PARTANGIANGAN KELUARGA, 06 MEI 2020

Persiapan dan Panggilan Beribadah
P– Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi!
KBeribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapanNya dengan sorak-sorai!
P– Ketahuilah, bahwa TUHANlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umatNya dan kawanan domba gembalaanNya.
KMasuklah melalui pintu gerbangNya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataranNya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepadaNya dan pujilah namaNya!
P- Sebab TUHAN itu baik, kasih setiaNya untuk selama-lamanya, dan kesetiaanNya tetap turun-temurun. Mari Puji Tuhan, kita bernyanyi …

1. Bernyanyi BE.190:1+3 “Las Rohangku Situtu”
Las rohangku situtu mida Jesus na lulu. Manjalahi hajolmaon Ai Ibana paluahon. Jolma manisia i Sian hamagoan i.
♫ Las rohangku situtu Ai parjambar au tutu. Di na denggan sasudena Pinarbaga ni Debata. Di sude na burju i Mangihuthon Jesus i.

2. Votum – Introitus – Doa (P- Pemimpin; K-Keluarga; S- Semua)
P- Di dalam nama Allah Bapa, dan nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi.
KAmin
P- Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib
KTuhan telah memperkenalkan keselamatan yang dari padaNya, telah menyatakan keadilanNya di depan mata bangsa-bangsa.
P– Keselamatan telah dikerjakan kepadaNya oleh tangan kananNya, oleh lenganNya yang Kudus. Marilah Kita Berdoa: Ya Tuhan Allah yang Mahapengasih! FirmanMu mengatakan bahwa kami menderita dan mati bersama-sama dengan AnakMu Yesus Kristus Tuhan kami, supaya kami bersama dengan Dia di dalam kemuliaan. Ajarlah kami menuruti kehendakMu, teguh dalam iman serta penuh pengharapan akan kebangkitan dan kemuliaan yang kelak Tuhan berikan kepada orang yang percaya kepadaMu. Amin.

3. Bernyanyi BE.754:5 “Gok Las ni Roha Do Au”
Marlas ni roha do au di ngolungkon, di ngolungkon, di ngolungkon. Marlas ni roha do au di ngolungkon,Tongtong di rohangkon. (Ref.) Mauliate gok las ni roha maringan HolongMi Tuhan di au Mauliate gok las ni roha maringan HolongMi Tuhan di au

4. Pembacaan Alkitab dan Renungan
P– Firman Tuhan yang menjadi renungan saat ini tertulis dalam Kitab ULANGAN 31:14-22, mari kita membacanya dengan responsorium: Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Sesungguhnya sudah dekat waktunya bahwa engkau akan mati; maka panggillah Yosua dan berdirilah bersama-sama dengan dia dalam Kemah Pertemuan, supaya Aku memberi perintah kepadanya.” Lalu pergilah Musa dan Yosua berdiri dalam Kemah Pertemuan.
K– Dan TUHAN menampakkan diri di kemah itu dalam tiang awan, dan tiang awan itu berdiri pada pintu kemah.
P– TUHAN berfirman kepada Musa: “Ketahuilah, engkau akan mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu dan bangsa ini akan bangkit dan berzinah dengan mengikuti allah asing yang ada di negeri, ke mana mereka akan masuk; mereka akan meninggalkan Aku dan mengingkari perjanjian-Ku yang Kuikat dengan mereka.
K– Pada waktu itu murka-Ku akan bernyala-nyala terhadap mereka, Aku akan meninggalkan mereka dan menyembunyikan wajah-Ku terhadap mereka, sehingga mereka termakan habis dan banyak kali ditimpa malapetaka serta kesusahan. Maka pada waktu itu mereka akan berkata: Bukankah malapetaka itu menimpa kita, oleh sebab Allah kita tidak ada di tengah-tengah kita?
P- Tetapi Aku akan menyembunyikan wajah-Ku sama sekali pada waktu itu, karena segala kejahatan yang telah dilakukan mereka: yakni mereka telah berpaling kepada allah lain.
K– Oleh sebab itu tuliskanlah nyanyian ini dan ajarkanlah kepada orang Israel, letakkanlah di dalam mulut mereka, supaya nyanyian ini menjadi saksi bagi-Ku terhadap orang Israel.
P– Sebab Aku akan membawa mereka ke tanah yang Kujanjikan dengan sumpah kepada nenek moyang mereka, yakni tanah yang berlimpah-limpah susu dan madunya; mereka akan makan dan kenyang dan menjadi gemuk, tetapi mereka akan berpaling kepada allah lain dan beribadah kepadanya. Aku ini akan dinista mereka dan perjanjian-Ku akan diingkari mereka.
K– Maka apabila banyak kali mereka ditimpa malapetaka serta kesusahan, maka nyanyian ini akan menjadi kesaksian terhadap mereka, sebab nyanyian ini akan tetap melekat pada bibir keturunan mereka. Sebab Aku tahu niat yang dikandung mereka pada hari ini, sebelum Aku membawa mereka ke negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada mereka.”
P- Maka Musa menuliskan nyanyian ini dan mengajarkannya kepada orang Israel.

BERTEMU DENGAN TUHAN DALAM NYANYIAN
Saudara/i Terkasih,
Seorang mahasiswa bergumul dengan pikiran-pikiran negatif yang selalu ada dalam benaknya. Dia telah berdoa dan membaca Alkitab dengan teratur, namun hal itu tidak membantunya melepaskan diri dari pikiran negatif tersebut. Ia lalu meminta bantuan seorang konselor Kristen. “Musik apakah yang kamu dengarkan?” tanya si konselor. Ketika mahasiswa itu mengatakan bahwa musik rock yang didengarkannya, konselor itu berkomentar, “Bayangkanlah seolah dirimu adalah sehelai kertas. Setiap musik yang kau dengar adalah api yang membakar tepi kertas. Engkau memohon kepada Tuhan agar memulihkan kertas yang telah rusak itu, dan dengan firmanNya Dia mulai memulihkanmu. Namun kau terus membakarnya. Mulai sekarang, biasakanlah mendengar musik rohani dan lihat apa yang akan terjadi nanti.” Mahasiswa itu melakukan saran itu dan ia berhasil memulihkan pikirannya.
Inilah kekuatan sebuah nyanyian! Allah menggabungkan kekuatan musik dan nyanyian dengan kebenaran, supaya orang percaya lebih dekat kepadaNya. Itu juga yang Allah nyatakan dalam kitab Ulangan 31. Tuhan menyuruh Musa menyampaikan pesan-pesan terakhirnya sebelum ia meninggal. Tuhan ingin bangsa Israel tahu bahwa mereka akan melawan Tuhan di masa yang akan datang (ay.16) dan saat mereka melawan Tuhan maka Tuhan akan menghukum mereka dengan berbagai kesusahan (ay.17) dan hal tersebut dibuat Tuhan supaya mereka mengerti bahwa dosa telah membuat Tuhan berpaling dari mereka (ay.17-18). Agar pesan ini sampai dan dimengerti bangsa itu, Musa diminta mengajarkannya dengan nyanyian. Kemudian Musa mengajarkannya kepada bangsa Israel, apa yang mereka akan alami dan sikap Tuhan saat mereka meninggalkan Tuhan. Dengan demikian, kita melihat bahwa nyanyian yang digunakan untuk mengajar bangsa Israel sebenarnya adalah pesan Firman Tuhan sendiri. Nyanyian yang seperti ini pada dasarnya tidak beda dengan pemberitaan Firman Tuhan, nyanyian dapat menjadi sarana bagi seseorang untuk mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan.
Saudara terkasih dalam Yesus Kristus, Dalam liturgi gereja kita, nyanyian memiliki fungsi sebagai sarana dialogis antara kita dengan Allah, dan ini harus berdampak dalam pola hidup kita. Hidup kita sehari-hari adalah ibadah yang sesungguhnya, di mana kita harus memuji, menyembah, berdialog dengan Tuhan serta memberi yang terbaik kepada Tuhan melalui seluruh sisi kehidupan kita. Memuji Tuhan dalam keseharian berarti merasakan kehadiran Tuhan ketika bekerja dan melakukan aktivitas sehari-hari. Dengan selalu merasakan bahwa Tuhan hadir bersama dengan kita, maka kita akan mendapatkan kekuatan ketika kita letih lesu menjalani hidup yang serba tidak pasti, mendapatkan semangat ketika sudah hampir menyerah menghadapi tantangan hidup, mendapatkan sukacita ketika merasakan kesedihan dan kekecewaan, bimbingan ketika tidak tahu untuk mengambil keputusan, damai sejahtera ketika kita kehilangan rasa damai. Kalau kita bisa mengalami kasih dan kehadiran Tuhan dalam diri kita, kita dapat menyaksikan Tuhan juga melalui pikiran, perkataan, perbuatan kita sehari-hari. Damai dan sukacita yang melimpah dalam hati, yang mengalir melalui puji-pujian kepada Tuhan tentu dapat dirasakan orang disekitar kita. Marilah kita memuji namaNya karena la sungguh baik bagi kita, Kantate, nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan, Amin.

5. Bernyanyi BE.362:1 “Endehon Ende Na Imbaru”
Endehon ende na imbaru Di Debata Jahowa i. Ai sasadasa dipatubu Saluhut halongangan i. Sai ditaluhon siamunna Do sasude musuna i. Patar dibaen hatigoranna Di jolo ni parbegu i

6. Doa Syafaat.
7. Bernyanyi BE.453:1+4 “Sada Goar Na Umuli (Persembahan)
Sada goar na ummuli sian nasa goar i, goar ni Tuhanta Jesus, i do na ummuli i, goarMi, Tuhanki, holan i do endengki, GoarMi, Jesuski do pamalum rohangki.
♫ Sai endehon ma goarNa, burju hatindangkon i, Paima sahat hita sogot lao sumomba Tuhan i. GoarMi Tuhanki, holan i do endengki, GoarMi, Jesuski do pamalum rohangki.

8. Doa Persembahan – Doa Bapa Kami – Amin, Amin, Amin
P- Ya Allah, Bapa Kami yang di Surga, kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami. Di akhir ibadah ini kami menyerahkan persembahan kami sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah agar dapat dipergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaan Tuhan di dunia. Bukalah hati kami mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.
P- Secara bersama mari mengucapkan Doa Bapa Kami ….
S- Menyanyikan: Amin, Amin, Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *