IBADAH KELUARGA MINGGU PALMARUM, 5 APRIL 2020

1. Marende BE.565:1-2 “Las Rohangku Lao Mamuji”
Las rohangku lao mamuji Debata Parholong i/ Songon bunga na mangerbang di na binsar ari i/ Arsak, dosa, haporsuhon mago dibaen / AsiMi/ Las ni roha na manongtong lehon di au Tuhanki
♫ Sude jadijadianMu, laut, tano, langit i/ Angka bintang dohot bulan nang mataniari i/ Hauma, ladang, nang harangan, rura dohot dolok i/ saluhutna mangendehon sangap di Tuhanta i/

2. Votum – Introitus – Doa (P: Pemimpin; K: Keluarga)
P– Di dalam nama Allah Bapa, dan nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan Nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi
KAmin
P– Kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab aku merasa sesak; karena sakit hati mengidaplah mataku, meranalah jiwa dan tubuhku.
KTetapi, kepadaMu aku percaya, ya Tuhan, aku berkata: “Engkaulah Allahku!”Masa hidupku ada dalam tanganMu lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan orang-orang yang mengejar aku!
P– Tuhan janganlah biarkan aku mendapat malu, sebab aku berseru kepadaMu; luputkanlah aku oleh karena keadilanMu. Marilah kita berdoa: Yesus Kristus Tuhan kami! Engkaulah hidup dan pendamaian kami dengan Allah. Kami memuji namaMu dan mengucapkan terima kasih atas karya penyelamatan Tuhan kepada kami. Sertailah kami dengan kasihMu agar kami selalu mengingat Engkau yang telah menderita dan mati untuk kami dan agar kami menyesali dosa kami. Kuatkanlah hati dan jiwa kami untuk percaya dan hidup di dalam kasih serta tahu memuji dan berterima kasih kepadaMu, dan agar kami setia mengikuti Engkau sampai mati. Ya Tuhan Yesus, padaMu sajalah pujian di tengah rumah ini yang telah Engkau tebus dengan darahMu yang Kudus, sekarang sampai selama-lamanya. Amin.

3. Marende BE.187:1-2 “Denggan Do PanoguM”
Denggan do panoguM ale Jahowa/ Di angka na pinarmahananMi/ Tagamon bahenonMu ma na roa/ So tarbunihon Ho do burjuMi ?/ Jotjot suhar do pambahenanMi/ Di roha ni na so tumanda Ho/ Alai marhite sian i do ro/ Tu hatiuron na tinoguMi
♫ Tung patik angka na binaen ni jolma/ Ma ihuthonon ni TondiM disi? Ho na tongtong sumurung i marroha/ Sai ingkon pasautonMu tahiMi Sai talu do na hum mangalo Ho/ Dipangke pe sude gogona I Ai Ho do na so halompoan i/ Na tinahiM sai ingkon jumpang do

4. PEMBACAAN HUKUM TUHAN
P– Hukum Tuhan bagi kita saat ini tertulis dalam IBRANI 7:26-27 demikian dituliskan: “Sebab Imam Besar yang demikianlah yang kita perlukan: yaitu yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa dan lebih tinggi dari pada tingkat-tingkat sorga,
Kyang tidak seperti imam-imam besar lain, yang setiap hari harus mempersembahkan korban untuk dosanya sendiri dan sesudah itu barulah untuk dosa umatnya, sebab hal itu telah dilakukan-Nya satu kali untuk selama-lamanya, ketika Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri                  sebagai korban.
P– Demikianlah Hukum Tuhan! Marilah kita berdoa meminta kekuatan dari pada Tuhan untuk melaksanakan HukumNya:
S– Ya Tuhan, Allah, kuatkanlah kami melakukan yang sesuai dengan HukumMu. Amin.

5. Marende BE.681:1-2 “Ale Amang Asi RohaM”
Ale Amang asi rohaM di au pardosa on/ Unduk do rohangkon nuaeng marsomba di joloM/ Unang jujur, unang jujur angka dosangki/ Sai               salpuhon, sai salpuhon sian rohaMi
Amang sai pargogoi ma au di hasiangan on/ TondiM pasaor tu tondingkon/ pamalum rohangkon/ Sai usehon, sai usehon TondiMi tu au/ Asa       monang maralohon parungkilon au

6. Doa Mohon Pengampunan Dosa
P– Marilah kita tunduk kepala di hadapan Tuhan sambil menengadah ke hadiratNya mohon pengasihanNya atas dosa-dosa pelanggaran yang kita lakukan di mata Tuhan sepanjang minggu yang lalu ….
K(Menyayikan BE. 149:2 “Sai Solhot tu SilangMi”
♫  Lao ma au tu silangMi, i haporusanku/ Sai asi ma rohaMi unang/ tulak ahu. SilangMi, Tuhanki i ma pujionku,/ Paima sogot sahat au, i endehononku, 

P– Ya Tuhan Allah Bapa kami di Surga! Kami mengaku Engkaulah Pencipta dan Pemelihara alam semesta, jagad raya, seluruh bumi dan isinya. Engkau jugalah pencipta dan pemelihara hidup kami masing-masing. Namun kami sering kuatir, cemas dan takut akan hidup kami, terkadang kami tidak menyadari pemeliharaanMu akan hidup kami, terlebih karena wabah yang melanda saat ini. Terkadang kami lupa bahwa Tuhan begitu baik kepada kami. Akibatnya terkadang kami bersandar kepada kekuatan kami sendiri, ampuni dan kasihanilah kami Tuhan!
K (Menyanyikan BE.686:3 “Ramun do Ahu”)
Ala denggan ni basaMi/ Ro au tu Ho, O Jesuski/ Parbadiai ma rohangki/ Dison do au patau ma au
P– Ya Tuhan Allah yang memelihara seluruh manusia dan segala ciptaanMu. Kami datang ke hadapanMu membawa segala pergumulan kami. Banyak orang yang menderita dan ketakutan yang disebabkan wabah virus corona yang menyerang kehidupan kami. Kasihanilah kami. lepaskanlah kami dari wabah yang tengah merongrong kami. Kami juga mengaku bahwa kami telah berdosa terhadap sesama kami dan terhadap Engkau. Ampunilah kami atas kelemahan dan kelalaian kami. Tuntunlah kami di jalan kebenaranMu supaya kami bersukacita di dalam Engkau di dalam kehidupan kami. Amin.
K– (Menyanyikan BE.452: 2)
Tung sae do dosa i sude, ai nunga mate Jesus./ Ndang jujuronNa i muse, parholong roha Jesus. Uli ni barita i, las ni roha Bolon i/ Sai dipuji rohangki, Jesus, Jesus, Jesus.
P– Janji Tuhan: Demikian firman TUHAN: “Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku.” Kemuliaan bagi Allah di tempat yang Mahatinggi!
K– Amin.

7. Menyanyikan BE.691: 1-2 “Hupasahat ma tu Jesus”
Hupasahat ma tu Jesus saluhutna ngolungki/ Roha nang pambaenanku saluhutna tingkingki/ Hupasahat ma tu Jesus saluhutna diringki/ Hupasahat ma tu Jesus saluhutna ngolungki
Dung huida Tuhan Jesus, hutundalhon dosangki/ Lohot rohangki tu Jesus, Sipalua tondingki/ Hupasahat ma tu Jesus saluhutna diringki/ Hupasahat ma tu Jesus saluhutna ngolungki

8. EPISTEL
P– Marilah kita membaca Epistel pada ibadah Minggu Keluarga saat ini yang tertulis di dalam YESAYA 52:7-12 Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: “Allahmu itu Raja!”
KDengarlah suara orang-orang yang mengawal engkau: mereka bersama-sama bersorak-sorai. Sebab dengan mata kepala sendiri mereka melihat bagaimana TUHAN kembali ke Sion.
P– Bergembiralah, bersorak-sorailah bersama-sama, hai reruntuhan Yerusalem! Sebab TUHAN telah menghibur umat-Nya, telah menebus Yerusalem.
KTUHAN telah menunjukkan tangan-Nya yang kudus di depan mata semua bangsa; maka segala ujung bumi melihat keselamatan yang dari Allah kita.
P– Menjauhlah, menjauhlah! Keluarlah dari sana! Janganlah engkau kena kepada yang najis! Keluarlah dari tengah-tengahnya, sucikanlah dirimu, hai orang-orang yang mengangkat perkakas rumah TUHAN!
KSungguh, kamu tidak akan buru-buru keluar dan tidak akan lari-lari berjalan, sebab TUHAN akan berjalan di depanmu, dan Allah Israel akan menjadi penutup barisanmu.
P– Demikian firman Tuhan. Berbahagialah orang yang mendengarkan firman Tuhan serta memeliharanya. Amin.

9. Bernyanyi BE.697:1-2 “Molo Ho Do Huihuthon”
Molo Ho do huihuthon dame sonang rohangki/ Sai horas jala martua nasa na hinophopMi/ Ho tongtong ihuthononhu, Jesus na palua au/  Ho sambing do oloanhu ala ni~i martua au
 ♫ Na rade do au manaon, mangasahon padanMi/ Molo Ho na / manggogoihon talu haholomon i/ Ho tongtong ihuthononhu, Jesus na palua au/ Ho sambing do oloanhu ala ni~i martua au

10. Doa Syafaat. Topik Doa Tambahan: (1) Wabah Covid 19 secepatnya berakhir; (2). Tim Medis yang menangani Covid-19, diberi kekuatan dalam melaksanakan Tugas mulianya dan tetap dalam Perlindungan Tuhan; (3) Keluarga korban Covid 19 agar diberi ketabahan dan kekuatan serta penghiburan. (4) Keluarga kita terhindar dari wabah ini.

11. Marende BE.464: 1-2 “Huboan Ma Diringku”
Huboan ma diringku, Tuhan, hibul tu Ho/ Ai au do tinobusMu, umbaen tarbaen au ro/ Pagalak ma rohangku, dison managam au
          TondiMi ma suru, na boi manggomgom au
      ♫ Ho sipalua ahu, sun hinagogoMi/ HataM do huhaposi, na so boi muba i/ Pagalak ma rohangku, dison managam au/ TondiMi ma suru, na             boi manggomgom au

12. RENUNGAN: YOHANES 12:12-19
12- Keesokan harinya ketika orang banyak yang datang merayakan pesta mendengar, bahwa Yesus sedang di tengah jalan menuju Yerusalem,
13- mereka mengambil daun-daun palem, dan pergi menyongsong Dia sambil berseru-seru: “Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel!”
14- Yesus menemukan seekor keledai muda lalu Ia naik ke atasnya, seperti ada tertulis:
15- “Jangan takut, hai puteri Sion, lihatlah, Rajamu datang, duduk di atas seekor anak keledai.”
16- Mula-mula murid-murid Yesus tidak mengerti akan hal itu, tetapi sesudah Yesus dimuliakan, teringatlah mereka, bahwa nas itu mengenai Dia, dan bahwa mereka telah melakukannya juga untuk Dia.
17- Orang banyak yang bersama-sama dengan Dia ketika Ia memanggil Lazarus keluar dari kubur dan membangkitkannya dari antara orang mati, memberi kesaksian tentang Dia.
18- Sebab itu orang banyak itu pergi menyongsong Dia, karena mereka mendengar, bahwa Ia yang membuat mujizat itu.
19- Maka kata orang-orang Farisi seorang kepada yang lain: “Kamu lihat sendiri, bahwa kamu sama sekali tidak berhasil, lihatlah, seluruh dunia datang mengikuti Dia.

SAMBUTLAH RAJAMU DATANG!
Hari ini peringatan Minggu Palem, saat Yesus disambut bagaikan Raja oleh banyak orang di Yerusalem dengan sorak-sorai dan lambaian daun palem (ayat 12-13). Apakah saat itu orang sungguh menyadari bahwa Yesus adalah Tuhan, Raja atas segenap semesta? Kita tak tahu pasti. Alkitab mencatat sambutan meriah itu diberikan karena Yesus baru saja membangkitkan orang mati, yaitu Lazarus (ayat 17). Mungkin mereka berharap melihat lebih banyak demonstrasi kuasa dari “Raja” ini. Di tengah riuh massa ada juga celetuk sekelompok Farisi yang terdengar frustrasi. “Lihat sendiri, kamu sama sekali tidak berhasil.” Apanya yang tidak berhasil? Menurut Yohanes, kelompok ini selalu berusaha mencari kesalahan Yesus, berusaha menangkap dan membunuhNya. Mereka tak ingin orang mengikuti, apalagi me-Raja-kan Yesus. Namun, usaha mereka selalu gagal. Merenungkan semua itu Yohanes menyadari bahwa Yesus, Sang Anak Allah, memegang kendali atas dunia. Ia mencatat bahwa Yesus bertindak menurut “saat-Nya”, bukan saat manusia. Ya, bukan manusia yang menjadikan Yesus berstatus Raja. Suka atau tidak, diakui atau tidak, Yesus adalah Tuhan, Raja yang patut disembah segenap semesta. Kedatangan dan penyambutan-Nya di Yerusalem telah dinubuatkan ratusan tahun sebelumnya (Zakharia 9:9; Mazmur 118:26). Para murid ikut menggenapkan nubuat itu tanpa mereka sadari (ayat 16). Bahkan, celetukan orang Farisi “seluruh dunia datang mengikuti Dia” akan menjadi kenyataan (Filipi 2:9-11). Penyambutan Yesus di dalam hati kita harus terjadi setiap hari dan setiap saat. Orang yang menyambut Tuhan senantiasa memuji dan bersukacita di dalam Dia sebab dimana Yesus hadir dan disambut maka akan terjadi kedamaian. Yesus datang dalam kesederhanaanNya dan kerendahan hatiNya tetapi orang banyak menyaksikan kemegahan sorga yang besar, itulah yang membuat mereka berseru “Hosana!”. Menyambut Yesus harus mempertemukan kita dengan kemuliaan sorga, maka segala sesuatunya yang kita lakukan harus menyatakan kemuliaan sorga. Bukan hanya kata kata kita yang menyerukan hosana; keselamatan! Tetapi seluruh aspek hidup kita harus menunjukkan bahwa kita adalah orang yang merdeka, yang sudah diselamatkan, ditebus dari segala dosa dan diperdamaiakan di dalam Yesus bagi kemuliaan Allah. Mari Sambutlah Sang Raja dengan penuh damai seperti seorang hamba yang menunggu kedatangan Tuannya. HOSANA !!!

13. Menyanyikan BE.417:1-2 “Rade Situtu Haluaon” (Persembahan)
Rade situtu haluaon, na naeng tangkuponmu antong/ Rade nang di ho hatuaon, si halashononmu tongtong/ Bernit do ditaon Tuhanmu/ Pasaehon dosam sasude/ Tung unang paujat Ibana/ Sai jangkon panghophopNa I
♫ Patedek sude hahurangan, topoti sandok dosami/ Pangido : Sai sesa o Tuhan, sude pangalaosionki/ Datdati, sai saut botoonmu/ Naung sesa dosam sasude/ Mardame dagingmu nang tondi/ Maniop tongtong Tuhani

14. Doa Persembahan – Doa Bapa Kami – Amin, Amin, Amin
P– Ya Allah, Bapa kami yang di Surga. Engkau adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami, Terima kasih atas berkatMu yang telah kami terima dan sebagian berkat tersebut kami serahkan kembali sebagai persembahan kepada Tuhan. Bukalah hati kami untuk mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur  kepadaMu di dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin
KSecara bersama mari mengucapkan Doa Bapa Kami.
S– Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.
______________
Pemberitahuan:
1. Mohon Persembahan yang terkumpul dalam Ibadah Partangiangan dan Ibadah Minggu Keluarga, diserahkan kepada Sintua wijk untuk dicatatkan dalam Buku Tingting huria dan di wartakan dalam format PDF
2. Sebagaimana Surat Pastoral Ompui Ephorus HKBP, kita akan tetap beribadah di rumah masing-masing sampai wabah Covid – 19 teratasi. Ibadah yang akan kita laksanakan di rumah-rumah ke depan yakni: Passion na Parpudi, Jumat Agung, Partangiangan Buhabuha Ijuk, Paskah Parjolo, Paskah Paduahon. Acara disediakan oleh gereja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *