemurahan. KasihNya tak berkesudahan bagi orang yang mau berseru kepadaNya. Oleh karena itu dengarkanlah janji Tuhan akan keampunan dosa-dosa kita. Karena semua orang telah berdosa dan oleh karena kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan perdamaian karena iman, dalam darahNya. Kemuliaan bagi Allah di tempat yang Maha Tinggi.
S- Amin.

7. Bernyanyi BE. 471: 3 “Hupillit Jesus donganhi”
Rohangku baen ingananMi, patiur ma langkangku Huhatindangkon ma disi: Ho Jesus palitongku Di Ho ngolungku ro di ajalhu Jesus di Ho au mate mangolu Di Ho ngolungku ro di ajalhu Jesus di Ho au mate mangolu

8. Pembacaan Epistel
P- Saudara-saudara, marilah kita mendengar Firman Tuhan yang ditetapkan untuk hari Minggu ini, yang tertulis dalam Kitab BILANGAN 14:17-19 “Jadi sekarang, biarlah kiranya kekuatan TUHAN itu nyata kebesarannya, seperti yang Kau firmankan
K- TUHAN itu berpanjangan sabar dan kasih setia-Nya berlimpah-limpah, Ia mengampuni kesalahan dan pelanggaran, tetapi sekali-kali tidak membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, bahkan Ia membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat
P– Ampunilah kiranya kesalahan bangsa ini sesuai dengan kebesaran kasih setia-Mu, seperti Engkau telah mengampuni bangsa ini mulai dari Mesir sampai ke mari. Demikian firman Tuhan ” Berbahagialah orang yang mendengar firman Allah serta memeliharanya.
S– Amin

9. Bernyanyi BE.691: 1 “Hupasahat ma tu Jesus”
Hupasahat ma tu Jesus saluhutna ngolungki Roha nang pambaenanku saluhutna tingkingki Hupasahat ma tu Jesus saluhutna diringki Hupasahat ma tu Jesus saluhutna ngolungki

10. Doa Syafaat. (1)Seluruh warga jemaat HKBP Aek Kanopan diberikan Tuhan kesehatan,(2)Semoga wabah Covid 19 ini segera lenyap dan para Tim medis dapat menemukan Vaksin yang cocok untuk pencegahan covid 19,(3) Para keluarga korban Covid 19 di berii Tuhan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi covid 19. (4) Pembangunan Gedung Sekolah Minggu dan Rumah Pastori

11. Bernyanyi BE.743: 1-2 “O Tuhan togu-togu ma au”
Tuhan togutogu ma au Tu dalan lomo ni rohaMi Raphon Ho sonang mardalan au Nang rahis maol sidalananki TondiMi baen manggohi au on Margogoihon au naposoMon Pasangap Ho di ngolungkon Paima sahat tu Surgo au on
Panghulingi ma au O Tuhan Na rade tumangihon hataM Sai tumpahi ruasMu Tuhan Na uasan nuaeng di hataM Sai patau ma au on naposoM Manjou halak na dao sian Ho Ro di na so tumanda Ho Muba gabe pangoloi di Ho

12. Renungan Minggu
P– Firman Tuhan yang menjadi renungan untuk kita pada hari minggu ini tertulis dalam ROMA 3:1-8. Mari kita membacanya secara bergantian: “Jika demikian, apakah kelebihan orang Yahudi dan apakah gunanya sunat?”
K– Banyak sekali, dan di dalam segala hal. Pertama-tama: sebab kepada merekalah dipercayakan firman Allah.
P– Jadi bagaimana, jika di antara mereka ada yang tidak setia, dapatkah ketidaksetiaan itu membatalkan kesetiaan Allah?
K– Sekali-kali tidak! Sebaliknya: Allah adalah benar, dan semua manusia pembohong, seperti ada tertulis: “Supaya Engkau ternyata benar dalam segala firman-Mu, dan menang, jika Engkau dihakimi.
P– Tetapi jika ketidakbenaran kita menunjukkan kebenaran Allah, apakah yang akan kita katakan? Tidak adilkah Allah aku berkata sebagai manusia jika Ia menampakkan murka-Nya?
K– Sekali-kali tidak! Andaikata demikian, bagaimanakah Allah dapat menghakimi dunia?
P– Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?
K– Bukankah tidak benar fitnahan orang yang mengatakan, bahwa kita berkata: “Marilah kita berbuat yang jahat, supaya yang baik timbul dari padanya. Orang semacam itu sudah selayaknya mendapat hukuman.
P- Saat ini saya akan membacakan keterangan bagi kita ….

KESETIAAN ALLAH

Saudara/i di dalam Yesus kristus …
Surat Paulus kepada jemaat di Roma ditulis untuk mempersiapkan mereka terhadap perkunjungannya ke Roma. Menurut rencana, Paulus akan bekerja sementara waktu diantara orang-orang Kristen di sana, kemudian dengan bantuan mereka, ia ingin pergi ke Spanyol. Paulus menulis surat ini untuk menjelaskan pengertiannya tentang agama Kristen dan tuntutan-tuntutannya yang praktis untuk kehidupan orang-orang Kristen. Rasul Paulus melalui surat ini mengingatkan semua orang, baik Yahudi maupun bukan Yahudi, perlu memperbaiki hubungannya dengan Allah, sebab semuanya sama-sama berada dalam kekuasaan dosa. Hubungan manusia dengan Allah menjadi baik kembali kalau manusia percaya kepada Yesus Kristus. Dia juga menguraikan tentang hidup baru yang dialami oleh manusia kalau bersatu dengan Kristus. Hidup baru itu tumbuh karena adanya hubungan yang baru dengan Allah. Orang yang sudah percaya kepada Yesus, hidup damai dengan Allah, dan Roh Allah membebaskan dia dari kekuasaan dosa dan kematian. Dalam Pasal sebelumnya Paulus mempersoalkan kesejatian dari orang Yahudi dan saat ini dia kembali berargumentasi dengan mereka. Ada tiga hal yang menjadi persoalan dalam perikop ini, Persoalan pertama muncul karena pada bagian sebelumnya Paulus menekankan pentingnya sikap dan perilaku dalam keseharian sebagai ciri sejati keyahudian dan bukan pada tanda lahiriah sebagai orang Yahudi. Pernyataan Paulus ini memicu reaksi keras dari orang-orang Yahudi sehingga mereka mempertanyakan kelebihan orang Yahudi. Jawaban Paulus banyak, tetapi yang terutama adalah Allah memercayakan firmanNya kepada mereka. Persoalan kedua mengenai apakah Allah tetap setia jika orang Yahudi tidak setia?. Paulus menegaskan bahwa sekalipun orang Yahudi tidak setia, namun ketidaksetiaan mereka tidak dapat membatalkan kesetiaan Allah. Artinya, ketidaksetiaan orang Yahudi dapat dipakai Allah untuk menyatakan diriNya sebagai Allah yang benar. Persoalan ketiga mengenai “melegalkan” ketidakbenaran untuk membawa kebaikan. Apa maksudnya? Jika karena ketidakbenaran mereka membawa kebaikan bagi kemuliaan dan kebenaran Tuhan, maka mereka mempunyai alasan berbuat jahat. Terhadap persoalan kedua dan ketiga, Paulus menjawab dengan sangat tegas: “Sekali-kali tidak!”. Menurut Paulus, orang yang berpikir seperti itu layak mendapatkan hukuman Allah. Kesombongan telah membutakan mata rohani orang Yahudi. Mereka berpikir bahwa status keyahudian dan sunat cukup aman bagi mereka untuk berbuat dosa dan hidup sesukanya. Mereka menganggap remeh panggilan dan anugerah Allah atas hidup mereka sebagai umat Tuhan.

Saudara/i terkasih, apakah pesan dari nas ini untuk kita hidupi:
1. Menghilangkan Kesombongan Rohani. Ketika kita merasa bahwa diri kita lebih baik dan lebih rohani dari orang lain, hidup kita lebih kudus dari orang lain, perilaku kita lebih baik dari orang lain, saat itulah kita sedang jatuh dalam dosa kesombongan! Dalam hal kerohanian, seringkali kesombongan itu tumbuh secara tersembunyi tanpa dapat kita sadari dan kita tetap merasa baik-baik saja dalam hal ini, padahal kesombongan itu adalah ketika kita mulai suka menghakimi dan membanding-bandingkan dengan orang lain. Memakai baju agamis tidak membuat kita lebih hebat dari orang lain. Memiliki status pengurus lembaga keagamaan bukan berarti kita lebih tinggi dari orang lain. Menghafal ayat suci tidak membuat kita lebih rohani dari orang lain. Tolok ukur rohani tidak ditentukan tempelan luar yang dilihat orang, tetapi dari dalam hati dan mengalir keluar dalam perbuatan yang dilihat Tuhan.
2. Hidup Setia Sebagaimana Allah adalah Setia. Kesetiaan menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) berarti berpegang teguh pada janji, pendirian; patuh dan taat: bagaimanapun berat tugas yg harus dijalankannya. Sesungguhnya kesetiaan ada dan akan tetap terjaga apabila ada KOMITMEN (=janji yang terpatri di hati). Tanpa komitmen yang kuat, sulit rasanya seseorang dapat bertahan lama untuk tetap selalu setia. Komitmen jauh lebih kuat dari sekedar janji, komitmen jauh lebih bertanggungjawab dari sebuah janji, karena komitmen lahir dari sikap hati, sedangkan janji adalah ikrar yang keluar dari mulut. Begitu juga ikrar pernikahan untuk sehidup semati, setia dalam suka dan duka, sehat dan sakit, senang dan tidak senang, Ikrar janji harus disertai ada komitmen setia dari dalam hati sampai maut memisahkan. Demikian juga hubungan pribadi kita dengan Tuhan. Saat kita memutuskan untuk percaya dan beriman kepada Yesus Tuhan kita, maka komitmen kita adalah harus setia kepadanya apapun yang terjadi. Kita tahu didalam berkehidupan ini, kita tidak lepas dari pergumulan, dari rasa takut, ada kekecewaan, ketidakpastian, putus asa, inilah pergumulan itu, ini semua adalah ujian yang Tuhan ijinkan untuk kita lalui. Pergumulan inilah yang kadang menghambat komitmen kesetiaan kita. Namun kita harus tetap percaya, apabila kita mendapat pergumulan hidup, ini adalah bagian atau proses pendewasaan diri kita. Komitmen dan kesetiaan itu memang membutuhkan ujian . Ini semua wujud kasih Tuhan , kepada kita yang harus kita jalani. Janganlah semua ini menjadikan kita jauh dengan Tuhan, tetapi malah harus tetap semakin dekat Tuhan, tetap setia pada Tuhan apapun yang terjadi.,karena jika kita setia pada Tuhan, Tuhanpun akan setia dan mengasihi kita. Dan bila saatnya tiba , kita pasti akan mendapatkan Buah dari komitmen ini. Ada mahkota kehidupan yang akan dikaruniakan kepada kita kelak apabila kita bisa mempertahankan kesetiaan sampai selesai/sampai mencapai finish. Amin.

13. Bernyanyi BE.753:1-2 “Dipardalanan Jesus di jolongku” (Persembahan)
Di pardalanan Jesus di jolongku Holong ni tanganMi manogu au Nang di ngolungku Ho do sombaonhu Tung sonang mardalan raphon au Huboto do tangkas panoguonMu Diiringiring Ho do langkangki Sahat rodi ujung ni pardalanhu Togu ma au jonok tu lambungMi
Sipata lilu haporseaonhu Ni lilianan ni portibi on Alai dung Ho hutatap o Tuhanku Margogo do au di ngolungkon Huboto do tangkas panoguonMu Diiringiring Ho do langkangki Sahat rodi ujung ni pardalanhu Togu ma au jonok tu lambungMi

14. DOA PERSEMBAHAN – DOA BAPA KAMI
P– Marilah kita berdoa untuk menyerahkan persembahan kita kepada Tuhan. Ya Allah, Bapa kami yang di surga, kami mengaku bahwa Tuhan adalah Sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami masing-masing. Sebagian dari pada karunia itu, kami serahkan kembali sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah persembahan umatMu ini, agar dapat kami pergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan Kerajaan Tuhan di dunia ini. Bukalah hati kami untuk mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin. Secara bersama arilah berdoa dalam doa Bapa kami
K– Bapa kami yang di sorga,….. Amin, Amin, Amin (Dinyanyikan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *