PARTANGIANGAN KELUARGA 15 APRIL 2020

Persiapan dan Panggilan Beribadah
P– Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi!
K– Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!
P– Ketahuilah, bahwa TUHANlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
K– Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!
P– Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.
Mari kita puji Tuhan kita bernyanyi …

1. Bernyanyi BE.789:1+4 “Lului Hamu Harajaon ni Debata”
♫ Lului hamu harajaon ni Debata/ Rap dohot hatigoranNa/ TambahononNa ma ondeng tu hamu/ Haleluya, Haleluya/ Haleluya Haleluya Haleluya Haleluya, Haleluya
♫ Dua manang tolu halak pe hamu/ Pungu marhite goarNa/ Tuhanta Jesus di tongatongamu Haleluya, Haleluya Haleluya Haleluya Haleluya Haleluya, Haleluya

2. Votum – Introitus – Tangiang (P- Pemimpin; K-Keluarga; S- Semua)
P– Di dalam nama Allah Bapa, dan nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi.
K– Amin
P– Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani,
K– Supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan.
P– Marilah Kita Berdoa: Ya Allah Bapa, berikanlah Roh Kudus ke dalam hati kami, agar kami terhibur karena kebangkitan AnakMu Yesus Kristus Tuhan kami, supaya iman kami semakin kuat dan penuh pengharapan yang hidup, agar kami selalu mengingat bahwa kami bangkit dari kematian seperti Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

3. Bernyanyi BE.214:1+3 “Sonang di Lambung Jesus”
♫ Sonang di lambung Jesus Sonang na ro tusi Unang be ho mabiar Lao mandapothon i Tongtong dijouhon Jesus Sai ro ma ho tu Au Tadingkon haholomon Jala haposi Au Sonang di lambung Jesus Sonang na ro tusi Unang be ho mabiar Lao mandapothon i.
♫ Jesus haholonganku Jesus haposanki Saleleng au mangolu Dohot di tingkingki Ndang be huhabiari Angka pangago i Ai diramoti Jesus Au hinophopNa i. Jesus haholonganku Jesus haposanki Saleleng au mangolu dohot di tingkingki

4. Membaca Firman dan Renungan
P– Nas Alkitab yang menjadi renungan saat ini tertulis dalam 1PETRUS 2:1 – 5 “Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah.
K– Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,
P– jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan.
K– Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah.
P– Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah. Demikianlah Firman Tuhan, saat ini mari mendengar keterangan berikut ini …

HIDUP BERTUMBUH DALAM KRISTUS
Surat Petrus yang pertama ini ditujukan kepada orang-orang Kristen yang tersebar di bagian Utara Asia kecil yang disebut Umat Pilihan Allah. Maksud utama surat ini ialah untuk menguatkan iman mereka yang sedang mengalami tekanan dan penganiayaan karena imannya kepada Yesus Kristus. Petrus mengingatkan mereka akan Kabar Baik tentang Yesus Kristus yang merupakan jaminan harapan mereka. Sebab, Yesus Kristus sudah mati, bangkit, naik ke Surga dan berjanji akan datang lagi. Atas dasar itu mereka hendaknya rela dan tahan menderita, sambil menyadari bahwa penderitaan mereka merupakan ujian apakah mereka betul-betul percaya kepada Kristus. Disamping menguatkan iman mereka yang sedang dalam kesukaran itu, Petrus meminta supaya mereka juga hidup sebagai pengikut-pengikut Kristus.
Bagaimanakah hidup sebagai pengikut Kristus? Yang Pertama kita lakukan adalah menyadari bahwa kita terpanggil untuk hidup suci dan menjadikan Kristus sebagai Tuhan, artinya harus tunduk dan taat kepada firmanNya serta menjadikan Tuhan prioritas dalam hidup kita. Ketika kehidupan kita terpusat kepada Kristus serta meneladani kehidupanNya, maka kita menjadi ciptaanNya yang baru, sebagaimana tertulis, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” (2Kor.5:17.bnd.Ef.4:24; Kol.3:10). Kedua, wujud hidup baru tersebut akan semakin nyata ketika kita membuang segala macam kejahatan, seperti tipu muslihat, kemunafikan, kedengkian dan fitnah. Yang seperti ini harus sirna dalam hidup kita, terlebih kita baru saja merayakan Paskah yang memunculkan pengharapan tentang tata hidup baru yang berdasar pada pertobatan, pembaharuan, kebebasan, keadilan, kebenaran dan kesejahteraan. Jadi perjuangan saat ini adalah bagaimana mewujudnyatakan nilai-nilai tersebut dalam hidup kita, bagaimanapun kondisi hidup yang kita jalani saat ini. Ketiga, agar mampu membuang hal-hal yang disebutkan di atas, firman saat ini memintakan kita untuk selalu bertumbuh dalam iman. Kita diminta berlaku seperti bayi yang baru lahir, selalu haus akan susu rohani firman Allah. Sebagai orang percaya, kita harus memahami bahwa kehidupan kekristenan sesungguhnya berbicara tentang hubungan kita dengan Tuhan. Kita diajar untuk tetap di dalam Dia dan berjalan bersama Dia. Bagi orang yang memiliki kedekatan dengan Allah, ia sadar betul bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkannya sekalipun dalam masalah. Orang tersebut memiliki keyakinan bahwa Allah senantiasa berjalan bersamaNya. Keempat, ketika kita hidup sebagai pengikut kristus dan tetap teguh dalam iman, maka kita akan menjadi batu hidup sebagaimana Kristus adalah Batu yang hidup, artinya kita dapat dipakai untuk pembangunan suatu rumah rohani, mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus sebagai batu hidup berkenan kepada Allah.
Saat ini hidup kita sedang menderita dan tertekan serta bergumul dengan kenyataan virus corona belum terkendali. Bahkan dampaknya semakin terasa menggerogoti hidup kita. Di tengah situasi kelam ini, bisa saja kita terdorong untuk bertanya, “Di manakah Allah?” Kita seakan berteriak seperti Daud dalam Mazmur 38, ketika ia merasa sangat menderita karena penyakit yang ia alami, Apakah Allah diam saja dalam epidemi Corona ini? Bahkan mungkin ada orang yang mulai bertanya, “Adakah ini suatu hukuman dari Tuhan?” Pertanyaan ini wajar dan sangat mungkin bisa dipertanyakan. Namun Firman Tuhan menegaskan bahwa Allah tidak pernah meninggalkan umatNya (Ibrani 13:5b). Ia mengendalikan segala sesuatu dalam segala hal, masa lalu, masa kini, dan masa mendatang, dan tidak ada sesuatu pun yang terjadi di luar kuasa Allah. Segala sesuatu yang terjadi, semua ada dalam kedaulatanNya atau karena Ia mengizinkan hal tersebut terjadi. Karena itu, walau iman kita sedang diuji dengan adanya wabah ini, biarlah kondisi ini mengajar kita untuk rela dan tahan menderita, semakin bertumbuh di dalam iman kepada Kristus, semakin mengenalNya. Jangan biarkan wabah ini menghilangkan suka cita dalam hidup kita. Yakin dan percayalah, Tuhan menjaga kita. Amin!

5. Bernyanyi BE.806:1-2 “Aha Pe Masa Di Ngolumon”
♫ Aha pe masa di ngolumon, Tuhan manjaga ho, HolongNa do mangondihon ho, Tuhan manjaga ho. Tuhan manjaga ho, las pe roham marsak pe ho, Sai diramoti ho, Tuhan manjaga ho.
♫ Sai disarihon do ngolumi, Tuhan manjaga ho, Sai ditangihon tangiangmi, Tuhan manjaga ho. Tuhan manjaga ho, las pe roham marsak pe ho, Sai diramoti ho, Tuhan manjaga ho.

6. Doa Syafaat. Topik Doa Tambahan: (1) Wabah Covid 19 secepatnya berakhir; (2). Tim Medis yang menangani Covid-19, diberi kekuatan dalam melaksanakan Tugas mulianya dan tetap dalam Perlindungan Tuhan; (3) Warga HKBP Aekkanopan dan masyarakat Labura terbebas dari Wabah ini.

7. Bernyanyi BE.769: 1-2 “Tu Debata Do Panghirimonhi” (Papungu Pelean)
♫ Tu Debata do panghirimonki, di tano laut nang awangawang i, Ibana do haposanki, tongtong do diramoti langkangki.(Ref.) Torop pe mara manahopi au, Debatangki do sumarihon au, pos rohangki, sonang do au Ibana do na mandongani au.
♫ Amporik i nang bungabunga i, Ro di sude na tinompaNa i, Na metmet nang na balga i, Ibana do na marmuduhon i, (Ref.) Torop pe …

8. Doa Persembahan – Doa Bapa Kami – Amin, Amin, Amin
P– Ya Allah, Bapa Kami yang di Surga, kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami. Di akhir ibadah ini kami menyerahkan persembahan kami sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah agar dapat dipergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaan Tuhan di dunia. Bukalah hati kami mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.
P– Secara bersama mari mengucapkan Doa Bapa Kami ….
S– Menyanyikan: Amin, Amin, Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *