IBADAH PASSION DI RUMAH TAHUN 2020 PKL.20.00 WIB

Petunjuk:
Ibadah dipimpin oleh Orang Tua (Ayah atau Ibu). Khusus yang membaca perenungan bisa disampaikan kepada Anak namun nyanyian tetap dipandu oleh Pemimpin Ibadah. Untuk kelancaran Ibadah, ada baiknya Pemimpin ibadah terlebih dahulu mempelajari nyanyian sebelum ibadah dimulai. Untuk menambah keteduhan ada baiknya sebuah lilin dinyalakan, dan lampu dalam ruangan tidak terlalu terang.

1. Pengantar
Bayangkanlah jika malam ini adalah malam terakhir anda makan bersama dengan keluarga di dunia ini? Bagaimanakah perasaan anda? Dalam Bahasa Inggris, hari ini dinamai “Maudy Thursday”, yang berasal dari bahasa latin yang berarti mandat, perintah. Selama makan bersama yang terakhir kalinya, Yesus memberi mandat kepada murid-muridNya untuk saling mengasihi satu sama lain seperti Dia mengasihi mereka.

2. Marende BE.192:1+5 “O Tuhan Jesus Raja ni Sudena”
O Tuhan Jesus Raja ni sudena/ Tubu sian Ama i/ Haholonganhu Sisombaonhu/ Sasada Ho do Tuhanhi.
♫ Jesus Tuhanhu Ho ma di rohangku/ Hasudunganhi tongtong/ Nang au mangolu Nang pe lao mate/ Sai Ho nampuna diringkon

3. Doa Pembukaan:
Di hadapan-Mu, Bapa Maha Pengampun, yang mendatangi kami manusia ke dunia ini. Engkau yang bertakhta tingggi mau merendahkan diri, memberi kami pengampunan dosa dan kesalahan di dalam Anak-Mu, TUHAN Yesus Kristus. Teladan inilah yang hendak kami tebarkan dalam hidu rumahan tangga kami. Kemauanmu merendahkan diri dan mengampuni itulah yang mau kami teladani saat ini dan mau kami tebar di tengah hidup di dunia ini. Kuatkan kami dengan Roh-Mu yang penuh kuasa itu, Amin.

4. Perenungan:
Pada hari pertama dari Hari Raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepadaNya dan berkata: Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan Perjamuan Paskah bagiMu? Jawab Yesus: Pergilah ke kota, kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: Waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-muridKu. (Mat 26:17-18). Pada waktu mereka makan, bangunlah Yesus menanggalkan jubahNya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggangNya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi (mangkok besar), mambasuh kaki murid-muridNya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggangnya itu. Ketika tiba giliran Simon Petrus, dia berkata: “TUHAN, Engkau hendak membasuh kakiku?” Yesus berkata “Apa yang Kuperbuat engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak”, Petrus bertanya kembali: “Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya”. Jawab Yesus: “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku”. Lalu Simon Petrus berkata: “TUHAN, jangan hanya kakiku saja tetapi juga tangan dan kepalaku”. Tetapi Yesus menjawab: “Barang siapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua. Sebab la tahu siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: Tidak semua kamu bersih”. Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaianNya dan kembali ketempatNya. Lalu la berkata kepada mereka: “Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu? Kamu menyebut Aku Guru dan TUHAN, dan katamu itu tepat, sebab Guru dan TUHAN. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah TUHAN dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah kuperbuat kepadamu. Aku berkata kepadamu: sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan daripada dia yang mengutusnya. Jikalau kamu tahu semua ini maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya” (Joh 13:4-17).

5. Bernyanyi BE.683:1-2 ”DiadopanMu Jesus”
Di adopanMu Jesus lea tutu do diringkon/ Dibaen godang ni dosangkon/ Di adopanMu Jesus
♫ Di adopanMu Jesus marsomba au huhut tungki/ Lao manopoti dosangki/ Di adopanMu Jesus

6. Perenungan:
Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: “Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.” Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: “Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. Akan tetapi Aku berkata kepadamu: mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku.”Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun.

7. Menyanyikan BE.155:1 ”Tuson Ma Ho Ale Tondingku”
♫ Tuson ma ho ale tondingku, di na mauas male ho/ Manjalo basa ni Tuhanmu, pinaradeNa i di ho/ Dilehon Jesus do dagingNa, marhitehite roti     on/ Dilehon dohot do mudarNa, marhitehite anggur on

8. Perenungan
Maka berkatalah Yesus kepada mereka: “Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai-berai. Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea.” Petrus menjawab-Nya: “Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak.” Yesus berkata kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Kata Petrus kepada-Nya: “Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau.” Semua murid yang lain pun berkata demikian juga.

9. Bernyanyi BE.471:1 ”Hupillit Jesus Donganki”
Hupillit Jesus donganki lao mangoloi Ibana/ Nang muruk pe torop disi labangku do Ibana/ Di Ho ngolungku ro di ajalhu/ Jesus di Ho au mate       mangolu Di Ho ngolungku ro di ajalhu/ Jesus di Ho au mate mangolu

10. Perenungan
Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa.” Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.” Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.” Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!” Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat. Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga. Sesudah itu Ia datang kepada murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Lihat, saatnya sudah tiba, bahwa Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa. Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat.” Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat. Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga. Sesudah itu Ia datang kepada murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Lihat, saatnya sudah tiba, bahwa Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa. Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat.” Waktu Yesus masih berbicara datanglah Yudas, salah seorang dari kedua belas murid itu, dan bersama-sama dia serombongan besar orang yang membawa pedang dan pentung, disuruh oleh imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi. Orang yang menyerahkan Dia telah memberitahukan tanda ini kepada mereka: “Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia.” Dan segera ia maju mendapatkan Yesus dan berkata: “Salam Rabi,” lalu mencium Dia. Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Hai teman, untuk itukah engkau datang?” Maka majulah mereka memegang Yesus dan menangkap-Nya.

11. Bernyanyi BE.81:1-2 ”Jesus Mual ni Ngolungku” (Papungu Pelean)
Jesus mual ni ngolungku, Sipangolu tondingki/ Ai dibunu Ho musungku, i ma hamatean i/ Ho manaoni hamagoan, patupahon hangoluan/            Alani hupuji Ho, tung marribu hali do
♫  Haleaon, insak insak, rehe rehe, tijur pe/ Tali dohot pastap pastap, tung ditaonhon Ho sude/ Paluahon au na pogos, sian tangan ni sibolis/          Alani hupuji Ho, tung marribu hali do

12. Doa Syafaat dan Diakhiri dengan Dia Bapa Kami
Topik Doa: (1) Wabah Virus Corona dapat diatasi secepatnya; (2) Tim Medis diberi kekuatan dan kemampuan dalam menangani Pasien; (3) Keluarga yang berduka karena virus Corona; (3) Masyarakat mengikuti intruksi pemerintah (4) Keluarga agar dijauhkan dari wabah ini.
13. Amin, Amin, Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *