PARTANGIANGAN KELUARGA RABU, 13 MEI 2020

1. Bernyanyi BE.557:1+3 “Dao Dumenggan”
Dao dumenggan asi ni rohaM/ Dao umarga sian ngolungkon/ Sai pujionku ma Ho Tuhanku/ Dao umarga asi ni rohaM
♫ Dao dumenggan holong ni rohaM/ Dao umarga sian ngolungkon/ Sai pujionku ma Ho Tuhanku/ Sandok ngolungku do mamuji Ho

2. Votum – Introitus – Doa (P- Pemimpin; K-Keluarga; S- Semua)
P– Di dalam nama Allah Bapa, dan nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan nama Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumi.
KAmin
P– Beritahukanlah dengan suara sorak-sorai dan Kabarkanlah hal ini; siarkanlah itu sampai ke ujung bumi!
KKatakanlah: “Tuhan telah menebus Yakub, HambaNya!” Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi, mazmurkanlah kemuliaan namaNya, muliakanlah Dia dengan puji-pujian!
P– Marilah Kita Berdoa: Ya Tuhan Allah yang Mahapengasih! Hanya karena kasihMu kami sekarang dapat berkumpul dan berdoa kepadaMu. Dalam FirmanMu Engkau berjanji bahwa dimana ada dua atau tiga orang berkumpul dalam namaMu disitu Engkau ada ditengah-tengah mereka. Ya Tuhan, genapilah janjiMu, dengarlah doa permohonan kami ini. Berikanlah kami hidup yang layak dan pengetahuan akan kebenaranMu serta pengharapan akan hidup yang layak, di dalam AnakMu Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.

3. Bernyanyi BE.755:1 “Haposan Ho Tuhan”
♫ Haposan Ho Tuhan, hot do holongMu/ Di las ni roha tingki arsak pe/ Asi ni rohaMi nang pambaenanMu/ Ho Sipalua pangondingan pe/ Haposan Ho Tuhan, Haposan Ho Tuhan, Ndang na mansohot asi ni rohaM/ Nasa na ringkot di au diparade/ Tung ala ni asiM do i sude

4. Pembacaan Alkitab dan Renungan
P– Firman Tuhan yang menjadi renungan saat ini tertulis dalam Injil LUKAS 18:1-8, mari kita membacanya dengan responsoria: Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.
KKataNya: “Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun.
P– Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku.
K- Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun,
P– namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku.”
KKata Tuhan: “Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu!
P– Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihanNya yang siang malam berseru kepadaNya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?
K Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”
P– Demikian Firman Tuhan, saat ini saya akan membacakan Keterangan Nas saat ini …

“BERDOA DENGAN TIDAK JEMU- JEMU”

Saudara/i Terkasih,
Robert Stillwell, menceritakan kisah masa kecilnya, saat berusia 10 tahun, dia tinggal di daerah pertanian di daerah Wyoming, Amerika Serikat. Ayahnya meninggalkan keluarga sehingga ibunya dan saudara-saudaranya harus berjuang untuk tetap hidup. Suatu hari secara tiba-tiba badai es datang menerjang daerah pertanian tersebut. Ibu Robert melihat awan hitam dan badai mendekat, dan jika badai menyapu rumah dan ladangnya tentunya kerugian besar tidak dapat ditanggung. Lalu ibunya berkata, “anak-anak, mari kita berlutut dan berdoa dengan khusuk”! Robert dan saudara-saudaranya berdoa dengan iman yang besar. Dan yang terjadi selanjutnya, badai itu datang menerjang ke arah kampung dan menuju rumah Robert. Ketika mencapai pagar depan rumahnya, badai es itu tiba-tiba berhenti di halam rumah tersebut. Badai itu telah menyebabkan kerusakan hebat di rumah dan ladang tetangga Robert namun berhenti dan menghindari rumah, ladang keluarga Robert. Peristiwa itu telah terjadi 60 tahun yang lalu dan Robert tetap ingat peristiwa itu sebagai hari keajaiban dan wujudnya nyata kekuatan doa yang disampaikan mereka dengan khusuk tersebut.
Saudara/i Terkasih, Nas renungan kita saat ini merupakan perumpamaan Tuhan Yesus tentang janda teguh dan mengajarkan pelajaran penting tentang doa yaitu kita harus konsisten, khusuk dan gigih dalam permohonan doa yang kita naikkan kepada Tuhan. Tuhan Yesus menceritakan kepada murid-muridNya tentang seorang janda di suatu kota yang berhadapan dengan seseorang yang melawan dia dan tidak ada seorang pun yang mendukungnya kecuali seorang hakim yang tidak adil. Musuhnya pun tidak muncul di pengadilan, yang menunjukkan bahwa masalah ini adalah masalah uang. Dia tidak mampu membayar jasa seorang pengacara. Karena itu dia langsung pergi kepada hakim dan mengharapkan hakim tersebut menjadi pengacara, sekaligus menjadi hakimnya. Janda tersebut pergi ke seorang hakim dunia yang mempunyai reputasi yang tidak baik daripada pergi ke pengadilan masyarakat. Hakim itu sama sekali tidak mempunyai prinsip-prinsip agama dan kebal terhadap pendapat umum. Dia sama sekali tidak memperhatikan apa yang dikatakan Allah dan manusia. Kepada hakim yang demikianlah janda ini mengadu. Sebagai seorang janda, dia merupakan gambaran dari sifat yang mudah diserang. Satu-satunya jalan baginya adalah membawa kasusnya kepada hakim itu dengan permohonan, “Belalah hakku terhadap lawanku.” Frasa “belalah hakku” merupakan bahasa hukum yang juga berarti “terimalah perkaraku,” atau “bantulah aku untuk mendapatkan keadilan”. Janda itu memohon kepada hakim tersebut untuk membantunya, meskipun dia tahu hakim tersebut pasti tidak menghiraukan permintaannya. Benar juga bahwa hakim itu menolak permintaannya. Satu-satunya senjata yang dimiliki wanita itu adalah pergi ke hakim tersebut setiap hari dengan permintaan yang sama, “Belalah hakku terhadap lawanku.” Janda itu menyebabkan sang hakim merasa gelisah, sehingga dia berbicara kepada dirinya sendiri dan berkata, “Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku!” Hakim ini tidak takut terhadap serangan fisik: malahan kegigihan janda tersebut mendapatkan yang terbaik darinya. Hakim itu mengharapkan si janda pergi dengan diam-diam, tetapi dia malah kembali kepada hakim itu dengan permintaan yang sama. Hakim itu tidak dapat lagi menahan kegigihan wanita tersebut. Dia mengalah, meneliti kasusnya, dan membenarkan dia.
Saudara/i terkasih, poin yang menjadi perenungan kita saat ini adalah haruskah kita berdoa terus-menerus dan tak jemu-jemu? Perumpamaan ini menunjukkan bahwa sudah seharusnya kita membawa masalah kita terus-menerus ke hadapan Allah di dalam doa. Kita tetap berdoa dan selalu berdoa serta tidak menjadi lelah ketika jawaban doa itu tidak diberikan dengan segera. Yesus mengajarkan kuasa doa. Melalui perkataan dan perbuatan, Dia menunjukkan bahwa orang percaya harus berdoa siang dan malam dengan tidak putus asa. Demikian juga Paulus di dalam surat-suratnya berulang kali menunjuk pada doa yang terus-menerus dilakukan (siang dan malam) dan dengan sungguh-sungguh (lih.lTesalonika 3:10). Namun haruslah kita pahami, Doa bukanlah alat untuk memaksa Allah agar Dia melakukan apa yang kita inginkan. Doa merupakan suatu proses untuk menyadari kuasa dan rencana Tuhan atas hidup kita. Melalui doa, kita menyerahkan hidup dan keadaan kita kepada Tuhan dan mempercayaiNya untuk bertindak menurut waktu dan caraNya. Pada saat kita mengandalkan anugerah Allah, tidak hanya untuk jawaban dari permohonan kita tetapi juga untuk prosesnya, kita dapat selalu datang kepada Tuhan melalui doa, dengan mempercayai hikmat dan kepedulianNya bagi kita. Dorongan yang diberikan Tuhan untuk kita saat ini sangatlah jelas: Teruslah berdoa dengan tidak jemu-jemu! Amin.

5. Bernyanyi BE.487:1+3 “Tung Halak Na Margogo”
♫ Tung halak na margogo si partangiang i/ Dokdok pe sitaonon, ndang olo talu i/ Pos situtu rohana di Debatana i, Tuhanna manaluhon sude pangalo i
♫ Imbaru panghirimon nang hagogoon i/ Margogo, marsahala do partangiang i/ Togu muse langkana lao marjamita i/ Ai Kristus do donganna di ulaonna i

6. Doa Syafaat.
7. Bernyanyi BE.733:1-2 “Dulo ma Au on o Tuhan” (Persembahan)
♫ Dulo ma au on o Tuhan bege anggukkon/ Ro do Ho tu angka dongan topot ma au on/ Jesus Tuhan bege anggukkon/ Ro do Ho tu angka dongan topot nang au on
♫ Tu adopanMi O Tuhan marsomba au on/ Sai asi rohaM O Tuhan, jangkon ma au on/ Jesus Tuhan bege anggukkon/ Ro do Ho tu angka dongan topot nang au on

8. Doa Persembahan – Doa Bapa Kami – Amin, Amin, Amin
P– Ya Allah, Bapa Kami yang di Surga, kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami. Di akhir ibadah ini kami menyerahkan persembahan kami sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah agar dapat dipergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaan Tuhan di dunia. Bukalah hati kami mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.
P- Secara bersama mari mengucapkan Doa Bapa Kami ….
S– Menyanyikan: Amin, Amin, Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *