KESETIAAN DAN PENGENALAN DIRI

Renungan Jumat, 22 Mei 2020

Dalam 2Rajaraja 2, diberitakan bahwa suatu saat Nabi Elia bersama Elisa berjalan bersama dari Gilgal menuju tiga tempat yakni Betel, Yerikho dan sungai Yordan. Inilah saat-saat terakhir mereka bersama, karena tidak lama lagi Elia akan dinaikkan ke Sorga. Dalam beberapa kesempatan Elia meminta Elisa untuk tidak mengikutinya. Tiga kali Elia berkata: “Tinggallah di sini!” namun tiga kali pula Elisa menjawabnya, “Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau”. Inilah bentuk fidelitas atau kesetiaannya kepada Elia tuannya. Karena kesetiaan itu Elia membuka peluang kepada Elisa untuk meminta apa yang diinginkannya. Atas kesempatan ini Elisa berkata, wariskanlah kuasa Bapak kepada saya, supaya saya dapat menjadi pengganti bapak. (ay.9). Kali ini, Elia, yang semula kelihatannya menolak Elisa, menerapkan syarat bahwa Elisa harus memberikan perhatian sepenuhnya atas apa yang akan terjadi. Elisa harus melihat Elia terangkat (ay.10) dan tentu saja melihat disini bukan hanya sekadar melihat dengan mata jasmani melainkan juga memahami dan mengerti. Dan akhirnya semuanya itu diakhiri dengan “pengakuan” Elisa (ay.12), yang memiliki dua arti. Arti pertama merupakan pengakuan iman, “Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orang yang berkuda. Arti kedua merupakan ungkapan atas ketidaklayakan: ritual pengoyakan pakaian. Dua nilai inilah yang akan kita hidupi hari ini. KESETIAAN DAN PENGENALAN DIRI. Mari memilih setia, walau pintu untuk ketidaksetiaan itu terbuka lebar. Mari mengenali diri (mananda diri), karena dengan mengenali diri kita adalah orang yang berbahagia dan akan beroleh kebaikan dalam hidup.

“Ketika Elisa melihat itu, maka berteriaklah ia: “Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda!” Kemudian tidak dilihatnya lagi, lalu direnggutkannya pakaiannya dan dikoyakkannya menjadi dua koyakan.” (2Rajaraja 2:12)

BE.715:2 ”Balga Do HolongMi”
Baen ma au pangoloi haposanMi/ Marhobas di joloM, burju tongtong/ Patar ma holongMi di pambahenanki Manogu dongan i tu Tuhanki

Doa
Ya Yesus Kristus Tuhan Kami, jadikanlah aku menjadi pribadi yang selalu setia dalam segala hal serta menjadi pribadi yang mengenali diri sendiri. Amin

Selamat hari Jumat
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *