PENGANCAM HIDUP YANG SESUNGGUHNYA

Renungan Senin, 25 Mei 2020

Apakah yang paling mengancam hidup kita? Dalam kondisi saat ini, jawaban kita mungkin mengarah kepada Covid-19. Namun jawaban itu akan terbantahkan jikalau kita perhadapkan dengan pernyataan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang mengatakan kemungkinan sembuh dari Covid 19 adalah 97 persen, berarti kekuatan ancamannya kepada hidup hanya 3 persen. Dan dalam laporan kemarin, angka kesembuhan pasien ini sudah mencapai 5.402 orang, sedang yang meninggal 1.372. Kembali soal apa yang paling mengancam dalam hidup, Nabi Yesaya punya pemahaman lain. Ketika Yehuda, Kerajaan Selatan, di ancam oleh Asyur, dia menyadari sesungguhnya yang paling mengancam kehidupan bangsa itu adalah DOSA mereka sendiri, karena bangsa itu tidak taat dan kurang percaya kepada Allah. Baik dengan kata-kata, maupun dengan perbuatan. Karenanya nabi Yesaya mendorong bangsa itu untuk hidup menurut kehendak Allah dan berlaku adil. Dengan demikian hidup mereka akan aman dan dipenuhi damai sejahtera dimana padang gurun akan menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan”. Saat ini, saya dan anda juga disapa untuk menyadari bahwa yang paling mengancam hidup kita adalah dosa itu sendiri. Karenanya kita perlu berdoa dan berjaga-jaga karena kecendrungan untuk melakukan dosa, selalu ada pada diri kita. Waspadalah!

“Sampai dicurahkan kepada kita Roh dari atas: Maka padang gurun akan menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan.” (Yesaya 32:15)

BE.169.1: ”Ho Sipangolu Au”
Ho sipangolu au/ Sai topot ma au on/ Sai unang mandaodao/ Ho sian rohangkon Ro Sipangolu ro tibu Baen ma au anakMu tutu Dohot mudarMi buri au ias songon hapas ma au ias tutu, ias tutu Dohot mudarMi buri au ias songon hapas ma au

Doa
Ya Tuhan, jadikan aku kuat untuk melawan kecendrungan melakukan dosa yang merupakan ancaman dalam hidupku. Amin

Selamat hari Senin
(Pdt.Anggiat Saut Simanullang,STh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *