MENJADI SAKSI ITU TIDAK ENAK!

Selasa, 12 Mei 2020

Saya pernah diperiksa menjadi saksi oleh pihak yang terkait mulai pukul 9 pagi sampai pukul 5 sore. Beragam pertanyaan disampaikan. Keterangan harus semendetail mungkin, jika salah ucap bisa-bisa muncul persoalan baru. Kita harus ingat apa yang dilihat, yang didengar dan yang dialami. Tiap hal-ihwal yang kecil pun ditanya. Sesudah itu, muncul pihak yang marah atau benci karena kesaksian itu, bahkan tak jarang, perkataan mereka berbau ancaman. Pokoknya, tak enak dan repotlah menjadi saksi itu! Menjadi saksi dalam satu perkara sudah pelik, bagaimana menjadi saksi perkara yang lebih besar? Menjadi saksi bagi Kristus menyangkut perkara yang sangat besar, dan kita diangkat menjadi saksi atas hidup dan karya Kristus. Tuhan Yesus menegaskan murid-muridNya, “…Kamu akan menjadi SaksiKu ..” (Kis.1:8), dan ini jauh lebih pelik. Karena bersaksi untuk Kristus bukan hanya bercerita dan berbicara, melainkan memperlihatkan sebuah gaya hidup. Gaya Hidup yang bagaimana? Sederhana, bersahaja, damai, teduh, adil, tidak pilih kasih, memaafkan, jujur, tidak mata duitan, respek pada orang lain, dll. Pelik bukan? Jadi sekarang, kita harus bagaimana? Sebagai orang Kristen kita HARUS menjadi Saksi Kristus! Walaupun itu tak enak! pelik, tak nyaman dan lain sebagainya. Saat ini terimalah tugas itu dan perlihatkan itu dalam gaya hidupmu, Roh Kudus memampukan!

“Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia.” (Kisah Para Rasul 5:32)

BE.730:3 ”Sai Patau Ma Au Tuhan”
Sai patau ma diringku ale Tuhan/ Papatarhon hinauliMi Tuhan/ Suru ma TondiMi saor tu rohangki/ Lao patandahon diriM tu donganki

Doa
Ya Tuhan, berikan kemampuan bagiku untuk menjadi SaksiMu, baik dalam perkataan dan perbuatan. Amin

Selamat hari Selasa
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *