IBADAH KELUARGA MINGGU PASKAH II, 13 APRIL 2020

1. Panggilan Beribadah (P- Pemimpin; K- Keluarga; S-Semua)
P- Selamat Paskah, Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal! Yang membawa kita ke dalam keselamatan Hai umat Allah, bergemarlah    dan bersukacitalah. Marilah kita menghadap Allah dengan nyanyian.
K- Ya, Allah berkenanlah kiranya Engkau menerima Pujian dan sembah kami.

2. Bernyanyi BE.90: 1-2 “Sai tapuji Debatanta”
Sai tapuji Debatanta ale hajolmaon i Ai naung hehe do Tuhanta sian hamatean i Dipasidung Jesus i, ulaonNa sasude Patupahon haluaon disaluhut hajolmaon
♫ Anggo utang ni dosangku digarari Jesus i Ido haporseaonku dinatinaonNa i. Nunga tulus patik i, nunga mintop rimas i, Di na hehe i Ibana ro di au hangoluanNa

3. Votum – Introitus – Doa
P- Jangan takut ! Aku adalah yang Awal dan yang Akhir, dan yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut. Haleluya.
K- (Menyanyikan) Haleluya, Haleluya, Haleluya
P- Kita berdoa: Ya Tuhan, Putra Allah, yang telah disalib, mati dan dibangkitkan pada hari yang ke tiga, segala syukur kami sembahkan kepadaMu. Engkau yang telah memberi diri dalam pengorbananMu di kayu salib sebagai bentuk kasihMu yang begitu besar bagi dunia ini.
K- Engkau yang telah menaklukkan maut dan dosa melalui kematianMu. Biarlah kematianMu menjadi kematian dosa dan diri kami yang lama, dan kebangkitanMu yang kami rayakan hari ini juga menjadi kebangkitan bagi hidup dan kehidupan kami bersama Engkau.
P- Dengan demikian, kami tidak lagi takut akan kematian atau pun kegelapan karena Kau adalah kehidupan dan terang kami. Biarlah kami bersukacita memuji Engkau dalam kemuliaan kebangkitanMu yang telah membebaskan kami dan seluruh dunia ini; dan ajarlah kami senantiasa untuk menaruh iman dan pengharapan kami hanya kepadaMu.
S- Amin!

4. Bernyanyi BE.91: 2 “ Hatuaon do”
Hatuaon do, las ni roha do hangongot ni Tuhanta i Monang do Jesus, talu sibolis. Las be, las be ma rohantai:.:

5. Pembacaan Hukum Taurat
P- Pembacaan Hukum Taurat bagi kita tertulis dalam 1 Korintus 1: 8, Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus. Demikianlah pembacaan hukum taurat Tuhan! Marilah kita berdoa meminta kekuatan dari Tuhan untuk melakukan hukumNya
S- Ya,Tuhan Allah kuatkanlah kami melakukan yang sesuai dengan hukumMu. Amin

6. Bernyanyi BE.167:1-2 “Dijanghon Jesus do pardosa”
Dijanghon Jesus do pardosa na mangarsakhon dosa i Namangundukhon hinaroa ni pambaenanna sasude Alai ditangkup hataon, dijanghon Jesus nang au on.
Pardosa na tarsolsol bagi na ponjot roha situtu. Huhut na olo manopoti dosa na i mansai burju Ido dijanghon Jesus i, asa paluaonNa i

7. PENGAKUAN DOSA
P- Ya Allahku, di cah’yaMu tersingkap tiap kesalahan. Lihatlah kami umatMu yang penuh lumuran dosa. Tatkala kami hadir dengan berkalungkan kecongkakan dan berpakaian kekerasan
K- (Menyanyikan BE.182:1)
Tu joloM o Debatangku, sai use do rohangkon. Sai pasiat tangianghu dohot iluilungkon.
P- Tatkala hati berdiam dalam cemburu, dendam dan amarah;tatkala mata memandang dengan kesombongan; Tatkala tangan terjulur dalam pemerasan dan penindasan; tatkala kaki melangkah dalam ketidakpedulian dan ketidakadilan;
K- (Menyanyikan BE.182:2)
Husolsoli do rohangku na gok dosa i tontong. Ai godang ariaringku na hubahen ambolong.
P- Tatkala mulut terbuka dengan sindiran, bualan, caci-maki dan sumpah serapah, dan telinga tertutup dari pengajaranMu bahkan justru terbuka  untuk kebodohan dan kesesatan:Ya Allah, padaMu ada pengampunan; hingga kesalahan umatMu Engkau tebus dan kasihMu Engkau nyatakan. Janji Tuhan tentang pengampunan dosa, Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya  yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi!
K- Amen.
8. Bernyanyi BE.632: 1-2 “ Nunga hehe Kristus”
Nunga hehe Kristus, marsihohot ma hamu. Lam sumurung hita, di ulaon ni Tuhanta Lam sumurung hita di ulaon ni Tuhanta Radot ma hita lao mangula tu Tuhanta
Nunga hehe Kristus mar las roha ma hamu Lam benget ma hita di sude parungkilonta Lam benget ma hita di sude parungkilonta Jugul ma hita martangiang tu Tuhanta. Amen

9. EPISTEL
P- Marilah kita mendengarkan FirmanTuhan Epistel pada Pesta Paskah ke_II ini yaitu tertulis dalam 1 Petrus 1: 3- 12. Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan,
K- Untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu.
P- Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.
K- Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.
P- Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu–yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api–sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diriNya.
K- Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan,
P- Karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.
K- Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu.
P- Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul              sesudah itu.
K- Kepada mereka telah dinyatakan, bahwa mereka bukan melayani diri mereka sendiri, tetapi melayani kamu dengan segala sesuatu yang telah diberitakan sekarang kepada kamu dengan perantaraan mereka, yang oleh Roh Kudus, yang diutus dari sorga, menyampaikan berita         Injil kepada kamu, yaitu hal-hal yang ingin diketahui oleh malaikat-malaikat.
P- Demikian Firman Tuhan, berbahagialah orang yang mendengar firman Allah serta memeliharanya dalam hatinya. Amin

10. Marende BE.94:1 “Ale tondingku naung hehe”
Ale tondingku naung hehe Tuhanmu. Nunga ditaban ho banua toru. Las ma roham ai martua ma ho, rap dohot Jesus mangolu ma ho Rap    dohot Jesus mangolu ma ho

11. Doa Syafaat. (1) Kesehatan diberikan Tuhan, wabah Covid 19 supaya secepatnya berakhir dan para keluarga korban di beri Tuhan kekuatan dan ketabahan, (2) Seluruh Tim medis di berkati Tuhan supaya lebih cepat menangani wabah Covid 19 dan menemukan Vaksin untuk pencegahan Covid 19; (3) Masyarakat lebih disiplin mengikuti himbauan pemerintah

12. Marende BE.93:1- 2 “ Pesta Paskah hatuaon”
Pesta Paska hatuaon, Pesta Paska haluaon. Sian hamatean i:.: Tuhan Jesus do pasuang Hangoluan, Hasonangan. Tu saluhut jolma i
♫ Talu ho banuatoru Ndang tarbahen tiopanmu. Raja Siparngolu:.: Hamatean, hamagoan Na so pola habiaran Nunga talu i sude

13. Renungan: 1KORINTUS 15:20-28
20- Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah             meninggal.
21- Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia.
22- Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam ersekutuan dengan Kristus.
23- Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu                  kedatanganNya.
24- Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala                pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan.
25- Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya.
26- Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut,
27- Sebab segala sesuatu telah ditaklukkan-Nya di bawah kaki-Nya. Tetapi kalau dikatakan, bahwa “segala sesuatu telah ditaklukkan”, maka  teranglah, bahwa Ia sendiri yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus itu tidak termasuk di dalamnya.
28-Tetapi kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya di bawah Dia,    yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua.

BANGKIT DAN MEMBANGKITKAN
Adakah di antara kita yang rela memberikan sesuatu atau barang yang paling disayangi kepada orang lain? Pertanyaan ini menjadi penting sebab terkadang kita hanya memberikan sesuatu atau barang kepada orang lain hanya pada saat kita berkelebihan atau tidak membutuhkan barang itu lagi. Jika dalam kondisi yang sangat kekurangan kita dituntut untuk hidup berbagi dengan sesama tentu sangatlah sulit. Orang biilang itu namanya; ‘pengasihan lupa diri’. Tetapi yang dimaksudkan di sini adalah hidup berbagi yang tidak hanya sebatas materi melainkan melalui seluruh totalitas hidup. Misalnya, berbagi tentang pengetahuan dan pengalaman bagi sesama. Tindakan seperti ini tentu sangat menarik jika dikaitkan dengan ungkapan ‘hidup yang mencerminkan citra Kristus’. Menjadi citra Kristus berarti ada sebuah nilai yang diperlihatkan tentang cara hidup Kristus. Entah tentang pengorbanan, kesetiaan, kejujuran, ketulusan, dll. Semua ini berujung pada sebuah cara hidup yang memberikan keteladanan bagi orang lain. Mari kita garis bawahi kata ‘mencerminkan citra Kristus’. Sama halnya dengan sesuatu yang akan ditonjokan, diperlihatkan atau digambarkan tentang Kristus bagi sesama manusia. Terutama ketika kita memaknai peristiwa kebangkitan Kristus (Paskah). Seperti kita ketahui bersama bahwa inti dari iman Kristen adalah kebangkitan Kristus. Ini merupakan sebuah pengakuan iman orang-orang percaya. Khususnya pada bagian Alkitab 1 Korintus 15:20-28 yang menekankan kebangkitan Kristus sebagai yang sulung. Artinya dibangkitan Kristus adalah yang pertama bangkit dari antara orang mati. Dalam tradisi Perjanjian Lama berkas pertama yang dituai harus dipersembahkan dalam korban satu hari setelah sabat yang jatuh setelah hari Paskah. Paulus menulis surat ini dengan tujuan untuk menjangkau orang-orang Korintus pada perayaan Paskah Kristen (1Kor. 5:7,8). Gelar ‘sulung’ memiliki arti lebih utama dari segala yang diciptakan. Hal ini dapat diartikan seperti orang memanen hasil tanaman yang pertama dipersembahkan bagi Allah. Sebab hasil panen yang pertama dianggap sebagai buah yang berkualitas. Sama halnya dengan Kristus. Ia menjadi tuaian pertama dari kehidupan sebagai akibat dari ketidaktaatan manusia. Olehnya itu, Kristus digambarkan sebagai anak yang taat terhadap kehendak BapaNya. Ketidaktaatan manusia kepada Allah yang disebut sebagai dosa yang berunjung pada maut tidak hanya berkaitan dengan kematian secara fisik melainkan kematian secara rohani. Maka melalui kebangkitan Kristus, kita mengalami persekutuan dengan Allah. Kita kembali dikukuhkan sebagai manusia baru. Manusia yang menaruh seluruh totalitas hidup bagi Allah. Berarti hidup kita adalah hidup yang berpengharapan. Coba bayangkan Kristus digambarkan sebagai Anak Allah yang sangat dikasih dikorbankan untuk menebus dosa manusia. Lalu bagaimana dengan manusia yang sering disebut juga sebagai anak-anak Allah. Anak-anak yang tidak lain adalah cara hidupnya mencerminkan citra Kristus. Apakah kita harus saling melukai? Saling  mempertahankan ego ketika terjadi kesalapahaman? Tentu tidak! Sebagaimana Kristus menjadi tuaian pertama dari kehidupan maka tanggungjawab kita sebagai pengikut-pengikut-Nya juga harus melakukan hal yang sama. Artinya hidup kita juga harus dipersembahkan            bagi Allah dengan cara menolong sesama ciptaan. Dengan demikian, hidup kita bukan untuk diri sendiri melainkan juga bagi sesama                  ciptaan yang membutuhkan pertolongan. Di sinilah letak cara hidup yang berkualitas. Melalui kehadiran kita orang lain dapat merasakan kehadiran Kristus. Bangkit dan semakin bersemangat. Amin

14. Bernyanyi BE.633: 1-2 “Nunga hehe Kristus i” (Persembahan)
Nunga hehe Kristus i haleluya sian hamatean i haleluya parlangitan jouhon ma. Haleluya tano on alusi ma haleluya.
♫ Singkop panghophopNa i, Haleluya Gok hamonanganNa i, Haleluya Sondang haluaon i, Haleluya. Patiur dalanta i, Haleluya.

15. Doa Persembahan – Doa Bapa Kami
P- Marilah kita berdoa untuk menyerahkan persembahan kita kepada Tuhan. Ya Allah, Bapa kami yang di surga, kami mengaku bahwa Tuhan adalah Sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami masing-masing. Sebagian daripada karunia itu, kami serahkan  kembali sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah persembahan umatMu ini, agar dapat kami pergunakan untuk                pekerjaan dan pelayanan Kerajaan Tuhan di dunia ini. Bukalah hati kami untuk mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami              peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin. Marilah kita                            bersamasama berdoa dalam doa Bapa kami
K- Bapa kami yang di sorga,….. Amin, amin, amin (Dinyanyikan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *