LITURGI PARTANGIANGAN KELUARGA, RABU 20 MEI 2020

1. Bernyanyi BE. 18:1-2 “Ungkap Bahal na Umuli”
Ungkap bahal na umuli bagas ni Debatangki Ai tu si do au naeng muli ganup jumpang minggu I Hulului do disi bohi ni Debatangki
Nunga ro au o Tuhanhu, ro ma Ho tu au muse Ai di bagas ingananMu las ni roha do sude Sai bongoti rohangkon, baen ma joroMi dison

2. Votum – Introitus – Doa
P – Di dalam nama Allah Bapa, Anak-Nya Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus, yang menciptakan langit dan bumu.
K – Amin.
P – Dengarlah, Tuhan, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku !
K- Hatiku mengikuti FirmanMu “Carilah wajahKu”, maka wajahMu kucari, ya Tuhan.
P – Janganlah menyembunyikan wajahMu kepadaku.
K – Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut ?
P – Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar ? Mari kita berdoa : Ya Tuhan Allah Bapa kami di surga, kasihMu adalah kekal selama-lamanya. Kami mengucapkan terima kasih kepadamu karena Engkau memelihara kami dari dahulu sampai sekarang. Ajarlah kami untuk tetap berpegang kepada kasih setiaMu, supaya kami tahu mengucap syukur atas segala berkat yang Engkau berikan kepada kami. Ajarlah kami supaya tidak menggantungkan pengharapan kami kepada hal-hal yang duniawi, melainkan bergantung sepenuhnya kepadaMu, karena kami tahu Engkaulah penolong dan penghibur yang sejati bagi kami. Terpujilah Engkau di dalam nama AnakMu Yesus Kristus Tuhan dan Jurus’lamat kami. Amin.

3. Bernyanyi BE. 210: 4 “O Tuhan Na Marasiroha”
Mauliate ma rohangku, dibaen na pinarbagaMi. Dang olo asi ni rohaMu mansohot salelengna i. I pe mauliate ma au on di Ho o Debata.

4. Renungan
P – Marilah kita mendengarkan firman Tuhan yang menjadi Renungan untuk kita dalam acara partangiangan malam hari ini tertulis dalam Mazmur 27: 7- 14. Kita baca secara Responsoria. Dengarlah, Tuhan, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku!
K – Hatiku mengikuti firman-Mu Carilah wajah-Ku maka wajah-Mu kucari, ya Tuhan.
P – Janganlah menyembunyikan wajah-Mu kepadaku, janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka Engkaulah pertolonganku, janganlah membuang aku dan janganlah meninggalkan aku, ya Allah penyelamatku!
K – Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun Tuhan menyambut aku.
Tunjukkanlah jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan, dan tuntunlah aku di jalan yang rata oleh sebab seteruku.
P – Janganlah menyerahkan aku kepada nafsu lawanku, sebab telah bangkit menyerang aku saksi-saksi dusta, dan orang-orang yang bernafaskan kelaliman.
K – Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup!
P – Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan! Saat ini marilah kita merdengarkan penjelasan Nas

Tuhan mendengar seruan orang percaya
Semua manusia pasti pernah mengalami masa sulit dalam hidup. Namun tiap orang pasti memiliki respon yang berbeda-beda pula. Ada yang berusaha untuk mengatasi masalahnya, ada yang pasrah, ada juga yang putus asa, tapi ada yang meresponinya dengan tetap berharap kepada Tuhan. Mazmur ini, ditulis oleh raja Daud saat sedang mengalami masa sulit yang luar biasa. Di tengah himpitan masalah yang dihadapinya, Daud berkata, “Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut?” (ay. 1). Dengan iman percaya yang teguh kepada Tuhan, Daud bahkan kemudian berkata, “Aku yakin akan mengalami kebaikan Tuhan dalam hidupku di dunia ini”. Bagaimana sikap kita sebagai orang percaya dalam menghadapi masalah? Apakah kita akan pesimis melihat besarnya masalah dan menyerah kalah sebelum melihat kebaikan Tuhan? Mari kita belajar bersama dari apa yang dilakukan oleh raja Daud, yaitu tetap percaya bahwa Tuhan pasti akan menunjukkan kebaikan-Nya sesulit apa pun masalah yang sedang dia hadapi. Mata jasmani kita boleh saja melihat kemustahilan. Hasil pemeriksaan kesehatan mungkin berkata tidak ada lagi harapan, kondisi keuangan begitu sulit, usaha diambang kebangkrutan atau rumah tangga yang sudah porak poranda dan seakan tidak akan dapat dipertahankan lagi. Terlebih kondisi Negara ini saat ini yang dilanda Wabah Covid 19 yang belum juga ada tanda-tanda berakhirnya. Tidak peduli seberapa pun buruk keadaan yang sedang kita alami, tetaplah yakin dan percaya bahwa kita akan melihat kebaikan dan mujizat Tuhan terjadi di dalam hidup kita. Dia adalah Allah yang Maha Kuasa, Maha Tahu, Pencipta alam semesta, dan Dia memegang kita di telapak tangan-Nya. Tidak ada yang terlalu sulit bagi-Nya.Tetaplah optimis dan tetap fokus pada kebaikan-Nya. Berlakulah setia dan hiduplah di dalam kebenaran-Nya. Ijinkan damai sejahtera dari Roh Kudus menetap di hati dan pikiran kita. Datang dan mendekatlah kepada-Nya dalam doa dan renungkan Firman Allah siang dan malam. Percayalah bahwa pertolongan Tuhan pasti turun atas hidup kita. Allah mengabulkan semua permintaan kita jika kita menuruti kehendak-Nya. Namun, Dia tidak selalu memenuhinya secepat yang kita harapkan. Tuhan tidak pernah tergesa-gesa. Kita harus belajar menunggu-Nya, dan menyadari bahwa jawaban yang kita cari belum saatnya muncul. Atau mungkin saja kita belum berserah sepenuhnya pada kehendak-Nya. Oleh sebab itu, jawaban bagi banyak doa kita adalah “tunggu sebentar”. Jika kita tak dapat menerima hal ini dan tetap memaksa mendahului Allah, kita mungkin akan menemui kesukaran. Kita harus mempercayai-Nya dan yakin bahwa Allah adalah yang terbaik. Menunggu kehendak Allah bukanlah suatu penantian yang muram atau kekhawatiran yang penuh keresahan. Penantian ini merupakan kesabaran yang penuh sukacita, penantian yang terus maju ke depan dengan penuh keyakinan bahwa Allah akan menjawab doa-doa kita sesuai dengan waktu-Nya.
Seorang rohaniwan menulis: Belum terjawab? Jangan berkata tak terkabul; Mungkin bagianmu belum engkau kerjakan sepenuhnya; Kerja baru dimulai saat doamu yang pertama diucapkan. Dan Allah akan menyelesaikan apa yang sudah Dia mulai. Meskipun bertahun-tahun telah lewat, jangan putus asa; Kemuliaan-Nya akan kaulihat, suatu ketika, di suatu tempat. Amin

5. Bernyanyi BE. 183: 1+ 3 “Na jumpang au na asi roha”
Na jumpang au na asi roha di au naung mago i hian Tuhan Jesus parasi roha di au na lilu na hinan Nuaeng hutanda Tuhanhi, parasi roha bolon i, parasi roha bolon i
On pe holan asi ni roha sipangasahononhon I. Si pujionhu do Jahowa dung ro napamanathon I Unduk huhut las rohangki mamuji asi roha i, mamuji asi roha i.

6. Doa Syafaat
7. Bernyanyi BE. 806: 1-2 “Aha pe Masa di ngolumon” Persembahan
Aha pe masa di ngolumon, Tuhan manjaga ho holongNa do mangondihon ho, Tuhan manjaga ho Tuhan manjaga ho, las pe roham,marsak pe ho sai di ramoti ho,Tuhan manjaga ho
Sai disarihon do ngolumi, Tuhan manjaga ho Sai ditangihon tangiangmi, Tuhan manjaga ho Tuhan manjaga ho,las pe roham marsak pe ho sai di ramoti ho,Tuhan majaga ho

8. Doa Persembahan – Doa Bapa kami
P – Marilah kita menyerahkan persembahan kita kepada Tuhan kita berdoa. Ya Allah Bapa kami yang di surga. Kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami masing-masing. Sebahagian dari pada karunia itu, kami serahkan kembali sebagai persembahan kepadaTuhan. Terimalah dan berkatilah persembahan umatMu ini, agar dapat kami pergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan kerajaanTuhan di duniaini. Bukalah hati kami untuk mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dariTuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam namaYesus KristusTuhan kami. Amin. Secara bersama mari ber doa dalam Doa Bapa kami
K – Bapa kami yang di surga….

Penyusun: Bvr.Lambok Parapat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *