IBADAH KELUARGA MINGGU KANTATE 10 MEI 2020

1. Bernyanyi BE.581:1 “Sangap di Jahowa”
Sangap di Jahowa na sun timbul i, balga ni holongNa dang tarasam i Dilehon AnakNa na sasada i, manobus hita jolma pardosa i Puji ma Debata ale manisia, las roham, las roham somba ma Debata Dapothon Jahowa na sun timbul i, marhite AnakNa Tuhan Jesus i.

2. Votum – Introitus – Doa
P– Di dalam nama Allah Bapa dan Nama Anak-Nya Tuhan Yesus Kristus dan nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi.
K– Amin.
P– Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib.
K– Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang daripadaNya, telah menyatakan keadilanNya di depan mata bangsa-bangsa.
P– Keselamatan telah dikerjakan kepadaNya oleh tangan kananNya, oleh lenganNya yang kudus. Haleluya.
K– (menyanyikan Haleluya, Haleluya, Haleluya)
P – Mari kita berdoa : Ya Tuhan Allah Yang Maha Kuasa, Maha benar dan Kudus!Engkau melawan dan menceraiberaikan orang-orang yang congkak, tetapi menginginkan orang-orang yang rendah hati, karena itu, kami memohon kepadaMu: Tolonglah kami menjauhi kesombongan, supaya kami rendah hati, lemah lembut, penuh cinta kasih, jujur dan sopan terhadap sesama manusia, oleh karena AnakMu Tuhan Yesus Kristus

3. Bernyanyi BE.25:1 “HataMi ale Tuhan”
HataMi, ale Tuhanku, arta na ummarga i, sai paian dirohangku, unang so hutiop i Molo so be sitiopan, hata na badia i, aha nama haojahan, ni haporseaon i?

4. Pembacaan Hukum Taurat
P– Saudara-saudara yang kekasih ! Marilah kita mendengar Hukum Taurat Tuhan, dari hukum Taurat ke VI dan maksudnya JANGAN ENGKAU MEMBUNUH
K– Maksudnya adalah Kita harus takut serta kasih kepada Allah, sebab itu jangan kita mengancam kehidupan tentangga kita (sesama) maupun mendatangkan bahaya kepadanya, melainkan kita harus bersahabat dan membantu kebutuhan hidup mereka.
P -Demikian hukum Tuhan, karena itu marilah kita memohon kekuatan dari Tuhan untuk melakukan hukumNya
S – Ya Tuhan Allah, kuatkanlah kami melakukan yang sesuai dengan hukumMu. AMIN.

5. Bernyanyi BE.432:1 “Sian Hurungan ni Dosangki”
Sian hurungan ni dosangki ro au tu Ho, ro au tu ho. Tu haluaon di mudarMi Jesus au ro tu Ho. Nasa rohangku malum, hipas, gabe mamomara, nang pe pogos Sian jeangku ro au tu Ho,Jesus au ro tu ho.

6. Doa Pengakuan Dosa dan Janji Pengampunan Dosa
P– Saudara-saudara terkasih dalam Yesus Kristus! Marilah kita dengan kerendahan hati mengaku dosa-dosa kita di hadapan Tuhan… kita berdoa: Ya, Tuhan Allah Bapa kami Yang Maha Pengasih! Sesungguhnya kami tak layak datang ke hadapanMu, karena kami ini adalah orang yang penuh dengan dosa. Tidak satu pun dari perbuatan kami yang dapat membenarkan kami, tetapi oleh karena kemurahanMu, kini kami datang ke hadapanMu yang Kudus, memohon keampunan segala dosa dan kejahatan kami.
K– Ya, Tuhan Allah, dengan mengandalkan janji-janji setiaMu, kami memohon kepadaMu, kasihanilah kami, ampunilah segala dosa dan kejahatan kami.
P– Ya, Tuhan, begitu banyak perbuatan kami yang tidak berkenan padaMu, dan juga mendukakan hati sesama kami. Kami tidak mampu mengasihi sesama kami seperti Tuhan telah mengasihi kami. Terkadang kami tidak jujur, tidak sopan dan tidak ramah kepada sesama kami bahkan kepada orang yang lebih tua dari kami.
K – Ya, Tuhan Allah, dengan mengandalkan janji-janji setiaMu, kami memohon kepadaMu, kasihanilah kami, ampunilah segala dosa dan kejahatan kami.
P – Seringkali kami hidup dalam kebencian, pertengkaran dan fitnah. Kami terjebak dalam berbagai kejahatan dan perbuatan daging yang menyesatkan, yang membuat kami tidak taat dan menyimpang dari jalanMu yang benar. Oleh karena itu ya Tuhan, saat ini kami datang menundukkan kepala dihadapanMu memohon:
K – Ya, Tuhan Allah, dengan mengandalkan janji-janji setiaMu, kami memohon. (Menyanyikan KJ.27:1 Meski tak layak diriku, tetapi oleh darahMu, dan karna Kau memanggilku ku datang Yesus padaMu)
P– Dengarkanlah janji keampunan dosa dari Tuhan: Tuhan adalah Penyayang dan Pengasih, panjang sabar dan berlimpah anugerah kasih setia. Tidak dilakukanNya kepada kita setimpal dengan dosa kita dan tidak dibalasNya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita. Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian Tuhan sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia. Kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha Tinggi.
S – Amin.

7. Bernyanyi 695:1 “Jesus Tuhanku di Ho ma au on”
Jesus Tuhanku di ho ma au on asa mangihut to ho au tontong Gohi rohangku ingani au on, sonang di Ho tontong. O Tuhan togu ma au, o Tuhan togu-togu ma au Gohi rohangku ingani au on, sonang di ho tontong.

8. Pembacaan Epistel
P– Marilah kita mendengar Firman Tuhan yang ditetapkan untuk kita pada Minggu ini, yang tertulis dalam ULANGAN 31:14-22. Demikian firman Tuhan mari kita baca secara responsoria, Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Sesungguhnya sudah dekat waktunya bahwa engkau akan mati maka panggillah Yosua dan berdirilah bersama-sama dengan dia dalam Kemah Pertemuan, supaya Aku memberi perintah kepadanya. Lalu pergilah Musa dan Yosua berdiri dalam Kemah Pertemuan.
K– Dan TUHAN menampakkan diri di kemah itu dalam tiang awan, dan tiang awan itu berdiri pada pintu kemah.
P– TUHAN berfirman kepada Musa: “Ketahuilah, engkau akan mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu dan bangsa ini akan bangkit dan berzinah dengan mengikuti allah asing yang ada di negeri, ke mana mereka akan masuk; mereka akan meninggalkan Aku dan mengingkari perjanjian-Ku yang Kuikat dengan mereka.
K– Pada waktu itu murka-Ku akan bernyala-nyala terhadap mereka, Aku akan meninggalkan mereka dan menyembunyikan wajah-Ku terhadap mereka, sehingga mereka termakan habis dan banyak kali ditimpa malapetaka serta kesusahan. Maka pada waktu itu mereka akan berkata: Bukankah malapetaka itu menimpa kita, oleh sebab Allah kita tidak ada di tengah-tengah kita?
P– Tetapi Aku akan menyembunyikan wajah-Ku sama sekali pada waktu itu, karena segala kejahatan yang telah dilakukan mereka: yakni mereka telah berpaling kepada allah lain.
K– Oleh sebab itu tuliskanlah nyanyian ini dan ajarkanlah kepada orang Israel, letakkanlah di dalam mulut mereka, supaya nyanyian ini menjadi saksi bagi-Ku terhadap orang Israel.
P- Sebab Aku akan membawa mereka ke tanah yang Kujanjikan dengan sumpah kepada nenek moyang mereka, yakni tanah yang berlimpah-limpah susu dan madunya; mereka akan makan dan kenyang dan menjadi gemuk, tetapi mereka akan berpaling kepada allah lain dan beribadah kepadanya. Aku ini akan dinista mereka dan perjanjian-Ku akan diingkari mereka.
K- Maka apabila banyak kali mereka ditimpa malapetaka serta kesusahan, maka nyanyian ini akan menjadi kesaksian terhadap mereka, sebab nyanyian ini akan tetap melekat pada bibir keturunan mereka. Sebab Aku tahu niat yang dikandung mereka pada hari ini, sebelum Aku membawa mereka ke negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada mereka.
P– Maka Musa menuliskan nyanyian ini dan mengajarkannya kepada orang Israel. Berbahagialah orang yang mendengar Firman Allah serta memeliharanya.
S – Amin.

9. Bernyanyi BE.453:1 “Sada Goar na Umuli”
Sada goar na ummuli sian nasa goar i, goar ni Tuhanta Jesus i do na ummuli i goarMi, Tuhanki, holan i do endengki, GoarMi Jesuski do pamalum rohangki.

10. Doa Syafaat
11. Bernyanyi 585:1 “Somba ma Jahowa”
Somba ma Jahowa Debatanta amen haleluya. Sigomgom langit, tano on ro di isi na Amen haleluya Beta hita lao marsinggang tu joloNa, Amen haleluya Na songkal jala na badia do Jahowa, Amen haleluya, Endehon! Amen haleluya! Endehon! Amen haleluya, Endehon Amen Haleluya, Endehon! Amen haleluya.

12. Renungan
P – Firman Tuhan yang menjadi renungan untuk kita tertulis dalam kitab WAHYU 12: 10-12 demikian firman Tuhan, Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: “Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.
K – Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.
P – Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat. Demikian firman Tuhan. Sekarang saya akan membacakan keterangan dari firman Tuhan…

MENYANYIKAN KESELAMATAN DARI TUHAN

“Kulihat ibu pertiwi, sedang bersusah hati. Air matanya berlinang, emas intan terkenang. Hutan, gunung, sawah, lautan, simpanan kekayaan. Kini ibu sedang lara, merintih dan berdoa.”

Penggalan kalimat di atas adalah lirik lagu Ibu Pertiwi yang ditulis komponis Solo Kamsidi Samsuddin tahun 1908. Lagu ini sesungguhnya diadaptasi dari nyanyian gereja “What a Friend We Have in Jesus” karya Joseph Medlicott Scriven pada tahun 1855. Sekarang Lagu ini kita kenal dengan judul “Yesus Kawan Yang sejati” (KJ.453) dan “Ise Do Alealenta” (BE.219). Lirik lagu di atas bisa menggambarkan bagaimana negara kita sedang susah saat ini dan tentunya berdampak dalam kehidupan kita. Saat ini kita sedang “berperang” dan tertekan oleh Covid -19. Kita sungguh sulit menerima kenyataan bahwa virus ini berpotensi menjadi yang terburuk dalam sejarah hidup kita. Tidak pernah kita sebelumnya mengalami pembatasan – pembatasan pertemuan, penutupan perbatasan daerah, pelarangan mudik, pelarangan pertemuan besar, bekerja dan belajar wajib dari rumah, kegiatan pesta adat terhenti, yang berdampak terhentinya mata pencaharian orang-orang yang bergelut di bidang ini, peribadahanpun bergeser di rumah saja. Kondisi ini begitu mengguncangkan dan penuh ketidakpastian. Mungkin saja dalam doa, kita sudah menyelipkan pertanyaan pemazmur dalam Mazmur 13: Tuhan berapa lama ku dilupakan? Berapa lama lagi Kau sembunyikan wajahMu terhadap aku? Berapa lama lagi aku harus manaruh kekuatiran dalam hidupku? Dengan keadaan yang sedang kita hadapi saat ini, sikap dan kemampuan memosisikan diri serta cara pandang sangat menentukan langkah kehidupan kita. Sekarang, bagaimanakah cara agar kita terhindar dari kekuatiran, kejenuhan dan rasa takut? Mari belajar dari Nas renungan saat ini.

Saudara/i terkasih, Wahyu ini dituliskan sekitar tahun 95 oleh rasul Yohanes. Pada saat itu orang-orang Kristen ditekan dan dianiya karena kepercayaannya kepada Yesus Kristus. Yohanes saat itu dipenjarakan oleh Kaisar Domitianus di Patmos, sebuah pulau berbatu karang dan kosong dilepas pantai Turki. Dalam sejarah kekristenan, kaisar Domitianus adalah salah satu kaisar yang sangat membenci orang Kristen. Berbagai cara dilakukannya untuk menyiksa dan menganiaya pengikut Kristus. Dalam kondisi ini, hanya ada dua pilihan bagi orang Kristen: Mati atau Murtad! Bagi yang menyangkal Kristus, dibebaskan dari hukuman dan bagi yang bertahan dengan imannya kepada Kristus, dihukum siksa sampai mati. Dalam kondisi inilah, wahyu Allah datang kepada Yohanes dan memintakannya untuk menyampaikan apa yang dilihatnya ini kepada 7 jemaat yang sedang menderita saat itu, yakni: Efesus, Smirna, Pergamus, Tiatira, Sardis, Filadelfia dan Laodikia. Semua jemaat ini berada di Provinsi Asia Kerajaan Romawi. Yohanes menggunakan simbolisme dalam tulisannya untuk menyembunyikan makna pesannya dari musuh-musuh. Orang Kristen ketika itu pasti memahami gambaran yang digunakannya, sedangkan para penganiaya tidak memahami sama sekali. Nas renungan kita saat ini adalah bagian dari Pasal 12:1-17, yang menggambarkan sebuah penglihatan mengenai seorang perempuan yang melahirkan seorang bayi laki-laki. Setan, diwakili oleh ular naga merah, berusaha hendak membunuh anak itu. Namun anak itu dilindungi dan dibebaskan dari kejahatan oleh Tuhan. Yang hendak disampaikan melalui penglihatan ini adalah, masih adanya harapan yang memberi semangat kepada orang Kristen untuk selalu percaya walau hidup tertekan, terancam dan teraniaya. Melalui Kristus, Allah akan mengalahkan semua musuhNya termasuk iblis. Dan apabila kemenangan itu sudah tercapai, Allah akan memberikan surga yang baru dan bumi yang baru sebagai hadiah kepada umatNya yang setia.
Saudara/i terkasih, Saat ini pesan dari Wahyu Allah sampai kepada kita. Disaat kita sedang melakukan peperangan dan perlawanan dengan Covid 19 dengan segala dampaknya, kita diingatkan untuk tabah dan tak putus harapan. Kemenangan kita akan segera tiba didalam Yesus Kristus. Covid-19 mungkin saja berperan sebagai pengeras suara yang sangat keras mengingatkan bagaimana kita hidup, bagaimana keimanan kita, bagaimana kesetiaan dan bagaimana pengenalan kita akan Dia. Biarlah dengan kondisi ini menjadi alasan kuat buat kita untuk kembali memandang Allah yang mungkin kita abaikan selama ini, dan satu hal yang pasti, semua yang terjadi dalam hidup kita, tidak ada yang mampu memisahkan kita dari kasih Kristus (Roma 8:35-39). Mari Nyanyikan nyanyian baru bagi Tuhan, Amin.

13. Bernyanyi BE.417:1+4 “Rade situtu haluaon” (Persembahan)
Rade situtu haluaon, nanaeng tangkuponmu attong. Rade nang di ho hatuaon, sihalashononmu antong Bernit do di taon Tuhanmu pasaehon dosam sasude Tung unang paujat Ibana sai janghon panghophopNa i.
PanghophopNa i parangeho, pasangap Tuhanmu attong Ibana buas mangalehon tu ho hasonangan tontong Sandok sian holso malua nang sian biarmu sude Sonang nama ho namartua, manghirim tontong surgo i.

14. Doa Persembahan – Doa Bapa Kami – Amen, Amen, Amen.
P – Marilah kita berdoa untuk menyerahkan persembahan kita kepada Tuhan. Ya Allah, Bapa kami yang di surga, kami mengaku bahwa Tuhan adalah Sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami masing-masing. Sebagian dari pada karunia itu, kami serahkan kembali sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah persembahan umatMu ini, agar dapat kami pergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan Kerajaan Tuhan di dunia ini. Bukalah hati kami untuk mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin. Secara bersama arilah berdoa dalam doa Bapa kami
K– Bapa kami yang di sorga,….. Amin, amin, amin (Dinyanyikan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *