KRISTUS ADALAH PENGANTARA KITA

Renungan Jumat, 15 Mei 2020

Dalam gereja perdana, ada kelompok orang Kristen yang berlatar belakang Yahudi, yang karena terus menerus mengalami tekanan dalam hidupnya, berpikir untuk murtad dari kepercayaannya kepada Kristus. Dalam situasi ini muncullah satu surat yang berusaha mendorong mereka untuk tetap percaya, setia sampai akhir dan tabah menderita serta tabah menanggung tekanan. Nama surat itu adalah Surat Ibrani. Penulis surat ini menunjukkan bahwa Yesus Kristus adalah pernyataan Allah yang sempurna, Imam yang Agung yang mendirikan Perjanjian Baru bagi umatNya. Perjanjian lama antara Allah dan umatNya mengisyaratkan mereka untuk memberi korban persembahan hewan dan mengikuti ritual-ritual yang ditulis untuk membuang noda dosa (lihat Imamat 4:1-35). Ritual-ritual ini harus diulang terus menerus. Namun dibawah perjanjian yang baru, Yesus menawarkan hidupNya sendiri sebagai kurban satu-satunya yang bersifat permanen. Saat ini kita kembali diingatkan untuk menyadari bahwa kita telah memiliki Pengantara yang menghubungkan kita dengan Allah. Hanya dengan menyebut namaNya, segala permintaan, keinginan dan keluhan, bisa kita sampaikan dalam doa dan itu semua terhubung kepada Allah.

“Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.” (Ibrani 9:15)

BE.719:3 ”Hubege SoaraM O Jesus”
Pargogoi ma au Tuhanku/ Pargogoi ma au Tuhanku/ Pargogoi ma au Tuhanku/ Lao mamorsan silang na tu au/ Togu au Jesus Tuhanku/ Iringiring ma langkangku/ Patuduhon ma dalanMu/ Asa unang unang lilu au

Doa
Ya Tuhan, terima kasih telah menjadi pengantara atas kami, sehingga kami terhubung dengan Allah Bapa. Amin

Selamat hari Jumat
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *