PARTANGIANGAN KELUARGA 22 APRIL 2020

Persiapan dan Panggilan Beribadah
P– Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepadaNya tetap di dalam mulutku.
K– Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
P– Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan namaNya!
K- Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.
P- Marilah anak-anak, dengarkanlah aku, takut akan TUHAN akan kuajarkan kepadamu! Mari kita puji Tuhan kita bernyanyi …

1. Bernyanyi BE.15:1+4 “Aut na Saribu Hali Ganda”
♫ Aut na saribu hali ganda saringar ni soarangki/ Naeng nasa gogo bahenonhu/ mamuji Debatanta i/ Paboa las ni rohangki hinorhon ni pambaenNa i
♫ Mauliate ma rohangku di Ho O Debata tongtong/ Dibaen sude denggan basaMu naung nilehonMu di au on/ Ai dipatongon Ho tongtong sude na ringkot di au on

2. Votum – Introitus – Tangiang (P- Pemimpin; K-Keluarga; S- Semua)
P– Di dalam nama Allah Bapa, dan nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi.
K– Amin
P– Bumi penuh dengan Kasih setia Tuhan, oleh karena Firman Tuhan langit telah dijadikan.
K- Bersorak sorailah, hai orang-orang benar, dalam Tuhan; sebab memuji-muji itu layak bagi orang-orang jujur.
P– Marilah Kita Berdoa: Ya Allah Bapa, berikanlah Roh Kudus ke dalam hati kami, agar kami terhibur karena kebangkitan AnakMu Yesus Kristus Tuhan kami, supaya iman kami semakin kuat dan penuh pengharapan yang hidup, agar kami selalu mengingat bahwa kami bangkit dari kematian seperti Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin

3. Bernyanyi BE.183:1+3 “On pe Holan Asi ni Roha”
♫ Na jumpang au na asi roha/ Di au naung mago i hian/ Tuhan Jesus parasi roha/ Di au na lilu nahinan/ Nuaeng hutanda Tuhanki/ Parasi roha bolon i/ Parasi roha bolon i
♫ On pe holan asi ni roha/ Sipangasahononhon i/ Sipujionku do Jahowa Dung ro na pamanathon i/ Unduk huhut las rohangki/ Mamuji asiroha i
Mamuji asiroha i

4. Membaca Firman dan Renungan
P– Nas Alkitab yang menjadi renungan saat ini tertulis dalam KITAB BILANGAN 14:17-19 demikian dituliskan: “Jadi sekarang, biarlah kiranya kekuatan TUHAN itu nyata kebesarannya, seperti yang Kaufirmankan:
K– TUHAN itu berpanjangan sabar dan kasih setia-Nya berlimpah-limpah, Ia mengampuni kesalahan dan pelanggaran, tetapi sekali-kali tidak membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, bahkan Ia membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat.
P– Ampunilah kiranya kesalahan bangsa ini sesuai dengan kebesaran kasih setia-Mu, seperti Engkau telah mengampuni bangsa ini mulai dari Mesir sampai ke mari.” Demikianlah Firman Tuhan, saat ini mari mendengar keterangan berikut ini …

BERHARAPLAH PADA TUHAN JANGAN MENGELUH
Kitab Bilangan menceritakan tentang sejarah bangsa Israel selama hampir 40 tahun, sejak mereka meninggalkan gunung Sinai sampai tiba diperbatasan Timur Kanaan, yaitu negeri yang dijanjikan Allah untuk diberikan kepada mereka. Nama Bilangan sendiri diambil dari peristiwa yang paling penting dalan kitab ini yaitu sensus bangsa Israel. Kitab ini juga berisikan kisah tentang suatu bangsa yang seringkali berkecil hati dan takut menghadapi kesukaran-kesukaran hidup. Mereka melanggar perintah Allah dan tak mau menurut kepada Musa yang ditunjuk TUHAN untuk memimpin mereka. Buku ini juga merupakan kisah tentang bagaimana TUHAN dengan setia dan tekun memelihara bangsaNya, walaupun mereka itu lemah dan tidak taat.
Permohonan Musa didengarkan Tuhan. Itulah yang dikemukakan dalam perikop saat ini. Disebutkan dalam ayat 12, Allah menyampaikan keputusanNya kepada Musa: Pertama, melenyapkan umat Israel dengan penyakit sampar karena bangsa ini tidak bisa lagi ditolerir. Mereka tidak lagi memandang Allah sebagai Pembebas dari perbudakan Mesir. Ketika mereka mendengar penjelasan para pengintai yang mendramatisir keadaan tanah Kanan yang dijanjikan Allah menjadi milik mereka, dengan mengatakan bahwa mereka tidak mungkin memiliki tanah Kanaan tersebut karena penduduknya sangat kuat bahkan yang berdiam disana keturunan raksasa, mereka mengeluh dan bersungut-sungut. Mereka menangis semalaman, lalu menyalahkan Tuhan. Sebagai puncaknya, mereka menolak kepemimpinan Musa dan Harun dan ini berarti mereka menolak Tuhan memimpin mereka. Keputusan Allah yang Kedua adalah membuat Musa dan keturunannya menjadi bangsa yang kuat melebihi bangsa Israel. Apakah Musa gembira mendengar keputusan Allah ini? Seharusnya ya, andaikan Ia berpikir egois. Musa tidak setuju keputusan Tuhan. Ia tidak memanfatkan kesempatan ini untuk keuntungan pribadi dan keturunannya. Musa malah memohon agar Tuhan membatalkan keputusanNya. Dan sungguh luar biasa, Allah mendengar permohonan Musa (Ay.20). Mengapa bisa demikian? Karena Musa benar dihadapan Allah dan Tuhan selalu mendengar doa orang benar (Amsal 15:29). Sekarang, apa yang menjadi pesan Nas ini bagi kita? Ada Dua: (1). Jangan Mengeluh dan bersungutsungut! Bersungut-sungut adalah reaksi spontan yang timbul karena ketidakpuasan, kekecewaan, ataupun kekesalan karena kenyataan jauh dari yang diharapkan. Reaksi ini biasanya dimiliki oleh pribadi yang kurang bersyukur atau tidak pernah bersyukur. Saat ini kita diingatkan bahwa bersungut-sungut merupakan hal yang tidak berkenaan kepada Tuhan karena tidak mensyukuri apa yang Tuhan telah berikan kepada kita. Terimalah apapun yang terjadi dalam hidupmu dengan ucapan syukur, sekecil apapun pemberian Tuhan kepada kita, sekecil apapun penghasilan atau keuntungan usahamu, TERIMA DAN SYUKURI SAJA! Ketika kita mensyukurinya, Tuhan akan memberi sesuatu yang jauh lebih besar dalam hidup kita. Pesan Ke (2), Hiduplah Benar di Hadapan Tuhan. Doa dari Musa ternyata mampu membatalkan hukuman yang seharusnya jatuh atas bangsa itu dan ini karena pola hidupnya yang benar. Pola hidup yang bagaimana? Pertama, Musa pemaaf dan pengampun. Walaupun bangsa Israel berbuat tidak baik kepadanya, sampai mau melemparinya dengan batu, tetapi ketika ada kesempatan membalas, semua itu tidak dilakukannya. Dia tetap berkeinginan bangsa itu tetap selamat. Kedua, Musa tidak mementingkan diri sendiri. Dia menolak kehendak Tuhan memusnahkan bangsa Israel. Ini luarbiasa! Kebenaran dalam dirinya benar-benar teruji. Sebagai Kristen sudah sepatutnya kita berjalan bersama Tuhan yang kelihatan dengan hidup benar di hadapanNya! Banyak orang mengaku mereka sedang berjalan bersama Tuhan tapi tidak menjalani kehidupan sesuai STANDARD TUHAN, mereka masih berkompromi dengan dosa. Hidup benar dihadapan Tuhan haruslah dibangun dengan keakraban secara terus menerus, menit demi menit dan hari demi hari dengan konsisten dan penuh ketekunan. Terlebih ketika menghadapi segala dampak dari wabah yang sedang melanda dunia dan hidup kita saat ini. Bisa saja Allah memperbolehkan wabah ini terjadi untuk mengembalikan keakraban hidup kita denganNya. Mungkin saja Tuhan melihat, kita umatNya sudah mulai menjauh dariNya. Bisa saja Tuhan merindukan kita untuk kembali menggantungkan hidup hanya kepadaNya bukan kepada apa yang ada pada kita. Bisa saja Tuhan berkeinginan mengembalikan fungsi rumah yang kita tinggali selama ini menjadi Rumah Doa, sebagaimana jemaat Kristen mula-mula dan banyak kemungkinan lainnya. Karenanya mari bangun komitmen untuk hidup benar dihadapan Tuhan, agar keinginan kita dikabulkanNya. Amin

5. Bernyanyi BE.772:1-2 “Tuhanhu Do Pature Dalanhi”
♫ Tuhanku do pature dalanki/ Tuhanku do patiur langkangki/ Sian nasa rohangki hupasahat ngolungki/ Tuhanku do patiur langkangki
♫ Tuhanku do pature dalanki/ Tuhanku do patiur langkangki/ Hupasahat diringki tu tangan ni Tuhanki/ Tuhanku do patiur langkangki

6. Doa Syafaat. Topik Doa Tambahan: (1) Wabah Covid 19 secepatnya berakhir; (2). Tim Medis yang menangani Covid-19, diberi kekuatan dalam melaksanakan Tugas mulianya dan tetap dalam Perlindungan Tuhan; (3) Warga HKBP Aekkanopan dan masyarakat Labura terbebas dari Wabah ini. (4) Proses Pembangunan Gedung Sekolah Minggu dan Rumah Pastori. dll

7. Bernyanyi BE.206:1+3 “Na Dison Do Au Tuhanhu” (Papungu Pelean)
♫ Na dison do au Tuhanku Na marsomba au tu Ho/ Iluilu ni matangku Husombahon do tu Ho/ RohaMi ma tu rohangku Na masihol au di Ho
♫ Ndang adong pangidoanku Dungkon asi ni rohaM/ Na dilehon Ho, Tuhanku,/ Tu na unduk di hataM

8. Doa Persembahan – Doa Bapa Kami – Amin, Amin, Amin
P– Ya Allah, Bapa Kami yang di Surga, kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami. Di akhir ibadah ini kami menyerahkan persembahan kami sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah agar dapat dipergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaan Tuhan di dunia. Bukalah hati kami mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.
P- Secara bersama mari mengucapkan Doa Bapa Kami ….
S– Menyanyikan: Amin, Amin, Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *